‹ Daftar slidePertemuan 12: Menyusun Kerangka Teori, Pertanyaan, dan Hipotesis Penelitian
Program Studi Manajemen • FEB UNDIP
Seminar Manajemen Keuangan
Pertemuan 12 — Menyusun Kerangka Teori, Pertanyaan, dan Hipotesis Penelitian
Mengubah masalah penelitian yang masih kabur menjadi pertanyaan tajam, kerangka teori yang kokoh, dan hipotesis yang siap diuji — fondasi Bab 2 proposal Anda.
RPS MINGGU 13 • 2×50 MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu merumuskan pertanyaan penelitian yang tajam, membangun kerangka teori yang runtut, dan menurunkan hipotesis yang siap diuji. Secara rinci:
KONSEP
4
Pilar materi hari ini
Pertanyaan penelitian (RQ), kerangka teori, konstruk/variabel, dan hipotesis — empat elemen yang saling mengunci di Bab 2 proposal.
KETERAMPILAN
2
Latihan bertahap
Menyusun kerangka teori dari grand theory ke hipotesis, dan merumuskan hipotesis terarah (directional) dari sebuah RQ.
Bagian 1 dari 4
Dari Masalah Menuju Pertanyaan Penelitian
Bagaimana rasa penasaran yang luas diperas menjadi satu pertanyaan yang bisa dijawab secara ilmiah?
Corong Penyempitan: Topik → Masalah → Pertanyaan
Topik penelitian yang baik lahir dari proses penyempitan bertahap, bukan lompatan langsung ke rumusan masalah.
Semakin ke bawah corong, semakin sempit dan semakin bisa diukur →
Ciri Pertanyaan Penelitian yang Baik
Pertanyaan penelitian yang kuat memenuhi kriteria FINER: Feasible, Interesting, Novel, Ethical, Relevant.
Feasible & Interesting
Data tersedia dan bisa diakses (mis. laporan keuangan IDX)
Menarik bagi Anda dan pembaca, bukan sekadar "aman"
Novel & Ethical
Ada unsur kebaruan: konteks, periode, atau variabel baru
Tidak melanggar etika (privasi data, plagiarisme)
Relevant
Menjawab kebutuhan teori atau praktik nyata
Selaras dengan bidang manajemen keuangan
Membandingkan Rumusan Lemah dan Kuat
Perbaikan RQ biasanya terjadi lewat penambahan variabel, objek, dan konteks waktu yang jelas.
Rumusan lemah
"Bagaimana kinerja keuangan perusahaan di Indonesia?"
"Apakah dividen itu penting bagi investor?"
Terlalu luas, tanpa variabel dan objek yang terukur.
Rumusan kuat
"Apakah kebijakan dividen memengaruhi harga saham perusahaan perbankan di BEI 2019–2024?"
"Bagaimana pengumuman dividen BBCA memengaruhi abnormal return di sekitar tanggal pengumuman?"
Variabel, objek, dan periode jelas — siap diuji dengan data.
Bagian 2 dari 4
Kerangka Teori: Fondasi Argumen Ilmiah
Mengapa penelitian Anda butuh "peta jalan" teori sebelum menyusun hipotesis?
Apa Itu Kerangka Teori dan Untuk Apa?
Kerangka teori adalah jaring argumen yang menjelaskan MENGAPA variabel-variabel dalam penelitian Anda diduga saling berhubungan.
Fungsi kerangka teori
Memberi dasar logis bagi setiap hipotesis yang diajukan
Menunjukkan posisi penelitian Anda di antara teori yang ada
Membantu pembaca memahami alur berpikir Anda
Bukan sekadar...
Kumpulan definisi istilah yang ditempel begitu saja
Kutipan teori tanpa dikaitkan ke variabel penelitian
Uraian panjang tanpa kesimpulan logis ke hipotesis
Alur Penyusunan: Dari Teori Besar ke Hipotesis
Kerangka teori yang baik mengalir dalam empat lapis yang saling terhubung.
Coba Sendiri: Bangun Kerangka dari Grand Theory ke Hipotesis
Pilih grand theory dan konsep topik Anda, lalu lihat bagaimana alur otomatis menyusun kerangka teori hingga rumusan hipotesis.
Contoh Kasus: Struktur Modal dan Profitabilitas
Dua grand theory bisa memprediksi arah hubungan yang berbeda untuk variabel yang sama.
Trade-off theory
Utang memberi manfaat pajak (bunga jadi pengurang pajak)
Tapi risiko kebangkrutan naik seiring utang bertambah
Prediksi: ada titik optimal struktur modal
Pecking order theory
Perusahaan lebih suka dana internal dulu, baru utang
Utang tinggi bisa jadi sinyal laba internal tidak cukup
Prediksi: utang tinggi berkaitan dengan profitabilitas rendah
Inilah gunanya kerangka teori — Anda harus memilih dan mempertanggungjawabkan teori mana yang paling sesuai dengan konteks penelitian Anda, misalnya perusahaan manufaktur Astra International versus perusahaan rintisan digital seperti GoTo.
Bagian 3 dari 4
Merumuskan Hipotesis yang Terarah
Bagaimana kerangka teori diterjemahkan menjadi dugaan yang bisa diuji secara statistik?
Ciri Hipotesis yang Baik dan Bentuknya
Hipotesis yang baik bersifat terukur, spesifik, dan berlandaskan teori — bukan tebakan sembarangan.
Ciri hipotesis baik
Menyatakan hubungan antar dua variabel atau lebih
Dapat diuji dengan data yang tersedia
Berakar dari kerangka teori, bukan intuisi semata
Dirumuskan jelas, tidak ambigu
Pasangan H0 dan H1
H0 (hipotesis nol): tidak ada pengaruh/hubungan
H1 (hipotesis alternatif): ada pengaruh/hubungan
Uji statistik menguji apakah H0 ditolak
Hitung dari Nol: Merumuskan Kerangka ke Hipotesis
Kasus: menyusun hipotesis pengaruh leverage terhadap profitabilitas perusahaan manufaktur di BEI.
X = pengumuman kenaikan dividen, Y = abnormal return
2. Pilih grand theory relevan
Signaling theory: manajemen memberi sinyal prospek laba lewat dividen
Teori dasar terpilih
3. Susun argumen kerangka teori
Kenaikan dividen → sinyal kepercayaan diri manajemen atas laba masa depan → investor merespons positif
Arah hubungan: positif
4. Turunkan hipotesis
Rumuskan dugaan terarah sesuai argumen di atas
H1: pengumuman kenaikan dividen berpengaruh positif terhadap abnormal return
HASIL AKHIR
H1: Dividen (+) → Abnormal Return
Siap diuji dengan event study di sekitar tanggal pengumuman
Mengenal Jenis-Jenis Hipotesis
Pilihan jenis hipotesis bergantung pada tujuan dan desain penelitian Anda.
Deskriptif
Menduga besaran/kondisi satu variabel
cth: rata-rata DER emiten manufaktur di atas 1,0
Komparatif
Menduga perbedaan antar kelompok
cth: ROA bank BUMN berbeda dari bank swasta
Asosiatif
Menduga hubungan/pengaruh antar variabel
cth: leverage memengaruhi profitabilitas
Hipotesis asosiatif paling umum di riset manajemen keuangan kuantitatif, dan bisa direksional (arah jelas: positif/negatif) atau non-direksional (sekadar "ada pengaruh").
Bagian 4 dari 4
Merangkai Semuanya ke Bab 2 Proposal
Kesalahan umum apa yang harus Anda hindari sebelum maju ke tahap metodologi?
Kesalahan Umum yang Sering Ditemukan
Menghindari jebakan ini akan membuat Bab 2 proposal Anda jauh lebih kuat di mata penguji.
Di kerangka teori
Menumpuk banyak teori tanpa memilih mana yang dipakai
Kerangka teori tidak nyambung dengan variabel penelitian
Tidak ada diagram/skema yang merangkum alur pemikiran
Di hipotesis
Hipotesis tidak sinkron dengan pertanyaan penelitian
Arah hubungan diklaim tanpa dasar argumen teori
Hipotesis tidak bisa diuji karena data tidak tersedia
Checklist Self-Review Sebelum Maju
Gunakan daftar ini untuk mengecek kesiapan Bab 2 proposal Anda sebelum konsultasi dengan dosen pembimbing.
Pertanyaan yang harus Anda jawab "ya"
Apakah pertanyaan penelitian Anda spesifik (variabel, objek, periode jelas)?
Apakah kerangka teori Anda memakai satu grand theory utama yang konsisten?
Apakah setiap konsep di kerangka teori terhubung langsung ke variabel penelitian?
Apakah hipotesis Anda punya arah yang didukung argumen teori, bukan tebakan?
Apakah data untuk menguji hipotesis Anda benar-benar tersedia dan bisa diakses?
Latihan: Susun Kerangka Teori dan Hipotesis Anda
Praktikkan pola empat langkah yang sudah kita pelajari, pada topik penelitian pilihan Anda sendiri.
Instruksi tugas individu
Ambil pertanyaan penelitian yang sudah Anda rumuskan minggu lalu (atau perbaiki dulu bila masih terlalu luas)
Pilih satu grand theory utama yang relevan dengan variabel penelitian Anda
Susun argumen kerangka teori secara ringkas (maks. 1 halaman), jelaskan MENGAPA variabel Anda diduga berhubungan
Turunkan minimal satu hipotesis terarah (H1) dari argumen tersebut
Kumpulkan sebagai draf awal Bab 2, dibahas pada sesi konsultasi minggu depan
Gunakan pola empat langkah dari slide "Hitung dari Nol" sebagai kerangka kerja Anda: variabel → grand theory → argumen → hipotesis.
Ringkasan dan Langkah Selanjutnya
Hari ini Anda telah belajar merangkai pertanyaan, teori, dan hipotesis menjadi satu alur logis yang kokoh.
YANG SUDAH DIKUASAI
RQ → Teori → H1
Alur empat langkah siap dipakai
Corong penyempitan topik, kriteria FINER, empat lapis kerangka teori, dan jenis-jenis hipotesis.
PERTEMUAN 13
Metodologi
Langkah berikutnya
Menentukan desain penelitian, populasi/sampel, dan metode analisis data untuk menguji hipotesis Anda.
Bawa draf kerangka teori dan hipotesis Anda ke pertemuan berikutnya — kita akan langsung merancang metodologi yang cocok untuk mengujinya.