‹ Daftar slidePertemuan 9: Menelusuri dan Memilih Sumber Literatur yang Relevan dan Kredibel
Program Studi Manajemen · FEB UNDIP · Seminar Manajemen Keuangan
Menelusuri & Memilih Sumber Literatur
Pertemuan 9 · Sumber yang Relevan dan Kredibel
Dari mesin pencari acak menuju penelusuran literatur yang sistematis, terverifikasi, dan siap disintesis dalam proposal Anda.
RPS minggu 10 · 2x50 menit
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menelusuri, menyaring, dan menilai kredibilitas sumber literatur secara sistematis untuk proposal penelitian Anda:
Capaian 1 — Memetakan
①
Membedakan jenis sumber (primer, sekunder, tersier) dan memahami tingkat kredibilitasnya dalam hierarki literatur akademik.
Capaian 2 — Menelusuri
②
Menyusun strategi pencarian dengan operator Boolean, kata kunci, filter, dan teknik snowballing di database akademik.
Capaian 3 — Menilai
③
Menerapkan kriteria evaluasi kredibilitas (reputasi jurnal, kemutakhiran, sitasi, uji CRAAP) untuk menyaring sumber layak pakai.
Capaian 4 — Mengelola
④
Mengenali jurnal predator, mengelola sitasi dengan aplikasi reference manager, dan menghindari plagiarisme dalam parafrase.
Mengapa Ini Penting? Tiga Jebakan Umum Mahasiswa
Sebelum masuk teknik, kenali dulu tiga kesalahan yang paling sering merusak kredibilitas proposal:
Jebakan 1 — Asal Google
🔍
Mengetik satu kata kunci, mengambil lima hasil teratas tanpa menyaring — bercampur blog, Wikipedia, dan jurnal bereputasi.
Jebakan 2 — Sumber Usang
🕰️
Memakai artikel struktur modal terbitan tahun 1990-an sebagai satu-satunya rujukan, padahal teori dan konteks pasar modal Indonesia sudah banyak berubah.
Jebakan 3 — Jurnal Predator
🚩
Membayar biaya publikasi ke jurnal "internasional" yang ternyata tidak terindeks dan tidak melalui peer review sungguhan.
Dosen penguji proposal Anda akan langsung menandai ketiga jebakan ini pada bab tinjauan pustaka — dan itu bisa menurunkan nilai kelayakan proposal secara signifikan.
Bagian 1 dari 3
Memetakan Peta Sumber Literatur
Jenis sumber, tingkatan kredibilitas dalam piramida literatur, serta database akademik tempat sumber berkualitas berada.
Primer vs SekunderPiramida KredibilitasDatabase
Tiga Jenis Sumber: Primer, Sekunder, Tersier
Setiap sumber punya jarak berbeda dari data atau temuan asli — memengaruhi seberapa kuat ia dijadikan rujukan.
Primer
📄
Laporan penelitian asli: artikel jurnal berbasis data empiris, laporan keuangan BEI, disertasi. Paling kuat untuk landasan argumen.
Sekunder
📚
Review atau analisis atas sumber primer: artikel literature review, buku teks manajemen keuangan, meta-analisis.
Tersier
📖
Ringkasan umum: ensiklopedia, Wikipedia, kamus istilah. Berguna untuk orientasi awal, bukan untuk dikutip dalam proposal.
Aturan praktis: Wikipedia boleh Anda baca untuk memahami istilah baru, tetapi jangan pernah dikutip langsung di proposal — telusuri rujukan aslinya di bagian bawah artikelnya.
Piramida Kredibilitas Sumber Akademik
Semakin ke atas piramida, semakin ketat proses verifikasinya — semakin kuat pula ia dijadikan rujukan ilmiah.
Tempat Berburu: Database Akademik Resmi
Gunakan pintu masuk ini, bukan mesin pencari umum, untuk memastikan hasil pencarian Anda sudah tersaring secara akademik.
Google Scholar
🎓
Gratis, cakupan luas lintas disiplin; tampilkan jumlah sitasi tiap artikel — indikator awal seberapa banyak dirujuk peneliti lain.
Scopus & SINTA
🏛️
Scopus (internasional, berbayar via akses kampus) beri kuartil jurnal (Q1–Q4); SINTA (Kemdiktisaintek) memberi peringkat jurnal nasional (S1–S6).
Coba Sendiri: Hitung Skor Kredibilitas Artikel Anda
Masukkan reputasi jurnal, jumlah sitasi, dan tahun terbit sumber Anda sendiri, lalu lihat skor kredibilitas tertimbangnya.
Waspada: Ciri-Ciri Jurnal Predator
Jurnal predator menyamar sebagai jurnal ilmiah tetapi mengejar keuntungan biaya publikasi tanpa tinjauan sejawat yang jujur.
Bendera Merah 1
⚡
Janji proses review super cepat (misalnya "diterima dalam 3 hari") — tinjauan sejawat sungguhan butuh minggu hingga bulan.
Bendera Merah 2
✉️
Spam undangan lewat email massal meminta Anda mengirim artikel, sering dengan bahasa yang berlebihan memuji karya Anda.
Bendera Merah 3
💰
Biaya publikasi (APC) tinggi tetapi tidak transparan, ditagih setelah artikel "diterima" bukan sebelum proses review.
Bendera Merah 4
❓
Klaim "terindeks Scopus/SINTA" yang tidak bisa diverifikasi di situs resmi Scopus atau SINTA Kemdiktisaintek.
Cara cepat verifikasi: cek nama jurnal langsung di scopus.com atau sinta.kemdiktisaintek.go.id — jangan percaya klaim di situs jurnal itu sendiri.
Bagian 2 dari 3
Strategi Pencarian yang Efektif
Operator Boolean, teknik menyusun kata kunci bertahap, snowballing sitasi, dan filter pencarian untuk mempersempit hasil.
BooleanSnowballingFilter
Operator Boolean: Kunci Pencarian yang Presisi
Tiga operator ini mengubah pencarian acak menjadi pencarian yang terarah dan bisa direplikasi:
AND — Mempersempit
∩
Kedua kata kunci harus muncul bersama. "struktur modal" AND "BEI" — hanya artikel yang membahas keduanya.
OR — Memperluas
∪
Salah satu kata kunci cukup muncul. "leverage" OR "debt ratio" — menangkap sinonim istilah.
NOT — Mengecualikan
⊘
Menyingkirkan istilah yang tak diinginkan. "dividen" NOT "perbankan syariah" — kalau fokus non-syariah.
Tips tambahan: gunakan tanda kutip ("...") untuk mencari frasa persis, dan tanda bintang (*) untuk varian kata, misalnya invest* menangkap invest, investor, investment.
Langkah Demi Langkah: Menyusun Kata Kunci Pencarian
Kasus: proposal Anda tentang pengaruh struktur modal terhadap nilai perusahaan manufaktur di BEI. Bangun kata kunci secara bertahap:
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Identifikasi variabel inti dari judul
Variabel bebas + variabel terikat + konteks
struktur modal · nilai perusahaan · manufaktur BEI
2. Tambahkan sinonim tiap variabel dengan OR
"struktur modal" OR "leverage" OR "debt ratio"
string tahap 2
3. Hubungkan antar-variabel dengan AND
(string tahap 2) AND ("nilai perusahaan" OR "firm value")
string tahap 3
4. Persempit konteks dengan AND + frasa persis
(string tahap 3) AND "Bursa Efek Indonesia"
string final siap dicari
Hasil akhir: ("struktur modal" OR "leverage" OR "debt ratio") AND ("nilai perusahaan" OR "firm value") AND "Bursa Efek Indonesia" — siap ditempel di Google Scholar atau Scopus.
Teknik Snowballing: Menelusuri Jaringan Sitasi
Satu artikel kunci yang relevan bisa membuka puluhan sumber lain lewat dua arah penelusuran:
Backward Snowballing
⬅️
Telusuri daftar pustaka artikel kunci Anda — temukan studi-studi lebih lama yang menjadi fondasi teorinya.
Forward Snowballing
➡️
Klik "Dikutip oleh" (cited by) di Google Scholar — temukan studi lebih baru yang merujuk artikel kunci Anda.
Contoh: artikel Modigliani & Miller (1958) tentang struktur modal punya ribuan cited by — telusuri yang membahas konteks pasar berkembang seperti Indonesia untuk mempersempit relevansi.
Mempersempit Hasil dengan Filter Pencarian
Setelah kata kunci disusun, gunakan filter berikut agar hasil pencarian benar-benar relevan dan efisien ditelusuri:
Filter Tahun
📅
Batasi 5–10 tahun terakhir untuk teori yang berkembang cepat (misalnya fintech), lebih longgar untuk teori klasik (struktur modal, dividen).
Filter Jenis Dokumen
📑
Prioritaskan "article" (jurnal) di atas "conference paper" atau "book chapter" untuk landasan empiris utama.
Filter Bahasa & Akses
🌐
Kombinasikan sumber Bahasa Indonesia (konteks lokal) dengan Bahasa Inggris (teori & metodologi internasional).
Filter Bidang Studi
🏷️
Di Scopus/Scholar, batasi ke bidang "Business, Management and Accounting" agar tidak tercampur disiplin lain.
Bagian 3 dari 3
Mengevaluasi & Mengelola Sumber
Uji CRAAP untuk menilai kelayakan sumber, skoring kredibilitas menyeluruh, teknik membaca cepat, serta pengelolaan sitasi yang etis.
CRAAP TestSkimmingSitasi
Langkah Demi Langkah: Menguji Sumber dengan CRAAP
CRAAP adalah lima kriteria cepat untuk menilai kelayakan sebuah sumber sebelum dibaca mendalam:
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Currency — kemutakhiran
Cek tahun terbit vs. usia topik penelitian Anda
Relevan jika <10 tahun (teori klasik) / <5 tahun (topik dinamis)
2. Relevance — relevansi
Cocokkan abstrak dengan variabel proposal Anda
Layak jika membahas variabel/konteks serupa
3. Authority — otoritas penulis
Cek afiliasi penulis & rekam jejak publikasi
Layak jika penulis berafiliasi institusi akademik dikenal
4. Accuracy — akurasi
Cek metodologi & data yang dilaporkan transparan
Layak jika sampel, metode, dan hasil dijelaskan jelas
5. Purpose — tujuan penulisan
Cek apakah tujuan tulisan ilmiah, bukan promosi/opini
Layak jika tujuan riset objektif, bukan iklan produk
Hitung dari Nol: Menilai Sumber yang Meragukan
Kasus: artikel dari jurnal "International Journal of Advanced Research in Business X" — tidak terindeks Scopus/SINTA, 0 sitasi, terbit 2024. Hitung skornya dengan rubrik yang sama.
Perhatikan: sumber ini baru terbit (skor kemutakhiran tinggi) tetapi tetap tidak layak karena reputasi jurnal dan sitasinya sangat lemah — kebaruan saja tidak cukup.
Membaca Cepat: Skimming dalam 5 Menit
Anda tidak perlu membaca seluruh artikel untuk memutuskan relevansinya — ikuti urutan skimming berikut per artikel:
Langkah 1–2 (± 1 menit)
🏷️
Judul — apakah relevan dengan proposal Anda? Abstrak — baca utuh untuk tangkap masalah, metode, dan temuan utama.
Langkah 3–4 (± 2 menit)
🔬
Metode — cek sampel & teknik analisis (relevan dengan rencana metodologi Anda?). Simpulan — baca ulang temuan utama.
Langkah 5 (± 2 menit): scan daftar pustaka di halaman terakhir — ini pintu masuk teknik snowballing yang sudah kita bahas sebelumnya.
Mengelola Sitasi & Menghindari Plagiarisme
Sumber kredibel yang dikutip dengan cara salah tetap bisa merusak integritas akademik proposal Anda.
Reference Manager
🗂️
Gunakan Mendeley atau Zotero (gratis) untuk menyimpan, mengorganisasi, dan otomatis memformat sitasi gaya APA.
Parafrase yang Benar
✍️
Tulis ulang gagasan dengan struktur kalimat & kata Anda sendiri, bukan sekadar mengganti sinonim — lalu tetap cantumkan sitasi.
Jebakan umum: mengutip ide orang lain tanpa sitasi karena "sudah diparafrasekan" — aturan baku: parafrase ide tetap wajib disitasi, hanya kutipan kata-per-kata yang butuh tanda kutip tambahan.
Latihan Minggu Ini & Menuju Pertemuan Berikutnya
Sebelum pertemuan berikutnya, kerjakan langkah berikut untuk proposal Anda masing-masing:
Tugas 1 — Susun & Telusuri
Susun string pencarian Boolean untuk topik proposal Anda, jalankan di Google Scholar dan SINTA, kumpulkan minimal 10 kandidat sumber.
Tugas 2 — Saring & Skor
Terapkan uji CRAAP dan hitung skor kredibilitas tiap kandidat; pilih minimal 6 sumber dengan skor ≥70 untuk dibawa ke pertemuan berikutnya.
Simpan seluruh sumber terpilih di Mendeley/Zotero dengan sitasi APA lengkap — ini akan langsung menjadi bahan mentah pertemuan berikutnya: Menyusun Tinjauan Pustaka.