stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-08
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 8: Mengidentifikasi Masalah dan Pertanyaan Penelitian
Program Studi Manajemen • FEB UNDIP

Mengidentifikasi Masalah & Pertanyaan Penelitian

Pertemuan 8 — Titik Awal Proposal Penelitian

Mengubah fenomena keuangan yang Anda amati sehari-hari menjadi masalah penelitian yang jelas dan pertanyaan penelitian yang bisa dijawab secara ilmiah.

RPS minggu 9 · 2x50 menit
Transisi Paruh Kedua
Dari Membedah Artikel
ke Membangun Proposal

Tujuh pertemuan terakhir Anda melatih mata untuk membaca metode dan hasil riset. Mulai sekarang, keterampilan itu Anda pakai untuk membangun proposal Anda sendiri.

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda mampu mengenali sumber masalah penelitian dan merumuskan pertanyaan penelitian yang layak diteliti dalam bidang manajemen keuangan.

CAPAIAN 1 — KONSEP
Apa itu Masalah Penelitian
Membedakan masalah manajerial sehari-hari dengan masalah penelitian ilmiah yang dapat dikaji secara akademik.
CAPAIAN 2 — SUMBER
Menemukan Sumber Masalah
Mengidentifikasi masalah penelitian dari gap teori, gap empiris, fenomena bisnis nyata, dan rekomendasi riset terdahulu.
CAPAIAN 3 — PERUMUSAN
Merumuskan Problem Statement
Menyusun pernyataan masalah (problem statement) yang ringkas, spesifik, dan didukung data atau fenomena awal.
CAPAIAN 4 — PERTANYAAN
Menyusun Pertanyaan Penelitian
Menerjemahkan problem statement menjadi satu atau lebih pertanyaan penelitian yang jelas dan dapat diuji.

Mengapa Harus Dimulai dari Masalah?

Masalah penelitian adalah jantung proposal: seluruh tinjauan pustaka, kerangka teori, dan metodologi Anda nanti hanya menjawab satu hal — masalah yang Anda tetapkan di awal.

Analogi Sederhana
  • Dokter tidak meresepkan obat sebelum tahu diagnosis pasien secara pasti.
  • Peneliti tidak memilih metode atau teori sebelum tahu apa sebenarnya yang ingin dijawab.
  • Masalah yang kabur → tinjauan pustaka melebar ke mana-mana → proposal sulit dipertahankan saat seminar.
  • Masalah yang tajam → literatur terarah, hipotesis logis, metode tepat sasaran.
Banyak proposal mahasiswa gagal di seminar bukan karena metodenya salah, tetapi karena masalah penelitiannya tidak jelas sejak awal.

Apa Itu Masalah Penelitian?

Masalah penelitian = kesenjangan (gap) antara apa yang seharusnya/diketahui teori dan apa yang terjadi/belum diketahui secara empiris.
Masalah Manajerial
  • Milik satu perusahaan spesifik, mis. "Kenapa kas Toko Sepatu Bu Rina sering minus?"
  • Diselesaikan dengan keputusan praktis, bukan generalisasi ilmiah.
  • Jawabannya cukup untuk satu kasus, tidak perlu diuji secara statistik.
Masalah Penelitian
  • Dirumuskan agar jawabannya berlaku lebih luas (populasi/konteks tertentu).
  • Berangkat dari gap teori/empiris, bisa diuji dengan data dan metode ilmiah.
  • Hasilnya berkontribusi pada ilmu pengetahuan, bukan hanya satu perusahaan.

Empat Sumber Masalah Penelitian

Masalah penelitian yang baik jarang muncul dari lamunan; ia digali dari empat sumber berikut.

1 • GAP TEORI
Ada dua teori yang saling bertentangan, mis. trade-off theory vs pecking order theory soal struktur modal.
2 • GAP EMPIRIS
Hasil riset terdahulu tidak konsisten; satu studi bilang dividen menaikkan harga saham, studi lain menemukan sebaliknya.
3 • FENOMENA BISNIS
Kejadian nyata yang menarik dijelaskan, mis. saham emiten teknologi seperti GoTo bergejolak tajam pasca IPO.
4 • SARAN RISET SEBELUMNYA
Bagian "keterbatasan & saran" pada artikel yang sudah Anda review di Pertemuan 1–7 sering memuat ide riset lanjutan.
Bagian Inti
Dari Fenomena Bisnis
ke Masalah Ilmiah

Tidak semua fenomena menarik otomatis menjadi masalah penelitian yang layak. Bagian ini melatih Anda menyaring fenomena menjadi masalah yang bisa diteliti.

Fenomena Menarik Belum Tentu Masalah Penelitian

Fenomena hanyalah titik masuk. Ia baru menjadi masalah penelitian setelah dikaitkan dengan teori dan menunjukkan kesenjangan.

Contoh
  • Fenomena: "Selama krisis, harga saham BBCA relatif stabil dibanding bank kompetitor."
  • Pertanyaan awam: "Kok bisa ya BBCA lebih stabil?" — menarik, tapi belum ilmiah.
  • Dikaitkan teori: Teori struktur modal & likuiditas memprediksi rasio modal tinggi meredam volatilitas harga saham saat krisis.
  • Jadi masalah penelitian: "Apakah rasio kecukupan modal memoderasi volatilitas harga saham bank saat krisis di BEI?"

Empat Jenis Kesenjangan (Research Gap)

Argumen masalah penelitian yang kuat biasanya menunjukkan satu atau lebih dari empat jenis gap berikut.

Gap TeoritisDua teorisaling bertentanganGap EmpirisHasil risettidak konsistenGap MetodologisMetode lamabelum tepat/usangGap KontekstualBelum diuji disektor/negara iniSemua bermuara pada satu argumen:"Ada sesuatu yang belum terjawab — dan proposal ini akan menjawabnya."

Hitung dari Nol: Merumuskan Problem Statement

Kasus: fenomena struktur modal UMKM digital yang sulit mendapat pinjaman bank meski memiliki omzet Tokopedia yang tinggi.

LangkahProses BerpikirHasil
1. Amati fenomenaBanyak UMKM digital ber-omzet tinggi tetap ditolak kredit bank karena tidak punya agunan fisik.Fenomena awal
2. Kaitkan teoriPecking order theory: perusahaan lebih suka dana internal & utang, tetapi bank menilai risiko dari agunan, bukan arus kas digital.Landasan teori
3. Tunjukkan gapRiset struktur modal selama ini fokus pada perusahaan besar terdaftar di BEI, belum banyak pada UMKM digital tanpa agunan.Gap kontekstual
4. Rumuskan problem statement"Belum jelas faktor apa yang menentukan akses pembiayaan UMKM digital selain agunan konvensional."Problem statement
Pola: Fenomena → Teori → Gap → Kalimat Problem Statement. Empat langkah ini berlaku untuk topik apa pun di manajemen keuangan.

Coba Sendiri: Rangkai Problem Statement Anda

Isi fenomena, teori, dan gap topik Anda sendiri, lalu lihat bagaimana kalimat problem statement tersusun otomatis.

Kriteria Masalah Penelitian yang Baik

Gunakan kerangka FINER untuk menyaring apakah masalah penelitian Anda layak dilanjutkan.

F • FEASIBLE
Data tersedia (mis. laporan keuangan IDX, laporan tahunan), waktu & biaya realistis untuk satu semester.
I • INTERESTING
Menarik bagi Anda & pembimbing, bukan sekadar meniru topik populer tanpa pemahaman.
N • NOVEL
Ada unsur baru: konteks, periode, atau variabel yang belum banyak diteliti di Indonesia.
E • ETHICAL
Tidak melanggar etika akademik, tidak memakai data/topik skripsi orang lain tanpa izin.
R • RELEVANT — relevan dengan teori manajemen keuangan dan bermanfaat bagi akademisi maupun praktisi (mis. investor, manajer keuangan perusahaan).

Coba Sendiri: Uji Topik Anda dengan FINER

Centang tiap kriteria FINER untuk topik yang Anda pikirkan, lalu lihat skor kelayakan keseluruhan.

Anatomi Kalimat Problem Statement

Problem statement yang baik biasanya memuat tiga unsur dalam satu-dua paragraf singkat.

Tiga Unsur Wajib
  • 1Konteks/latar — fenomena atau kondisi bisnis yang relevan (data, tren, kasus nyata).
  • 2Kesenjangan — apa yang belum dijelaskan/masih diperdebatkan oleh teori atau riset terdahulu.
  • 3Signifikansi — mengapa kesenjangan ini penting dijawab sekarang, bagi siapa manfaatnya.
Contoh singkat: "Kebijakan dividen perusahaan perbankan di BEI menunjukkan pola beragam pasca pandemi (konteks). Studi terdahulu belum sepakat apakah profitabilitas atau likuiditas yang lebih dominan memengaruhi kebijakan ini (gap). Pemahaman yang tepat penting bagi investor dalam menilai keberlanjutan dividen bank (signifikansi)."

Dari Masalah ke Pertanyaan Penelitian

Pertanyaan penelitian (research question) adalah terjemahan operasional dari problem statement — kalimat tanya yang bisa dijawab lewat data dan analisis.

Problem Statement

Menjelaskan mengapa topik ini penting diteliti; berbentuk narasi/paragraf.

Research Question

Menegaskan apa yang akan dijawab penelitian; berbentuk kalimat tanya spesifik & terukur.

Fungsi RQ: (1) mengarahkan tinjauan pustaka, (2) menentukan variabel, (3) menuntun pemilihan metode analisis di bab metodologi nanti.

Tiga Jenis Pertanyaan Penelitian

Dalam riset manajemen keuangan kuantitatif, pertanyaan penelitian umumnya masuk ke salah satu dari tiga jenis berikut.

DESKRIPTIF
Menggambarkan kondisi/pola. Contoh: "Bagaimana tren struktur modal perusahaan manufaktur di BEI 2019–2024?"
KOMPARATIF
Membandingkan dua kelompok/periode. Contoh: "Apakah profitabilitas bank BUMN berbeda dengan bank swasta nasional?"
ASOSIATIF/KAUSAL
Menguji hubungan/pengaruh antarvariabel. Contoh: "Apakah struktur modal berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan?"
Mayoritas skripsi manajemen keuangan memakai jenis asosiatif/kausal karena cocok diuji dengan regresi — tetapi pastikan jenisnya sesuai dengan metode yang akan Anda pelajari di Pertemuan 12.

Ciri Pertanyaan Penelitian yang Baik vs Lemah

RQ Lemah
  • "Bagaimana kinerja keuangan perusahaan di Indonesia?" — terlalu luas, tidak jelas variabel & populasinya.
  • "Apakah manajemen keuangan itu penting?" — jawabannya sudah jelas (ya), tidak perlu diuji.
RQ Baik
  • "Apakah struktur modal berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan manufaktur di BEI periode 2020–2024?"
  • Jelas variabel, populasi, dan periode — bisa langsung diarahkan ke data & metode.
Uji cepat RQ Anda: apakah sudah jelas apa yang diukur, siapa/mana populasinya, dan kapan periodenya? Kalau salah satu belum jelas, RQ perlu dipertajam lagi.

Hitung dari Nol: Menyusun RQ dari Problem Statement

Melanjutkan kasus kebijakan dividen bank di BEI dari Slide 12, mari susun pertanyaan penelitiannya secara bertahap.

LangkahProses BerpikirHasil
1. Ambil inti gapBelum jelas apakah profitabilitas atau likuiditas lebih dominan memengaruhi kebijakan dividen bank.Inti masalah
2. Tentukan variabelVariabel: profitabilitas (ROA), likuiditas (LDR), kebijakan dividen (dividend payout ratio).Variabel jelas
3. Tentukan populasi & periodePopulasi: bank umum terdaftar di BEI; periode: 2020–2024 (pasca pandemi).Cakupan jelas
4. Susun kalimat RQGabungkan variabel + populasi + periode menjadi satu kalimat tanya asosiatif.RQ final
RQ final: "Apakah profitabilitas (ROA) dan likuiditas (LDR) berpengaruh terhadap kebijakan dividen bank umum yang terdaftar di BEI periode 2020–2024?"

Kesalahan Umum Mahasiswa

Kenali jebakan berikut sebelum Anda menyerahkan draf masalah dan pertanyaan penelitian.

  • Terlalu ambisius: ingin meneliti "seluruh industri di Indonesia" — tidak feasible untuk skripsi S1.
  • Tidak ada gap: hanya mengulang topik yang sudah diteliti puluhan kali tanpa unsur baru.
  • RQ menjawab dirinya sendiri: pertanyaan yang jawabannya sudah pasti sejak awal, tidak perlu data untuk membuktikannya.
  • Terbalik urutan: memilih metode/software statistik dulu, baru mencari masalah yang "cocok" dengannya.
  • Copy-paste masalah: menyalin problem statement dari skripsi/artikel lain tanpa memahami konteksnya sendiri — risiko plagiarisme.

Etika Akademik dalam Merumuskan Masalah

Orisinalitas masalah penelitian adalah fondasi integritas akademik Anda sejak bab pertama proposal.

BOLEH
Terinspirasi dari saran riset lanjutan pada artikel yang sudah dipublikasikan, lalu dikembangkan dengan konteks/data baru milik Anda sendiri.
TIDAK BOLEH
Menyalin problem statement/RQ dari skripsi mahasiswa lain (termasuk kakak tingkat) tanpa izin dan tanpa sitasi yang jujur.
Setiap ide atau data yang Anda kutip dari sumber lain wajib disitasi. Kemiripan kata-kata tanpa sitasi yang tinggi akan terdeteksi alat cek plagiarisme kampus dan berisiko sanksi akademik.

Latihan Mandiri: Draf Masalah & RQ Anda

Kerjakan sebagai cikal bakal Bab 1 proposal Anda; bawa hasilnya ke Pertemuan 9 untuk mulai penelusuran literatur.

Instruksi (kerjakan berurutan)
  • 1Pilih satu topik dari Pertemuan 1–7 (modal kerja, capital budgeting, biaya modal, struktur modal, dividen, atau M&A) yang paling menarik minat Anda.
  • 2Tuliskan satu fenomena nyata yang relevan (data BEI, berita, laporan tahunan, atau kasus UMKM).
  • 3Rumuskan problem statement 2–3 kalimat memuat konteks, gap, dan signifikansi (lihat Slide 12).
  • 4Turunkan 1–2 pertanyaan penelitian, uji dengan tiga pertanyaan kriteria di Slide 15.
  • 5Cek dengan kerangka FINER (Slide 11) — revisi bila ada kriteria yang belum terpenuhi.
Kumpulkan draf 1 halaman melalui sistem pengumpulan tugas sebelum Pertemuan 9 dimulai. Dosen akan memberi umpan balik singkat sebelum Anda lanjut ke tahap penelusuran literatur.
Penutup Pertemuan 8
Masalah Sudah Ada,
Literatur Menanti Ditelusuri

Pertemuan 9 akan melatih Anda menelusuri & mensintesis literatur untuk memperkuat argumen gap yang baru saja Anda rumuskan.