‹ Daftar slidePertemuan 7: Studi Empiris — Merger, Akuisisi, Divestasi, dan Restrukturisasi
FEB UNDIP · Seminar Manajemen Keuangan
Studi Empiris — Merger, Akuisisi, Divestasi, dan Restrukturisasi
Pertemuan 7 · Membedah Artikel Empiris Bidang Aksi Korporasi
Mempelajari cara peneliti menguji apakah merger, akuisisi, divestasi, dan restrukturisasi benar-benar menciptakan nilai bagi pemegang saham — dari teori, metode, hasil, sampai celah riset yang tersisa.
RPS minggu 7 · 2x50 menit
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda mampu membedah artikel studi empiris tentang merger, akuisisi, divestasi, dan restrukturisasi — teori, metode, temuan, dan gap riset (Sub-CPMK 1). Secara rinci:
Capaian 1 — Peta Konsep
01
Membedakan merger, akuisisi, divestasi, dan restrukturisasi serta motif ekonomi di baliknya.
Capaian 2 — Teori Penciptaan Nilai
02
Menjelaskan teori sinergi, hubris, dan keagenan sebagai alasan aksi korporasi terjadi.
Capaian 3 — Metode Event Study
03
Memahami event study & abnormal return sebagai alat ukur utama studi empiris M&A.
Capaian 4 — Kritik & Gap
04
Mengidentifikasi kelemahan metode dan gap riset dari artikel M&A yang dibedah.
Kenapa Sebagian Besar Akuisisi Justru Merugikan Pengakuisisi?
Riset klasik menunjukkan pola yang mengejutkan: harga saham perusahaan target biasanya melonjak saat akuisisi diumumkan, tetapi harga saham perusahaan pengakuisisi justru sering datar atau turun.
Perusahaan Target
📈
Menerima premium di atas harga pasar — pemegang saham target hampir selalu diuntungkan.
Perusahaan Pengakuisisi
📉
Sering membayar terlalu mahal (overpayment) — nilai bagi pemegang sahamnya justru tergerus.
Pertanyaan inilah yang mendorong ratusan artikel empiris tentang M&A: siapa sebenarnya yang diuntungkan, dan mengapa? Kasus akuisisi Bank Danamon oleh MUFG atau rencana konsolidasi bank digital di Indonesia adalah contoh nyata yang bisa Anda telusuri.
Bagian 1 dari 3
Peta Konsep & Teori Penciptaan Nilai Aksi Korporasi
Definisi merger, akuisisi, divestasi, restrukturisasi, serta tiga teori besar yang menjelaskan motif di baliknya.
Definisi & JenisMotif EkonomiTeori Sinergi vs Hubris
Empat Bentuk Aksi Korporasi: Jangan Tertukar
Istilah
Definisi Inti
Contoh Indonesia
Merger
Dua perusahaan bergabung, satu identitas hukum hilang, tersisa satu entitas.
Bank Syariah Indonesia — merger 3 bank syariah BUMN jadi 1 bank
Akuisisi
Satu perusahaan membeli kendali (mayoritas saham) perusahaan lain; keduanya tetap berdiri sebagai entitas terpisah.
MUFG mengakuisisi ~40% saham Bank Danamon
Divestasi
Perusahaan melepas/menjual sebagian aset, unit bisnis, atau anak usaha.
Perusahaan tambang melepas anak usaha non-inti ke investor lain
Restrukturisasi
Perombakan struktur operasional, keuangan, atau organisasi tanpa harus ganti kepemilikan.
Restrukturisasi utang & operasi maskapai Garuda Indonesia
Kata kunci pembeda: merger = satu identitas hilang; akuisisi = kendali berpindah, identitas tetap; divestasi = melepas, bukan mengambil alih; restrukturisasi = merombak struktur, bukan soal kepemilikan.
Motif Ekonomi di Balik Aksi Korporasi
Sinergi Operasional
⚙️
Efisiensi biaya, skala ekonomi, dan pangsa pasar lebih besar setelah bergabung.
Sinergi Finansial
💵
Akses modal lebih murah, diversifikasi risiko, dan manfaat pajak (mis. kompensasi rugi fiskal).
Motif Strategis
🧭
Masuk pasar baru dengan cepat, akuisisi teknologi, atau menyingkirkan pesaing.
Peneliti empiris menguji motif ini secara tidak langsung: bila motif sinergi benar terjadi, kinerja gabungan pasca-akuisisi seharusnya lebih baik daripada sebelum bergabung — inilah yang diuji lewat data.
Tiga Teori Besar: Mengapa Hasil M&A Sering Mengecewakan?
Teori
Inti Argumen
Prediksi terhadap Nilai
Teori Sinergi
Manajer bertindak rasional; akuisisi dilakukan karena nilai gabungan > jumlah nilai sendiri-sendiri.
Nilai perusahaan meningkat pasca-akuisisi
Teori Hubris (Roll, 1986)
Manajer terlalu percaya diri menilai target, membayar premium berlebihan akibat kesalahan estimasi.
Nilai pengakuisisi tidak berubah/turun, target untung
Teori Keagenan
Manajer mengejar kepentingan pribadi (ukuran perusahaan, kompensasi, prestise) — bukan nilai pemegang saham.
Nilai pengakuisisi menurun, biaya keagenan naik
Artikel empiris biasanya memihak salah satu teori berdasarkan bukti abnormal return — inilah alasan Anda WAJIB mencari teori mana yang dipakai penulis sebagai kerangka argumen.
Bagian 2 dari 3
Metode Event Study & Abnormal Return
Alat ukur utama yang dipakai peneliti untuk menguji apakah pengumuman aksi korporasi menciptakan atau merusak nilai pemegang saham.
Event WindowAbnormal ReturnCAR
Event Study: Mengukur Reaksi Pasar terhadap Pengumuman
Event study menguji apakah harga saham bereaksi signifikan di sekitar tanggal pengumuman suatu peristiwa (di sini: merger/akuisisi).
Langkah inti: (1) tentukan event window di sekitar t=0, (2) hitung return normal (ekspektasian) dari estimation window, (3) bandingkan dengan return aktual saat event window untuk mendapatkan abnormal return.
Hitung dari Nol: Abnormal Return Saham Saat Pengumuman Akuisisi
Kasus: PT Maju Sentosa Tbk mengumumkan akuisisi. Return aktual saham hari pengumuman = 5%. Model pasar memprediksi return normal (ekspektasian) = 1,5%.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Return aktual (Rᵢₜ)
Perubahan harga saham hari pengumuman
5,0%
2. Return ekspektasian (E[Rᵢₜ])
Prediksi model pasar (mis. market model)
1,5%
3. Abnormal Return (AR)
Rᵢₜ − E[Rᵢₜ] = 5,0% − 1,5%
3,5%
4. CAR 3 hari (H-1, H0, H+1)
Jumlah AR: 0,8% + 3,5% + 0,7%
5,0%
CAR positif & signifikan → pasar menilai akuisisi ini menciptakan nilai (mendukung teori sinergi); bila CAR ≈ 0 atau negatif → indikasi hubris/keagenan.
Hitung dari Nol: Rata-Rata CAR untuk Menyimpulkan Pola Umum
Peneliti tidak berhenti di 1 perusahaan — mereka menghitung rata-rata CAR (CAAR) dari sampel 4 perusahaan pengakuisisi untuk melihat pola umum di pasar.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. CAR Perusahaan A, B, C, D
Data CAR 4 sampel: 5,0% ; 2,0% ; −1,0% ; 2,0%
Σ = 8,0%
2. Jumlah sampel (n)
4 perusahaan pengakuisisi di BEI
n = 4
3. CAAR (rata-rata CAR)
Σ CAR ÷ n = 8,0% ÷ 4
2,0%
4. Uji signifikansi
Uji-t satu sampel: apakah CAAR ≠ 0 secara statistik?
p < 0,05?
Inilah yang membedakan studi kasus dari studi empiris: kesimpulan ditarik dari rata-rata banyak peristiwa yang diuji statistik, bukan dari satu contoh anekdotal.
Coba Sendiri: Simulasikan Event Study Pengumuman Akuisisi
Ubah return aktual, return ekspektasian, dan jendela peristiwa, lalu amati bagaimana AR, CAR, dan CAAR sampel bergerak.
Bagian 3 dari 3
Membedah Artikel: Anatomi, Kritik & Gap Riset
Struktur artikel empiris M&A, checklist kritik metode, dan cara menemukan celah riset untuk proposal Anda sendiri.
Anatomi ArtikelKritik MetodeGap Riset
Anatomi Artikel Empiris: Peta Bacaan Cepat
Bagian Depan (Konteks)
Abstrak — ringkasan RQ, metode, temuan utama
Pendahuluan — motivasi & gap riset yang diklaim
Tinjauan Pustaka — teori (sinergi/hubris/keagenan) & hipotesis
Bagian Inti (Bukti)
Metodologi — sampel, periode, model event study
Hasil — tabel AR/CAR, uji signifikansi, robustness
Strategi baca efisien: baca abstrak → simpulan → tabel hasil → metodologi → pendahuluan — bukan urut halaman, agar cepat menangkap inti sebelum mendalami detail.
Walkthrough 1: Mencocokkan Hipotesis dengan Teori yang Dipakai
Tahap
Apa yang Dilakukan
Contoh dari Artikel Fiktif
1. Baca hipotesis
Cari kalimat "H1:" atau "diduga bahwa..." di tinjauan pustaka
H1: Pengumuman akuisisi menghasilkan CAR positif bagi pengakuisisi
2. Identifikasi teori acuan
Teori mana yang mendasari arah hipotesis (positif/negatif/nol)?
Penulis mengacu teori sinergi → prediksi arah positif
3. Cek hasil vs prediksi
Apakah hasil CAR di tabel hasil mendukung arah yang diprediksi?
CAAR = +2,0%, signifikan pada p<0,05 → H1 didukung
4. Nilai konsistensi argumen
Apakah interpretasi penulis di pembahasan konsisten dengan teori awal?
Penulis simpulkan "mendukung sinergi" → konsisten dengan H1
Kalau hasil tidak sesuai prediksi tapi penulis tetap memaksakan kesimpulan mendukung teorinya, itu adalah bendera merah yang wajib Anda catat dalam kritik.
Walkthrough 2: Menemukan Gap Riset dari Artikel yang Sudah Ada
Tahap
Apa yang Dilakukan
Contoh Penerapan
1. Baca "keterbatasan" & "saran"
Bagian akhir artikel biasanya eksplisit menyebut apa yang belum diteliti
Artikel A: "sampel hanya periode 2015-2019, belum mencakup masa pandemi"
2. Bandingkan beberapa artikel
Cari pola: konteks/periode/sektor apa yang berulang kali TIDAK diteliti?
3 dari 4 artikel M&A hanya fokus sektor perbankan, minim UMKM/startup
3. Rumuskan gap spesifik
Ubah keterbatasan jadi pertanyaan penelitian baru yang terjawabkan
"Bagaimana reaksi pasar terhadap akuisisi startup digital di Indonesia?"
4. Uji kelayakan gap
Apakah data tersedia & topik relevan dengan konteks Indonesia terkini?
Data BEI + keterbukaan informasi tersedia publik → gap layak diteliti
Gap riset terbaik = celah yang sudah diakui penulis sebelumnya TAPI belum ada yang mengisi — ini modal utama bab pendahuluan proposal Anda di pertemuan 8-9.
Checklist Kritik Metodologi Studi Event Study M&A
Soal Sampel & Data
Apakah ukuran sampel cukup besar untuk uji statistik yang andal?
Apakah ada confounding event lain di sekitar tanggal pengumuman (mis. rilis laba, kebijakan BI)?
Apakah periode estimasi cukup panjang & bebas dari peristiwa lain?
Soal Interpretasi
Apakah signifikansi statistik disertai ukuran ekonomi yang berarti?
Apakah kesimpulan kausal dijustifikasi, atau sekadar korelasi/asosiasi?
Apakah ada uji robustness (event window berbeda, model alternatif)?
Confounding event adalah ancaman terbesar validitas event study: bila ada berita besar lain (mis. Bank Indonesia menaikkan suku bunga) di hari yang sama, sulit memastikan reaksi harga saham murni akibat pengumuman akuisisi.
Divestasi & Restrukturisasi: Bukan Selalu Tanda Kegagalan
Divestasi Strategis
✂️
Melepas unit non-inti agar manajemen bisa fokus pada bisnis utama — pasar sering merespons positif karena mengurangi diskon konglomerasi.
Restrukturisasi Penyelamatan
🔧
Merombak utang/operasi saat perusahaan dalam tekanan finansial — reaksi pasar tergantung kredibilitas rencana pemulihan.
Studi empiris tentang divestasi & restrukturisasi memakai event study yang sama seperti merger/akuisisi — hanya arah hipotesisnya bisa berbeda tergantung konteks (strategis vs terpaksa).
Kerangka Ringkas: 5 Pertanyaan Wajib Saat Membedah Artikel M&A
No.
Pertanyaan Kritis
Kenapa Penting
1
Apa jenis aksi korporasi & teori acuannya (sinergi/hubris/keagenan)?
Menentukan arah hipotesis yang diharapkan
2
Bagaimana event window & sampel ditentukan?
Menilai validitas desain penelitian
3
Apakah CAR/CAAR signifikan secara statistik DAN ekonomi?
Membedakan signifikansi semu vs bermakna
4
Apakah ada confounding event yang tak terkendali?
Ancaman utama validitas internal event study
5
Apa gap riset yang diakui penulis sendiri?
Modal bab pendahuluan proposal Anda
Kuasai lima pertanyaan ini dan Anda sudah punya template siap pakai untuk membedah artikel empiris topik apa pun sepanjang sisa semester, tidak hanya M&A.
Latihan Kelas: Bedah Satu Artikel M&A secara Berkelompok
Bentuk kelompok 3-4 orang. Setiap kelompok memilih satu artikel empiris tentang merger/akuisisi/divestasi/restrukturisasi (dari database jurnal kampus atau Google Scholar) lalu kerjakan langkah berikut dalam 25 menit:
Langkah Pengerjaan
Identifikasi jenis aksi korporasi & teori acuan penulis
Catat sampel, event window, & metode pengukuran CAR/CAAR
Terapkan Checklist Kritik Metodologi (slide 16)
Rumuskan 1 gap riset yang bisa jadi ide proposal
Output & Presentasi
Tulis ringkasan maksimal 1 halaman (boleh tulisan tangan)
Tunjuk 1 juru bicara per kelompok
Presentasi lisan maksimal 2 menit per kelompok
Dikumpulkan sebagai bahan diskusi pertemuan berikutnya
Ringkasan & Jembatan ke Pertemuan Berikutnya
Yang Sudah Kita Kuasai Hari Ini
Beda merger, akuisisi, divestasi, restrukturisasi
Tiga teori: sinergi, hubris, keagenan
Menghitung abnormal return & CAR/CAAR dari nol
Checklist kritik metodologi event study
Menuju Pertemuan 8: UTS & Awal Proposal
Simpan gap riset yang ditemukan hari ini — jadi modal proposal
Pertemuan 8 mulai paruh kedua semester: merumuskan masalah & pertanyaan penelitian
Keterampilan bedah artikel (P1-P7) akan terus dipakai sepanjang proses proposal
Pertemuan ketujuh ini menutup paruh pertama semester — selamat, Anda kini punya kerangka lengkap untuk membedah artikel empiris topik keuangan apa pun sebagai bekal menyusun proposal penelitian.