‹ Daftar slidePertemuan 4: Studi Empiris — Biaya Modal (Cost of Capital)
Program Studi Manajemen • FEB
Seminar Manajemen Keuangan
Pertemuan 4: Studi Empiris — Biaya Modal (Cost of Capital)
Membedah bagaimana peneliti mengukur, menguji, dan memperdebatkan biaya modal perusahaan — bekal Anda menyusun proposal seminar.
RPS minggu 4 · 2x50 menit
Bagian 1 dari 3
Fondasi: Apa Itu Biaya Modal?
Sebelum membedah artikel, kita kuasai dulu konsepnya dari nol — komponen biaya modal, cara menghitungnya, dan mengapa ia menjadi "tolok ukur" keputusan investasi.
KdKeWACC
Biaya Modal: "Ongkos" Menggunakan Dana Orang Lain
Biaya modal (cost of capital) adalah tingkat imbal hasil minimum yang harus dihasilkan sebuah investasi agar layak bagi kreditor dan pemegang saham yang mendanainya. Konsep ini disebut juga opportunity cost — biaya kesempatan karena dana yang dipakai bisa saja ditaruh di investasi lain dengan risiko sepadan.
FUNGSI 1
Hurdle Rate
Menjadi tingkat batas minimum (hurdle rate) untuk menilai proyek lewat NPV (Net Present Value) — proyek baru layak jika imbal hasilnya melampaui biaya modal.
FUNGSI 2
Tolok Ukur Riset
Menjadi variabel kunci puluhan riset empiris keuangan — dari struktur modal, tata kelola perusahaan, sampai kebijakan dividen — karena memengaruhi nilai perusahaan.
Contoh sederhana: jika BUMN membangun jalan tol dengan dana dari obligasi berbunga 9% dan saham yang menuntut imbal hasil 14%, maka gabungan keduanya menjadi "ongkos dana" proyek tol tersebut — itulah biaya modal.
Tiga Komponen Pembentuk Biaya Modal
Biaya modal perusahaan disusun dari tiga sumber dana, masing-masing punya cara hitung berbeda karena tingkat risikonya berbeda:
Kd — Biaya Utang
Termurah
Bunga obligasi/pinjaman bank, dikurangi manfaat pajak (tax shield) karena bunga mengurangi laba kena pajak.
Kp — Saham Preferen
Menengah
Dividen tetap saham preferen dibagi harga jual bersihnya; tak ada tax shield karena dividen bukan biaya pajak.
Ke — Ekuitas
Termahal
Imbal hasil yang dituntut pemegang saham biasa; paling berisiko karena hak klaimnya paling belakang saat likuidasi.
Urutan risiko dari rendah ke tinggi: kreditor → pemegang saham preferen → pemegang saham biasa. Semakin belakang urutan klaim, semakin tinggi imbal hasil yang dituntut — ini sebabnya Ke selalu > Kd.
Menghitung Biaya Utang (Kd) Setelah Pajak
Karena bunga utang mengurangi laba kena pajak (tax-deductible), biaya utang riil bagi perusahaan lebih rendah dari suku bunga nominalnya. Manfaat ini disebut tax shield.
Suku bunga obligasi perusahaan sebelum pajak (kupon yang dijanjikan ke pemegang obligasi).
TARIF PAJAK
22%
PPh Badan sesuai UU HPP — inilah tarif yang dipakai untuk menghitung tax shield perusahaan di Indonesia.
Hitung dari Nol #1 — Bobot Struktur Modal dari Nilai Pasar
Sebelum menghitung WACC, kita perlu tahu proporsi (bobot) utang dan ekuitas berdasarkan nilai pasar — bukan nilai buku akuntansi, karena nilai pasar mencerminkan ekspektasi investor saat ini.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Nilai pasar ekuitas
Harga saham Rp 3.000 × 200 juta lembar
Rp 600 miliar
2. Nilai pasar utang
Obligasi + pinjaman bank beredar
Rp 400 miliar
3. Total modal (D + E)
400 + 600
Rp 1.000 miliar
4. Bobot utang (Wd)
400 / 1.000 × 100
40%
5. Bobot ekuitas (We)
600 / 1.000 × 100
60%
HASIL BOBOT
Wd 40% · We 60%
Menghitung Biaya Ekuitas (Ke) dengan CAPM
CAPM (Capital Asset Pricing Model) menghubungkan imbal hasil yang dituntut investor saham dengan tingkat risiko sistematis saham tersebut, diukur oleh beta (β) — kepekaan saham terhadap pergerakan pasar.
Ke = Rf + β × (Rm − Rf)
Rf memakai imbal hasil SUN (Surat Utang Negara) 10 tahun (~6,8%, hedge sesuai kondisi pasar terkini); Rm dan β bersifat ilustratif untuk latihan hitung.
Coba Sendiri: Hitung Ke dengan CAPM
Geser Rf, Rm, dan beta, lalu amati bagaimana posisi Ke bergeser di sepanjang security market line.
Hitung dari Nol #2 — Menyusun WACC Lengkap
Sekarang kita gabungkan semua komponen: bobot dari Slide 6, biaya utang setelah pajak, dan biaya ekuitas dari CAPM, menjadi satu angka WACC (Weighted Average Cost of Capital).
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Kd setelah pajak
10% × (1 − 0,22)
7,8%
2. Ke via CAPM
6,8% + 1,2 × (12% − 6,8%)
13,04%
3. Kontribusi utang
40% × 7,8%
3,12%
4. Kontribusi ekuitas
60% × 13,04%
7,824%
5. WACC
3,12% + 7,824%
10,94%
WACC PERUSAHAAN
~10,94%
Coba Sendiri: Susun WACC Lengkap
Ubah bobot utang-ekuitas, Kd, dan Ke sekaligus, lalu lihat bagaimana angka WACC akhir berubah secara langsung.
WACC sebagai Tolok Ukur Keputusan Investasi
WACC bukan sekadar angka statistik — ia menjadi discount rate dalam perhitungan NPV dan pembanding IRR (Internal Rate of Return) sebuah proyek.
Proyek A: IRR 15% > WACC 10,94% → layak dijalankan, imbal hasil proyek melampaui ongkos dana yang dipakai.
Proyek B: IRR 8% < WACC 10,94% → tolak, proyek justru merusak nilai perusahaan karena imbal hasilnya di bawah ongkos dana.
Inilah mengapa WACC menjadi variabel sentral dalam riset capital budgeting, penilaian saham (valuasi DCF), dan studi struktur modal — sedikit saja WACC bergeser, keputusan investasi bisa berbalik arah.
Menambah utang (leverage) awalnya menurunkan WACC karena Kd lebih murah dan bertax shield — tetapi risiko kebangkrutan naik seiring utang membesar, mendorong Kd dan Ke ikut naik.
Rasio Utang (Wd)
Kd setelah pajak
Ke (naik karena risiko)
WACC
20%
7,0%
11,5%
~10,6%
40% (kasus kita)
7,8%
13,04%
~10,94%
60%
9,0%
16,0%
~11,8%
Pola ini disebut "kurva U" biaya modal — ada titik struktur modal optimal sebelum WACC mulai naik lagi. Inilah gap penelitian yang akan kita bahas di Bagian 2.
Bagian 2 dari 3
Jejak Studi Empiris Biaya Modal
Dari perdebatan Modigliani-Miller sampai metode riset modern — bagaimana akademisi menguji konsep yang baru kita hitung.
MM TheoremEvent StudyRegresi Panel
Tonggak Klasik: Proposisi Modigliani-Miller
Franco Modigliani dan Merton Miller (1958, 1963) memulai perdebatan akademik tentang apakah struktur modal memengaruhi biaya modal — fondasi ratusan riset empiris setelahnya.
MM 1958 — Dunia Tanpa Pajak
Asumsi: pasar sempurna, tanpa pajak, tanpa biaya kebangkrutan.
Klaim: struktur modal tidak relevan — WACC konstan berapa pun rasio utang.
Nilai perusahaan ditentukan aset & arus kasnya, bukan caranya didanai.
Implikasi ekstrem: perusahaan sebaiknya 100% utang — jelas tak realistis.
Memicu riset lanjutan (trade-off theory) yang memasukkan biaya kebangkrutan.
Bagaimana Peneliti Menguji Biaya Modal Secara Empiris?
Riset modern jarang lagi menguji teori MM secara langsung; kebanyakan memakai metode kuantitatif untuk menjawab pertanyaan turunannya — misalnya apa yang mendorong variasi WACC antarperusahaan.
Event Study
Reaksi Pasar
Mengukur perubahan harga saham (abnormal return) di sekitar pengumuman penerbitan utang/saham baru.
Regresi Cross-Section
Determinan
Menguji faktor apa (ukuran perusahaan, profitabilitas, risiko) yang memengaruhi WACC lintas banyak emiten.
Data Panel
Lintas Waktu
Menggabungkan data lintas perusahaan & lintas tahun (mis. fixed effects) untuk mengontrol karakteristik yang tak teramati.
Ketiga metode ini akan Anda pelajari lebih dalam di paruh kedua semester saat merancang metodologi proposal — hari ini cukup kenali kegunaannya masing-masing.
Temuan Empiris yang Berulang Kali Dikonfirmasi
Meski metode dan sampel berbeda-beda antar-studi, sejumlah pola berikut cukup konsisten muncul dalam literatur biaya modal:
Faktor yang Menurunkan WACC
Ukuran perusahaan besar (lebih mudah akses pasar modal & bunga lebih rendah)
Tata kelola perusahaan yang baik (mengurangi risiko agensi bagi investor)
Transparansi & kualitas pengungkapan laporan keuangan yang tinggi
Faktor yang Menaikkan WACC
Volatilitas laba & arus kas yang tinggi (risiko bisnis lebih besar)
Rasio utang yang sudah tinggi (risiko kebangkrutan mendekat)
Ketidakpastian kebijakan/regulasi di sektor terkait
Ilustrasi Konteks Indonesia: Variasi Biaya Modal Antarsektor
Di Bursa Efek Indonesia (BEI), biaya modal antarsektor cenderung berbeda karena perbedaan risiko bisnis dan struktur pendanaan yang lazim di tiap sektor.
Sektor Ilustratif
Karakteristik Risiko
Kecenderungan WACC
Perbankan (mis. BBCA)
Diatur ketat OJK, GWM ~9%, modal relatif stabil
Relatif lebih rendah
Teknologi/Digital (mis. GOTO)
Arus kas belum stabil, pertumbuhan agresif
Relatif lebih tinggi
Infrastruktur/Tol
Arus kas jangka panjang stabil, tetapi utang besar
Menengah, tergantung leverage
Catatan penting: angka pada tabel ini bersifat ilustratif untuk membangun intuisi — nilai WACC riil tiap emiten harus dihitung dari data laporan keuangan & harga saham aktualnya, bukan ditebak dari sektor semata.
Bagian 3 dari 3
Membedah Artikel untuk Bekal Proposal
Melatih kerangka baca kritis: teori, metode, hasil, kontribusi, dan gap — kemampuan inti yang akan terus Anda pakai sampai UAS.
TeoriMetodeGap
Kerangka 5 Elemen Membedah Artikel Empiris
Gunakan lima pertanyaan berikut setiap kali Anda membaca artikel tentang biaya modal (atau topik keuangan apa pun):
1–3: Teori, Metode, Hasil
Teori: Kerangka apa yang dipakai penulis? (mis. trade-off theory, pecking order)
Metode: Data apa, dari mana, diuji dengan teknik apa?
Hasil: Apa temuan utamanya, dan apakah signifikan secara statistik?
4–5: Kontribusi & Gap
Kontribusi: Apa yang baru dibanding riset sebelumnya?
Gap: Keterbatasan apa yang diakui penulis, atau yang belum dijawab sama sekali?
Gap inilah yang berpotensi menjadi research question proposal Anda.
Latihan Kelas: Terapkan Kerangka pada Artikel Biaya Modal
Instruksi tugas kelompok (15 menit) — pilih satu artikel jurnal terkait biaya modal yang sudah dibagikan minggu lalu, lalu isi template berikut:
Template Review Singkat
Judul & penulis: _______________________
Teori yang dipakai: _______________________
Metode & sampel: _______________________
Temuan utama (1 kalimat): _______________________
Gap yang Anda lihat: _______________________
Setiap kelompok mempresentasikan hasil isian selama 2 menit — siapkan juru bicara kelompok Anda.
Dari Gap Artikel Menuju Ide Proposal Anda
Gap penelitian yang baik biasanya muncul dari salah satu pola berikut — latih diri Anda mengenalinya sejak sekarang, karena ini akan langsung terpakai di paruh kedua semester:
Gap Konteks
Beda Pasar
Studi banyak dilakukan di AS/Eropa — apakah polanya sama di emiten BEI atau UMKM Indonesia?
Gap Metode
Teknik Baru
Studi lama pakai regresi sederhana — bisakah diuji ulang dengan data panel atau periode lebih baru?
Gap Variabel
Faktor Baru
Apakah ada faktor yang belum diuji, misalnya tata kelola digital atau risiko iklim, terhadap WACC?
Rangkuman & Persiapan Pertemuan Berikutnya
Cheat Sheet Pertemuan 4
Biaya modal = ongkos minimum dana dari kreditor & pemegang saham
WACC = Wd × Kd(1−t) + We × Ke, dengan Ke dari CAPM
Kerangka baca artikel: Teori · Metode · Hasil · Kontribusi · Gap
Gap = pintu masuk ide proposal: konteks, metode, atau variabel baru
TUGAS MINGGU DEPAN
P5: Struktur Modal
Baca 1 artikel struktur modal yang akan dibagikan di portal, isi template review yang sama, dan bawa cetak/laptop ke kelas untuk diskusi kelompok.
📖 Baca juga: Wacc — penjelasan mendalam dan contoh numerik.