‹ Daftar slidePertemuan 10: Memilih Teknik Analisis Data dan Uji Statistik
FEB UNDIP · Seminar Bisnis Internasional
Memilih Teknik Analisis Data dan Uji Statistik
Pertemuan 10 · Dari Rumusan Masalah ke Uji yang Tepat
Bagaimana proposal Anda menentukan uji statistik yang benar-benar cocok dengan jenis data, skala pengukuran, dan hipotesis penelitian — bukan sekadar meniru skripsi kakak tingkat.
RPS minggu 11 · 2x50 menit
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu memilih dan mempertanggungjawabkan teknik analisis data yang sesuai desain penelitian bisnis internasional Anda:
Capaian 1 — Fondasi
Skala
Jenis Data & Pengukuran
Membedakan data kuantitatif/kualitatif dan empat skala pengukuran sebagai dasar memilih uji.
Capaian 2 — Kelayakan Alat
Uji
Instrumen & Asumsi Klasik
Menjelaskan fungsi uji validitas-reliabilitas dan uji asumsi klasik sebelum uji hipotesis.
Capaian 3 — Pilih Uji
t / F
Uji Beda & Hubungan
Memilih antara uji beda (t-test/ANOVA) dan uji hubungan (korelasi/regresi/SEM) sesuai hipotesis.
Capaian 4 — Terapkan
p
Interpretasi & Software
Membaca nilai p untuk simpulan hipotesis dan memilih perangkat lunak (SPSS/SmartPLS/Eviews) yang sesuai.
Kenapa Proposal Sering Ditolak di Bagian Ini?
Seorang mahasiswa meneliti pengaruh kurs rupiah terhadap volume ekspor UMKM batik. Ia memilih uji t karena "biasanya dipakai". Penguji langsung bertanya: "Ini kan meneliti pengaruh, kenapa bukan regresi?"
Yang Terjadi
Uji t
Dipilih tanpa dasar
Uji t untuk membandingkan dua kelompok — padahal rumusan masalahnya adalah "pengaruh" satu variabel terhadap variabel lain.
Seharusnya
Regresi
Sesuai rumusan masalah
Rumusan masalah "pengaruh X terhadap Y" menuntut uji hubungan/pengaruh, bukan uji beda antar-kelompok.
Teknik analisis bukan selera atau kebiasaan. Ia mengalir langsung dari rumusan masalah dan hipotesis yang sudah Anda susun di Pertemuan 3 dan 6.
Bagian 1 dari 4
Fondasi: Jenis Data & Skala Pengukuran
Sebelum memilih uji, kenali dulu jenis dan skala data Anda — inilah rambu utama yang membatasi pilihan teknik analisis.
Jenis DataSkala PengukuranDeskriptif vs Inferensial
Jenis Data: Titik Awal Memilih Teknik Analisis
Dua pembagian jenis data yang menentukan arah analisis Anda:
Berdasarkan Bentuk
Kuantitatif
vs Kualitatif
Kuantitatif: berupa angka (kuesioner Likert, laporan keuangan) → diolah statistik
Kualitatif: berupa narasi (wawancara, studi kasus) → diolah tematik/naratif, bukan statistik
Berdasarkan Sumber
Primer
vs Sekunder
Primer: dikumpulkan sendiri (kuesioner ekspor UMKM)
Sekunder: dari sumber lain (data kurs Bank Indonesia, laporan tahunan BEI)
Materi hari ini fokus pada jalur kuantitatif — sebagian besar proposal bisnis internasional di prodi Manajemen memakai kuesioner atau data sekunder berangka.
Empat Skala Pengukuran — Ini Menentukan Uji yang Boleh Dipakai
Skala
Ciri
Contoh
Nominal
Kategori tanpa urutan
Jenis kelamin, negara tujuan ekspor
Ordinal
Kategori berurutan, jarak tak sama
Skor Likert 1–5 (setuju–tidak setuju)
Interval
Berjarak sama, tanpa nol mutlak
Suhu °C, tahun kalender
Rasio
Berjarak sama, nol mutlak
Nilai ekspor (Rp), jumlah karyawan
Jebakan umum: skor Likert (ordinal) sering diperlakukan sebagai interval agar bisa dirata-rata dan diregresi. Ini lazim dalam riset bisnis selama dijelaskan asumsinya — bukan dilewati diam-diam.
Coba Sendiri: Klasifikasikan Skala Pengukuran Variabel Anda
Masukkan contoh variabel Anda, lalu lihat widget mengklasifikasikannya ke salah satu dari empat skala pengukuran.
Statistik Deskriptif vs Inferensial: Dua Tugas Berbeda
Statistik Deskriptif
Meringkas
Menggambarkan sampel apa adanya
Rata-rata, standar deviasi, tabel frekuensi. Contoh: "rata-rata omzet ekspor responden Rp 450 juta/bulan" — tidak menyimpulkan ke populasi.
Statistik Inferensial
Menyimpulkan
Menarik simpulan untuk populasi
Uji t, ANOVA, korelasi, regresi, SEM. Contoh: "kurs rupiah berpengaruh signifikan terhadap volume ekspor UMKM" — inilah yang menjawab hipotesis.
Proposal Bab 3 Anda hampir selalu butuh keduanya: deskriptif untuk profil responden, inferensial untuk menguji hipotesis. Fokus pemilihan uji hari ini ada pada bagian inferensial.
Peta Pilihan: Dari Rumusan Masalah ke Teknik Analisis
Tiga pertanyaan berurutan menuntun Anda ke uji yang tepat:
Kata kerja di rumusan masalah Anda ("mendeskripsikan", "membandingkan", "menganalisis pengaruh") adalah petunjuk paling langsung — bukan kebetulan.
Bagian 2 dari 4
Kelayakan Alat Ukur: Instrumen & Asumsi Klasik
Sebelum menguji hipotesis, pastikan dulu kuesioner Anda valid-reliabel dan data lolos asumsi klasik — dua langkah wajib yang sering dilewati.
ValiditasReliabilitasAsumsi Klasik
Uji Instrumen: Validitas dan Reliabilitas Kuesioner
Uji Validitas
Tepat?
Mengukur yang seharusnya diukur
Uji korelasi item-total (Pearson). Item kuesioner dianggap valid bila r hitung > r tabel.
Uji Reliabilitas
Konsisten?
Stabil bila diulang
Uji Cronbach's Alpha. Instrumen dianggap reliabel bila α > 0,70.
Kedua uji ini wajib untuk kuesioner (data primer) — bukan untuk data sekunder seperti laporan keuangan atau data BI yang sudah baku.
Coba Sendiri: Hitung Korelasi Pearson Item-Total
Masukkan skor item dan skor total responden, lalu lihat nilai r hitung dan apakah item tersebut valid dibanding r tabel.
Uji Asumsi Klasik: Syarat Sah Sebelum Regresi
Uji
Yang Diperiksa
Akibat Jika Dilanggar
Normalitas
Sebaran data/residual
Uji-t & F pada regresi jadi tidak valid
Multikolinearitas
Korelasi antar-variabel bebas
Koefisien regresi bias, sulit diinterpretasi
Heteroskedastisitas
Kestabilan varians error
Standard error tidak akurat → simpulan uji-t keliru
Autokorelasi
Korelasi error antar-observasi
Relevan pada data time-series (mis. deret kurs bulanan)
Empat uji ini wajib untuk regresi berganda. Untuk uji t/ANOVA sederhana, cukup uji normalitas.
Coba Sendiri: Checklist Uji Asumsi Klasik Anda
Centang hasil tiap uji asumsi klasik data Anda, lalu lihat apakah model regresi Anda sudah layak dipercaya.
Hitung dari Nol — HDN-1: Cronbach's Alpha
Kuesioner kepuasan eksportir: 5 butir, jumlah varians tiap butir (Σσᵢ²) = 12, varians skor total (σₜ²) = 40. Apakah instrumen ini reliabel?
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Rasio k/(k−1)
5 ÷ (5−1)
1,25
2. Rasio varians butir/total
12 ÷ 40
0,30
3. Selisih (1 − rasio)
1 − 0,30
0,70
4. Cronbach's Alpha (α)
1,25 × 0,70
0,875
α = 0,875 > 0,70 → instrumen RELIABEL. Kuesioner ini boleh dipakai lanjut ke uji hipotesis.
Coba Sendiri: Hitung Cronbach's Alpha Kuesioner Anda
Ubah jumlah butir dan angka varians, lalu lihat nilai Cronbach's Alpha berubah langsung serta status reliabelnya.
Bagian 2 dari 4 (lanjutan)
Uji Hipotesis: Uji Beda & Uji Hubungan
Setelah instrumen dan asumsi lolos, saatnya memilih uji hipotesis yang menjawab rumusan masalah Anda secara langsung.
Uji tANOVARegresi
Uji Beda: Uji t vs ANOVA — Kapan Dipakai?
Uji t (t-test)
2
Kelompok yang dibandingkan
Independent t-test: 2 kelompok berbeda (eksportir vs non-eksportir)
Paired t-test: 1 kelompok, 2 waktu (sebelum-sesudah kebijakan)
ANOVA
>2
Kelompok yang dibandingkan
One-way ANOVA: kinerja ekspor antar 3+ wilayah pemasaran
Kalau signifikan → uji lanjut (post-hoc) cari kelompok mana beda
Ciri rumusan masalah: kata "membandingkan" atau "perbedaan" antar-kelompok, bukan "pengaruh" antar-variabel.
Hitung dari Nol — HDN-2: Uji t Independen (Manual)
Kinerja ekspor (skor 0-100): Kelompok eksportir n=10, mean=78, SD=6; kelompok non-eksportir n=10, mean=72, SD=8. Apakah bedanya signifikan?
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Varians gabungan (Sp²)
(9×36 + 9×64) ÷ 18
50
2. Standard error (SE)
√(50 × (1/10 + 1/10))
3,16
3. Nilai t hitung
(78 − 72) ÷ 3,16
1,90
4. Bandingkan t-tabel (df=18, α=5%)
t-tabel ≈ 2,101
1,90 < 2,101
t hitung (1,90) < t tabel (2,101) → H₀ diterima. Belum ada bukti perbedaan kinerja ekspor yang signifikan antar dua kelompok ini.
Coba Sendiri: Hitung Uji t Independen Anda
Ubah rata-rata, standar deviasi, dan jumlah sampel tiap kelompok, lalu lihat nilai t hitung berubah dan dibandingkan t tabel.
Uji Hubungan & Pengaruh: Korelasi, Regresi, SEM
Uji
Fungsi
Contoh Rumusan Masalah
Korelasi
Kekuatan & arah hubungan (2 variabel, tanpa sebab-akibat)
Hubungan kurs rupiah dengan harga saham eksportir
Regresi Sederhana
Pengaruh 1 variabel bebas → 1 variabel terikat
Pengaruh kurs terhadap volume ekspor
Regresi Berganda
Pengaruh >1 variabel bebas → 1 variabel terikat
Pengaruh kurs, tarif, & promosi dagang terhadap ekspor
SEM
Model multi-jalur dengan variabel laten (indikator banyak)
Korelasi ≠ regresi: korelasi hanya bilang "berhubungan", regresi bisa bilang "berapa besar pengaruhnya" dan arah sebab-akibatnya (sesuai desain).
Regresi Berganda: Syarat Data & Cara Baca Output
Y = a + b₁X₁ + b₂X₂ + ... + e
Syarat Data
Interval/Rasio
Variabel bebas & terikat
Data minimal skala interval, lolos 4 uji asumsi klasik (Slide 11), n memadai (aturan praktis: n ≥ 10× jumlah variabel bebas).
Cara Baca Output
R² · β · p
Tiga angka kunci
R²: proporsi keragaman Y terjelaskan model. β (koefisien): arah & besar pengaruh. p: signifikansi tiap variabel.
R² tinggi bukan jaminan model benar — periksa dulu asumsi klasik dan kelogisan arah koefisien (β) terhadap teori.
Coba Sendiri: Baca Output Regresi Berganda Anda
Ubah angka R², koefisien beta, dan nilai p pada contoh output, lalu lihat interpretasinya berubah otomatis.
Nilai p: Menentukan Hipotesis Diterima atau Ditolak
Nilai p (probabilitas) menjawab: seberapa besar peluang hasil ini muncul hanya karena kebetulan, kalau sebenarnya tidak ada pengaruh?
p < 0,05 (α = 5%)
Signifikan
H₀ ditolak, Hₐ diterima
Peluang kebetulan kecil (<5%) → cukup bukti untuk simpulkan ada pengaruh/beda nyata.
p ≥ 0,05
Tidak Signifikan
H₀ diterima
Belum cukup bukti. Bukan berarti "tidak ada pengaruh sama sekali" — hanya belum terbukti dari data ini.
Ingat HDN-2: t hitung 1,90 < t tabel 2,101 setara dengan p > 0,05 — dua cara membaca kesimpulan yang sama.
Perangkat Lunak: Pilih Sesuai Teknik, Bukan Sesuai Tren
Software
Cocok Untuk
Catatan
SPSS
Uji t, ANOVA, korelasi, regresi (berganda)
Paling umum, ramah pemula, tersedia lab kampus
SmartPLS / AMOS
SEM (variabel laten, multi-jalur)
SmartPLS untuk sampel kecil-menengah; AMOS untuk SEM berbasis kovarian
Eviews / Stata
Data time-series & panel (kurs, ekspor bulanan)
Kuat untuk autokorelasi & data deret waktu
Pilih software setelah teknik analisis ditentukan — bukan sebaliknya. Konsultasikan ketersediaan software dengan dosen pembimbing.
Latihan: Tentukan Teknik Analisis untuk Proposal Anda
Kerjakan individu (15 menit), lalu diskusikan berpasangan:
Instruksi
Tuliskan rumusan masalah proposal Anda (dari Pertemuan 3) apa adanya
Tandai kata kerja kuncinya: mendeskripsikan / membandingkan / menganalisis pengaruh / menguji hubungan
Tentukan skala pengukuran variabel bebas dan terikat Anda
Pilih teknik analisis menggunakan peta pilihan (Slide 8) dan tuliskan alasan pilihan Anda dalam 2-3 kalimat
Sebutkan software yang akan Anda pakai dan mengapa
Rangkuman hari ini: jenis data & skala → uji instrumen & asumsi klasik → uji beda/hubungan yang sesuai kata kerja rumusan masalah → baca nilai p → pilih software. Hasil latihan ini menjadi draf awal sub-bab Teknik Analisis Data di Bab 3 (Pertemuan 11).