stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-09
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 9: Populasi, Sampel, dan Teknik Pengumpulan Data
Program Studi Manajemen • FEB

Seminar Bisnis Internasional

Pertemuan 9 — Populasi, Sampel, dan Teknik Pengumpulan Data

Menentukan siapa yang diteliti, berapa banyak, dan bagaimana datanya diambil — fondasi Bab 3 proposal skripsi Anda.

RPS MINGGU 10 • 2 × 50 MENIT

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda mampu menentukan populasi, sampel, dan teknik pengumpulan data yang tepat untuk proposal penelitian bisnis internasional Anda.

CAPAIAN 1
POPULASI
Mendefinisikan populasi dan unit analisis penelitian secara presisi, bukan sekadar "perusahaan di Indonesia".
CAPAIAN 2
SAMPLING
Membedakan probability dan non-probability sampling, memilih teknik yang cocok untuk topik masing-masing.
CAPAIAN 3
UKURAN
Menghitung ukuran sampel minimum memakai rumus Slovin dan aturan praktis rasio-item SEM.
CAPAIAN 4
INSTRUMEN
Merancang teknik pengumpulan data (kuesioner, wawancara, data sekunder) yang sesuai desain penelitian.

Mengapa Bagian Ini Sering Membuat Proposal Ditolak?

Bayangkan Anda mengajukan proposal ke dosen pembimbing dengan judul "Pengaruh Orientasi Ekspor terhadap Kinerja UMKM di Indonesia". Tiga pertanyaan berikut akan langsung muncul:

PERTANYAAN 1
SIAPA?
"UMKM di Indonesia" itu jutaan unit usaha — sektor apa, skala apa, sudah ekspor atau belum?
PERTANYAAN 2
BERAPA?
Anda tidak mungkin survei semuanya. Berapa responden yang cukup secara ilmiah dan realistis secara waktu/biaya?
PERTANYAAN 3
BAGAIMANA?
Data diambil lewat kuesioner online, wawancara tatap muka, atau laporan keuangan yang sudah dipublikasikan?
Proposal yang gagal menjawab tiga pertanyaan ini secara spesifik adalah penyebab revisi Bab 3 paling umum di sidang proposal — bukan karena topiknya buruk, tapi karena metodenya tidak bisa dieksekusi.
Bagian 1 dari 3
Populasi dan Unit Analisis
Menentukan secara presisi siapa atau apa yang menjadi objek kesimpulan penelitian Anda.

Apa Itu Populasi Penelitian?

Populasi adalah keseluruhan objek/subjek yang memiliki karakteristik tertentu yang ditetapkan peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2019). Populasi bukan sekadar "orang banyak" — ia harus dibatasi jelas.

Populasi = Elemen + Cakupan wilayah + Batas waktu + Karakteristik khusus
Contoh: Judul vs Populasi yang Presisi
Terlalu kabur
  • "UMKM di Indonesia"
  • "Perusahaan yang melakukan ekspor"
Presisi (bisa dieksekusi)
  • UMKM sektor kerajinan di Jepara yang aktif ekspor per 2025
  • Perusahaan manufaktur Tbk di BEI dengan penjualan ekspor >10% total pendapatan, laporan tahunan 2023–2024

Populasi, Unit Analisis, dan Sampel — Jangan Tertukar

Tiga istilah ini sering dipakai bergantian secara keliru dalam draft proposal mahasiswa. Perhatikan bedanya.

POPULASI: Seluruh perusahaan manufaktur Tbk di BEI (N = 187)SAMPEL: 130 perusahaan terpilih (n = 130)UNIT ANALISIS: 1 perusahaan (laporan tahunannya) = 1 titik data
Populasi = semesta (N) • Sampel = bagian yang diambil (n) • Unit analisis = satuan tunggal yang datanya dikumpulkan (bisa individu, perusahaan, negara, transaksi).

Coba Sendiri: Bedakan Populasi, Sampel, dan Unit Analisis

Masukkan topik penelitian Anda, lalu lihat bagaimana ketiga lapisan hierarki ini terisi dengan contoh konkretnya masing-masing.

Menyaring Populasi: Kriteria Inklusi dan Eksklusi

Setelah populasi didefinisikan luas, Anda perlu kriteria inklusi (syarat masuk) dan kriteria eksklusi (syarat dikeluarkan) agar populasi target benar-benar homogen dan relevan.

Contoh: Studi Ekspor Perusahaan Manufaktur Tbk di BEI
Kriteria Inklusi
  • Terdaftar di BEI sektor manufaktur per 2024
  • Menyajikan laporan tahunan lengkap 2021–2024
  • Memiliki pendapatan dari ekspor (disebutkan di catatan laporan keuangan)
Kriteria Eksklusi
  • Delisting atau suspensi selama periode amatan
  • Data laporan tahunan tidak lengkap/tidak tersedia
  • Mengalami merger/akuisisi besar yang mengubah struktur bisnis
Bagian 2 dari 3
Teknik Sampling
Probability vs non-probability sampling — dan bagaimana memilih yang tepat untuk topik penelitian Anda.

Probability Sampling: Setiap Anggota Punya Peluang Terpilih

Dipakai ketika kerangka sampel (daftar lengkap populasi) tersedia dan tujuan penelitian adalah generalisasi statistik ke populasi.

SIMPLE RANDOM
ACAK SEDERHANA
Setiap anggota populasi diundi dengan peluang sama, misalnya memakai fungsi random di Excel dari daftar 187 emiten BEI.
STRATIFIED
BERSTRATA
Populasi dibagi per strata (mis. sektor industri) lalu diambil sampel proporsional dari tiap strata agar representatif.
CLUSTER
KLASTER
Populasi dibagi jadi klaster (mis. per provinsi), lalu beberapa klaster diambil acak dan seluruh anggotanya diteliti.
SYSTEMATIC
SISTEMATIS
Anggota dipilih tiap interval ke-k dari daftar terurut, misalnya tiap perusahaan ke-3 dari daftar emiten yang diurutkan abjad.

Coba Sendiri: Bandingkan Empat Teknik Probability Sampling

Klik tiap teknik untuk melihat ilustrasi cara kerjanya dan kapan teknik itu paling cocok dipakai.

Non-Probability Sampling: Berdasarkan Pertimbangan Peneliti

Dipakai ketika kerangka sampel lengkap tidak tersedia, atau tujuan penelitian adalah eksplorasi mendalam, bukan generalisasi statistik ketat.

PURPOSIVE
BERTUJUAN
Responden dipilih karena memenuhi kriteria spesifik, misalnya manajer ekspor yang ≥3 tahun menangani pasar ASEAN.
CONVENIENCE
KEMUDAHAN
Responden dipilih karena mudah diakses, misalnya mahasiswa FEB UNDIP yang sedang magang di perusahaan multinasional.
SNOWBALL
BOLA SALJU
Responden awal merekomendasikan responden berikutnya — cocok untuk populasi sulit dijangkau, mis. eksportir informal.
QUOTA
KUOTA
Menentukan jumlah target per kategori (mis. 50 UMKM kuliner, 50 UMKM kerajinan) tanpa proses acak dalam kategori.
Non-probability sampling tidak bisa mengklaim generalisasi statistik ke populasi luas — kesimpulan Anda berlaku untuk sampel yang diteliti, bukan seluruh populasi. Nyatakan ini sebagai keterbatasan penelitian di Bab 3.

Cara Memilih Teknik Sampling yang Tepat

Tiga pertanyaan pemandu untuk menentukan teknik sampling penelitian Anda:

PertanyaanJika "Ya"Jika "Tidak"
Apakah daftar lengkap populasi (kerangka sampel) tersedia?Probability sampling memungkinkanPertimbangkan non-probability
Apakah tujuan penelitian generalisasi statistik ke populasi luas?Prioritaskan probability samplingNon-probability cukup memadai
Apakah populasi memiliki sub-kelompok yang berbeda karakteristik?Pertimbangkan stratified samplingSimple random cukup
Contoh keputusan: penelitian pengaruh kurs terhadap kinerja ekspor 130 emiten BEI → daftar tersedia lengkap + tujuan generalisasi statistik → pilih simple random atau stratified sampling.

Coba Sendiri: Pilih Teknik Sampling untuk Topik Anda

Jawab tiga pertanyaan pemandu tentang kondisi penelitian Anda, lalu widget merekomendasikan teknik sampling yang paling sesuai.

Hitung dari Nol: Ukuran Sampel dengan Rumus Slovin

Populasi UMKM ekspor kerajinan di Jepara: N = 320 unit usaha. Toleransi kesalahan (margin of error) yang diterima: e = 8%.

n = N ÷ (1 + N × e²)
LangkahPerhitunganNilai
1. Kuadratkan margin of errore² = 0,08 × 0,080,0064
2. Kalikan dengan populasi NN × e² = 320 × 0,00642,048
3. Tambahkan 11 + N × e² = 1 + 2,0483,048
4. Bagi populasi dengan hasil langkah 3n = 320 ÷ 3,048105,0
UKURAN SAMPEL MINIMUM
105
responden/unit usaha (dibulatkan ke atas dari 104,97)

Coba Sendiri: Kalkulator Ukuran Sampel Slovin

Ubah angka populasi dan margin of error untuk melihat bagaimana ukuran sampel berubah secara langsung.

Alternatif: Aturan Rasio Item untuk Kuesioner SEM/SmartPLS

Jika penelitian Anda memakai SEM (Structural Equation Modeling, model persamaan struktural) dengan kuesioner Likert, populasi tidak selalu diketahui pasti — dipakai aturan rasio item indikator × 5 sampai 10.

Walkthrough: Kuesioner Orientasi Ekspor UMKM
Langkah 1 — hitung total item

3 variabel × rata-rata 6 item indikator per variabel = 18 item total di kuesioner.

Langkah 2 — kalikan rasio minimum

18 item × 5 (rasio minimum) = 90 responden sebagai batas bawah ukuran sampel.

Rasio 10× (18 × 10 = 180 responden) dianjurkan bila ingin hasil estimasi model lebih stabil — pilih sesuai sumber daya yang tersedia.
Bagian 3 dari 3
Teknik Pengumpulan Data
Kuesioner, wawancara, observasi, dan data sekunder — memilih instrumen yang cocok dengan desain penelitian Anda.

Data Primer vs Data Sekunder

Data Primer

Dikumpulkan langsung dari sumber pertama oleh peneliti sendiri.

  • Kuesioner — survei berskala Likert ke karyawan/manajer
  • Wawancara — mendalam (in-depth) atau terstruktur
  • Observasi — pengamatan langsung proses bisnis
Data Sekunder

Sudah dikumpulkan pihak lain, dianalisis ulang oleh peneliti.

  • Laporan tahunan — emiten BEI, idx.co.id
  • Data instansi — BPS, Kementerian Perdagangan, BI
  • Basis data internasional — UN Comtrade, World Bank
Penelitian bisnis internasional sering menggabungkan keduanya, misalnya kuesioner orientasi ekspor (primer) dipadukan data realisasi ekspor dari BPS (sekunder) untuk triangulasi.

Merancang Instrumen Kuesioner: Skala Likert

Skala Likert mengukur sikap/persepsi responden dalam rentang bertingkat, umumnya 1 (sangat tidak setuju) sampai 5 (sangat setuju).

1 — Sangat Tidak Setuju2 — Tidak Setuju3 — Netral4 — Setuju5 — Sangat Setuju
Contoh item indikator variabel Orientasi Ekspor: "Perusahaan kami secara aktif mencari peluang pasar di luar negeri." — responden memilih 1–5 sesuai tingkat kesetujuan.

Coba Sendiri: Susun Item Kuesioner Skala Likert Anda

Tuliskan indikator variabel Anda, lalu lihat bagaimana item itu otomatis berubah menjadi pernyataan kuesioner Likert 1-5.

Hitung dari Nol: Response Rate Kuesioner

Anda menyebar kuesioner ke 150 manajer ekspor UMKM. Yang kembali 112 kuesioner, namun 7 di antaranya tidak lengkap dan harus dibuang.

LangkahPerhitunganNilai
1. Kuesioner valid (kembali − tidak lengkap)112 − 7105
2. Bagi kuesioner valid dengan yang disebar105 ÷ 1500,70
3. Ubah ke persentase0,70 × 10070%
4. Bandingkan dengan target minimum Slovin (105)105 vs 105Tepat memenuhi
RESPONSE RATE
70%
105 dari 150 kuesioner valid — tepat memenuhi target n=105 dari Slide 12

Coba Sendiri: Hitung Response Rate Kuesioner Anda

Ubah jumlah kuesioner yang disebar, kembali, dan tidak lengkap, lalu lihat response rate berubah langsung.

Sebelum Turun Lapangan: Uji Coba Instrumen (Pilot Test)

Kuesioner final tidak langsung disebar ke seluruh sampel — lakukan pilot test ke 20–30 responden dulu untuk memastikan pertanyaan dipahami dengan benar.

LANGKAH 1
UJI BAHASA
Sebar ke 20–30 responden mirip target, cek apakah kalimat membingungkan atau bermakna ganda.
LANGKAH 2
UJI STATISTIK
Hitung validitas (korelasi item-total) dan reliabilitas (Cronbach's Alpha ≥ 0,7) dari hasil pilot.
LANGKAH 3
REVISI
Buang atau perbaiki item yang tidak valid/reliabel sebelum disebar ke sampel penuh.
Melewatkan pilot test adalah kesalahan umum yang berakibat fatal: menyebar 150 kuesioner lalu baru sadar satu item pertanyaan membingungkan semua responden — datanya harus dibuang, waktu terbuang percuma.

Latihan Kelas: Rancang Populasi-Sampel-Instrumen Anda

Kerjakan dalam kelompok 3–4 orang berdasarkan topik penelitian yang sudah Anda rumuskan di pertemuan 3–4. Tuliskan jawaban di kertas kerja untuk dikonsultasikan minggu depan.

Tugas Kelompok
  • Definisikan populasi (elemen, wilayah, waktu, karakteristik) topik Anda
  • Tentukan kriteria inklusi dan eksklusi
  • Pilih teknik sampling dan jelaskan alasannya
  • Hitung ukuran sampel minimum (Slovin atau rasio item SEM)
  • Tentukan teknik pengumpulan data (kuesioner/wawancara/sekunder)
BATAS WAKTU
20 MENIT
Setiap kelompok akan mempresentasikan hasilnya secara singkat (2 menit) di akhir sesi untuk mendapat umpan balik langsung.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

KesalahanMengapa BermasalahPerbaikan
Populasi didefinisikan terlalu luas ("semua UMKM Indonesia")Tidak ada kerangka sampel yang bisa diaksesBatasi wilayah, sektor, dan periode waktu
Ukuran sampel dipilih tanpa rumus ("saya ambil 100 saja")Tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiahGunakan Slovin atau rasio item SEM
Memakai convenience sampling lalu klaim generalisasi luasKlaim tidak konsisten dengan teknik yang dipakaiNyatakan keterbatasan generalisasi secara eksplisit
Melewatkan pilot test sebelum survei penuhItem bermasalah baru ketahuan setelah data terkumpulSelalu uji coba ke 20–30 responden dulu

Studi Kasus: Menyusun Sub-Bab Populasi dan Sampel Lengkap

Topik: "Pengaruh Orientasi Ekspor dan Kapabilitas Jaringan terhadap Kinerja Ekspor UMKM Furnitur di Jepara."

Populasi & Sampel
  • Populasi: UMKM furnitur aktif ekspor di Jepara per 2025 (N=210, data Disperindag)
  • Teknik: simple random sampling (kerangka sampel tersedia lengkap)
  • Ukuran sampel (Slovin, e=8%): n ≈ 96 UMKM
Instrumen & Data
  • Kuesioner skala Likert 1–5 (2 variabel independen, 1 dependen)
  • Pilot test ke 25 UMKM sebelum survei penuh
  • Dilengkapi data sekunder realisasi ekspor dari Disperindag Jepara

Rangkuman: Cheat Sheet Populasi-Sampel-Instrumen

ElemenPertanyaan KunciAlat Bantu
PopulasiSiapa/apa, di mana, kapan, karakteristik khusus?Kriteria inklusi-eksklusi
Teknik samplingKerangka sampel tersedia? Tujuan generalisasi statistik?Probability vs non-probability
Ukuran sampelPopulasi diketahui atau tidak?Rumus Slovin / rasio item SEM (5–10×)
InstrumenKuantitatif atau kualitatif?Kuesioner Likert / wawancara / data sekunder
Validasi instrumenSudah diuji coba?Pilot test 20–30 responden + Cronbach's Alpha

Sebelum Pertemuan Berikutnya

Minggu Depan: Pertemuan 10

Topik: Teknik Analisis Data dan Uji Statistik — memilih antara regresi, SEM, atau analisis kualitatif sesuai desain penelitian yang sudah Anda susun.

TUGAS MANDIRI
DRAFT SUB-BAB
Tuliskan sub-bab populasi, sampel, dan teknik pengumpulan data topik Anda (1–2 halaman), bawa untuk konsultasi.
Semakin matang sub-bab ini sekarang, semakin lancar Anda menyusun Bab 3 penuh di pertemuan 11.