stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-08
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 8: Merancang Desain Penelitian melalui Bedah Artikel
Program Studi Manajemen • FEB UNDIP

Merancang Desain Penelitian melalui Bedah Artikel

Pertemuan 8 — Seminar Bisnis Internasional

Belajar merancang desain penelitian yang kokoh dengan cara membedah artikel jurnal bisnis internasional yang sudah terbit — meniru "cetak biru" yang terbukti berhasil.

RPS minggu 9 · 2x50 menit

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda mampu membedah desain penelitian sebuah artikel bisnis internasional dan merancang desain penelitian proposal Anda sendiri secara sistematis.

CAPAIAN 1 — KONSEP
Anatomi Desain Penelitian
Memahami elemen-elemen pokok desain penelitian: unit analisis, horizon waktu, sumber data, variabel, dan validitas.
CAPAIAN 2 — TEKNIK
Kerangka Bedah Artikel
Menerapkan kerangka lima pertanyaan kunci untuk membaca desain penelitian dalam artikel jurnal secara terstruktur.
CAPAIAN 3 — EVALUASI
Menilai Kelayakan Desain
Menghitung skor kelayakan desain penelitian menggunakan rubrik terbobot agar penilaian tidak subjektif.
CAPAIAN 4 — APLIKASI
Rancangan Proposal Sendiri
Menentukan pilihan desain penelitian yang paling sesuai untuk topik bisnis internasional proposal Anda.

Mengapa Artikel Published Adalah Guru Terbaik Desain Penelitian?

Dua mahasiswa merancang desain penelitian untuk topik yang sama: pengaruh nilai tukar terhadap ekspor UMKM.

MAHASISWA A — MENERKA
Menyusun desain dari intuisi: "pakai kuesioner saja", tanpa tahu horizon waktu, unit analisis, atau ancaman validitas. Hasilnya rentan ditolak dosen penguji karena tidak konsisten.
MAHASISWA B — MEMBEDAH
Mengambil 3 artikel Scopus/SINTA topik sejenis, membedah unit analisis, jenis data, dan teknik analisisnya, lalu meniru pola yang terbukti diterima jurnal bereputasi.
Artikel yang sudah lolos peer review (telaah sejawat) sudah "diverifikasi" desainnya oleh reviewer ahli — meniru polanya jauh lebih aman daripada menerka sendiri.
Bagian 1
Apa Itu Desain Penelitian?
Mengenal definisi, fungsi, dan peta pilihan desain penelitian sebelum mulai membedah artikel.

Desain Penelitian: Cetak Biru Menjawab Rumusan Masalah

Desain penelitian (research design) adalah rencana menyeluruh yang menghubungkan rumusan masalah, teori, dan hipotesis Anda dengan cara data akan dikumpulkan dan dianalisis.

FUNGSI 1
Perencanaan — menentukan urutan langkah penelitian agar tidak menyimpang dari tujuan awal.
FUNGSI 2
Koherensi — memastikan rumusan masalah, teori, dan metode saling terhubung, bukan tiga bagian terpisah.
FUNGSI 3
Kontrol kualitas — meminimalkan bias dan ancaman terhadap validitas hasil penelitian Anda.
Analogi: rumusan masalah Bab 1 adalah tujuan perjalanan; desain penelitian adalah rute dan moda transportasi yang Anda pilih untuk sampai ke sana.

Peta Desain Berdasarkan Tujuan: Eksploratif — Deskriptif — Kausal

Pertanyaan penelitian menentukan jenis desain; ketiganya berbeda kedalaman klaim yang boleh dibuat.

Eksploratif"Apa fenomenanya?"Data sedikit, teori belum matangContoh: pola baru ekspor digital UMKMDeskriptif"Bagaimana kondisinya?"Memetakan karakteristik/trenContoh: profil eksportir UMKM ASEANKausal"Apa penyebabnya?"Menguji hubungan sebab-akibatContoh: nilai tukar → volume eksporSemakin ke kanan, klaim yang dibuat semakin kuat — tetapi syarat metodologisnya juga semakin ketat

Peta Paradigma: Kuantitatif — Kualitatif — Mixed Methods

Selain tujuan, desain juga dibedakan oleh paradigma (cara pandang mendasar tentang bagaimana pengetahuan diperoleh).

ParadigmaCiri DataContoh Topik Bisnis Internasional
KuantitatifAngka, kuesioner berskala, data sekunder statistikPengaruh FDI terhadap pertumbuhan ekspor 34 provinsi
KualitatifTeks, wawancara mendalam, studi kasusStrategi negosiasi budaya manajer ekspatriat Jepang
Mixed methodsKombinasi keduanya secara berurutan/paralelSurvei hambatan ekspor UMKM + wawancara pelaku usaha
Kesalahan umum: memilih paradigma karena "lebih mudah dikerjakan", bukan karena paling sesuai menjawab rumusan masalah Bab 1 Anda.

Kerangka Bedah Artikel: 5 Pertanyaan Kunci

Saat membaca bagian metode sebuah artikel, ajukan lima pertanyaan ini secara berurutan.

  • 1Siapa/apa unit analisisnya? — individu, perusahaan, industri, atau negara?
  • 2Kapan datanya diambil? — satu titik waktu atau berulang sepanjang waktu?
  • 3Dari mana datanya? — dikumpulkan sendiri (primer) atau dari lembaga lain (sekunder)?
  • 4Bagaimana konstruknya diukur? — indikator dan instrumen apa yang dipakai?
  • 5Ancaman validitas apa yang diantisipasi penulis? — dan bagaimana cara mereka mengatasinya?
Bagian 2
Anatomi Desain Penelitian dalam Artikel BI
Membedah lima elemen inti satu per satu: unit analisis, horizon waktu, sumber data, variabel, dan validitas.

Elemen 1 — Unit dan Level Analisis

Unit analisis adalah "siapa/apa" yang datanya dikumpulkan dan disimpulkan dalam penelitian.

LEVEL INDIVIDU
Karyawan, manajer ekspatriat, atau konsumen. Contoh: persepsi manajer ekspor UMKM tentang risiko nilai tukar.
LEVEL PERUSAHAAN
Firma/organisasi sebagai satu kesatuan. Contoh: strategi entry mode Indofood Group memasuki pasar Filipina.
LEVEL NEGARA/INDUSTRI
Agregat makro. Contoh: perbandingan kebijakan tarif dagang antarnegara ASEAN terhadap arus FDI.
Jebakan fallacy ekologis (ecological fallacy): menyimpulkan perilaku individu dari data agregat negara, atau sebaliknya — periksa level analisis artikel Anda cocok dengan level kesimpulan yang ditarik.

Elemen 2 — Horizon Waktu: Cross-Sectional vs Longitudinal

Kapan data diambil menentukan apakah Anda bisa mengklaim tren dari waktu ke waktu, atau hanya potret satu momen.

Cross-sectional (satu titik waktu)Survei 200 UMKM eksportir, tahun 2026 sajaLongitudinal / panel (berulang)202220242026Data ekspor 34 provinsi diamati 3 periodePanel/longitudinal mampu menangkap perubahan & lebih kuat mengklaim sebab-akibat

Elemen 3 — Sumber Data: Primer vs Sekunder

Sumber data menentukan biaya, waktu, dan jenis klaim yang bisa Anda buat dalam penelitian bisnis internasional.

DATA PRIMER
Dikumpulkan langsung oleh peneliti: kuesioner, wawancara manajer ekspor, observasi lapangan di sentra UMKM batik Pekalongan.
DATA SEKUNDER
Dikumpulkan pihak lain: laporan ekspor-impor BPS, basis data UNCTADstat, World Bank WITS, laporan tahunan BKPM/Bank Indonesia.
Riset bisnis internasional sering memakai data sekunder lintas negara karena akses lapangan ke banyak negara sulit dijangkau mahasiswa S1 — ini pilihan yang sah, bukan "jalan pintas".

Elemen 4 — Variabel dan Operasionalisasi Konstruk

Konstruk (construct — konsep abstrak seperti "orientasi ekspor") harus diterjemahkan menjadi indikator yang bisa diukur.

Intensitas Ekspor = Nilai Ekspor ÷ Total Penjualan × 100%
Contoh Operasionalisasi dalam Artikel BI
  • Konstruk: Orientasi ekspor perusahaan → indikator: intensitas ekspor, jumlah negara tujuan, pengalaman ekspor (tahun)
  • Konstruk: Daya saing UMKM → indikator: pangsa pasar, sertifikasi ekspor, kemampuan bahasa asing tim
  • Konstruk: Risiko nilai tukar → indikator: volatilitas kurs bulanan, penggunaan instrumen hedging

Elemen 5 — Trade-off Validitas Internal vs Eksternal

Hampir tidak ada desain yang memaksimalkan keduanya sekaligus — setiap pilihan desain adalah kompromi.

Validitas InternalKontrol ketat → sebab-akibat jelasContoh: eksperimen lab negosiasi dagangRisiko: kurang mewakili dunia nyataValiditas EksternalSampel luas → hasil bisa digeneralisasiContoh: survei nasional 500 UMKMRisiko: sulit mengontrol variabel pengganggutrade-off
Bagian 3
Praktik Bedah Artikel
Dari rubrik penilaian terbobot, studi kasus, kesalahan umum, sampai latihan kelompok Anda sendiri.

Hitung dari Nol #1: Skor Kelayakan Desain Penelitian

Rubrik terbobot mengubah penilaian "desainnya bagus" menjadi angka yang bisa dipertanggungjawabkan. Bobot × skor (skala 0–100) per kriteria.

Langkah (Kriteria · Bobot)PerhitunganNilai
1. Kesesuaian RQ–Desain (bobot 30%)30% × skor 9027,00
2. Validitas internal (bobot 25%)25% × skor 8020,00
3. Validitas eksternal (bobot 20%)20% × skor 7014,00
4. Operasionalisasi variabel (bobot 15%)15% × skor 8512,75
5. Ketepatan unit analisis (bobot 10%)10% × skor 959,50
SKOR AKHIR KELAYAKAN DESAIN
83,25
27,00 + 20,00 + 14,00 + 12,75 + 9,50 — kategori "layak dengan revisi minor" (ambang >80)

Hitung dari Nol #2: Komposisi Desain dari 20 Artikel Hasil Bedah

Kelas Anda membedah 20 artikel jurnal bisnis internasional secara berkelompok. Berapa persen tiap jenis desain yang dipakai?

Langkah (Jenis Desain)PerhitunganNilai
1. Kuantitatif kausal (panel/eksperimen)8 artikel ÷ 20 × 10040%
2. Kuantitatif deskriptif (survei)5 artikel ÷ 20 × 10025%
3. Kualitatif studi kasus4 artikel ÷ 20 × 10020%
4. Mixed methods3 artikel ÷ 20 × 10015%
TOTAL ARTIKEL DIPERIKSA
20 artikel
40% + 25% + 20% + 15% = 100% — mayoritas artikel bisnis internasional memakai desain kuantitatif kausal

Studi Kasus: Bedah "Nilai Tukar dan Ekspor UMKM ke ASEAN"

Menerapkan kerangka lima pertanyaan pada satu artikel contoh, langkah demi langkah.

Langkah 1 — Unit analisis: perusahaan (UMKM eksportir tekstil dan furnitur di Jawa Tengah).
Langkah 2 — Horizon waktu: panel bulanan 2020–2025, 60 observasi waktu × 120 UMKM.
Langkah 3 — Sumber data: sekunder (Bank Indonesia untuk kurs, BPS untuk volume ekspor).
Langkah 4 — Variabel: volatilitas kurs rupiah–dolar (independen), volume ekspor bulanan (dependen).
Langkah 5 — Validitas: penulis mengontrol variabel harga komoditas global sebagai variabel kontrol agar hubungan kurs–ekspor tidak bias.

Kesalahan Umum Mahasiswa Merancang Desain Penelitian

Kenali lebih dulu supaya tidak terulang pada proposal Anda sendiri.

KESALAHAN 1
Mismatch RQ–desain: rumusan masalah menanyakan sebab-akibat, tetapi desain hanya deskriptif satu titik waktu.
KESALAHAN 2
Unit analisis kabur: mencampur data level perusahaan dan level negara tanpa penjelasan konversi.
KESALAHAN 3
Operasionalisasi asal comot: memakai indikator dari artikel lain tanpa memeriksa kesesuaian konteks Indonesia.
KESALAHAN 4
Abai ancaman validitas: tidak menyebutkan variabel kontrol atau keterbatasan sama sekali di proposal.

Latihan Kelompok: Bedah Artikel Anda Sendiri

Kerjakan berkelompok (3–4 orang) menggunakan artikel jurnal bisnis internasional yang sudah Anda bawa.

Instruksi Tugas (dikumpulkan akhir sesi)
  • Jawab kerangka 5 pertanyaan (unit analisis, horizon waktu, sumber data, variabel, validitas) untuk artikel kelompok Anda.
  • Hitung skor kelayakan desain artikel tersebut memakai rubrik terbobot pada Slide 16.
  • Identifikasi 1 kesalahan/keterbatasan desain yang diakui penulis sendiri di bagian limitasi.
  • Tuliskan 2–3 kalimat: desain apa yang paling relevan Anda tiru untuk proposal Anda, dan mengapa.
Jembatan ke Pertemuan 9: minggu depan Anda akan mendalami populasi, sampel, dan teknik pengumpulan data — kelanjutan langsung dari desain yang Anda tentukan hari ini.