Sebelum menyusun hipotesis, kita perlu paham posisi kerangka pemikiran dalam arsitektur penelitian bisnis internasional.
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda mampu menyusun kerangka pemikiran yang logis dan menurunkan hipotesis yang teruji secara metodologis.
Sub-CPMK A
Konsep
Kerangka Pemikiran
Menjelaskan definisi, fungsi, dan komponen kerangka pemikiran dalam proposal kuantitatif bisnis internasional.
Sub-CPMK B
Konstruksi
Hipotesis Penelitian
Merumuskan hipotesis (H1, H2, dst.) yang konsisten dengan kerangka pemikiran dan dapat diuji secara empiris.
Studi Kasus Pemantik: Mengapa Proposal Ditolak?
Perhatikan dua kutipan proposal skripsi bisnis internasional berikut — keduanya membahas topik yang sama, hasilnya berbeda jauh saat sidang proposal.
Versi A — Ditolak Penguji
"Diduga nilai tukar berpengaruh terhadap ekspor. Diduga juga budaya bisnis berpengaruh terhadap ekspor. Maka hipotesisnya: nilai tukar dan budaya bisnis berpengaruh terhadap ekspor UMKM."
Versi B — Diterima Penguji
Diagram alur: Nilai Tukar Rupiah → Daya Saing Harga → Volume Ekspor, didukung teori keunggulan komparatif, lalu H1 dirumuskan dari alur tersebut.
Versi A gagal karena hanya menebak hubungan tanpa alur logika (mediasi/mekanisme) dan tanpa rujukan teori eksplisit — ini yang paling sering ditemukan tim penguji FEB UNDIP.
Definisi Kerangka Pemikiran
Kerangka pemikiran (theoretical/conceptual framework) adalah representasi logis dan sistematis dari hubungan antar-variabel penelitian, dibangun dari grand theory dan temuan penelitian terdahulu.
Kerangka pemikiran BUKAN sekadar diagram kotak-panah yang dibuat setelah data terkumpul — ia harus disusun SEBELUM pengumpulan data, sebagai peta jalan penelitian Anda.
Tiga Elemen Wajib Kerangka Pemikiran
Elemen 1
Variabel
Independen (X), dependen (Y), dan bila ada mediasi/moderasi (Z) yang diidentifikasi dari rumusan masalah.
Elemen 2
Justifikasi Teori
Grand theory dan penelitian terdahulu yang menjelaskan MENGAPA hubungan itu logis untuk terjadi.
Elemen 3
Diagram Alur
Visualisasi hubungan (panah searah/dua arah) yang konsisten dengan teks penjelasan di atasnya.
Anatomi Diagram Kerangka Pemikiran
Contoh diagram sederhana: pengaruh orientasi ekspor terhadap kinerja internasionalisasi UMKM, dimediasi oleh adaptasi produk.
Diagram Alur (Grayscale)
Coba Sendiri: Susun Diagram Kerangka Pemikiran Anda
Tambah/hapus variabel X, mediasi/moderasi, dan Y, lalu perhatikan bagaimana diagram dan arah panahnya terbentuk otomatis.
Glosarium: Istilah Kunci
Variabel independen (X): variabel penyebab/pemicu.
Variabel dependen (Y): variabel akibat yang diukur.
Variabel mediasi: menjelaskan MENGAPA/BAGAIMANA X memengaruhi Y (perantara).
Variabel moderasi: memperkuat/memperlemah hubungan X-Y (bukan perantara).
Grand theory: teori payung utama (mis. Resource-Based View, Uppsala Model).
Hipotesis (H): dugaan sementara yang teruji secara statistik.
Bagian 2 dari 3
Dari Kerangka Pemikiran ke Hipotesis
Setiap panah dalam diagram Anda harus bisa diterjemahkan menjadi satu kalimat hipotesis yang teruji.
Apa itu Hipotesis Penelitian?
Hipotesis adalah dugaan/jawaban sementara terhadap rumusan masalah, dinyatakan dalam bentuk pernyataan hubungan antar-variabel yang dapat diuji secara empiris (bisa dibuktikan benar atau salah dengan data).
H1: [Variabel X] berpengaruh [positif/negatif] terhadap [Variabel Y]
Hipotesis yang baik bersifat testable (bisa diuji), spesifik (arah hubungan jelas), dan berdasar teori (bukan tebakan).
Jenis-Jenis Hipotesis
H0 (Hipotesis Nol)
Tidak Ada Pengaruh
Pernyataan bahwa TIDAK ADA hubungan/pengaruh antar-variabel — ini yang diuji untuk ditolak secara statistik.
Ha / H1 (Hipotesis Alternatif)
Ada Pengaruh
Pernyataan bahwa ADA hubungan/pengaruh — inilah yang biasanya Anda tulis di proposal (Bab 2).
Konvensi penulisan: proposal Anda cukup menuliskan Ha/H1 (hipotesis kerja); H0 muncul implisit saat uji statistik di Bab 4 nanti (uji signifikansi).
Hitung dari Nol: Menurunkan Hipotesis dari Diagram (Kasus 1)
Topik: Pengaruh Kompetensi Budaya terhadap Keberhasilan Negosiasi Bisnis Internasional — mediasi oleh Kepercayaan Mitra.
Langkah
Penalaran
Hasil
1. Identifikasi variabel dari diagram
X = Kompetensi Budaya, Z (mediasi) = Kepercayaan Mitra, Y = Keberhasilan Negosiasi
3 variabel
2. Hitung jumlah anak panah
X→Z, Z→Y, X→Y (langsung) = 3 anak panah
3 anak panah
3. Terjemahkan panah 1 (X→Z)
"Kompetensi budaya berpengaruh positif terhadap kepercayaan mitra"
H1
4. Terjemahkan panah 2 (Z→Y)
"Kepercayaan mitra berpengaruh positif terhadap keberhasilan negosiasi"
H2
5. Terjemahkan panah 3 (X→Y langsung)
"Kompetensi budaya berpengaruh positif terhadap keberhasilan negosiasi"
H3
Total Hipotesis Dihasilkan
3 (H1, H2, H3)
Hitung dari Nol: Menurunkan Hipotesis dari Diagram (Kasus 2)
Topik: Pengaruh Volatilitas Nilai Tukar terhadap Kinerja Ekspor — dimoderasi oleh Ukuran Perusahaan.
Langkah
Penalaran
Hasil
1. Identifikasi variabel dari diagram
X = Volatilitas Nilai Tukar, M (moderasi) = Ukuran Perusahaan, Y = Kinerja Ekspor
3 variabel
2. Bedakan pola moderasi vs mediasi
Moderasi TIDAK jadi jalur perantara — ia menempel pada panah X→Y, memperkuat/memperlemah
1 panah utama + 1 interaksi
3. Terjemahkan panah utama (X→Y)
"Volatilitas nilai tukar berpengaruh negatif terhadap kinerja ekspor"
H1
4. Terjemahkan efek moderasi (M pada X→Y)
"Ukuran perusahaan memoderasi (memperlemah) pengaruh volatilitas nilai tukar terhadap kinerja ekspor"
H2
5. Verifikasi testability
Kedua hipotesis bisa diuji dengan regresi moderasi (MRA) di Bab 4
Lolos uji
Total Hipotesis Dihasilkan
2 (H1, H2)
Coba Sendiri: Hitung Jumlah Hipotesis dari Diagram Anda
Susun panah mediasi/moderasi pada diagram, lalu lihat berapa hipotesis yang otomatis diturunkan dari tiap panahnya.
Bagian 3 dari 3
Jebakan Umum, Praktik Mandiri, dan Rangkuman
Kesalahan yang paling sering membuat kerangka pemikiran dan hipotesis direvisi berkali-kali oleh dosen pembimbing, lalu Anda praktikkan sendiri.
Empat Jebakan Umum yang Harus Dihindari
Jebakan 1 & 2
Diagram tak sinkron dengan teks — jumlah panah di gambar tidak sama dengan jumlah hipotesis yang dijelaskan.
Tanpa rujukan teori — hipotesis ditulis tanpa sitasi penelitian terdahulu yang mendukung arah hubungan.
Jebakan 3 & 4
Hipotesis tak bisa diuji — variabel terlalu abstrak (mis. "budaya" tanpa dimensi/indikator jelas).
Arah hubungan tak konsisten — teks bilang "positif", kesimpulan nanti diam-diam berubah jadi "negatif".
Kaidah Penulisan Hipotesis yang Baik
Kriteria
Contoh Salah
Contoh Benar
Arah jelas
"Ada hubungan antara A dan B"
"A berpengaruh positif terhadap B"
Spesifik & terukur
"Budaya memengaruhi kinerja"
"Dimensi kolektivisme budaya memengaruhi kinerja tim ekspor"
Berdasar teori
Tanpa sitasi pendukung
Merujuk teori/penelitian terdahulu (mis. Hofstede, 1980)
Satu hubungan per hipotesis
"A dan B berpengaruh terhadap C dan D"
Dipecah: H1 (A→C), H2 (A→D), H3 (B→C), dst.
Contoh Kasus Nyata: Bisnis Internasional Indonesia
Kerangka pemikiran ringkas untuk topik: Pengaruh Orientasi Kewirausahaan terhadap Kinerja Ekspor UMKM Furnitur Jepara ke Pasar Eropa.
Grand theory: Resource-Based View (RBV) — kapabilitas internal sebagai sumber keunggulan bersaing.
Sebelum menyerahkan draft ke dosen pembimbing, cek: apakah diagram sinkron dengan teks, setiap panah berteori, dan variabel cukup terukur untuk kuesioner?
Komponen
Isi
Contoh
Variabel
X (independen), Y (dependen), Z (mediasi/moderasi bila ada)
Orientasi ekspor → Kinerja UMKM
Dasar teori
Grand theory + penelitian terdahulu per panah
RBV, Uppsala Model, Hofstede
Diagram
Kotak + panah, jumlah panah = jumlah hipotesis
3 panah = 3 hipotesis (H1-H3)
Hipotesis
Arah jelas, spesifik, satu hubungan per H
"H1: X berpengaruh positif terhadap Y"
Penutup: Persiapan Pertemuan Berikutnya
Minggu Depan: Pertemuan 7
Menyusun draft proposal Bab 2 (Tinjauan Pustaka) secara utuh — menggabungkan kajian teori, penelitian terdahulu, dan kerangka pemikiran hari ini menjadi satu narasi.
Tugas Sebelum Pertemuan 7
Finalisasi Diagram
Rapikan diagram kerangka pemikiran + minimal 2 hipotesis dari latihan hari ini, siap dibawa ke sesi bimbingan.