‹ Daftar slidePertemuan 5: Kaidah Sitasi, Grand Theory, dan Kajian Teori
Prodi Manajemen • FEB UNDIP
Seminar Bisnis Internasional
Pertemuan 5 — Kaidah Sitasi, Grand Theory, dan Kajian Teori
Menegakkan fondasi ilmiah proposal Anda: cara mengutip yang benar, dan cara memilih payung teori yang tepat untuk isu bisnis internasional.
RPS MINGGU 5 • 2X50 MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu:
CAPAIAN 1 — KAIDAH SITASI
MENGUTIP SESUAI GAYA APA 7
Menerapkan aturan sitasi in-text dan daftar pustaka tanpa terjebak plagiarisme.
CAPAIAN 2 — GRAND THEORY
MEMILIH PAYUNG TEORI TEPAT
Mengenali grand theory populer bisnis internasional dan kesesuaiannya dengan topik.
CAPAIAN 3 — KAJIAN TEORI
MENYUSUN ALUR TEORI KOHEREN
Merangkai grand theory hingga variabel penelitian dalam alur yang logis dan runtut.
CAPAIAN 4 — AUDIT MANDIRI
MENGECEK KUALITAS RUJUKAN
Menghitung indeks kemiripan dan rasio sumber primer sebagai standar mutu Bab 2.
Bagian 1 dari 3
Kaidah Sitasi Ilmiah
Mengapa mengutip dengan benar adalah fondasi kredibilitas proposal Anda, dan bagaimana melakukannya tanpa terjerat plagiarisme.
Mengapa Sitasi Itu Wajib, Bukan Formalitas
Fungsi Ilmiah
Menunjukkan klaim Anda berpijak pada bukti, bukan opini pribadi.
Memberi jejak yang bisa ditelusuri pembaca ke sumber asli.
Mengakui kontribusi peneliti sebelumnya secara jujur.
Membedakan ide orisinal Anda dari ide yang diadopsi.
Risiko Jika Diabaikan
Plagiarisme (penjiplakan) — pelanggaran etika akademik berat.
Proposal ditolak penguji karena argumen dianggap tidak berdasar.
Similarity index tinggi saat cek Turnitin, revisi berulang.
Reputasi akademik program studi ikut terdampak.
Sitasi bukan sekadar syarat administratif — ia adalah bahasa kejujuran ilmiah yang membedakan skripsi dari opini blog.
Anatomi Sitasi: In-Text dan Daftar Pustaka
Setiap sitasi in-text (rujukan dalam paragraf) WAJIB punya pasangan di daftar pustaka, dan sebaliknya.
Aturan emas: jumlah sitasi in-text yang unik HARUS sama persis dengan jumlah entri di daftar pustaka. Tidak boleh ada yang "menggantung".
Parafrase vs Kutipan Langsung: Dua Cara Mengutip
Sumber: Rugman & Verbeke (2004) — klaim asli: "Regional strategy is more prevalent than global strategy among multinational enterprises."
Cara 1 — Kutipan Langsung (Direct Quote)
"Strategi regional lebih umum dijumpai dibandingkan strategi global di antara perusahaan multinasional" (Rugman & Verbeke, 2004, p. 5). Gunakan tanda kutip + nomor halaman. Hanya dipakai untuk definisi krusial atau kalimat yang sulit diparafrase tanpa mengubah makna.
Cara 2 — Parafrase (Diutamakan)
Rugman dan Verbeke (2004) menunjukkan bahwa mayoritas perusahaan multinasional cenderung berfokus pada strategi kawasan tertentu, bukan strategi global menyeluruh. Tanpa tanda kutip, TETAP wajib sitasi. Tulis ulang dengan struktur kalimat & pilihan kata Anda sendiri, bukan sekadar tukar sinonim.
Gaya APA Edisi 7: Aturan Inti
APA (American Psychological Association) adalah gaya sitasi standar untuk jurnal manajemen dan bisnis internasional.
SITASI PARENTETIS
(Dunning, 2000)
Nama dan tahun diletakkan dalam tanda kurung di akhir klaim yang dirujuk.
SITASI NARATIF
Dunning (2000) menyatakan...
Nama penulis menjadi bagian dari kalimat, tahun tetap dalam kurung.
Ketentuan Tambahan yang Sering Terlewat
2 penulis: gunakan & dalam kurung, "dan" dalam kalimat naratif.
3 penulis atau lebih: tulis penulis pertama et al. (dan kawan-kawan) sejak kutipan pertama.
Sumber tanpa halaman: kutipan langsung tetap wajib cantumkan paragraf/bagian.
Sumber sekunder (mengutip kutipan): tulis "sebagaimana dikutip dalam".
Kesalahan Umum Sitasi Mahasiswa
Kesalahan Teknis
Tahun sitasi tidak konsisten antara teks dan daftar pustaka.
Mengutip dari abstrak saja tanpa membaca isi penuh artikel.
Menyalin footnote/catatan kaki gaya hukum ke tulisan manajemen.
Lupa tanda kurung siku untuk terjemahan bebas kutipan langsung.
Kesalahan Substansi
Sitasi "bola-bola" — menempel banyak rujukan tanpa dibaca isinya.
Mengutip sumber usang (>15 tahun) untuk konsep yang cepat berubah.
Bergantung pada blog/Wikipedia sebagai rujukan utama proposal.
Parafrase yang sebenarnya masih terlalu mirip kalimat aslinya.
Prinsip aman: kutip sumber yang benar-benar Anda baca dan pahami, bukan sekadar Anda temukan lewat pencarian cepat di internet.
Hitung dari Nol: Similarity Index Turnitin
Menaksir tingkat kemiripan naskah Bab 1 Anda sebelum dikirim ke pembimbing.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Total kata keseluruhan naskah Bab 1
diberikan dari dokumen
2.000 kata
2. Kata terdeteksi mirip sumber lain (setelah exclude kutipan langsung & daftar pustaka)
Alat bantu digital untuk menyimpan, mengorganisasi, dan otomatis memformat sitasi Anda.
MENDELEY
GRATIS & POPULER
Plugin Word, sinkron cloud, cocok untuk mahasiswa S1.
ZOTERO
OPEN SOURCE
Ringan, ekstensi browser untuk tangkap referensi web instan.
ENDNOTE
STANDAR KAMPUS
Lisensi kampus, fitur lengkap — kita bedah detail di pertemuan 12.
Mulai gunakan salah satunya SEKARANG saat menyusun Bab 2, jangan menunggu sampai proposal selesai — menata ulang puluhan sitasi manual di akhir sangat memakan waktu.
Bagian 2 dari 3
Grand Theory & Kajian Teori
Payung teori mana yang tepat untuk menjelaskan fenomena bisnis internasional yang ingin Anda teliti?
Apa Itu Grand Theory?
Grand theory (teori besar/payung) adalah kerangka konseptual luas dan abstrak yang menjelaskan fenomena secara umum, lintas konteks dan lintas industri.
Fungsi dalam Proposal
Memberi fondasi logika mengapa fenomena Anda terjadi.
Menjustifikasi pemilihan variabel penelitian secara ilmiah.
Menghubungkan topik spesifik Anda ke tubuh pengetahuan yang lebih luas.
Menjadi rujukan saat membangun hipotesis di pertemuan berikutnya.
Bukan Grand Theory
Definisi kamus atau ensiklopedia umum.
Model bisnis satu perusahaan (studi kasus tunggal).
Kerangka konsultan (misal analisis SWOT semata).
Opini pakar tanpa dasar riset empiris berulang.
Hierarki Teori: Dari Umum ke Spesifik
Grand Theory Populer dalam Bisnis Internasional
UPPSALA MODEL
INTERNASIONALISASI BERTAHAP
Perusahaan masuk pasar luar negeri bertahap, mulai dari negara berjarak psikis dekat. Cocok untuk kasus UMKM ekspor pemula.
ECLECTIC PARADIGM (OLI)
OWNERSHIP-LOCATION-INTERNALIZATION
Menjelaskan pilihan mode masuk pasar: ekspor, lisensi, atau investasi langsung. Cocok untuk kasus perusahaan multinasional.
RESOURCE-BASED VIEW (RBV)
KEUNGGULAN DARI SUMBER DAYA
Keunggulan bersaing internasional lahir dari sumber daya unik perusahaan. Cocok untuk kasus merek/brand global.
INSTITUTIONAL THEORY
TEKANAN LINGKUNGAN INSTITUSI
Perusahaan menyesuaikan diri dengan regulasi & norma negara tujuan. Cocok untuk kasus hambatan regulasi ekspor.
Hitung dari Nol: Rasio Sumber Primer Kajian Teori
Menakar kualitas rujukan Bab 2 — seberapa besar porsi jurnal empiris dibanding buku teks/sumber sekunder.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Total referensi di draft Bab 2 Anda
diberikan dari daftar pustaka
25 referensi
2. Jumlah artikel jurnal empiris (sumber primer)
diberikan dari klasifikasi manual
20 referensi
3. Rasio sumber primer
20 ÷ 25 × 100
80%
4. Bandingkan standar praktik baik (≥80% primer untuk Bab 2)
80% ≥ 80%
MEMENUHI standar
HASIL AKHIR
80%
rasio sumber primer — memenuhi standar Bab 2
Menyusun Kajian Teori yang Koheren
Alur logis: dari teori besar menuju hipotesis awal, bukan loncatan tiba-tiba.
Setiap panah harus dijustifikasi kalimat penghubung, bukan hanya urutan subjudul. Contoh: "Karena RBV menekankan sumber daya unik, maka merek halal Wardah dapat dipandang sebagai konstruk brand equity yang..."
Kesalahan Umum Menyusun Kajian Teori
Teori "Tempel"
Mendefinisikan banyak teori tanpa memilih satu payung utama.
Teori dicantumkan tapi tidak pernah dipakai lagi di bab berikutnya.
Definisi disalin utuh dari textbook tanpa sintesis pemikiran sendiri.
Tidak Sinkron dengan Gap
Grand theory dipilih tidak nyambung dengan gap penelitian pertemuan 2.
Variabel penelitian tidak diturunkan dari teori yang dibahas.
Kajian teori terlalu luas, tidak fokus ke masalah spesifik Anda.
Uji cepat: tutup Bab 1 Anda, baca Bab 2 saja — apakah pembaca bisa menebak topik penelitian Anda? Jika tidak, kajian teori Anda belum fokus.
Studi Kasus Mini: Memilih Grand Theory yang Tepat
Topik: "Mengapa UMKM kerajinan rotan Cirebon berhasil menembus pasar Eropa melalui platform digital?"
Langkah 1 — Identifikasi Fenomena Inti
Fenomena: perusahaan kecil (bukan multinasional besar) melakukan internasionalisasi bertahap memakai kanal digital. Fokus bukan pada kepemilikan aset luar negeri, melainkan proses masuk pasar.
Langkah 2 — Eliminasi Teori yang Kurang Cocok
Eclectic Paradigm (OLI) kurang pas karena UMKM tidak berinvestasi aset fisik di luar negeri. Institutional Theory bisa jadi teori pendukung, tapi bukan payung utama untuk pertanyaan "mengapa berhasil".
Langkah 3 — Pilih & Justifikasi Grand Theory
Uppsala Model paling relevan: menjelaskan proses internasionalisasi bertahap berbasis akumulasi pengetahuan pasar — platform digital mempercepat akumulasi pengetahuan ini tanpa kehadiran fisik.
Bagian 3 dari 3
Latihan: Audit Sitasi & Peta Teori Proposal Anda
Kerjakan berkelompok (2-3 orang), 20 menit, lalu presentasikan singkat ke kelas.
Instruksi
Ambil draft Bab 1 Anda, hitung similarity index perkiraan dan rasio sumber primer seperti contoh tadi.
Identifikasi satu grand theory kandidat untuk topik Anda, tulis satu alasan kesesuaiannya.
Gambarkan alur grand theory → middle-range → konstruk untuk topik Anda sendiri di kertas.
Siapkan satu pertanyaan untuk sesi tanya-jawab dengan dosen pembimbing.
Rangkuman Pertemuan 5
SITASI
APA 7, JUJUR & TERLACAK
In-text dan daftar pustaka harus selalu berpasangan, similarity index terpantau.
TEORI
GRAND → MIDDLE → KONSTRUK
Pilih payung teori yang benar-benar menjustifikasi variabel penelitian Anda.
Kajian teori yang koheren = argumen yang mengalir dari teori besar sampai ke hipotesis, bukan kumpulan definisi lepas.