stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-04
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 4: Menyusun Draft Proposal Bab 1 (Pendahuluan)
Prodi Manajemen • FEB UNDIP

Seminar Bisnis Internasional

Pertemuan 4 — Menyusun Draft Proposal Bab 1 (Pendahuluan)

Dari gap penelitian yang sudah Anda temukan minggu lalu, menjadi draft Bab 1 yang runtut: latar belakang, rumusan masalah, tujuan, dan kontribusi penelitian.

RPS MINGGU 4 • 2X50 MENIT

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu:

CAPAIAN 1 — STRUKTUR
MENYUSUN ANATOMI BAB 1 SECARA RUNTUT
Mengurutkan latar belakang, rumusan masalah, tujuan, dan kontribusi penelitian dalam alur logis "corong terbalik".
CAPAIAN 2 — PENULISAN DRAFT
MENULISKAN DRAFT BAB 1 DARI GAP MILIK SENDIRI
Mengubah gap penelitian yang sudah ditemukan minggu lalu menjadi paragraf latar belakang dan kalimat rumusan masalah yang operasional.
Sub-CPMK Minggu 4: mahasiswa mampu menyusun draft proposal penelitian Bab 1 (Pendahuluan) sesuai kaidah penulisan ilmiah bisnis internasional.

Dari Mana Kita Melangkah Hari Ini?

Pertemuan 4 adalah titik pertemuan tiga pertemuan sebelumnya menjadi satu dokumen tertulis.

P1–P2 (SELESAI)
  • Ruang lingkup riset bisnis internasional
  • Kritik artikel & temuan gap
P3 (SELESAI)
  • Latar belakang – rumusan masalah lisan
  • Tujuan & kontribusi awal (draft kasar)
P4 (HARI INI)
  • Menulis draft Bab 1 utuh
  • Umpan balik langsung dari dosen
Setelah hari ini: pertemuan 5 membahas kaidah sitasi & grand theory — fondasi untuk Bab 2 yang akan Anda susun di pertemuan 7.
Bagian 1 dari 3
Anatomi Bab 1 Proposal
Mengapa Bab 1 berbentuk seperti corong terbalik, dan apa fungsi masing-masing komponennya dalam meyakinkan pembaca bahwa penelitian ini layak dilakukan.
Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan & Kontribusi

Apa Fungsi Bab 1 dalam Proposal Penelitian?

Bab 1 bukan sekadar pembuka formalitas — ia adalah argumen kelayakan penelitian Anda kepada pembaca (dosen pembimbing, penguji, jurnal).

TIGA PERAN BAB 1 PENDAHULUAN
  • Meyakinkan (persuasive): menunjukkan isu ini penting bagi bisnis internasional — misalnya, mengapa strategi ekspansi Indomie ke Nigeria relevan dikaji secara akademik.
  • Menempatkan (positioning): menunjukkan di mana penelitian Anda berdiri di antara penelitian-penelitian yang sudah ada, tanpa mengulang persis apa yang sudah diteliti.
  • Menjanjikan (promising): menyatakan secara eksplisit apa yang akan dijawab dan apa manfaatnya — ini yang membedakan esai opini dengan proposal penelitian.
Glosarium: gap penelitian (research gap) = celah yang belum terjawab tuntas oleh penelitian terdahulu, ditemukan sejak pertemuan 2.

Lima Komponen Wajib Bab 1

Struktur standar Bab 1 proposal penelitian bisnis internasional, mengikuti alur "corong terbalik" dari umum ke spesifik.

1.1 Latar Belakang Masalahfenomena bisnis internasional → gap1.2 Rumusan Masalah1.3 Tujuan1.4 Kontribusi

Subbab 1.5 (Sistematika Penulisan) menyertai di luar corong sebagai penutup Bab 1.

Membedah Anatomi Subbab Latar Belakang

Latar belakang yang baik bergerak dalam empat lapis, dari isu global sampai ke gap spesifik Anda.

EMPAT LAPIS LATAR BELAKANG (DARI LUAS KE SEMPIT)
  • Lapis 1 — Fenomena global/nasional: misalnya, nilai ekspor UMKM Indonesia ke negara ASEAN terus meningkat sejak berlakunya ASEAN Economic Community.
  • Lapis 2 — Isu spesifik pada topik Anda: misalnya, di antara UMKM eksportir, banyak yang gagal bertahan lebih dari dua tahun di pasar ekspor.
  • Lapis 3 — Apa kata penelitian terdahulu: ringkasan singkat temuan-temuan yang relevan (bukan tinjauan pustaka penuh, itu porsi Bab 2).
  • Lapis 4 — Gap & urgensi penelitian Anda: celah spesifik yang belum terjawab dan mengapa penting dijawab sekarang.

Walkthrough 1: Dari Fenomena ke Paragraf Latar Belakang

Studi kasus — topik: efektivitas insentif ekspor pemerintah bagi UMKM rotan Cirebon ke pasar Eropa.

  1. Langkah 1 — Kutip data makro: "Ekspor produk rotan Indonesia ke Uni Eropa tercatat tumbuh signifikan dalam lima tahun terakhir (BPS, data ekspor)."
  2. Langkah 2 — Persempit ke isu spesifik: "Namun, sebagian besar UMKM rotan Cirebon yang menerima insentif ekspor tetap kesulitan memenuhi standar sertifikasi lingkungan Uni Eropa."
  3. Langkah 3 — Singgung penelitian terdahulu: "Penelitian terdahulu banyak membahas insentif ekspor secara umum, namun belum menyoroti kesesuaiannya dengan hambatan non-tarif seperti sertifikasi lingkungan."
  4. Langkah 4 — Tutup dengan gap & urgensi: "Oleh karena itu, penelitian ini penting untuk mengevaluasi efektivitas insentif ekspor terhadap kesiapan UMKM rotan menghadapi hambatan non-tarif tersebut."
Perhatikan: tiap langkah menyempit dari Langkah sebelumnya — tidak ada lompatan topik.
Bagian 2 dari 3
Merumuskan Masalah, Tujuan & Kontribusi
Mengubah gap yang sudah dinarasikan menjadi kalimat rumusan masalah yang tajam, tujuan yang operasional, dan kontribusi yang jelas manfaatnya.
Research Question Tujuan Operasional Kontribusi

Dari Gap Penelitian ke Rumusan Masalah

Rumusan masalah adalah gap yang diterjemahkan menjadi kalimat tanya yang bisa dijawab dengan data — bukan pernyataan umum.

RUMUSAN MASALAH LEMAH
  • "Bagaimana bisnis internasional di Indonesia?" — terlalu luas, tidak bisa dijawab dengan satu penelitian.
  • "Apakah ekspor itu penting?" — jawabannya sudah jelas (ya), tidak butuh riset.
RUMUSAN MASALAH KUAT
  • "Bagaimana pengaruh insentif ekspor pemerintah terhadap kesiapan UMKM rotan Cirebon memenuhi standar sertifikasi lingkungan Uni Eropa?"
  • Spesifik pada objek, variabel, dan konteks — bisa dijawab lewat data yang bisa dikumpulkan.
Uji cepat: kalau rumusan masalah bisa dijawab hanya dengan "ya" atau "tidak" tanpa data, itu tanda rumusan masalah masih lemah.

Tujuan Penelitian: Cermin dari Rumusan Masalah

Tujuan penelitian harus menjawab persis rumusan masalah — tidak lebih luas, tidak lebih sempit.

Rumusan Masalah (kalimat tanya) → Tujuan Penelitian (kalimat pernyataan aksi)
CONTOH PASANGAN YANG SEJAJAR
  • Rumusan masalah: "Bagaimana pengaruh insentif ekspor pemerintah terhadap kesiapan UMKM rotan Cirebon memenuhi sertifikasi lingkungan Uni Eropa?"
  • Tujuan penelitian: "Menganalisis pengaruh insentif ekspor pemerintah terhadap kesiapan UMKM rotan Cirebon memenuhi sertifikasi lingkungan Uni Eropa."
Gunakan kata kerja operasional: menganalisis, mengevaluasi, mengidentifikasi, menguji — hindari kata kabur seperti "mengetahui" atau "mempelajari".

Walkthrough 2: Menyusun Tujuan & Kontribusi dari Rumusan Masalah

Studi kasus lanjutan — topik: adopsi pembayaran digital lintas negara oleh pelaku UMKM ekspor di platform Tokopedia Global.

  1. Langkah 1 — Rumusan masalah: "Bagaimana adopsi sistem pembayaran digital lintas negara memengaruhi volume transaksi ekspor UMKM di platform e-commerce?"
  2. Langkah 2 — Turunkan tujuan (ubah tanya jadi aksi): "Menganalisis pengaruh adopsi sistem pembayaran digital lintas negara terhadap volume transaksi ekspor UMKM di platform e-commerce."
  3. Langkah 3 — Kontribusi teoritis: "Memperkaya literatur perdagangan internasional digital (digital cross-border trade) yang masih minim konteks UMKM negara berkembang."
  4. Langkah 4 — Kontribusi praktis: "Memberi rekomendasi bagi penyedia platform dan pembuat kebijakan UMKM ekspor mengenai adopsi pembayaran digital."

Kontribusi Penelitian: Dua Sisi yang Wajib Ada

Setiap proposal bisnis internasional idealnya menjawab dua pertanyaan sekaligus: manfaat bagi ilmu, dan manfaat bagi praktik.

KONTRIBUSI TEORITIS
UNTUK ILMU
Mengisi gap literatur, menguji teori pada konteks baru (mis. teori internasionalisasi diuji pada UMKM digital Indonesia, bukan MNC besar).
KONTRIBUSI PRAKTIS
UNTUK PRAKTIK
Rekomendasi bagi pelaku bisnis, regulator, atau asosiasi — misalnya masukan bagi Kementerian Perdagangan soal desain insentif ekspor.
Hindari kontribusi generik seperti "menambah wawasan pembaca" — harus spesifik: wawasan apa, untuk siapa, digunakan untuk apa.
Bagian 3 dari 3
Kualitas Draft & Kesalahan Umum
Bagaimana membedakan draft Bab 1 yang siap dibimbing lebih lanjut dari draft yang masih perlu perombakan besar, dan jebakan apa yang paling sering dijumpai.
Ciri Kuat Kesalahan Umum Rubrik

Ciri Bab 1 yang Kuat vs Lemah

Gunakan daftar ini sebagai cermin cepat sebelum Anda mengumpulkan draft.

TANDA BAB 1 KUAT
  • Setiap kalimat di latar belakang menyempit dari kalimat sebelumnya.
  • Rumusan masalah bisa dijawab dengan data, bukan hanya ya/tidak.
  • Tujuan dan rumusan masalah memakai variabel serta objek yang identik.
  • Kontribusi menyebut manfaat spesifik dan pihak penerima manfaat.
TANDA BAB 1 MASIH LEMAH
  • Latar belakang melompat-lompat topik tanpa benang merah.
  • Rumusan masalah masih berupa judul umum, bukan kalimat tanya spesifik.
  • Tujuan lebih luas atau lebih sempit dari rumusan masalah.
  • Kontribusi ditulis generik ("menambah wawasan") tanpa sasaran jelas.

Kesalahan Umum yang Sering Ditemukan

Berdasarkan pengalaman membimbing proposal, empat kesalahan ini paling sering berulang.

  • 1. Latar belakang tanpa data pendukung: klaim seperti "bisnis internasional semakin penting" tanpa angka atau sumber — harus disertai data BPS, Kemendag, atau laporan lembaga kredibel.
  • 2. Mencampur Bab 1 dengan Bab 2: latar belakang yang membahas teori secara mendalam — padahal teori dan kajian pustaka mendalam adalah porsi Bab 2 (pertemuan 7).
  • 3. Rumusan masalah lebih dari satu arah pikiran: menggabungkan beberapa pertanyaan tidak terkait dalam satu kalimat panjang.
  • 4. Kontribusi berlebihan (overclaim): menjanjikan solusi bagi "seluruh UMKM Indonesia" padahal cakupan penelitian hanya satu sektor/wilayah.
Ingat batas kewenangan Bab 1: ceritakan fenomena dan celahnya secukupnya, simpan detail teori untuk Bab 2.

Studi Kasus: Menilai Draft Bab 1 Milik Teman

Contoh draft (disamarkan) tentang ekspansi UMKM kopi Gayo ke pasar Timur Tengah — mari kita nilai bersama.

CUPLIKAN DRAFT
"Bisnis internasional sangat penting bagi perekonomian. UMKM kopi Gayo memiliki potensi ekspor yang besar. Teori internasionalisasi menjelaskan bahwa perusahaan berkembang bertahap dari pasar domestik ke pasar luar negeri melalui beberapa tahap... Bagaimana bisnis kopi bisa berkembang? Penelitian ini bermanfaat menambah wawasan bagi seluruh pembaca."
Diskusikan berpasangan (3 menit): temukan minimal 3 dari 4 kesalahan umum pada slide sebelumnya dalam cuplikan ini.

Subbab 1.5: Sistematika Penulisan (Penutup Bab 1)

Paragraf singkat penutup Bab 1 yang memandu pembaca tentang isi bab-bab berikutnya — bukan bagian argumen, hanya peta.

TEMPLATE KALIMAT SISTEMATIKA
  • "Proposal ini disusun dalam tiga bab. Bab 1 membahas latar belakang, rumusan masalah, tujuan, dan kontribusi penelitian."
  • "Bab 2 menyajikan tinjauan pustaka, grand theory, kerangka pemikiran, dan hipotesis penelitian yang mendasari studi ini."
  • "Bab 3 menjelaskan metode penelitian, meliputi populasi, sampel, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data."
Subbab ini singkat, biasanya satu paragraf, cukup 3–5 kalimat — jangan diperpanjang dengan pengulangan isi bab lain.

Latihan Kelas: Susun Draft Bab 1 Anda

Gunakan gap penelitian milik Anda dari pertemuan 2–3, tulis draft Bab 1 versi awal (30 menit, individu).

INSTRUKSI TUGAS
  • Tulis 1 paragraf latar belakang (4 lapis, minimal 1 data pendukung).
  • Tulis 1 kalimat rumusan masalah (uji dengan "bisa dijawab data?").
  • Tulis 1 kalimat tujuan yang sejajar dengan rumusan masalah.
  • Tulis kontribusi teoritis dan praktis (masing-masing 1 kalimat).
Kumpulkan draft di akhir sesi via LMS/Google Classroom — akan dikomentari langsung sebelum pertemuan 5, dan wajib direvisi sebelum masuk ke Bab 2 pada pertemuan 7.
Ringkasan & Penutup Pertemuan 4
Bab 1 = Argumen Kelayakan Penelitian Anda
STRUKTUR
Latar belakang → rumusan masalah → tujuan → kontribusi → sistematika, mengalir seperti corong terbalik.
KUALITAS
Setiap komponen harus sejajar dan didukung data — hindari empat kesalahan umum yang sudah kita bahas.
LANGKAH BERIKUTNYA
Pertemuan 5: kaidah sitasi & grand theory — fondasi menuju Bab 2 di pertemuan 7.

Terima Kasih, sampai jumpa di pertemuan 5 dengan draft Bab 1 Anda yang sudah direvisi.