stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-03
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 3: Merumuskan Latar Belakang, Rumusan Masalah, Tujuan, dan Kontribusi Penelitian
Prodi Manajemen • FEB UNDIP

Seminar Bisnis Internasional

Pertemuan 3 — Merumuskan Latar Belakang, Rumusan Masalah, Tujuan, dan Kontribusi Penelitian

Dari gap penelitian yang sudah Anda temukan minggu lalu, hari ini kita rakit menjadi fondasi Bab 1 proposal skripsi yang argumentatif dan meyakinkan.

RPS MINGGU 3 • 2X50 MENIT
Bagian 1 • Fondasi
Dari Gap Penelitian Menuju Latar Belakang yang Argumentatif

Bagaimana mengubah temuan celah literatur minggu lalu menjadi narasi latar belakang yang meyakinkan pembaca proposal.

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu:

CAPAIAN 1 — LATAR BELAKANG
MENYUSUN NARASI ARGUMENTATIF
Merumuskan latar belakang penelitian dengan struktur piramida terbalik dari fenomena ke fokus spesifik.
CAPAIAN 2 — RUMUSAN MASALAH
MENULIS PERTANYAAN PENELITIAN
Merumuskan rumusan masalah yang spesifik, dapat diteliti, dan relevan dengan gap yang ditemukan.
CAPAIAN 3 — TUJUAN PENELITIAN
MENYELARASKAN DENGAN RUMUSAN MASALAH
Menyusun tujuan penelitian yang selaras satu-lawan-satu dengan rumusan masalah, memakai verba operasional yang tepat.
CAPAIAN 4 — KONTRIBUSI
MERUMUSKAN NILAI TAMBAH RISET
Membedakan dan menuliskan kontribusi teoritis serta kontribusi praktis dari penelitian yang direncanakan.

Posisi Kita dalam Alur Penyusunan Proposal

Empat komponen hari ini adalah inti Bab 1 — fondasi yang menentukan kokoh-tidaknya seluruh proposal Anda.

P1–P2Studi literatur& temukan gapP3 — HARI INILatar belakang, rumusanmasalah, tujuan,kontribusiP4Draft proposalBab 1 lengkapP5–P14Kajian teori s.d.finalisasi proposal

Kalau fondasi Bab 1 ini rapuh, seluruh proposal — termasuk kajian teori dan metode — ikut goyah.

Anatomi Bab 1: Empat Pilar yang Saling Mengunci

Pilar 1 • Latar Belakang
  • Menyajikan fenomena dan bukti dari dunia nyata
  • Menunjukkan kesenjangan teori dengan praktik
  • Berujung pada satu isu spesifik
Pilar 2 • Rumusan Masalah
  • Kalimat tanya yang tajam & terarah
  • Langsung diturunkan dari latar belakang
  • Dapat dijawab lewat data & metode
Pilar 3 • Tujuan Penelitian
  • Selaras satu-lawan-satu dengan rumusan masalah
  • Memakai verba operasional (menganalisis, menguji)
  • Tidak menambah janji baru di luar rumusan masalah
Pilar 4 • Kontribusi Penelitian
  • Kontribusi teoritis: memperkaya/menguji teori
  • Kontribusi praktis: manfaat bagi pelaku bisnis/kebijakan
  • Menjawab "so what" dari penelitian Anda

Struktur Piramida Terbalik untuk Latar Belakang

Mulai dari fenomena luas, menyempit bertahap sampai ke satu fokus penelitian yang spesifik.

1. Fenomena global/nasionalTren perdagangan internasional, data BPS/BI2. Teori & riset terdahuluApa yang sudah dijelaskan literatur3. Kesenjangan (gap)Das sein vs das sollen4. Fokusspesifik

Membedah Kesenjangan: Das Sein vs Das Sollen

Langkah demi langkah menemukan titik kesenjangan yang layak diangkat menjadi latar belakang.

Walkthrough 1 • Kondisi Ideal (Das Sollen)
  • Teori internasionalisasi menyatakan perusahaan yang berorientasi ekspor semestinya punya kinerja lebih baik.
  • Studi terdahulu di negara maju mendukung klaim ini secara konsisten.
  • Harapannya, UMKM Indonesia yang berorientasi ekspor juga tumbuh lebih cepat.
Walkthrough 2 • Kondisi Nyata (Das Sein)
  • Data Kemendag menunjukkan banyak UMKM eksportir justru stagnan setelah dua tahun.
  • Studi di konteks negara berkembang seperti Indonesia masih terbatas dan hasilnya beragam.
  • Muncul kesenjangan — inilah bahan latar belakang penelitian Anda.

Studi Kasus: Merangkai Latar Belakang Lengkap

Contoh nyata — ekspansi bisnis digital Indonesia ke pasar Asia Tenggara.

Tahap PiramidaIsi Paragraf Latar BelakangSumber/Bukti
FenomenaTransaksi e-commerce lintas negara ASEAN tumbuh pesat sejak 2020Laporan Google-Temasek
TeoriTeori internasionalisasi bertahap (Uppsala model) memprediksi ekspansi dimulai dari negara "dekat" secara psikisRiset terdahulu bisnis internasional
GapSejumlah platform Indonesia justru langsung masuk pasar Vietnam & Filipina, bukan Malaysia yang lebih dekatLaporan tahunan perusahaan
FokusMengapa pola ekspansi ini menyimpang dari prediksi teori Uppsala?Pertanyaan penelitian Anda
Bagian 2 • Rumusan Masalah
Menajamkan Latar Belakang Menjadi Pertanyaan Penelitian

Bagaimana narasi latar belakang yang sudah kita bangun diringkas menjadi satu-dua kalimat rumusan masalah yang presisi.

Corong Logika: Latar Belakang → Rumusan Masalah

Latar BelakangNarasi fenomena & gapIdentifikasi MasalahDaftar isu yang relevanRumusan Masalah1 kalimat tanya tajam
Prinsip kunci: rumusan masalah bukan topik baru — ia adalah kalimat tanya yang meringkas isu spesifik yang sudah dibangun di paragraf terakhir latar belakang.

Kriteria Rumusan Masalah yang Baik

SPESIFIK
Bukan Bertele-tele
Contoh baik: "Bagaimana pengaruh orientasi ekspor terhadap kinerja UMKM tekstil di Jawa Tengah?"
DAPAT DITELITI
Ada Data & Metode
Bukan pertanyaan filosofis, tapi bisa dijawab lewat survei, wawancara, atau data sekunder.
RELEVAN
Terkait Gap Literatur
Menjawab kesenjangan yang sudah diidentifikasi di latar belakang, bukan isu terpisah.
ORISINAL
Belum Terjawab Tuntas
Bukan pengulangan persis penelitian terdahulu tanpa konteks atau variabel baru.

Hitung dari Nol: Skor Kelayakan Topik Penelitian

Rubrik bobot untuk menilai apakah topik "Pengaruh Diversifikasi Pasar Ekspor terhadap Kinerja UMKM" layak digarap.

LangkahPerhitunganNilai
Orisinalitas (bobot 30%), skor mentah 8080 × 30%24,0
Ketersediaan data (bobot 25%), skor mentah 7070 × 25%17,5
Relevansi teori (bobot 25%), skor mentah 9090 × 25%22,5
Kelayakan waktu (bobot 20%), skor mentah 6060 × 20%12,0
Total skor kelayakan24,0 + 17,5 + 22,5 + 12,076,0
SKOR KELAYAKAN TOPIK
76,0 / 100
Di atas ambang batas 70 → layak dilanjutkan ke rumusan masalah

Latihan: Menyusun Kalimat Rumusan Masalah

Kerjakan mandiri selama 8 menit, lalu dua mahasiswa akan diminta membacakan hasilnya.

Instruksi Latihan
  • Ambil catatan gap penelitian Anda dari Pertemuan 2.
  • Tulis satu paragraf pendek latar belakang (3–4 kalimat) memakai struktur piramida terbalik.
  • Turunkan menjadi satu kalimat rumusan masalah berbentuk pertanyaan.
  • Cek dengan empat kriteria: spesifik, dapat diteliti, relevan, orisinal.
Hindari rumusan masalah yang masih berupa pernyataan umum, misalnya "bagaimana kinerja ekspor Indonesia" — itu masih terlalu luas untuk skripsi.
Bagian 3 • Tujuan & Kontribusi
Menutup Bab 1: Tujuan dan Nilai Tambah Penelitian

Bagaimana rumusan masalah diterjemahkan menjadi tujuan yang presisi, dan bagaimana kita menjanjikan kontribusi yang realistis.

Merumuskan Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian adalah rumusan masalah yang diubah bentuknya dari kalimat tanya menjadi kalimat pernyataan.

Rumusan Masalah

Bagaimana pengaruh orientasi ekspor terhadap kinerja UMKM tekstil di Jawa Tengah?

Tujuan Penelitian

Menganalisis pengaruh orientasi ekspor terhadap kinerja UMKM tekstil di Jawa Tengah.

Verba operasional yang lazim: menganalisis, mengidentifikasi, menguji, mengevaluasi, membandingkan — hindari kata kabur seperti "mengetahui" atau "memahami" saja.

Tujuan Umum vs Tujuan Khusus

Jika rumusan masalah Anda lebih dari satu, susun tujuan umum sebagai payung, lalu tujuan khusus sebagai rincian.

Contoh Hierarki
  • Tujuan umum: menganalisis pengaruh orientasi ekspor terhadap kinerja UMKM tekstil di Jawa Tengah.
  • Tujuan khusus 1: menganalisis pengaruh intensitas ekspor terhadap pertumbuhan penjualan UMKM.
  • Tujuan khusus 2: menganalisis pengaruh diversifikasi pasar ekspor terhadap profitabilitas UMKM.
Jumlah tujuan khusus harus sama persis dengan jumlah rumusan masalah — tidak boleh ada yang berlebih atau kurang.

Kontribusi Penelitian: Teoritis vs Praktis

KONTRIBUSI TEORITIS
Memperkaya Ilmu
Menguji ulang teori Uppsala pada konteks UMKM Indonesia yang selama ini jarang diteliti, memperluas batas berlaku teori.
KONTRIBUSI PRAKTIS
Bermanfaat Bagi Pelaku
Memberi masukan bagi manajer UMKM dan pembuat kebijakan (Kemendag) dalam merancang strategi ekspansi ekspor.
Hindari klaim kontribusi yang berlebihan, misalnya "penelitian ini akan mengubah kebijakan nasional" — janjikan hal yang realistis dan proporsional dengan skala skripsi.

Hitung dari Nol: Alokasi Halaman Bab 1 Proposal

Contoh perencanaan proporsi Bab 1 sepanjang 20 halaman agar penulisan Anda seimbang.

LangkahPerhitunganNilai
Latar belakang (proporsi 40% dari 20 halaman)20 × 40%8,0 halaman
Rumusan masalah (proporsi 15%)20 × 15%3,0 halaman
Tujuan penelitian (proporsi 15%)20 × 15%3,0 halaman
Kontribusi penelitian (proporsi 20%)20 × 20%4,0 halaman
Sistematika penulisan (proporsi 10%)20 × 10%2,0 halaman
TOTAL BAB 1
20 halaman
8,0 + 3,0 + 3,0 + 4,0 + 2,0 = 20,0

Kesalahan Umum & Checklist Self-Review

Kesalahan yang Sering Terjadi
  • Latar belakang tanpa data/bukti, hanya opini pribadi
  • Rumusan masalah terlalu luas atau tidak terkait gap
  • Tujuan penelitian menambah janji baru
  • Kontribusi ditulis generik, misalnya "menambah wawasan"
Checklist Sebelum Dikumpulkan
  • Apakah setiap paragraf latar belakang punya sumber/bukti?
  • Apakah rumusan masalah = jumlah tujuan khusus?
  • Apakah kontribusi teoritis DAN praktis ada keduanya?
  • Apakah bahasa sudah baku sesuai PUEBI?

Ringkasan & Tugas Sebelum Pertemuan 4

Yang Sudah Kita Pelajari
  • Struktur piramida terbalik untuk merangkai latar belakang argumentatif.
  • Empat kriteria rumusan masalah yang baik: spesifik, dapat diteliti, relevan, orisinal.
  • Tujuan penelitian sebagai terjemahan langsung rumusan masalah, plus hierarki tujuan umum-khusus.
  • Kontribusi teoritis dan praktis yang realistis dan proporsional.
Tugas sebelum Pertemuan 4: susun draft latar belakang (min. 1 halaman), satu rumusan masalah, tujuan penelitian, dan kontribusi (teoritis + praktis) berdasarkan gap dari Pertemuan 2. Bawa dalam bentuk cetak/digital untuk didiskusikan.