Program Studi Manajemen • FEB UNDIP
Seminar Bisnis Internasional
Pertemuan 1 — Ruang Lingkup Penelitian Bisnis Internasional Membuka semester dengan memetakan apa itu penelitian bisnis internasional, mengapa penting, dan bagaimana kelas seminar ini akan membimbing Anda menuju proposal skripsi Bab 1–3 yang layak.
RPS MINGGU 1 • 2 × 50 MENIT
Selamat datang di mata kuliah Seminar Bisnis Internasional, kelas yang akan menemani Anda menyusun proposal skripsi selama satu semester penuh. Anda mungkin sudah pernah mendengar istilah bisnis internasional di mata kuliah manajemen strategik atau pemasaran, tapi hari ini kita akan melihatnya secara khusus sebagai ranah penelitian, bukan sekadar materi kuliah. Bayangkan Anda ingin meneliti mengapa Indomie begitu sukses di Nigeria, atau mengapa Erajaya memilih strategi distribusi tertentu untuk produk Apple di Indonesia — pertanyaan semacam itu adalah pintu masuk penelitian bisnis internasional. Sepanjang pertemuan ini kita akan menyepakati peta besar kelas, kontrak penilaian, serta bagaimana menilai apakah sebuah topik layak diteliti, sebagai fondasi sebelum Anda mulai menulis proposal. Tujuan Pembelajaran Hari Ini Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu memahami ruang lingkup penelitian bisnis internasional sebagai fondasi penyusunan proposal skripsi. Secara rinci, sub-CPMK minggu ini:
CAPAIAN 1 — RUANG LINGKUP
MEMETAKAN BIDANG KAJIAN BI
Menjelaskan definisi, fenomena pemicu, dan enam bidang kajian utama penelitian bisnis internasional.
CAPAIAN 2 — ALUR KELAS
MEMAHAMI PETA 14 PERTEMUAN
Mengetahui output akhir, skema penilaian, dan tahapan penyusunan proposal Bab 1–3 sepanjang semester.
CAPAIAN 3 — KELAYAKAN TOPIK
MENILAI TOPIK YANG LAYAK
Menerapkan kriteria FINER untuk menilai apakah sebuah ide topik riset BI layak dilanjutkan.
CAPAIAN 4 — PERSIAPAN
MENYIAPKAN KANDIDAT TOPIK
Membawa 3 kandidat topik dan minimal 1 artikel jurnal terkait ke pertemuan 2.
Empat capaian ini akan menjadi kompas Anda sepanjang dua jam pertemuan hari ini. Capaian pertama tentang memahami apa saja yang termasuk penelitian bisnis internasional, karena banyak mahasiswa mengira ini sama saja dengan riset manajemen biasa padahal ada dimensi lintas negara yang khas. Capaian kedua penting supaya Anda tidak kaget di tengah semester, karena Anda akan tahu sejak awal bahwa muara akhir kelas ini adalah proposal Bab 1 sampai Bab 3 yang dipresentasikan pada pertemuan 13. Capaian ketiga dan keempat bersifat praktis, Anda akan langsung berlatih menilai kelayakan topik dan pulang membawa tugas konkret, karena pertemuan 2 minggu depan sudah mengharuskan Anda mengkritisi artikel jurnal sungguhan. Bagian 1 dari 3
Mengapa Bisnis Internasional Menjadi Ranah Riset?
Definisi, fenomena pemicu, dan peta bidang kajian yang membedakan riset bisnis internasional dari riset manajemen domestik.
Globalisasi
Lintas Negara
Bidang Kajian
Kita mulai dari fondasi paling dasar, apa sebenarnya yang membuat sebuah topik disebut penelitian bisnis internasional. Sebelum Anda bisa menilai apakah topik skripsi Anda layak, Anda perlu paham dulu batas dan cakupan bidang ini secara jelas. Bagian ini akan membawa Anda dari definisi, ke fenomena nyata perusahaan Indonesia yang mendunia seperti Kalbe Farma dan Erajaya, sampai ke peta enam bidang kajian utama yang biasa dipakai jurnal-jurnal bereputasi seperti Journal of International Business Studies. Anggap ini seperti mempelajari denah sebelum menjelajah, supaya nanti ketika Anda memilih topik, Anda tahu persis di kotak mana topik itu berada. Apa itu Bisnis Internasional? Bisnis internasional (international business ) adalah seluruh transaksi komersial — privat maupun pemerintah — yang melibatkan dua negara atau lebih , sehingga muncul dimensi lintas batas, lintas mata uang, dan lintas budaya yang tidak ada pada bisnis domestik.
Satu regulasi, satu mata uang (Rupiah), satu bahasa dominan. Contoh: UMKM konveksi menjual produknya hanya di Pasar Tanah Abang. Risiko utama: persaingan lokal, daya beli domestik. Regulasi ganda, risiko nilai tukar, perbedaan budaya & hukum. Contoh: Indomie diproduksi lokal untuk pasar Nigeria dengan resep disesuaikan lidah setempat. Risiko tambahan: risiko politik, tarif, hambatan non-tarif. Karena dimensi tambahan inilah riset bisnis internasional butuh teori dan metode khusus , bukan sekadar duplikasi riset manajemen domestik ke konteks luar negeri.
Perbedaan paling mendasar yang perlu Anda pegang adalah bahwa bisnis internasional selalu melibatkan lebih dari satu negara, dan itu membawa serta persoalan baru yang tidak dijumpai bisnis domestik. Bandingkan UMKM konveksi yang hanya menjual di Tanah Abang dengan Indomie yang harus menyesuaikan resep dan strategi pemasarannya agar diterima lidah dan budaya konsumen Nigeria. Perbedaan mata uang, regulasi impor, sampai perbedaan selera itulah yang membuat riset bisnis internasional membutuhkan kerangka teori tersendiri, misalnya teori jarak psikis atau teori keunggulan lokasi, yang tidak akan Anda temukan dalam riset manajemen domestik biasa. Ingatlah perbedaan ini karena akan terus relevan ketika Anda merumuskan latar belakang masalah proposal Anda di pertemuan 3 nanti. Fenomena Pemicu: Mengapa Riset BI Makin Relevan Tiga gelombang perubahan membuat riset bisnis internasional semakin dibutuhkan, termasuk bagi perusahaan dan UMKM Indonesia.
GELOMBANG 1
GLOBALISASI PERDAGANGAN
Perjanjian dagang ASEAN dan RCEP membuka akses pasar, mendorong ekspor UMKM kerajinan ke Jepang & Eropa.
GELOMBANG 2
EKSPANSI DIGITAL LINTAS NEGARA
Gojek dan Traveloka berekspansi ke Vietnam & Thailand; TikTok Shop membuka jalur cross-border e-commerce.
GELOMBANG 3
INVESTASI ASING MASUK & KELUAR
Investasi asing di sektor baterai EV Indonesia, sekaligus ekspansi keluar Kalbe Farma ke Filipina & Vietnam.
Ketiga gelombang ini bukan teori abstrak, Anda bisa melihatnya langsung di berita ekonomi setiap minggu. Gelombang pertama soal perjanjian dagang yang membuka pintu ekspor, sehingga UMKM kerajinan rotan dari Cirebon kini bisa menembus pasar Jepang berkat kemudahan tarif RCEP. Gelombang kedua adalah fenomena yang mungkin paling dekat dengan keseharian Anda, Gojek yang berekspansi ke Vietnam atau TikTok Shop yang memungkinkan penjual Indonesia berjualan lintas negara secara langsung dari aplikasi. Gelombang ketiga tentang investasi, baik yang masuk seperti pabrik baterai kendaraan listrik di Indonesia, maupun yang keluar seperti Kalbe Farma yang mengakuisisi perusahaan farmasi di Filipina. Ketiga fenomena inilah yang menjadi bahan baku pertanyaan penelitian bisnis internasional yang akan Anda pelajari cara merumuskannya di pertemuan 3. Peta Enam Bidang Kajian Riset Bisnis Internasional Sebagian besar topik skripsi bisnis internasional bisa dipetakan ke salah satu dari enam bidang berikut.
Perdagangan Internasional: pola ekspor-impor, hambatan tarif & non-tarif.Investasi Asing Langsung (FDI): motif dan lokasi investasi lintas negara.Strategi Global & Manajemen Lintas Negara: mode entry, aliansi, standardisasi vs adaptasi.Pemasaran Internasional: segmentasi lintas budaya, branding global.SDM & Budaya Lintas Negara: ekspatriat, negosiasi lintas budaya.Keuangan Internasional: risiko nilai tukar, pendanaan lintas negara.Peta enam bidang ini sangat berguna sebagai titik awal ketika Anda bingung mau meneliti apa, karena hampir semua topik bisnis internasional bisa Anda kelompokkan ke salah satunya. Perdagangan internasional membahas soal ekspor-impor, misalnya mengapa ekspor kopi Gayo ke Timur Tengah stagnan meski kualitasnya diakui. Investasi asing langsung membahas motif perusahaan masuk ke suatu negara, seperti mengapa perusahaan Korea memilih Batang, Jawa Tengah, sebagai lokasi pabriknya. Empat bidang lainnya, strategi global, pemasaran internasional, SDM lintas budaya, dan keuangan internasional, masing-masing punya contoh nyata seperti strategi masuk Uniqlo ke Indonesia, kegagalan branding global suatu produk, tantangan ekspatriat BUMN di luar negeri, sampai risiko nilai tukar bagi eksportir furnitur Jepara. Cobalah pikirkan, topik yang selama ini terlintas di benak Anda kira-kira masuk ke bidang yang mana. Level Analisis dalam Riset Bisnis Internasional Selain bidang kajian, topik riset BI juga dibedakan berdasarkan level analisis — dari yang paling makro sampai paling mikro.
LEVEL NEGARA — kebijakan dagang, regulasi investasi LEVEL INDUSTRI — struktur persaingan lintas negara LEVEL PERUSAHAAN — strategi entry, ekspor LEVEL INDIVIDU — manajer, negosiator Skripsi sarjana manajemen umumnya berada di level perusahaan atau individu — lebih terjangkau data & waktunya dibanding level negara.
Piramida ini membantu Anda menempatkan topik pada level yang tepat, karena level yang Anda pilih akan sangat menentukan jenis data yang bisa Anda kumpulkan dalam waktu satu semester. Level negara membahas kebijakan besar seperti dampak RCEP terhadap neraca dagang, yang datanya biasanya sekunder dari BPS atau UNCTAD dan sulit dijangkau mahasiswa sarjana sendirian. Level industri turun sedikit, misalnya membandingkan struktur persaingan industri tekstil Indonesia versus Vietnam. Level perusahaan dan individu jauh lebih realistis untuk skripsi Anda, misalnya meneliti strategi entry sebuah UMKM tertentu ke pasar Malaysia, atau bagaimana seorang manajer ekspor bernegosiasi dengan mitra Jepang. Sarankan mahasiswa untuk mengarahkan pandangannya ke dua level paling bawah ini agar proposal mereka lebih feasible dieksekusi dalam satu semester. Contoh Topik Populer & Jurnal Rujukan Utama Strategi mode entry UMKM ke pasar ASEAN. Adaptasi budaya dalam negosiasi ekspor. Dampak nilai tukar terhadap kinerja ekspor. Cross-border e-commerce & niat beli konsumen luar negeri. Journal of International Business Studies (JIBS) Journal of World Business (JWB) International Business Review (IBR) Management International Review (MIR) Empat jurnal ini akan menjadi rujukan utama Anda saat mengkritisi artikel pada pertemuan 2 minggu depan.
Daftar topik di sisi kiri bukan daftar wajib, melainkan gambaran tren yang sering muncul di kalangan mahasiswa manajemen agar Anda punya bayangan konkret. Sementara empat jurnal di sisi kanan adalah rumah utama artikel-artikel berkualitas di bidang bisnis internasional, setara dengan bagaimana Anda mengenal Kompas atau Bisnis Indonesia sebagai rujukan berita ekonomi tepercaya. Journal of International Business Studies misalnya adalah jurnal tertua dan paling disegani di bidang ini, sedangkan International Business Review sering memuat riset dengan konteks negara berkembang seperti Indonesia. Minggu depan Anda akan diminta mencari dan mengkritisi satu artikel dari salah satu jurnal ini, jadi mulai sekarang cobalah akses Google Scholar atau perpustakaan kampus untuk mencari artikel yang temanya menarik minat Anda. Bagian 2 dari 3
Peta Perjalanan Kelas Satu Semester
Empat belas pertemuan, satu tujuan: proposal skripsi Bab 1–3 yang siap sidang.
Kontrak Kuliah
Skema Penilaian
Sekarang kita bergeser dari isi bidang kajian ke logistik kelas ini sendiri, karena Anda perlu tahu sejak hari pertama bagaimana kelas ini akan bergulir sampai pertemuan terakhir. Bagian ini akan menunjukkan peta empat belas pertemuan, apa produk akhir yang harus Anda hasilkan, dan bagaimana nilai akhir Anda dihitung. Anggap ini seperti membaca kontrak kerja sebelum menandatanganinya, supaya tidak ada kejutan di tengah semester soal apa yang diharapkan dari Anda. Setelah bagian ini, Anda akan tahu persis kapan harus menyerahkan Bab 1, kapan presentasi, dan berapa bobot masing-masing komponen nilai. Peta Perjalanan: Empat Belas Pertemuan Menuju Proposal P1–2 Ruang lingkup & kritik artikel P3–7 Latar belakang, teori & kerangka pikir P8–11 Desain, sampel & analisis data P12–14 Pustaka, presentasi & finalisasi Anda di sini — Pertemuan 1 : peletakan fondasi sebelum masuk kritik artikel di pertemuan 2.
Peta ini akan sering saya tunjukkan ulang di pertemuan-pertemuan berikutnya supaya Anda selalu tahu sedang berada di fase mana. Kelompok pertama, pertemuan 1 dan 2, adalah fondasi seperti hari ini, memahami ruang lingkup lalu belajar mengkritisi artikel jurnal. Kelompok kedua, pertemuan 3 sampai 7, adalah fase merumuskan latar belakang masalah sampai kerangka pemikiran dan hipotesis, inti dari Bab 1 dan awal Bab 2. Kelompok ketiga, pertemuan 8 sampai 11, berfokus pada desain penelitian, penentuan populasi-sampel, dan teknik analisis data yang akan menjadi isi Bab 3. Kelompok terakhir, pertemuan 12 sampai 14, adalah tahap penyelesaian, mulai dari menyusun daftar pustaka dengan Mendeley, presentasi draft, sampai integrasi akhir seluruh bab. Output Akhir & Kontrak Kuliah Produk akhir mata kuliah ini adalah draft proposal skripsi Bab 1–3 yang layak dilanjutkan ke sidang proposal.
Bab 1 — Pendahuluan: latar belakang, rumusan masalah, tujuan.Bab 2 — Tinjauan Pustaka: grand theory, kerangka pikir, hipotesis.Bab 3 — Metode Penelitian: desain, sampel, teknik analisis.Topik wajib berada dalam ranah bisnis internasional. Minimal 15 artikel jurnal rujukan, mayoritas terindeks Scopus. Presentasi draft wajib di pertemuan 13. Sebelum masuk ke bobot penilaian, penting Anda paham dulu apa sebenarnya yang harus Anda hasilkan di akhir semester ini. Bukan sekadar tugas mingguan yang terpisah-pisah, melainkan satu dokumen utuh, proposal skripsi Bab 1 sampai Bab 3, yang nantinya bisa langsung Anda lanjutkan ke sidang proposal sungguhan. Ketentuan minimal 15 artikel jurnal itu bukan angka sembarangan, itu standar minimum agar tinjauan pustaka Anda cukup kuat menopang argumen penelitian, mirip standar yang biasa diminta pembimbing skripsi FEB UNDIP. Ingat juga bahwa presentasi di pertemuan 13 sifatnya wajib, jadi manajemen waktu Anda sepanjang empat belas pertemuan ini akan sangat menentukan kesiapan Anda di hari presentasi tersebut. Hitung dari Nol: Bobot Nilai Akhir Seminar Contoh ilustrasi nilai akhir seorang mahasiswa berdasarkan empat komponen penilaian mata kuliah ini.
Langkah Perhitungan Nilai Partisipasi diskusi (bobot 10%), nilai 88 88 × 10% 8,8 Tugas topik mingguan (bobot 20%), nilai 82 82 × 20% 16,4 Presentasi progress (bobot 20%), nilai 85 85 × 20% 17 Proposal akhir Bab 1–3 (bobot 50%), nilai 80 80 × 50% 40 Total: 8,8 + 16,4 + 17 + 40 Jumlah seluruh komponen 82,2
NILAI AKHIR ILUSTRASI
82,2
Bobot 10% + 20% + 20% + 50% = 100%
Perhatikan bahwa ini contoh ilustrasi, bukan nilai nyata siapa pun, tetapi cara hitungnya persis dengan bagaimana nilai akhir Anda nanti akan diproses, jadi simaklah operasinya baik-baik. Baris pertama menunjukkan komponen partisipasi diskusi dengan bobot 10 persen dikalikan nilai 88, menghasilkan kontribusi 8,8 poin terhadap nilai akhir. Baris kedua sampai keempat mengikuti logika yang sama untuk tugas mingguan, presentasi progress, dan proposal akhir, dan perhatikan bahwa keempat bobot ini, 10, 20, 20, dan 50 persen, kalau dijumlahkan tepat menjadi 100 persen. Bobot proposal akhir sengaja dibuat paling besar, 50 persen, karena itulah produk utama yang Anda hasilkan sepanjang semester, sehingga baris terakhir menjumlahkan seluruh kontribusi menjadi nilai akhir 82,2. Hitung dari Nol: Target Panjang Proposal Bab 1–3 Estimasi target jumlah kata setiap bab sebagai patokan awal Anda menyusun proposal sepanjang semester.
Langkah Perhitungan Nilai Target Bab 1 (Pendahuluan): latar belakang & rumusan masalah ~2.500 kata 2.500 kata Target Bab 2 (Tinjauan Pustaka): teori & kerangka pikir ~3.500 kata 3.500 kata Target Bab 3 (Metode Penelitian): desain & analisis data ~2.000 kata 2.000 kata Total: 2.500 + 3.500 + 2.000 Jumlah tiga bab 8.000 kata
TOTAL PANJANG PROPOSAL
~8.000 kata
Target minimal sebelum presentasi di pertemuan 13
Angka ini membantu Anda membayangkan secara konkret seberapa besar beban menulis yang perlu dicicil, bukan dikerjakan mendadak menjelang pertemuan 13. Bab 1 ditargetkan sekitar 2.500 kata karena isinya relatif ringkas, hanya latar belakang, rumusan masalah, tujuan, dan kontribusi penelitian. Bab 2 paling tebal, sekitar 3.500 kata, karena harus memuat tinjauan pustaka, grand theory, kerangka pikir, dan hipotesis penelitian secara menyeluruh. Bab 3 sekitar 2.000 kata karena sifatnya lebih teknis dan padat, membahas desain penelitian, populasi-sampel, dan teknik analisis, sehingga totalnya sekitar 8.000 kata, kira-kira setara 25 sampai 30 halaman ketik standar skripsi FEB UNDIP. Bagian 3 dari 3
Menilai Kelayakan Topik Riset Bisnis Internasional
Kriteria FINER, studi kasus penilaian topik, dan sumber ide untuk kandidat topik Anda.
FINER
Studi Kasus
Sumber Ide
Bagian terakhir ini adalah bagian paling praktis dari pertemuan hari ini, karena Anda akan langsung berlatih menilai apakah sebuah ide topik layak dilanjutkan atau perlu dirombak. Banyak mahasiswa terjebak memilih topik yang terdengar keren tapi ternyata datanya mustahil dikumpulkan dalam satu semester, atau topik yang sudah terlalu sering diteliti sehingga tidak ada kebaruan. Kita akan memakai kriteria FINER, lalu mempraktikkannya pada satu studi kasus nyata seputar TikTok Shop, sebelum akhirnya membahas ke mana Anda bisa mencari sumber ide topik yang kredibel. Setelah bagian ini selesai, Anda akan pulang dengan alat penilaian konkret untuk menyaring kandidat topik yang harus dibawa ke pertemuan 2. Kriteria FINER untuk Topik Riset yang Layak Sebuah topik riset bisnis internasional dikatakan layak jika memenuhi lima kriteria FINER berikut.
F — FEASIBLE
DATA TERJANGKAU
Data & responden bisa diakses dalam satu semester dengan sumber daya mahasiswa sarjana.
I — INTERESTING
MENARIK BAGI ANDA
Anda cukup penasaran untuk bertahan menulis & merevisi selama berbulan-bulan.
N — NOVEL
ADA KEBARUAN
Mengisi gap penelitian, bukan replikasi identik dari skripsi/jurnal yang sudah ada.
E — ETHICAL
ETIS DIJALANKAN
Tidak melanggar privasi data perusahaan/responden & lolos kaidah etika penelitian.
R — RELEVANT
RELEVAN
Berkontribusi pada teori bisnis internasional atau praktik nyata perusahaan/pemerintah.
FINER adalah singkatan yang sengaja dibuat mudah diingat, dan Anda akan memakainya berulang kali sepanjang semester setiap kali punya ide topik baru. Feasible berarti Anda benar-benar bisa mengumpulkan datanya, misalnya jangan memilih topik yang butuh akses ke laporan internal rahasia perusahaan multinasional yang mustahil Anda dapatkan sebagai mahasiswa sarjana. Interesting penting karena Anda akan hidup bersama topik ini selama satu semester penuh, jadi pilihlah yang benar-benar membuat Anda penasaran, bukan sekadar ikut-ikutan teman. Novel dan Relevant saling berkaitan, topik Anda harus mengisi kekosongan yang belum banyak diteliti sekaligus punya manfaat nyata, sedangkan Ethical mengingatkan Anda untuk selalu menjaga privasi data responden atau perusahaan yang Anda teliti. Coba Sendiri: Uji Kelayakan Topik dengan FINER Masukkan ide topik Anda, geser penilaian tiap kriteria FINER, lalu lihat skor kelayakan totalnya berubah langsung.
Silakan Anda coba widget ini dengan topik yang sedang Anda pertimbangkan sendiri saat ini. Nilai satu per satu kriteria Feasible, Interesting, Novel, Ethical, dan Relevant, lalu perhatikan skor total yang muncul di bagian bawah. Kalau skornya rendah di salah satu kriteria, itu sinyal topik Anda perlu dipersempit atau diganti sebelum dibawa ke pertemuan berikutnya. Sekarang mari kita lihat bagaimana penerapannya pada studi kasus TikTok Shop. Studi Kasus: Menilai Topik "TikTok Shop Cross-Border" Contoh menilai ide topik "Pengaruh kepercayaan konsumen terhadap niat beli produk cross-border di TikTok Shop" menggunakan kriteria FINER.
Kriteria Pertanyaan Pengecekan Penilaian Feasible Bisakah kuesioner disebar ke pengguna TikTok Shop dalam 2 bulan? Layak — data primer via survei online Interesting Apakah fenomena ini relevan dengan pengalaman mahasiswa sendiri? Layak — fenomena dekat keseharian Novel Sudah adakah skripsi/jurnal dengan objek & model identik? Perlu cek gap — pertemuan 2 Ethical Apakah data responden dijaga anonim & sukarela? Layak — ikuti kaidah etika survei Relevant Apakah berkontribusi ke teori kepercayaan lintas negara? Layak — isu cross-border e-commerce
Mari kita praktikkan langsung kriteria FINER pada satu contoh topik yang sedang naik daun, cross-border e-commerce di TikTok Shop. Dari sisi feasible, topik ini cukup realistis karena data primer bisa dikumpulkan lewat kuesioner online kepada pengguna TikTok Shop dalam waktu dua bulan, jauh lebih terjangkau dibanding meneliti data internal perusahaan multinasional. Dari sisi interesting dan relevant, topik ini kuat karena dekat dengan pengalaman mahasiswa sehari-hari dan berkontribusi pada isu kepercayaan konsumen lintas negara yang sedang hangat dibahas di jurnal-jurnal pemasaran internasional. Yang masih perlu dicek adalah sisi novel, apakah sudah terlalu banyak skripsi dengan model serupa persis, dan itulah gunanya keterampilan mengkritisi artikel yang akan kita pelajari di pertemuan 2 minggu depan. Perbedaan Riset Bisnis Internasional vs Riset Domestik Konteks satu negara, satu sistem regulasi. Variabel budaya biasanya dianggap konstan/homogen. Contoh: pengaruh kualitas layanan terhadap loyalitas nasabah BBCA di Semarang. Konteks lintas negara/lintas budaya sebagai variabel utama. Butuh teori tambahan: jarak psikis, teori institusi, dimensi budaya Hofstede. Contoh: pengaruh jarak budaya terhadap keberhasilan negosiasi ekspor UMKM ke Jepang. Ciri paling mudah dikenali: jika variabel negara/budaya ikut memengaruhi hubungan yang diteliti, topik Anda masuk ranah bisnis internasional.
Perbandingan ini penting agar Anda bisa segera mendiagnosis sendiri, apakah ide topik yang terlintas di kepala Anda benar-benar tergolong bisnis internasional atau sebetulnya masih riset manajemen domestik biasa. Contoh riset domestik di kiri, pengaruh kualitas layanan terhadap loyalitas nasabah BBCA di Semarang, sepenuhnya berlangsung dalam satu konteks negara dan budaya, sehingga tidak memerlukan teori lintas negara. Bandingkan dengan contoh di kanan, pengaruh jarak budaya terhadap keberhasilan negosiasi ekspor UMKM ke Jepang, di sini variabel budaya dan negara justru menjadi inti persoalan yang diteliti, bukan sekadar latar belakang. Cara termudah mengecek diri sendiri adalah bertanya, jika saya hilangkan elemen negara atau budaya dari topik ini, apakah pertanyaan penelitiannya masih masuk akal? Jika jawabannya tidak, berarti topik Anda memang murni bisnis internasional. Sumber Ide & Studi Literatur Awal Ide topik yang layak biasanya lahir dari perpaduan fenomena nyata dan gap di literatur , bukan dari mengarang sendiri.
Berita ekonomi: Kontan, Bisnis Indonesia, Kompas Ekonomi. Laporan lembaga: World Bank, UNCTAD, BPS Ekspor-Impor. Pengalaman magang atau bisnis keluarga yang berdagang lintas negara. Database Scopus & Google Scholar untuk artikel Q1/ABDC. Bagian "future research" di akhir artikel jurnal — sumber gap tercepat. Skripsi terdahulu FEB UNDIP bertema bisnis internasional (bukan mahasiswa bimbingan aktif). Banyak mahasiswa bingung mencari ide topik karena mencoba mengarang dari kepala sendiri, padahal cara paling efektif adalah memadukan dua sumber, fenomena nyata di lapangan dan gap yang memang disebutkan di literatur. Untuk fenomena, biasakan membaca berita ekonomi seperti Kontan atau Bisnis Indonesia setiap minggu, karena di sanalah Anda akan menemukan cerita seperti kenaikan ekspor kopi ke Timur Tengah atau tantangan UMKM tekstil menghadapi Vietnam. Untuk literatur, bagian yang paling sering diabaikan mahasiswa justru bagian akhir artikel jurnal berjudul future research, di situ penulis artikel biasanya sudah menuliskan sendiri celah penelitian yang belum tergarap. Boleh juga melirik skripsi-skripsi terdahulu bertema serupa di FEB UNDIP untuk melihat pola metode yang lazim dipakai, asal bukan skripsi mahasiswa bimbingan yang sedang aktif dibimbing dosen Anda saat ini. Latihan: Menyaring Tiga Kandidat Topik Anda Sebelum pertemuan 2, kerjakan latihan berikut secara individu.
Tuliskan 3 kandidat topik riset bisnis internasional yang menarik minat Anda. Untuk tiap kandidat, cek kelayakannya dengan kriteria FINER (isi 1 kalimat per huruf). Cari minimal 1 artikel jurnal (Scopus/Google Scholar) yang relevan dengan salah satu kandidat. Bawa hasilnya dalam bentuk dokumen singkat (maks 1 halaman) ke pertemuan 2. Pertemuan 2 akan langsung membahas cara mengkritisi artikel jurnal memakai salah satu artikel yang Anda bawa — siapkan sejak sekarang.
Tugas ini sengaja diberikan sejak pertemuan pertama supaya Anda tidak menunda-nunda proses pencarian topik yang biasanya paling banyak memakan waktu. Tuliskan tiga kandidat topik dulu, jangan langsung mengunci satu pilihan, karena seringkali topik kedua atau ketiga justru lebih feasible setelah Anda cek datanya. Gunakan kriteria FINER yang baru saja kita pelajari untuk menilai masing-masing kandidat secara jujur, satu kalimat saja per huruf sudah cukup sebagai catatan awal. Bagian mencari satu artikel jurnal relevan ini penting sekali, karena pertemuan 2 minggu depan akan langsung mempraktikkan cara mengkritisi artikel memakai artikel yang Anda bawa sendiri, jadi jangan sampai datang tanpa bahan. Ringkasan & Jembatan ke Pertemuan 2 Empat hal utama yang perlu Anda bawa pulang dari pertemuan hari ini.
RINGKASAN 1
BI = LINTAS NEGARA
Bisnis internasional dibedakan dari domestik oleh dimensi negara, mata uang, dan budaya.
RINGKASAN 2
6 BIDANG, 4 LEVEL
Enam bidang kajian × empat level analisis membentuk peta luas pilihan topik Anda.
RINGKASAN 3
FINER = SARINGAN TOPIK
Feasible, Interesting, Novel, Ethical, Relevant — saringan wajib sebelum topik dikunci.
MENUJU PERTEMUAN 2
KRITISI ARTIKEL JURNAL
Minggu depan Anda belajar mengkritisi artikel & mengidentifikasi gap penelitian.
Sebelum kita tutup, mari sama-sama merangkum apa yang sudah kita bangun sepanjang dua jam ini. Kita mulai dari pemahaman bahwa bisnis internasional selalu melibatkan dimensi lintas negara yang membuatnya berbeda dari riset manajemen domestik seperti kasus BBCA di Semarang tadi, lalu memetakannya ke enam bidang kajian dan empat level analisis. Kita juga sudah berlatih menggunakan kriteria FINER sebagai saringan menilai kelayakan topik, dipraktikkan langsung pada studi kasus TikTok Shop cross-border. Minggu depan di pertemuan 2, bekal tiga kandidat topik dan satu artikel jurnal yang Anda bawa akan langsung dipakai untuk berlatih mengkritisi artikel ilmiah dan mengidentifikasi gap penelitian, jadi pastikan tugas hari ini benar-benar Anda kerjakan, bukan sekadar formalitas.