stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-12
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 12: Hubungan Manusiawi dalam Konsep dan Praktik (Studi Hawthorne)
FEB UNDIP · Sejarah Pemikiran Manajemen

Hubungan Manusiawi dalam Konsep dan Praktik

Pertemuan 12 · Studi Hawthorne

Bagaimana serangkaian eksperimen pencahayaan yang gagal di sebuah pabrik telepon di Chicago berubah menjadi penemuan terbesar dalam sejarah pemikiran manajemen: manusia, bukan hanya mesin dan upah, adalah kunci produktivitas.

RPS minggu 13 · 2x50 menit

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan proses dan temuan Studi Hawthorne serta menilai kontribusi dan kritik terhadap pendekatan Human Relations. Secara rinci:

Capaian 1 — Konteks
4
Empat tahap studi
Menjelaskan latar belakang & empat tahap Studi Hawthorne di Western Electric (1924–1932).
Capaian 2 — Temuan
HE
Hawthorne Effect
Menganalisis temuan kunci: efek perhatian, norma kelompok informal, & restriction of output.
Capaian 3 — Interpretasi
EM
Elton Mayo
Menguraikan interpretasi Elton Mayo tentang social man & lahirnya gerakan Human Relations.
Capaian 4 — Kritik & Relevansi
±
Warisan hingga kini
Menilai kritik metodologis Studi Hawthorne & relevansinya pada praktik manajemen SDM masa kini.

Eksperimen yang "Gagal" tapi Mengubah Sejarah

Tahun 1924, para insinyur di pabrik Western Electric Hawthorne Works (Cicero, Illinois) ingin menjawab pertanyaan sederhana: apakah pencahayaan yang lebih terang membuat pekerja lebih produktif?

Dugaan Awal
Terang → produktif
Kelompok yang cahayanya ditingkatkan diperkirakan output-nya naik, sesuai logika Manajemen Saintifik.
Kejutan Pertama
?!
Kelompok kontrol pun naik
Kelompok kontrol yang cahayanya tidak diubah — output-nya juga ikut naik.
Kejutan Kedua
↓ = ↑
Cahaya diredupkan
Cahaya diredupkan mendekati cahaya lilin — output tetap saja naik. Sesuatu yang lain sedang terjadi.
Kesimpulan sementara para peneliti: variabel yang benar-benar berpengaruh bukan pencahayaan, melainkan sesuatu yang belum terukur — inilah yang memicu rangkaian penelitian lanjutan sepanjang delapan tahun yang akan kita bahas hari ini.
Bagian 1 dari 3
Konteks dan Empat Tahap Studi Hawthorne
Dari eksperimen penerangan yang membingungkan menuju rangkaian penelitian sistematis di Relay Assembly Test Room dan Bank Wiring Observation Room.
1924–1932 Western Electric Chicago

Western Electric Hawthorne Works

Pabrik Western Electric Company di Cicero, Illinois memproduksi peralatan telepon untuk jaringan Bell System, dengan lebih dari 40.000 pekerja. Manajemen dikenal progresif — sudah menerapkan program kesejahteraan pekerja sejak 1920-an.

Mengapa Perusahaan Ini Meneliti?
  • Ingin menerapkan prinsip Manajemen Saintifik Taylor secara empiris
  • Mencari faktor fisik optimal: cahaya, suhu, jam istirahat
  • Bekerja sama dengan National Research Council (1924)
Siapa yang Terlibat
  • Elton Mayo & tim Harvard Business School (bergabung 1928)
  • Fritz Roethlisberger & William Dickson — peneliti lapangan utama
  • Ribuan pekerja perempuan di lini perakitan relai telepon
Glosarium: Illumination Studies = tahap penelitian penerangan (1924–1927), cikal-bakal seluruh Studi Hawthorne yang kita kenal sekarang.

Peta Empat Tahap Studi Hawthorne

Delapan tahun penelitian (1924–1932) terbagi menjadi empat tahap besar, masing-masing menjawab pertanyaan berbeda.

TahapPeriodeFokus & Pertanyaan
Illumination Studies1924–1927Apakah pencahayaan memengaruhi produktivitas?
Relay Assembly Test Room1927–1932Bagaimana istirahat, jam kerja, & perhatian memengaruhi output?
Interviewing Program1928–1930Apa sikap & sentimen pekerja terhadap pekerjaan & atasan?
Bank Wiring Observation Room1931–1932Bagaimana kelompok informal mengatur perilaku & output anggotanya?
Pola besar: penelitian bergerak dari faktor fisik (cahaya) → faktor psikologis individu (perhatian, istirahat) → faktor sosial kelompok (norma informal).

Relay Assembly Test Room — Lahirnya "Hawthorne Effect"

Enam pekerja perempuan dipindah ke ruang terpisah, lalu diberi serangkaian perubahan bertahap: jam istirahat ditambah, hari kerja diperpendek, camilan gratis disediakan — output terus naik di setiap tahap.

Perubahan yang Diuji (Bertahap)
  • Istirahat 2×5 menit → 2×10 menit → camilan gratis
  • Hari kerja dipangkas 30 menit, lalu Sabtu libur
  • Peneliti rutin menyapa & menjelaskan tujuan penelitian
Kejutan Terbesar (Periode 12)
  • Semua tunjangan ditarik kembali ke kondisi awal
  • Output tidak turun — justru tetap tinggi
  • Penjelasan peneliti: bukan kondisi kerja, tetapi rasa diperhatikan
Hawthorne Effect (glosarium): kecenderungan orang mengubah perilaku (biasanya membaik) karena tahu sedang diamati/diperhatikan — bukan karena perubahan variabel yang diuji.

Hitung dari Nol — HDN-1: Kenaikan Produktivitas

Data ilustratif disederhanakan untuk pembelajaran (pola sesuai temuan asli): output rata-rata seorang pekerja Relay Assembly pada Periode 1 (baseline) = 50 unit relai/jam. Pada Periode 12, setelah rangkaian tunjangan ditarik kembali, output tercatat 61 unit relai/jam. Berapa persen kenaikannya?

LangkahPerhitunganNilai
Output baseline (Periode 1)(diketahui)50 unit/jam
Output Periode 12(diketahui)61 unit/jam
Kenaikan absolut61 − 5011 unit/jam
Kenaikan persentase11 ÷ 50 x 100%
22%
Inti pembelajaran: kenaikan 22% ini terjadi meski kondisi fisik dikembalikan seperti semula — bukti kuat bahwa perhatian & hubungan sosial, bukan kondisi fisik, adalah pendorong utamanya.
Bagian 2 dari 3
Elton Mayo, Interviewing Program, dan Bank Wiring Room
Dari temuan lapangan menuju teori "social man" — serta penemuan norma kelompok informal yang membatasi output pekerja sendiri.
Elton Mayo Social Man Restriction of Output

Elton Mayo — Arsitek Interpretasi Human Relations

George Elton Mayo (1880–1949), psikolog industri kelahiran Australia, memimpin tim Harvard Business School yang bergabung dengan penelitian Hawthorne sejak 1928. Ia-lah yang merumuskan temuan lapangan menjadi teori sosial manajemen.

Konsep Kunci 1
Social Man
Bukan Economic Man
Pekerja termotivasi oleh kebutuhan sosial & rasa memiliki kelompok, bukan semata upah rasional (kritik atas asumsi Taylor).
Konsep Kunci 2
Moral Kerja
Morale & supervisi
Gaya supervisi yang suportif & komunikasi dua arah meningkatkan moral, yang pada gilirannya menaikkan produktivitas.
Karya utama Mayo: The Human Problems of an Industrial Civilization (1933) — meletakkan fondasi teoretis gerakan Human Relations yang mendominasi pemikiran manajemen tahun 1930–1950-an.

Interviewing Program — Mendengar Suara Pekerja

Antara 1928–1930, lebih dari 21.000 wawancara dilakukan terhadap pekerja Western Electric. Awalnya terstruktur ketat, lalu berubah menjadi teknik yang jauh lebih terbuka.

Walkthrough 1 — Evolusi Teknik Wawancara
  • Awal: pertanyaan terstruktur ketat tentang kondisi kerja
  • Masalah: pekerja justru ingin bicara hal di luar daftar pertanyaan
  • Perubahan: pindah ke teknik nondirective — pekerja bebas bicara, pewawancara hanya mendengarkan
  • Hasil: keluhan & sentimen lebih jujur & kaya konteks terungkap
Walkthrough 2 — Temuan Utama
  • Keluhan pekerja sering bukan tentang fakta objektif, tetapi persepsi & perasaan
  • Sikap terhadap atasan dipengaruhi riwayat pribadi & sosial di luar pabrik
  • Sekadar didengarkan (tanpa solusi langsung) sudah menaikkan kepuasan kerja
  • Lahir teknik konseling karyawan — cikal-bakal fungsi HR modern

Bank Wiring Room — Kekuatan Norma Kelompok Informal

Empat belas pekerja pria menyolder & menyambung kabel terminal telepon (bank wiring). Berbeda dari Relay Assembly, kelompok ini justru membatasi output-nya sendiri, meski insentif upah per unit tersedia.

FenomenaBentukTujuan Sosial Kelompok
Restriction of outputNorma informal "jangan terlalu rajin"Cegah manajemen menaikkan standar & menekan yang lambat
Sanksi sosial "binging"Tegur/pukul ringan pada rekan yang melanggar normaTekan penyimpang (terlalu cepat / terlalu lambat)
Klik & sub-kelompokKelompok kecil dengan aturan tak tertulis sendiriPerkuat identitas & solidaritas informal
Glosarium: restriction of output = pembatasan produksi yang disengaja oleh kelompok pekerja, meski secara individu mereka mampu berproduksi lebih tinggi.

Hitung dari Nol — HDN-2: Berapa Besar Output yang Ditahan?

Data ilustratif disederhanakan untuk pembelajaran: kapasitas maksimum seorang pekerja Bank Wiring (jika dipacu penuh) = 7.500 sambungan/hari. Norma kelompok informal yang disepakati diam-diam = 6.600 sambungan/hari. Berapa persen kapasitas yang sengaja "ditahan"?

LangkahPerhitunganNilai
Kapasitas maksimum individu(diketahui)7.500 sambungan/hari
Norma kelompok informal(diketahui)6.600 sambungan/hari
Output yang "ditahan"7.500 − 6.600900 sambungan/hari
Persentase kapasitas ditahan900 ÷ 7.500 x 100%
12%
Inti pembelajaran: sekitar 12% kapasitas produktif sengaja tidak dipakai — bukan karena kemampuan fisik, melainkan karena tekanan norma sosial kelompok. Insentif upah per unit gagal mengubah perilaku ini.

Coba Sendiri: Jelajahi Paradoks Perhatian & Penahanan Output

Geser tingkat perhatian yang diterima pekerja dan tekanan norma kelompok untuk melihat bagaimana keduanya menaikkan atau menahan produktivitas.

Bagian 3 dari 3
Kritik, Warisan, dan Relevansi Human Relations
Menilai kelemahan metodologis Studi Hawthorne secara jujur, sambil memahami mengapa warisannya tetap membentuk manajemen SDM hingga hari ini.
Kritik Metodologi Warisan Relevansi Kini

Prinsip Inti Human Relations Movement

Dari seluruh Studi Hawthorne, gerakan Human Relations merumuskan beberapa prinsip yang menggeser paradigma manajemen dari era Taylor.

Prinsip 1
Social Man
Bukan Economic Man
Kebutuhan sosial & rasa diterima kelompok sama pentingnya dengan upah.
Prinsip 2
Kelompok Informal
Kekuatan tersembunyi
Struktur organisasi informal (di luar bagan resmi) memengaruhi perilaku sekuat struktur formal.
Prinsip 3
Moral–Produktivitas
Keterkaitan langsung
Moral kerja yang tinggi (rasa dihargai, komunikasi terbuka) berkorelasi dengan produktivitas.
Prinsip 4
Supervisi Suportif
Gaya kepemimpinan
Supervisor yang mendengarkan & peduli menghasilkan tim yang lebih kooperatif.

Kritik terhadap Studi Hawthorne

Sejak 1950-an, sejarawan & peneliti manajemen mempertanyakan validitas Studi Hawthorne. Sikap kritis ini penting agar Anda tidak menerima teori apa pun secara membabi buta.

KritikInti Masalah
Sampel terlalu kecilRelay Assembly hanya 6 orang; Bank Wiring hanya 14 orang — sulit digeneralisasi
Bias seleksiDua pekerja "bermasalah" diganti di tengah studi Relay Assembly, tidak diungkap awal
"Hawthorne Effect" dipertanyakanAnalisis ulang (1978, 2009) menunjukkan kenaikan output lebih terkait disiplin & pengawasan ketat, bukan semata perhatian
Nuansa manipulatifKritikus (era 1970-an) menuduh Human Relations sebagai alat manajemen untuk "menjinakkan" pekerja tanpa menaikkan upah/kekuasaan nyata
Sikap yang tepat: apresiasi kontribusi (membuka mata pada faktor manusia) sambil kritis pada metodologi — ini standar berpikir historis-kritis yang dituntut mata kuliah ini.

Scientific Management vs. Human Relations

Membandingkan dua paradigma besar yang telah Anda pelajari sepanjang semester — bukan untuk memilih "yang benar", tetapi memahami bagaimana keduanya saling melengkapi.

Scientific Management(Taylor)• Pekerja = economic man• Fokus: efisiensi & standar kerja• Motivasi: insentif upah• Struktur: formal, top-downHuman Relations(Mayo)• Pekerja = social man• Fokus: hubungan & moral kerja• Motivasi: perhatian & rasa memiliki• Struktur: formal + informal
Bukan pengganti, melainkan pelengkap: manajemen modern (termasuk perusahaan Indonesia seperti Tokopedia atau BCA) memakai efisiensi proses ala Taylor dan perhatian pada manusia ala Mayo secara bersamaan.

Relevansi Human Relations di Indonesia Hari Ini

Delapan puluh tahun setelah Mayo, warisan Studi Hawthorne masih hidup dalam praktik manajemen SDM modern.

Employee Engagement
📊
Survei rutin karyawan
Perusahaan seperti BCA & Astra rutin mengukur engagement score — warisan langsung Interviewing Program.
Budaya Kerja Informal
💬
Grup WhatsApp tim
Grup informal karyawan (WhatsApp, obrolan kopi) tetap membentuk norma tak tertulis — persis Bank Wiring Room versi digital.
Motivasi Non-Finansial
🎯
Pengakuan & apresiasi
Startup seperti Gojek memakai apresiasi publik & rasa "berdampak" — bukan hanya gaji — untuk menjaga retensi talenta.
Pelajaran abadi: manusia tidak pernah berhenti menjadi makhluk sosial di tempat kerja — teknologi berubah, tetapi kebutuhan akan pengakuan & hubungan tetap sama sejak 1924.

Latihan & Diskusi Kelas

Latihan 1 — Identifikasi Fenomena
?
Studi kasus tim kerja
Sebuah tim customer service di startup Indonesia tiba-tiba lebih rajin setelah manajer baru rutin menyapa & bertanya kabar mereka setiap pagi, tanpa kenaikan gaji. Fenomena apa ini? Jelaskan mekanismenya memakai konsep hari ini.
Latihan 2 — Analisis Kritis
±
Menimbang kritik
Sebuah tim di kantor Anda diam-diam menyepakati "jangan terlalu cepat selesai, nanti target dinaikkan". (a) Sebut & jelaskan istilah fenomena ini. (b) Sebagai manajer, apa dua langkah konkret yang Anda ambil, dengan tetap menghargai dinamika kelompok?
Diskusikan berpasangan selama 8 menit. Latihan 1 menguji pemahaman Hawthorne Effect; Latihan 2 menguji pemahaman restriction of output & respons manajerial yang tepat. Kita bahas bersama setelahnya.

Persiapan Pertemuan Berikutnya

Hari ini Anda menguasai Studi Hawthorne — dari eksperimen penerangan, Relay Assembly, Interviewing Program, hingga Bank Wiring Room — serta kritik & relevansinya. Pertemuan berikutnya kita menutup perjalanan semester dengan pemikiran manajemen kontemporer Peter Drucker.

Pertemuan Berikutnya — Peter Drucker & Manajemen Kontemporer
  • Konsep Management by Objectives (MBO)
  • Knowledge worker & tanggung jawab sosial manajer
  • Keterkaitan perilaku organisasi dengan teori organisasi modern
  • Sintesis akhir: dari Taylor hingga Drucker
Tugas Mandiri
Refleksi
1 halaman, contoh nyata
Tulis satu contoh nyata (kantor magang, organisasi kampus, atau berita) yang menunjukkan Hawthorne Effect atau restriction of output. Bawa ke kelas berikutnya.
Kuasai konsep Character sosial pekerja & dinamika kelompok informal malam ini. Sampai jumpa di pertemuan berikutnya — Peter Drucker dan Manajemen Kontemporer.