stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-07
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 7: Kemunculan Proses Manajemen dan Teori Organisasi (Fayol & Weber)
Program Studi Manajemen • FEB UNDIP

Sejarah Pemikiran Manajemen

Pertemuan 7 — Kemunculan Proses Manajemen dan Teori Organisasi (Fayol & Weber)

Setelah Taylor menjawab pertanyaan "bagaimana pekerjaan dikerjakan lebih efisien", muncul pertanyaan baru yang lebih besar: bagaimana seorang manajer mengelola keseluruhan organisasi, dan bagaimana organisasi sebesar apa pun tetap tertib dan adil? Hari ini kita bertemu dua pemikir yang menjawabnya: Henri Fayol dan Max Weber.

RPS MINGGU 7 • 2X50 MENIT

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Sesuai Sub-CPMK minggu 7, di akhir pertemuan ini Anda diharapkan mampu:

Kompetensi Konseptual
  • Menjelaskan lima fungsi manajemen menurut Henri Fayol (POCCC)
  • Menguraikan 14 prinsip manajemen Fayol dan contoh penerapannya
  • Menjelaskan tiga tipe otoritas dan konsep birokrasi ideal Max Weber
Kompetensi Analitis
  • Membandingkan fokus Fayol (proses manajerial) vs Weber (struktur organisasi)
  • Menghitung rentang kendali dan rantai skalar organisasi sederhana
  • Mengevaluasi relevansi dan kritik birokrasi pada organisasi Indonesia masa kini

Dari Lantai Pabrik ke Meja Manajer

Taylor menjawab pertanyaan mikro: bagaimana satu pekerjaan dikerjakan paling efisien. Tapi siapa yang mengelola pabrik secara keseluruhan, dan bagaimana organisasi besar tetap tertib tanpa bergantung pada satu orang jenius?

Pertanyaan Taylor (Sudah Dibahas)
Bagaimana satu tugas (misalnya menyekop bijih besi) dikerjakan dengan gerak dan waktu paling efisien? Fokus: pekerja & tugas.
Pertanyaan Minggu Ini
Bagaimana seluruh organisasi direncanakan, diorganisasi, dan dikendalikan? Bagaimana struktur otoritas dibangun agar adil dan stabil? Fokus: manajer & organisasi.
Glosarium: proses manajemen = rangkaian aktivitas berulang (merencanakan, mengorganisasi, memerintah, mengoordinasi, mengendalikan) yang dilakukan manajer apa pun bidangnya; teori organisasi = kerangka tentang bagaimana struktur, otoritas, dan aturan disusun agar organisasi berjalan efektif.
Bagian 1 dari 3
Henri Fayol — Lahirnya Teori Proses Manajemen
Insinyur tambang Prancis yang pertama kali merumuskan aktivitas manajerial sebagai proses universal, berlaku di pabrik, pemerintahan, maupun organisasi sosial.

Henri Fayol: Konteks dan Latar Belakang

Profil Singkat
  • Insinyur tambang Prancis (1841–1925)
  • Bekerja 30 tahun lebih di perusahaan tambang & metalurgi Comambault
  • Menjadi direktur utama, menyelamatkan perusahaan dari ambang bangkrut
  • Menulis dari perspektif eksekutif puncak, bukan lantai pabrik
Karya Kunci
  • Administration Industrielle et Generale (1916)
  • Diterjemahkan ke Inggris & populer di dunia Anglo-Saxon tahun 1949
  • Mengklaim manajemen adalah keterampilan yang bisa diajarkan, bukan bakat bawaan
  • Fondasi lahirnya "administrative theory" / teori proses manajemen
Kontribusi terbesar Fayol: memisahkan aktivitas manajerial (merencanakan, mengorganisasi, dsb.) dari aktivitas teknis perusahaan (produksi, keuangan, komersial). Semakin tinggi posisi seseorang, semakin besar porsi waktunya untuk aktivitas manajerial.

Lima Fungsi Manajemen (POCCC)

Fayol merumuskan manajemen sebagai proses siklis lima fungsi yang dijalankan setiap manajer, di level apa pun.

Merencanakan(Planning)Mengorganisasi(Organizing)Memerintah(Commanding)Mengoordinasi(Coordinating)Mengendalikan(Controlling)
Siklus ini berulang terus-menerus, bukan linear satu arah — setelah mengendalikan, manajer merencanakan kembali berdasarkan hasil evaluasi. Contoh: manajer cabang Indomaret merencanakan target bulanan, mengorganisasi shift kasir, memerintah lewat briefing pagi, mengoordinasi stok dengan gudang, lalu mengendalikan lewat laporan penjualan harian.

14 Prinsip Manajemen Fayol (1/2): Struktur & Otoritas

Fayol menegaskan ini adalah prinsip, bukan hukum kaku — fleksibel sesuai konteks organisasi.

  • 1. Pembagian kerja — spesialisasi meningkatkan keahlian & output
  • 2. Otoritas & tanggung jawab — hak memerintah harus setara bebannya
  • 3. Disiplin — kepatuhan pada aturan & kesepakatan bersama
  • 4. Kesatuan komando — satu karyawan hanya menerima perintah dari satu atasan
  • 5. Kesatuan arah — satu tujuan, satu rencana, satu kepala unit kerja
  • 6. Kepentingan bersama di atas pribadi — organisasi > individu
  • 7. Rantai skalar (scalar chain) — garis otoritas dari puncak ke bawah
Glosarium: scalar chain / rantai skalar = garis wewenang berjenjang dari pimpinan tertinggi hingga staf paling bawah — contoh: Direktur Utama → Direktur Cabang → Kepala Unit → Staf.

14 Prinsip Manajemen Fayol (2/2): Manusia & Semangat Kerja

  • 8. Sentralisasi — sejauh mana keputusan dipusatkan vs didelegasikan
  • 9. Remunerasi — imbalan yang adil bagi karyawan & organisasi
  • 10. Tata tertib (order) — orang & barang di tempat yang tepat
  • 11. Keadilan (equity) — kombinasi kebaikan & ketegasan
  • 12. Stabilitas masa kerja — turnover tinggi merugikan organisasi
  • 13. Inisiatif — ruang bagi karyawan mengusulkan & menjalankan ide
  • 14. Esprit de corps — semangat kebersamaan tim, "kesatuan adalah kekuatan"
Glosarium: esprit de corps (Prancis) = semangat korsa/kebersamaan tim — Fayol menyebutnya "kesatuan adalah kekuatan", cikal bakal konsep team building & budaya organisasi modern.

"Jembatan" Fayol: Fleksibilitas dalam Rantai Skalar

Fayol sadar rantai skalar yang kaku bisa memperlambat organisasi — ia mengusulkan gangplank (jembatan pintas) sebagai jalan keluar.

Direktur Utama (D)FPGHOQjembatan (gangplank) F–P
Kasus 1 · Tanpa Jembatan
  1. Kepala gudang (F) di Semarang butuh konfirmasi cepat dari kepala distribusi (P) di Jakarta
  2. Pesan harus naik dulu ke Direktur Utama (D), lalu turun lagi ke P — empat langkah, berjam-jam
  3. Keputusan mendesak (stok rusak) jadi terlambat, kerugian membesar
Kasus 2 · Dengan Jembatan
  1. F dan P diberi wewenang komunikasi langsung untuk hal teknis rutin
  2. Keduanya tetap melapor ke atasan masing-masing setelah keputusan diambil
  3. Respons jadi cepat, rantai skalar formal tetap terjaga sebagai jalur utama
Bagian 2 dari 3
Max Weber — Birokrasi & Otoritas Rasional-Legal
Sosiolog Jerman yang menjelaskan mengapa organisasi modern membutuhkan aturan yang rasional dan impersonal, bukan bergantung pada tradisi atau karisma pemimpin.

Max Weber: Konteks dan Latar Belakang

Profil Singkat
  • Sosiolog & ekonom Jerman (1864–1920)
  • Hidup di era industrialisasi & modernisasi negara Jerman
  • Bukan praktisi bisnis — pengamat sosiologi otoritas & organisasi
  • Karya kunci: Wirtschaft und Gesellschaft (Economy and Society), terbit setelah wafat (1922)
Pertanyaan Inti Weber
  • Mengapa manusia patuh pada otoritas tertentu?
  • Bentuk otoritas apa yang paling sesuai organisasi skala besar & kompleks?
  • Bagaimana mencegah organisasi bergantung pada satu figur (nepotisme, favoritisme)?
Weber melihat birokrasi sebagai bentuk organisasi paling efisien secara teknis untuk masyarakat modern — sama seperti mesin dibanding tenaga manual, meski ia juga mengingatkan risikonya (dibahas di slide 14).

Tiga Tipe Otoritas Menurut Weber

TradisionalSah karena kebiasaanturun-temurunContoh: kesultanan,perusahaan keluargaturun ke anak/menantuKarismatikSah karena daya tarikpribadi pemimpinContoh: pendiri startupvisioner, tokoh gerakanrentan tanpa sang tokohRasional-LegalSah karena aturantertulis & posisi jabatanContoh: BI, OJK,Kemenkeu, bank BUMNstabil lintas pergantian orang
Weber berargumen otoritas rasional-legal paling cocok untuk organisasi modern skala besar — jabatan melekat pada posisi, bukan pada orangnya, sehingga organisasi tetap stabil meski pejabatnya berganti.

Enam Ciri Birokrasi Ideal Weber

  • 1Pembagian kerja formal — tugas jelas berdasarkan spesialisasi
  • 2Hierarki otoritas jelas — setiap posisi punya atasan yang pasti
  • 3Aturan & prosedur tertulis — SOP berlaku sama untuk semua
  • 4Impersonalitas — keputusan berbasis aturan, bukan hubungan pribadi
  • 5Seleksi & promosi berbasis kompetensi — bukan koneksi/warisan
  • 6Karier jangka panjang — jabatan sebagai profesi, bukan usaha pribadi
Contoh Indonesia: rekrutmen CPNS & PPPK lewat tes berbasis kompetensi (SKD/SKB) adalah upaya menerapkan ciri ke-5 — seleksi berbasis kemampuan, bukan kedekatan personal.

Birokrasi: Keunggulan vs Kritik (Disfungsi)

Keunggulan (Argumen Weber)
  • Presisi, kecepatan, & konsistensi tinggi
  • Adil — aturan sama untuk semua orang
  • Stabil lintas pergantian pemimpin
  • Bisa diskalakan untuk organisasi sangat besar
Kritik / Disfungsi
  • Red tape — prosedur berlebihan memperlambat keputusan
  • Rigiditas — sulit adaptasi terhadap perubahan cepat
  • Alienasi — pegawai merasa jadi "roda mesin", kehilangan makna kerja
  • "Iron cage" (sangkar besi) — istilah Weber sendiri untuk risiko dehumanisasi
Glosarium: red tape = birokrasi berbelit yang menghambat, bukan membantu — istilah populer untuk keluhan "urus izin usaha di Indonesia lama karena banyak meja & stempel".

Hitung dari Nol #1: Rentang Kendali & Rantai Skalar

Kasus: jaringan toko ritel dengan 240 staf lini ingin menyusun hierarki berjenjang ala prinsip Fayol.

LangkahPerhitunganNilai
1. Total staf lini (kasir/pramuniaga)diketahui240 karyawan
2. Rentang kendali supervisor = 8 staf/supervisor240 ÷ 830 supervisor
3. Rentang kendali manajer = 6 supervisor/manajer30 ÷ 65 manajer
4. Rentang kendali direktur = 5 manajer/direktur5 ÷ 51 direktur
5. Total level rantai skalarstaf→supervisor→manajer→direktur4 level
Total Organisasi
276 orang
240 + 30 + 5 + 1, tersusun dalam 4 level rantai skalar

Hitung dari Nol #2: Rasio Struktural Birokrasi

Kasus: bank unit desa (mirip BRI Unit) dengan 50 unit kerja — berapa proporsi pegawai struktural (Weberian) vs pelaksana?

LangkahPerhitunganNilai
1. Jumlah unit kerja (cabang mikro)diketahui50 unit
2. Staf lini per unit = 12 orang/unit50 × 12600 staf lini
3. Rentang kendali kepala cabang = 10 unit/kepala cabang50 ÷ 105 kepala cabang
4. Total pegawai struktural (50 kepala unit + 5 kepala cabang + 1 direktur)50 + 5 + 156 orang
5. Total pegawai organisasi600 + 56656 orang
6. Rasio struktural terhadap total56 ÷ 656 × 100%≈ 8,54%
Interpretasi Weberian
≈ 8,54%
Hanya ~8,5% pegawai memegang otoritas struktural — ~91,5% adalah staf pelaksana yang bekerja sesuai SOP tertulis, ciri impersonalitas & hierarki jelas ala Weber

Coba Sendiri: Rancang Struktur Organisasi & Rasio Birokrasinya

Geser jumlah staf lini dan rentang kendali per level untuk melihat berapa jenjang & berapa persen pegawai struktural yang terbentuk, ala Fayol dan Weber.

Bagian 3 dari 3
Fayol & Weber sebagai Fondasi Teori Organisasi Klasik
Menyatukan proses manajemen (Fayol) dan struktur organisasi (Weber) menjadi satu kerangka teori organisasi klasik yang masih dipakai hingga kini.

Dua Sisi Mata Uang: Proses + Struktur

Henri Fayol
  • Fokus: proses — apa yang dikerjakan manajer
  • Level analisis: individu manajer & tim
  • Kontribusi bertahan: 5 fungsi manajemen (POCCC) di semua buku teks
Max Weber
  • Fokus: struktur — bagaimana organisasi disusun
  • Level analisis: sistem & otoritas organisasi
  • Kontribusi bertahan: struktur organisasi formal, deskripsi jabatan, SOP
Benang merah: keduanya percaya manajemen & organisasi bisa dirancang secara rasional & sistematis — berbeda dari era pra-Fayol/Weber yang mengandalkan intuisi atau tradisi turun-temurun. Inilah akar teori organisasi klasik.

Latihan Studi Kasus: Organisasi Indonesia

Kerjakan berkelompok (3–4 orang), waktu 10 menit, siap dipresentasikan singkat.

Kasus A · BUMN
  • Pilih satu BUMN (BRI, Pertamina, PLN, dsb.)
  • Identifikasi 3 ciri birokrasi Weberian yang tampak di strukturnya
  • Sebutkan 1 potensi disfungsi (red tape) yang mungkin terjadi
Kasus B · UMKM Naik Kelas
  • Bayangkan UMKM makanan beromzet kecil yang berkembang jadi 50 karyawan
  • Rancang penerapan 3 dari 14 prinsip Fayol yang paling relevan
  • Jelaskan mengapa ketiganya diprioritaskan pada tahap ini
Pertanyaan pemandu: apakah birokrasi Weberian selalu berarti "lambat & kaku"? Ataukah justru dibutuhkan agar UMKM yang tumbuh besar tidak kacau tanpa aturan yang jelas?

Ringkasan Pertemuan 7 & Ke Mana Selanjutnya

Yang Sudah Anda Kuasai
  • 5 fungsi manajemen Fayol (POCCC) & 14 prinsipnya
  • Konsep jembatan (gangplank) — fleksibilitas rantai skalar
  • 3 tipe otoritas & 6 ciri birokrasi ideal Weber
  • Menghitung rentang kendali & rasio struktural organisasi
Pertemuan 8 (Setelah UTS)
  • Penerapan & kritik Manajemen Saintifik lintas negara
  • Studi kasus General Motors & DuPont
  • Menguji apakah efisiensi ala Taylor masih relevan di era modern
Persiapan UTS: pastikan Anda bisa membandingkan Taylor (Manajemen Saintifik) vs Fayol (proses manajemen) vs Weber (struktur organisasi) — ketiganya sering diuji bersama dalam satu soal analisis kasus.