stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-06
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 6: Faktor Manusia dalam Awal Manajemen Modern
Program Studi Manajemen • FEB

Sejarah Pemikiran Manajemen

Pertemuan 6 — Faktor Manusia dalam Awal Manajemen Modern

Ketika stopwatch Taylor memicu protes buruh — bagaimana kegelisahan itu melahirkan kesejahteraan karyawan, fungsi personalia, dan psikologi industri.

RPS minggu 6 · 2x50 menit
Bagian 1 dari 3
Akar Kegelisahan: Kritik atas Manajemen Saintifik
Mengapa pendekatan Taylor yang tampak "ilmiah" justru memicu protes buruh dan pengawasan Kongres Amerika Serikat.

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan lahirnya perhatian terhadap faktor manusia sebagai respons atas Manajemen Saintifik. Secara rinci:

CAPAIAN 1
KRITIK
Menjelaskan kritik buruh dan serikat pekerja terhadap Manajemen Saintifik, termasuk kasus mogok dan penyelidikan Kongres.
CAPAIAN 2
BETTERMENT
Menjelaskan gerakan kesejahteraan karyawan (industrial betterment) dan menghitung dampak ekonominya pada turnover.
CAPAIAN 3
PERSONALIA
Menjelaskan lahirnya fungsi manajemen personalia sebagai unit organisasi baru di pabrik-pabrik modern.
CAPAIAN 4
PSIKOLOGI
Menjelaskan kontribusi psikologi industri awal (Munsterberg, Scott, Gilbreth) pada seleksi dan kesejahteraan kerja.

Ketika Stopwatch Memicu Mogok Kerja

Tahun 1911, buruh bengkel pengecoran logam Watertown Arsenal (fasilitas militer Amerika Serikat) mogok kerja begitu insinyur Taylor mulai memasang stopwatch untuk mengukur waktu setiap gerakan mereka.

JANJI TAYLOR
EFISIENSI
Studi waktu & gerak menjanjikan produktivitas lebih tinggi dengan upah insentif bagi pekerja yang mencapai standar.
PERSEPSI BURUH
DIAWASI KETAT
Stopwatch dirasakan sebagai pengawasan yang merendahkan martabat — pekerja merasa diperlakukan seperti komponen mesin.
AKIBATNYA
MOGOK & PENYELIDIKAN
Mogok kerja Watertown memicu penyelidikan Kongres Amerika Serikat tahun 1911–1912 terhadap sistem Taylor.
Peristiwa ini menandai backlash (reaksi balik) publik pertama terhadap Manajemen Saintifik — sinyal bahwa efisiensi teknis saja tidak cukup tanpa memperhatikan sisi manusiawi pekerja. Ini pintu masuk topik kita hari ini.

Tiga Sumber Utama Kritik terhadap Taylorism

Kritik terhadap Manajemen Saintifik tidak datang dari satu pihak saja — ia datang dari buruh, serikat pekerja, dan sebagian akademisi yang mempertanyakan asumsi dasarnya tentang manusia.
DEHUMANISASI KERJA
"MANUSIA = MESIN"
Pekerja dianggap direduksi menjadi komponen yang bisa distandardisasi, mengabaikan inisiatif, keahlian, dan rasa bangga atas pekerjaan.
MELEMAHKAN SERIKAT
KONTROL SEPIHAK
Standar kerja ditetapkan sepenuhnya oleh manajemen, mengurangi ruang negosiasi kolektif buruh atas kondisi kerja mereka.
Kritik ini bukan menolak efisiensi, melainkan menuntut agar efisiensi dicapai tanpa mengorbankan martabat & kesejahteraan pekerja — benih dari gerakan yang akan kita bahas selanjutnya.

Penyelidikan Kongres Amerika Serikat 1911–1912

Komite Dewan Perwakilan yang dipimpin William B. Wilson memanggil Taylor sendiri untuk bersaksi selama berhari-hari — momen ini menjadi panggung publik pertama perdebatan tentang Manajemen Saintifik.

1911Mogok Watertown Arsenal1911–1912Komite Kongres menyelidikisistem TaylorSesudahnyaKongres batasi studi waktudi fasilitas milik negara
Dampak politik ini penting: ia menunjukkan bahwa gagasan manajemen tidak berkembang di ruang hampa — tekanan publik dan regulasi ikut membentuk arah pemikiran manajemen selanjutnya, termasuk perhatian pada kesejahteraan pekerja.
Bagian 2 dari 3
Respons Dunia Usaha: Gerakan Kesejahteraan Karyawan
Bagaimana perusahaan mulai berinvestasi pada kesejahteraan pekerja — dan bagaimana investasi itu terbukti menguntungkan secara finansial.

Gerakan Industrial Betterment

Industrial betterment (perbaikan kondisi industrial) adalah inisiatif perusahaan menyediakan fasilitas kesejahteraan bagi pekerja — bukan atas tuntutan hukum, melainkan atas kesadaran bahwa pekerja yang sejahtera lebih produktif.

PELOPOR
JOHN PATTERSON (NCR)
Presiden National Cash Register membangun sekolah malam, klub karyawan, taman, dan program kebersihan pabrik bagi buruhnya.
"WELFARE SECRETARY"
PETUGAS KESEJAHTERAAN
Muncul jabatan baru — welfare secretary (petugas kesejahteraan) — bertugas mengurus kebutuhan sosial pekerja di pabrik.
Program betterment mencakup: kantin murah, klinik kesehatan, program tabungan, rekreasi, hingga sekolah keterampilan — semuanya dijalankan atas logika bisnis: pekerja loyal & sehat menekan biaya perekrutan ulang.

Hitung dari Nol: Kesejahteraan Karyawan vs Biaya Turnover

Pabrik otomotif "Otomotif Nusantara Raya" (kasus ilustratif meniru pola upah Ford $5-a-day 1914) punya 1.000 pekerja, biaya rekrut & latih pengganti Rp2.000.000/orang.

LANGKAH PERHITUNGAN — PENGHEMATAN BIAYA TURNOVER
LangkahPerhitunganNilai
Tingkat turnover sebelum program kesejahteraan (~historis pabrik sejenis)370%/tahun
Jumlah penggantian pekerja sebelum program1.000 pekerja × 370%3.700 penggantian
Total biaya turnover sebelum program3.700 × Rp2.000.000Rp7.400.000.000
Tingkat turnover sesudah kenaikan upah & kesejahteraan16%/tahun
Jumlah penggantian pekerja sesudah program1.000 pekerja × 16%160 penggantian
Total biaya turnover sesudah program160 × Rp2.000.000Rp320.000.000
Penghematan biaya turnover per tahunRp7.400.000.000 − Rp320.000.000Rp7.080.000.000
MENGAPA INI PENTING
Rp7,08 M dihemat/tahun
Kenaikan upah & program kesejahteraan yang tampak sebagai "biaya tambahan" ternyata jauh lebih murah dibanding biaya turnover yang tidak terkendali

Coba Sendiri: Hitung Biaya Turnover Sebelum vs Sesudah Program

Geser tingkat turnover dan jumlah pekerja untuk melihat berapa besar biaya rekrutmen & pelatihan yang bisa dihemat lewat program kesejahteraan.

Melembaganya Fungsi Manajemen Personalia

Seiring perusahaan makin besar, urusan kesejahteraan dan perekrutan tak lagi bisa ditangani sambil lalu oleh mandor pabrik — muncul departemen tersendiri.

SEBELUMNYA
MANDOR MEREKRUT
Perekrutan & pemecatan dilakukan mandor lini produksi secara informal, sering bias & tidak konsisten.
PERUBAHAN
"EMPLOYMENT DEPARTMENT"
Departemen ketenagakerjaan terpusat menangani seleksi, catatan pekerja, dan kesejahteraan secara sistematis.
DAMPAK JANGKA PANJANG
CIKAL-BAKAL SDM
Fungsi ini menjadi fondasi departemen sumber daya manusia (HR) yang kita kenal di perusahaan modern saat ini.
Pergeseran ini mencerminkan prinsip penting: begitu organisasi tumbuh, urusan manusia butuh keahlian & struktur khusus — sama seperti mengapa perusahaan seperti Bank BCA atau Astra International punya divisi HR tersendiri, bukan sekadar tugas sampingan atasan lini.
Bagian 3 dari 3
Psikologi Industri Masuk Panggung
Bagaimana ilmu psikologi mulai dipakai untuk menyeleksi, melatih, dan memahami pekerja secara ilmiah.

Hugo Munsterberg: Bapak Psikologi Industri

Psikolog Jerman-Amerika ini menulis Psychology and Industrial Efficiency (1913), mengajukan tiga pertanyaan besar yang membingkai psikologi industri sampai hari ini.

PERTANYAAN 1
"ORANG YANG TEPAT"
Bagaimana menemukan orang dengan kualitas mental paling cocok untuk pekerjaan tertentu?
PERTANYAAN 2
"HASIL TERBAIK"
Dalam kondisi psikologis apa seseorang bisa menghasilkan output kerja optimal?
PERTANYAAN 3
"EFEK YANG DIINGINKAN"
Bagaimana bisnis memengaruhi pikiran manusia agar sesuai kepentingan perusahaan & pekerja?
Munsterberg mempelopori penggunaan tes psikologis untuk seleksi, termasuk simulasi tugas masinis trem yang mengukur kecepatan reaksi & pengambilan keputusan — akan kita hitung efektivitasnya di slide berikutnya.

Walter Dill Scott: Psikologi untuk Bisnis

Bersamaan dengan Munsterberg, Walter Dill Scott menerapkan psikologi pada dua bidang praktis: periklanan dan seleksi karyawan.

THE THEORY OF ADVERTISING (1903)
SUGESTI & PERSUASI
Salah satu buku pertama yang menerapkan prinsip psikologis pada praktik periklanan & penjualan.
INCREASING HUMAN EFFICIENCY (1911)
SELEKSI TERUKUR
Mengembangkan metode wawancara & tes terstruktur untuk memilih calon karyawan & tenaga penjual.
Kontribusi Scott membuktikan bahwa keputusan perekrutan bisa distandardisasi & diukur validitasnya — bukan sekadar "kesan pertama" perekrut. Ini fondasi tes seleksi karyawan modern.

Hitung dari Nol: Validitas Tes Seleksi Psikologis

Perusahaan trem meniru eksperimen Munsterberg: 100 masinis diseleksi pakai tes psikologis vs 100 masinis diseleksi wawancara biasa, dievaluasi "aman" (bebas kecelakaan) selama 6 bulan.

LANGKAH PERHITUNGAN — TINGKAT KEBERHASILAN SELEKSI ("HIT RATE")
LangkahPerhitunganNilai
Hit rate kelompok tes psikologis (82 dari 100 terbukti aman)82 ÷ 100 × 100%82%
Hit rate kelompok wawancara biasa (54 dari 100 terbukti aman)54 ÷ 100 × 100%54%
Selisih tingkat keberhasilan (poin persentase)82% − 54%28 poin persentase
Kenaikan relatif efektivitas seleksi28 ÷ 54 × 100%~52% lebih efektif
ARTINYA
82% vs 54%
Tes psikologis meningkatkan proporsi masinis "aman" sekitar 28 poin persentase — bukti awal bahwa seleksi ilmiah mengungguli wawancara intuitif

Lillian Gilbreth: Memasukkan Unsur Manusia ke Studi Gerak

Bersama suaminya Frank Gilbreth, Lillian Moller Gilbreth mengembangkan studi gerak (motion study) yang tidak hanya mengejar efisiensi, tetapi juga kesejahteraan psikologis pekerja.

LATAR BELAKANG UNIK
DOKTOR PSIKOLOGI
Lillian meraih gelar doktor psikologi — menjadikannya salah satu psikolog industri wanita pertama di bidang manajemen.
KARYA UTAMA
THE PSYCHOLOGY OF MANAGEMENT (1914)
Menyatukan studi gerak Frank dengan pemahaman psikologis tentang kepuasan & motivasi kerja.
Berbeda dari Taylor yang fokus murni pada waktu, pasangan Gilbreth menekankan bahwa gerakan kerja yang efisien juga harus mengurangi kelelahan & meningkatkan kepuasan pekerja — bukan sekadar mempercepat output.

Studi Kelelahan Kerja (Fatigue Studies)

Selain motion study, Gilbreth & kolega meneliti fatigue (kelelahan) sebagai variabel yang harus dikelola, bukan diabaikan, dalam merancang pekerjaan.

TEMUAN 1
JEDA ISTIRAHAT
Jeda istirahat terjadwal terbukti menaikkan output harian total, meski waktu kerja aktif berkurang.
TEMUAN 2
GERAKAN BERLEBIH
Menghilangkan gerakan tubuh yang tidak perlu mengurangi kelelahan otot tanpa mengorbankan kecepatan.
TEMUAN 3
DESAIN STASIUN KERJA
Tinggi meja & posisi alat kerja yang tepat mengurangi beban fisik tanpa mengubah kecepatan gerak.
Studi kelelahan ini adalah cikal-bakal ergonomi modern — disiplin yang sekarang Anda lihat diterapkan di desain kursi kantor, meja pabrik, hingga shift kerja pabrik garmen di Indonesia.

Benang Merah: Dari Kritik Menuju Gerakan Human Relations

Perkembangan hari ini bukan titik akhir — ia adalah jembatan menuju gerakan human relations yang lebih besar, yang akan kita bahas lewat studi Hawthorne setelah UTS.

Kritik Taylorism(mogok, penyelidikan)Betterment & Personalia(kesejahteraan, fungsi HR)Psikologi Industri(Munsterberg, Gilbreth)
Ketiga arus ini — kritik, kesejahteraan, psikologi — akan bertemu & diperkuat oleh temuan tak terduga di pabrik Hawthorne Works (Western Electric) pada dekade 1920–1930-an, yang akan kita bahas setelah UTS.

Latihan: Diskusi Kelompok — Dilema Manajer Pabrik 1915

Bentuk kelompok 4–5 orang. Anda adalah manajer pabrik tekstil di Bandung tahun 1915 (skenario historis-analog) yang baru menerapkan studi waktu Taylor, tetapi buruh mulai resah.

TUGAS KELOMPOK (15 MENIT)
  • Identifikasi 2 kekhawatiran utama buruh terhadap studi waktu yang baru diterapkan.
  • Usulkan 1 langkah industrial betterment konkret yang bisa meredakan kekhawatiran tersebut.
  • Usulkan 1 cara mengukur apakah langkah tersebut berhasil (mis. indikator turnover atau kepuasan kerja).
  • Siapkan 1 juru bicara untuk presentasi singkat 2 menit ke kelas.
Dosen akan memilih 2–3 kelompok secara acak untuk presentasi. Fokuskan jawaban pada keseimbangan antara efisiensi & kesejahteraan pekerja, bukan memilih salah satu secara ekstrem.

Kuis Retensi Cepat: Cek Pemahaman Anda

Jawab lisan/angkat tangan — tidak dinilai, hanya untuk mengecek pemahaman sebelum kita tutup pertemuan.

5 PERTANYAAN CEPAT
  • 1. Peristiwa apa yang memicu penyelidikan Kongres Amerika Serikat tahun 1911–1912 terhadap sistem Taylor?
  • 2. Apa istilah untuk gerakan perusahaan menyediakan fasilitas kesejahteraan bagi pekerja secara sukarela?
  • 3. Siapa penulis buku Psychology and Industrial Efficiency (1913)?
  • 4. Sebutkan satu kontribusi Lillian Gilbreth yang membedakannya dari pendekatan Taylor murni.
  • 5. Mengapa penurunan turnover karyawan bisa menghemat biaya perusahaan secara signifikan?
Kalau Anda bisa menjawab kelima pertanyaan ini, Anda sudah siap untuk pertemuan berikutnya tentang teori proses manajemen & teori organisasi klasik (Fayol & Weber).

Ringkasan & Menuju Pertemuan Berikutnya

YANG SUDAH KITA PELAJARI
3 ARUS FAKTOR MANUSIA
Kritik atas Taylorism → gerakan kesejahteraan & fungsi personalia → psikologi industri (Munsterberg, Scott, Gilbreth).
PERTEMUAN 7
TEORI PROSES & ORGANISASI KLASIK
Kita beralih ke Henri Fayol (fungsi & prinsip manajemen) dan Max Weber (birokrasi ideal).
Perhatikan polanya: setiap gelombang kritik terhadap satu aliran pemikiran manajemen melahirkan gelombang berikutnya yang mencoba melengkapi kekurangannya — pola yang akan terus Anda lihat sepanjang mata kuliah ini, hingga ke teori organisasi modern di pertemuan terakhir.