stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-12
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 12: Pengaruh kelompok, WOM, dan influencer
Program Studi Manajemen • FEB

Perilaku Konsumen

Pertemuan 12 — Pengaruh Kelompok, WOM, dan Influencer

Mengapa keputusan membeli Anda jarang berdiri sendiri — selalu ada kelompok, obrolan teman, atau akun media sosial yang ikut membisikkan pilihan.

RPS MINGGU 13 • 2 × 50 MENIT
Bagian 1 dari 3
Kelompok Referensi & Pengaruh Sosial
Bagaimana orang-orang di sekitar kita — keluarga, teman, komunitas — ikut menentukan apa yang kita beli.

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menganalisis pengaruh kelompok referensi, WOM, dan influencer terhadap perilaku konsumen. Secara rinci:

CAPAIAN 1
KONSEP
Menjelaskan konsep kelompok referensi dan tiga jenis pengaruh sosial yang menyertainya.
CAPAIAN 2
WOM
Menganalisis mekanisme word-of-mouth (WOM) dan electronic WOM dalam keputusan pembelian.
CAPAIAN 3
HITUNG
Menghitung ilustrasi Net Promoter Score dan engagement rate kampanye influencer.
CAPAIAN 4
EVALUASI
Mengevaluasi kesesuaian tipe influencer dengan tujuan & anggaran kampanye pemasaran.

Kenapa Anda Membeli Produk yang Tidak Pernah Diiklankan di TV?

Bayangkan seorang mahasiswa membeli serum wajah lokal setelah melihat video singkat seorang content creator di TikTok dan mendengar rekomendasi teman kosnya — bukan karena iklan televisi.

PERTANYAAN 1
SIAPA?
Siapa yang suaranya lebih ia percaya — teman dekat, komunitas skincare, atau selebgram?
PERTANYAAN 2
APA?
Apa yang membuat rekomendasi itu terasa lebih jujur dibanding iklan berbayar merek?
PERTANYAAN 3
KENAPA?
Kenapa satu ulasan negatif bisa membatalkan niat beli yang sudah kuat sekalipun?
Pemasar modern tahu: iklan berbayar membangun kesadaran, tapi kelompok referensi, WOM, dan influencer yang sering menjadi pemicu akhir keputusan membeli.

Apa Itu Kelompok Referensi?

Kelompok referensi adalah individu atau kelompok yang dijadikan acuan untuk membentuk nilai, sikap, dan perilaku konsumsi seseorang — baik disadari maupun tidak.
KELOMPOK KEANGGOTAAN
MEMBERSHIP
Kelompok tempat seseorang benar-benar tergabung: keluarga, teman kos, organisasi kampus, komunitas hobi.
KELOMPOK SIMBOLIK
ASPIRASI
Kelompok yang ingin diikuti walau belum tergabung: pengusaha sukses, atlet, komunitas tech enthusiast.
Kelompok referensi tidak selalu bertemu langsung — grup komunitas skincare di Facebook atau forum otomotif online juga berfungsi sebagai kelompok referensi di era digital.

Tiga Jenis Pengaruh Kelompok Referensi

Kelompok memengaruhi konsumen lewat tiga mekanisme berbeda yang sering bekerja bersamaan dalam satu keputusan.

InformasionalMenerima info kelompoksebagai bukti realitasmis. ulasan pembelidi marketplaceNormatifMematuhi harapan kelompokdemi diterima/dihindari malumis. ikut tren fesyenagar tak dianggap ketinggalanEkspresif-NilaiMengasosiasikan diridengan citra kelompokmis. beli produk agarterlihat seperti idola
Ketiganya bisa bekerja sekaligus: membaca ulasan (informasional), takut dinilai ketinggalan tren (normatif), sekaligus ingin tampil seperti influencer favorit (ekspresif-nilai).

Konformitas: Kapan Pengaruh Kelompok Makin Kuat?

Konformitas adalah kecenderungan mengubah sikap/perilaku agar sesuai norma kelompok. Empat faktor berikut memperkuatnya:

FAKTOR 1
KEKOMPAKAN
Makin erat hubungan anggota kelompok (cohesiveness), makin besar tekanan untuk menyesuaikan diri.
FAKTOR 2
AMBIGUITAS
Produk yang sulit dinilai sendiri (mis. gawai baru) membuat konsumen lebih bergantung pada pendapat kelompok.
FAKTOR 3
TAMPAK PUBLIK
Produk yang terlihat orang lain (pakaian, gawai) lebih rentan konformitas dibanding produk yang dipakai sendirian.
FAKTOR 4
UKURAN KELOMPOK
Tekanan sosial cenderung meningkat seiring jumlah anggota kelompok yang sepakat pada satu pilihan.

Kelompok Aspirasional vs. Kelompok Disosiatif

ASPIRASIONAL
INGIN DIIKUTI
Kelompok yang nilainya ingin diadopsi konsumen — mis. komunitas road bike yang tampil sehat & modern di Instagram.
DISOSIATIF
INGIN DIHINDARI
Kelompok yang citranya ingin dijauhi — mis. konsumen menghindari merek yang identik dengan kelompok tertentu yang dianggap negatif.
Implikasi pemasaran: merek harus jeli memilih figur/komunitas endorser — keliru memilih kelompok aspirasional justru bisa membuat produk diasosiasikan dengan kelompok disosiatif oleh sebagian segmen pasar.
Bagian 2 dari 3
Word-of-Mouth (WOM) & eWOM
Mengapa rekomendasi dari mulut ke mulut — termasuk versi digitalnya — sering lebih dipercaya daripada iklan berbayar.

Apa Itu Word-of-Mouth (WOM)?

WOM adalah pertukaran informasi produk/merek antarkonsumen secara informal & tanpa bayaran dari perusahaan.
KENAPA DIPERCAYA
SUMBER NETRAL
Pemberi rekomendasi tidak punya kepentingan komersial — berbeda dari iklan yang jelas berpihak pada merek.
KAPAN MUNCUL
PENGALAMAN NYATA
WOM biasanya lahir dari pengalaman langsung memakai produk — positif maupun negatif — bukan janji pemasaran.
Riset perilaku konsumen secara konsisten menunjukkan rekomendasi dari kenalan (teman/keluarga) menempati posisi kepercayaan yang lebih tinggi dibanding iklan bermerek — salah satu alasan strategi referral makin populer di start-up Indonesia (mis. bonus ajak teman di aplikasi e-wallet).

WOM Positif, WOM Negatif, dan eWOM

WOM POSITIF
MEMPERCEPAT BELI
Rekomendasi baik mempercepat keputusan & mengurangi risiko yang dirasakan konsumen sebelum membeli.
WOM NEGATIF
LEBIH BERBOBOT
Konsumen cenderung memberi bobot lebih besar pada keluhan dibanding pujian — satu ulasan buruk bisa membatalkan niat beli.
eWOM (electronic WOM): versi digital WOM — ulasan bintang di Tokopedia/Shopee, komentar TikTok, unggahan grup Facebook, atau cuitan di X (Twitter). Berbeda dari WOM tatap muka: jangkauannya jauh lebih luas & tercatat permanen (dapat dibaca calon pembeli lain kapan saja).

Opinion Leader & Market Maven: Siapa yang Paling Didengar?

OPINION LEADER
AHLI DI SATU BIDANG
Dianggap ahli/berpengalaman di kategori tertentu — mis. teman yang selalu jadi rujukan soal skincare atau gawai.
MARKET MAVEN
TAHU SEGALA PASAR
Bukan ahli satu kategori, tapi selalu tahu info pasar terkini — promo, diskon, tempat belanja termurah di semua kategori.
Kedua figur ini menjadi target utama strategi seeding produk (mengirim sampel gratis) sebelum peluncuran resmi — caranya, WOM positif mereka menyebar lebih cepat ke jaringan pertemanan yang lebih luas.

Hitung dari Nol: Net Promoter Score (NPS)

Ilustrasi brand skincare lokal "Glowena" mensurvei 200 pelanggan: seberapa besar kemungkinan mereka merekomendasikan Glowena ke orang lain (skor 0–10)?

LANGKAH PERHITUNGAN NPS
LangkahPerhitunganNilai
Total responden disurvei200 orang
Promoters (skor 9–10)120 ÷ 200 × 10060%
Detractors (skor 0–6)40 ÷ 200 × 10020%
Passives (skor 7–8, sisanya)40 ÷ 200 × 10020%
Net Promoter Score (NPS)60% − 20%40
NPS GLOWENA
40
NPS positif (>0) menandakan potensi WOM positif lebih besar daripada WOM negatif

Coba Sendiri: Hitung NPS Merek Pilihan Anda

Ubah jumlah promoters, detractors, dan passives dari sebuah survei ilustratif, lalu amati bagaimana skor NPS berubah.

Bagian 3 dari 3
Influencer Marketing
Dari mega-influencer sampai nano-influencer — memilih mitra promosi yang tepat sasaran & tepat anggaran.

Empat Tipe Influencer Berdasarkan Jumlah Pengikut

Semakin banyak pengikut, semakin luas jangkauan — tapi bukan berarti semakin efektif untuk semua tujuan kampanye.

TipePerkiraan PengikutKarakteristik Utama
Mega-influencer> 1 jutaJangkauan sangat luas, cocok untuk brand awareness nasional; biaya tinggi, keterlibatan (engagement rate) cenderung rendah.
Macro-influencer~100 ribu–1 jutaJangkauan menengah-luas, sering figur publik/artis kategori tertentu.
Micro-influencer~10 ribu–100 ribuAudiens spesifik & loyal, engagement rate umumnya lebih tinggi, biaya lebih terjangkau.
Nano-influencer< 10 ribuTerasa seperti "teman", kepercayaan tinggi, cocok untuk anggaran UMKM/produk lokal.
Kesalahan umum pemasar: memilih mega-influencer semata karena jumlah pengikut, padahal micro/nano-influencer sering memberi engagement rate dan kepercayaan audiens yang lebih tinggi per rupiah yang dikeluarkan.

Mengapa Kita Percaya pada Influencer?

Kepercayaan audiens terhadap influencer dijelaskan oleh kredibilitas sumber (source credibility) dan hubungan parasosial yang terbentuk lewat konten rutin.

Keahlian(Expertise)Dianggap pahamkategori produkDapat Dipercaya(Trustworthiness)Jujur, konsisten,tidak asal endorseDaya Tarik(Attractiveness)Relatable & disukaigaya komunikasinya
Menonton konten influencer rutin (video harian, livestream) membangun hubungan parasosial — perasaan "kenal dekat" satu arah — yang membuat rekomendasinya terasa seperti saran teman, bukan iklan.

Hitung dari Nol: Engagement Rate & Biaya per Keterlibatan

Sebuah brand lokal ingin mengevaluasi satu akun micro-influencer sebelum memutuskan kerja sama endorse.

LANGKAH PERHITUNGAN ENGAGEMENT RATE (ER)
LangkahPerhitunganNilai
Jumlah pengikut akun40.000
Total suka + komentar per unggahan3.200
Engagement Rate (ER)3.200 ÷ 40.000 × 1008%
Biaya endorsement per unggahanRp 4.000.000
Biaya per keterlibatan (Cost per Engagement)Rp 4.000.000 ÷ 3.200Rp 1.250
ENGAGEMENT RATE AKUN INI
8%
di atas rata-rata umum akun media sosial — layak dipertimbangkan untuk kerja sama endorse

Coba Sendiri: Bandingkan Efisiensi Endorse Antar-Influencer

Ubah jumlah pengikut, total keterlibatan, dan biaya endorsement, lalu amati engagement rate dan biaya per keterlibatan.

Studi Kasus: Membaca Kampanye Micro-Influencer Langkah demi Langkah

Brand skincare lokal "Glowena" meluncurkan produk baru lewat 10 micro-influencer sekaligus, bukan 1 mega-influencer. Bagaimana logikanya?

LangkahYang Dilakukan Glowena
1. Tetapkan tujuanBukan sekadar awareness, tapi mendorong percobaan produk (trial) di segmen mahasiswa & pekerja muda.
2. Pilih tipe influencer10 micro-influencer (~20–60 ribu pengikut) dengan audiens spesifik pecinta skincare lokal — bukan 1 mega-influencer umum.
3. Kirim produk (seeding)Produk gratis dikirim ke opinion leader komunitas skincare untuk direview jujur, bukan skrip iklan kaku.
4. Pantau eWOMTim pemasaran memantau komentar & ulasan yang muncul di kolom TikTok & Instagram sebagai indikator WOM organik.
5. Evaluasi hasilBandingkan engagement rate & biaya per keterlibatan antar-influencer, lanjutkan kerja sama hanya dengan yang performanya terbaik.

Latihan: Analisis Kampanye Influencer Nyata

Kerjakan berkelompok (3–4 orang), 15 menit. Pilih satu kampanye influencer yang pernah Anda lihat di media sosial (TikTok/Instagram), lalu jawab:

LANGKAH 1
IDENTIFIKASI
Tipe influencer apa (mega/macro/micro/nano)? Perkirakan jumlah pengikutnya.
LANGKAH 2
JELASKAN
Unsur kredibilitas sumber mana yang paling menonjol — keahlian, dapat dipercaya, atau daya tarik?
LANGKAH 3
NILAI
Apakah kampanye itu memicu WOM/eWOM positif di kolom komentar? Beri alasan.
Dua kelompok akan diminta presentasi singkat (2 menit) di akhir sesi — kelas lain boleh bertanya "kenapa Anda menilai kampanye itu efektif/tidak efektif?"

Rangkuman & Persiapan Pertemuan Berikutnya

CHEAT SHEET — PENGARUH SOSIAL DALAM KONSUMSI
KonsepInti
Kelompok ReferensiAcuan nilai & perilaku — pengaruh informasional, normatif, ekspresif-nilai
WOM & eWOMRekomendasi tanpa bayaran — lebih dipercaya daripada iklan; negatif berbobot lebih besar
Opinion Leader/MavenIndividu berpengaruh besar dalam menyebarkan WOM lintas jaringan
Influencer MarketingMega–macro–micro–nano; dipilih via kredibilitas sumber & kesesuaian audiens
MINGGU DEPAN (P13)
Kelas Sosial & Status Konsumsi Simbolik — bagaimana kelas sosial memengaruhi merek & produk yang dipilih sebagai simbol status.
TUGAS
ANALISIS KAMPANYE
Selesaikan lembar analisis kelompok kampanye influencer & kumpulkan sebelum pertemuan berikutnya.