stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-06
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 6: Pembentukan sikap dan strategi persuasi
Program Studi Manajemen • FEB

Perilaku Konsumen

Pertemuan 6 — Pembentukan Sikap dan Strategi Persuasi

Bagaimana konsumen membentuk suka-tidak-suka terhadap merek, dan bagaimana pemasar merancang pesan yang benar-benar mengubah sikap itu.

RPS MINGGU 6 • 2 × 50 MENIT
Bagian 1 dari 4
Apa Itu Sikap Konsumen?
Definisi, tiga komponen ABC, dan mengapa sikap penting bagi pemasar.

Definisi Sikap (Attitude)

Sikap adalah evaluasi menyeluruh seseorang terhadap suatu objek (merek, produk, iklan, atau perusahaan) yang bersifat relatif konsisten — bisa positif, negatif, atau netral.

CIRI 1
DIPELAJARI
Sikap tidak dibawa lahir — terbentuk lewat pengalaman langsung (mencoba produk) atau tak langsung (iklan, cerita teman).
CIRI 2
RELATIF STABIL
Begitu terbentuk, sikap cenderung bertahan — inilah mengapa mengubah sikap negatif konsumen jauh lebih sulit daripada membentuk sikap baru.
Contoh: seorang mahasiswa yang sudah lama memakai Gojek membentuk sikap positif konsisten — ia jarang mengecek aplikasi pesaing lagi, walau ada promo.

Tiga Komponen Sikap: Model ABC

Sikap tersusun dari tiga komponen yang saling memengaruhi — dikenal sebagai model ABC.

A — AFFECT
PERASAAN
Perasaan suka/tidak suka. Contoh: "Saya senang memakai Scarlett Whitening."
B — BEHAVIOR
PERILAKU
Niat atau tindakan nyata. Contoh: "Saya selalu membeli ulang Scarlett tiap bulan."
C — COGNITION
KOGNISI
Kepercayaan/pengetahuan. Contoh: "Saya percaya Scarlett aman BPOM dan halal."

Ketika Tiga Komponen Tidak Sinkron

Idealnya affect-behavior-cognition konsisten, tapi dalam praktik sering terjadi ketidaksesuaian (inconsistency) yang menarik untuk dianalisis pemasar.

Kasus 1 — Kognisi Kuat, Perilaku Lemah

Konsumen tahu dan percaya produk lokal seperti Erigo berkualitas baik (kognisi positif), tapi tetap membeli merek luar karena harga atau gengsi (perilaku tidak konsisten).

Kasus 2 — Perasaan Kuat, Kognisi Minim

Konsumen menyukai iklan sebuah kosmetik karena bintang iklannya lucu, meski tidak tahu banyak soal kandungan produknya — sikap terbentuk dari afeksi semata.

Bagi pemasar: kenali komponen mana yang paling lemah pada target pasar Anda, lalu arahkan strategi persuasi ke komponen itu — bukan menembak semua sekaligus.

Empat Fungsi Sikap bagi Konsumen

Mengapa manusia butuh sikap? Katz (1960) mengidentifikasi empat fungsi psikologis sikap.

FungsiPenjelasanContoh Indonesia
UtilitarianSikap terbentuk dari manfaat/kerugian langsung yang dirasakanSuka BPJS Kesehatan karena manfaatnya nyata saat sakit
Ekspresi nilai diriSikap mencerminkan nilai dan identitas diriMemilih produk ramah lingkungan untuk tunjukkan kepedulian
Pertahanan egoSikap melindungi diri dari rasa cemas/tidak amanMemakai deodoran tertentu agar tidak cemas soal bau badan
PengetahuanSikap membantu menyusun & memahami informasi duniaPercaya label halal MUI menyederhanakan keputusan beli
Bagian 2 dari 4
Model Elaborasi Kemungkinan (ELM)
Dua jalur berbeda otak konsumen memproses pesan persuasi: sentral vs periferal.

Elaboration Likelihood Model (ELM)

ELM (Model Elaborasi Kemungkinan) menjelaskan bahwa konsumen memproses pesan persuasi lewat salah satu dari dua jalur, tergantung tingkat keterlibatan (involvement) dan kemampuan berpikirnya saat itu.

Pesan Persuasi MasukJalur SentralKeterlibatan tinggi, pikir keras argumenJalur PeriferalKeterlibatan rendah, andalkan isyarat cepatSikap Berubahtahan lama vs sementara

Jalur Sentral: Kekuatan Argumen

Jalur sentral aktif ketika konsumen termotivasi (peduli hasilnya) dan mampu (punya waktu & pengetahuan) memproses informasi secara mendalam.

Kapan Terjadi
  • Keputusan berisiko tinggi (rumah, mobil, laptop kuliah)
  • Produk dengan keterlibatan tinggi bagi individu
  • Konsumen punya pengetahuan cukup untuk menilai argumen
Implikasi bagi Pemasar
  • Sajikan data & fakta kuat, bukan sekadar jargon
  • Contoh: iklan laptop ASUS menonjolkan spesifikasi RAM, garansi resmi, dan hasil uji baterai
  • Sikap yang terbentuk relatif tahan lama

Jalur Periferal: Isyarat Cepat

Jalur periferal aktif ketika konsumen kurang termotivasi atau tidak sempat berpikir mendalam — sikap terbentuk dari isyarat di luar argumen inti.

Isyarat Periferal Umum
  • Endorser — selebriti/KOL yang disukai
  • Musik & humor dalam iklan
  • Jumlah argumen (walau dangkal, terkesan meyakinkan)
  • Daya tarik visual kemasan/warna
Contoh & Risikonya

Iklan minuman Teh Botol Sosro yang ceria dan mudah diingat membentuk sikap positif cepat — tapi sikap ini rapuh: begitu ada iklan pesaing yang lebih menarik, sikap bisa bergeser.

Glos: KOL = Key Opinion Leader, sosok berpengaruh di media sosial (mis. selebgram, food vlogger) yang direkrut brand untuk merekomendasikan produk.

Hitung dari Nol: Model Sikap Multiatribut Fishbein

Model Fishbein menghitung sikap total (Ao) sebagai jumlah keyakinan (bi) dikali evaluasi (ei) tiap atribut. Kasus: mahasiswa menilai e-wallet DANA pada 2 atribut.

LangkahPerhitunganNilai
1. Atribut "Kemudahan pakai": keyakinan (skala 1-10) x evaluasi kepentingan (skala 1-10)b1 = 8, e1 = 9 → 8 × 972
2. Atribut "Banyak promo cashback": keyakinan x evaluasib2 = 6, e2 = 7 → 6 × 742
3. Jumlahkan seluruh atribut untuk dapat skor sikap totalA_o = 72 + 42114
SIKAP TOTAL TERHADAP DANA
114
Dari skala teoretis maksimum 10 x 10 x 2 atribut = 200

Coba Sendiri: Hitung Sikap Total Model Fishbein

Ubah keyakinan & evaluasi kepentingan tiap atribut sebuah merek, lalu amati bagaimana skor sikap total berubah.

Bagian 3 dari 4
Strategi Persuasi Pemasar
Sumber pesan, struktur pesan, dan taktik konkret mengubah sikap konsumen.

Kredibilitas Sumber Pesan

Efektivitas persuasi sangat dipengaruhi siapa yang menyampaikan pesan. Dua dimensi utama kredibilitas sumber:

EXPERTISE
KEAHLIAN
Sumber dianggap punya pengetahuan/kompetensi. Contoh: dokter gigi merekomendasikan pasta gigi Pepsodent.
TRUSTWORTHINESS
KEJUJURAN
Sumber dianggap tidak bias/jujur. Contoh: ulasan pengguna biasa di Tokopedia sering lebih dipercaya daripada iklan brand.
Efek tidur (sleeper effect): pengaruh sumber kredibel rendah dapat meningkat seiring waktu karena konsumen lupa sumbernya, tapi mengingat pesannya.

Struktur Pesan: Satu Sisi vs Dua Sisi

Pemasar bisa memilih menyampaikan hanya kelebihan produk (one-sided) atau kelebihan sekaligus keterbatasan (two-sided).

StrategiCocok UntukContoh
One-sided (satu sisi)Konsumen berpengetahuan rendah / sudah suka merekIklan mi instan hanya menonjolkan rasa lezat
Two-sided (dua sisi)Konsumen kritis / berpendidikan tinggi / skeptisIklan asuransi jujur menyebut premi naik tiap tahun, tapi manfaat proteksi besar
Riset menunjukkan pesan two-sided justru meningkatkan kredibilitas merek di mata konsumen kritis, karena terkesan jujur dan transparan.

Daya Tarik Pesan: Rasional, Emosional, Rasa Takut

Daya Tarik Rasional

Fokus fitur, harga, kinerja. Contoh: iklan Traveloka menonjolkan harga tiket termurah & cashback jelas.

Daya Tarik Emosional

Bangkitkan perasaan (haru, bangga, gembira). Contoh: iklan lebaran Tokopedia soal mudik & keluarga.

Daya Tarik Rasa Takut

Tekankan risiko jika tidak bertindak. Contoh: iklan asuransi jiwa soal risiko finansial keluarga.

Efek U-terbalik: rasa takut yang terlalu tinggi justru membuat konsumen menghindar/menyangkal pesan (defensive avoidance) — level moderat paling efektif.

Walkthrough: Efek Framing Pesan (Gain vs Loss)

Kasus: bank digital Jago mempromosikan fitur menabung otomatis. Bagaimana framing pesan mengubah persepsi tanpa mengubah fakta produk?

LangkahPerhitunganNilai
1. Fakta produk: jika rutin menabung otomatis, dana darurat terkumpul dalam 6 bulanFakta objektif (tidak berubah)Tetap
2. Framing GAIN (positif): "Dengan menabung otomatis, Anda akan PUNYA dana darurat dalam 6 bulan"Menonjolkan apa yang DIDAPATPersepsi: peluang
3. Framing LOSS (negatif): "Tanpa menabung otomatis, Anda TIDAK PUNYA dana darurat saat darurat terjadi"Menonjolkan apa yang HILANG/berisikoPersepsi: ancaman
Riset prospect theory (Kahneman-Tversky): manusia lebih sensitif pada potensi kerugian daripada potensi keuntungan setara — framing loss sering lebih persuasif untuk produk pencegahan risiko (asuransi, tabungan darurat).

Coba Sendiri: Bandingkan Framing Gain vs Loss

Ganti fakta produk & lihat versi pesan gain-framed dan loss-framed berdampingan, lalu nilai mana yang terasa lebih persuasif untuk Anda.

Teknik Compliance (Kepatuhan Bertahap)

Taktik psikologis yang memanfaatkan prinsip konsistensi dan timbal-balik untuk menaikkan peluang konsumen menyetujui permintaan.

TeknikCara KerjaContoh
Foot-in-the-doorMinta hal kecil dulu, lalu naikkan ke permintaan besarMinta ikut trial gratis Netflix 1 bulan, lalu tawarkan langganan penuh
Door-in-the-faceAjukan permintaan besar (ditolak), lalu turunkan ke permintaan wajarTawarkan paket premium mahal, lalu "kompromi" ke paket reguler
Low-ballBeri harga menarik, baru tambahkan biaya tersembunyi setelah komitmenHarga tiket promo murah, biaya admin/pajak muncul saat checkout
Aspek etika: teknik low-ball berbatasan dengan manipulasi — pemasar bertanggung jawab menjaga transparansi agar tidak merusak kepercayaan jangka panjang.
Bagian 4 dari 4
Latihan & Rangkuman
Menerapkan model ABC dan ELM pada studi kasus iklan nyata, lalu merangkum poin kunci.

Latihan Kelompok (15 menit)

Bentuk kelompok 3-4 orang. Pilih satu iklan digital yang pernah Anda lihat (Instagram/TikTok/YouTube) dari brand Indonesia (mis. Erigo, Ruangguru, GoPay, Wardah).

TUGAS 1
IDENTIFIKASI JALUR
Apakah iklan ini menyasar jalur sentral (argumen kuat) atau periferal (isyarat cepat)? Jelaskan buktinya.
TUGAS 2
PETAKAN ABC
Sebutkan elemen mana dalam iklan yang menyasar komponen affect, behavior, atau cognition.
Siapkan 1 juru bicara per kelompok untuk presentasi lisan 2 menit di akhir sesi.

Rangkuman & Pratinjau Minggu Depan

Rangkuman Hari Ini
  • Sikap = evaluasi menyeluruh, tersusun dari model ABC (affect-behavior-cognition)
  • ELM: jalur sentral (argumen, tahan lama) vs periferal (isyarat, rapuh)
  • Persuasi dipengaruhi kredibilitas sumber, struktur pesan, daya tarik emosional, & teknik compliance
MINGGU DEPAN — PERTEMUAN 7
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Kita akan bahas tahapan, heuristik, dan bias dalam proses pengambilan keputusan konsumen — lanjutan langsung dari sikap yang sudah terbentuk hari ini.