‹ Daftar slidePertemuan 1: Ruang lingkup, konsep dasar perilaku konsumen
Program Studi Manajemen • FEB Undip
Perilaku Konsumen
Pertemuan 1 — Ruang Lingkup & Konsep Dasar Perilaku Konsumen
Mengapa konsumen memilih Aqua dibanding Le Minerale, kenapa aplikasi seperti Tokopedia dan Shopee merancang halaman rekomendasi sedemikian rupa — semua itu berakar dari satu bidang ilmu yang akan kita pelajari selama satu semester ke depan.
RPS MINGGU 1 • 2 × 50 MENIT
Bagian 1 dari 3
Definisi & Ruang Lingkup Perilaku Konsumen
Sebelum masuk ke teori yang lebih rumit, kita perlu menyamakan pemahaman: apa itu perilaku konsumen, dan seberapa luas sebenarnya bidang kajian ini.
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan pengertian, ruang lingkup, dan relevansi perilaku konsumen dalam pemasaran modern (Sub-CPMK Minggu 1). Secara rinci:
Pemahaman Konsep
Menjelaskan definisi perilaku konsumen dan tiga dimensi kajiannya
Membedakan perilaku konsumen dari sekadar "kebiasaan belanja"
Wawasan Praktis
Mengidentifikasi disiplin ilmu pendukung & faktor yang memengaruhi konsumen
Menghubungkan perilaku konsumen dengan strategi pemasaran & era digital
Pustaka acuan minggu ini: Solomon, Consumer Behavior: Buying, Having, and Being, Bab 1; Schiffman & Wisenblit, Consumer Behavior, Bab 1.
Definisi Perilaku Konsumen
Perilaku konsumen = proses & aktivitas ketika individu/kelompok mencari, memilih, membeli, menggunakan, dan mengevaluasi produk/jasa untuk memenuhi kebutuhan & keinginan.
Definisi ini merangkum pandangan Solomon & Schiffman — perilaku konsumen bukan hanya "saat membeli", tapi seluruh perjalanan sebelum dan sesudahnya.
Sebelum Membeli
Mencari informasi, membandingkan harga di Tokopedia vs Shopee, membaca ulasan produk sebelum memutuskan.
Sesudah Membeli
Menggunakan produk, menilai apakah sesuai ekspektasi, memberi ulasan bintang, bahkan memutuskan cara membuang kemasannya.
Ruang Lingkup: Tiga Dimensi Kajian Perilaku Konsumen
Afeksi & Kognisi
A&K
Perasaan & pikiran
Bagaimana konsumen merasa (suka/tidak suka) dan berpikir (mengingat, menilai) tentang suatu merek atau iklan.
Perilaku
B
Tindakan nyata
Tindakan yang terlihat langsung: membeli, menggunakan, merekomendasikan ke teman, atau berhenti memakai suatu produk.
Lingkungan
E
Konteks di sekitar
Budaya, keluarga, kelompok teman, ekonomi, dan teknologi yang membentuk & membatasi pilihan konsumen.
Ketiga dimensi ini saling terkait — memahami satu tanpa yang lain akan memberi gambaran yang keliru tentang konsumen.
Studi Kasus: Ketika Pemasar Salah Membaca Konsumen
Kasus New Coke (1985, Amerika Serikat)
Coca-Cola ganti resep berdasar uji rasa (blind taste test) semata
Abaikan ikatan emosional & nostalgia konsumen terhadap resep lama
Hasil: protes besar-besaran, resep lama dikembalikan <3 bulan
Pelajaran bagi Pemasar Indonesia
Indomie bertahan puluhan tahun karena paham selera & kebiasaan lokal, bukan hanya rasa
Riset rasa/harga saja tidak cukup — emosi & kebiasaan juga menentukan
Produk terbaik secara teknis bisa gagal di pasar kalau pemasarnya tidak memahami sisi emosional & sosial konsumen — inilah alasan mata kuliah ini penting.
Model Dasar: Stimulus – Organisme – Respons (S-O-R)
Diagram Alur Dasar Perilaku Konsumen
Perhatikan: respons konsumen sama tidak dijamin sama walau stimulusnya identik, karena "organisme" (isi kepala & hati tiap orang) berbeda-beda.
Faktor yang Memengaruhi Perilaku Konsumen
Faktor Internal (Dalam Diri)
Persepsi & pembelajaran (dibahas pertemuan 3–4)
Motivasi & keterlibatan (pertemuan 5)
Sikap & kepribadian (pertemuan 6, 10)
Faktor Eksternal (Lingkungan)
Keluarga, kelompok referensi, WOM (pertemuan 11–12)
Kelas sosial & budaya (pertemuan 13–14)
Kondisi ekonomi & teknologi (mis. penetrasi internet & e-commerce)
Kedua kelompok faktor ini saling berinteraksi — misalnya motivasi membeli gawai baru (internal) sering diperkuat oleh tren di media sosial (eksternal).
Hitung dari Nol #1: Pangsa Preferensi Merek dari Riset Konsumen
Riset kecil terhadap 500 responden mahasiswa ditanya merek air mineral kemasan yang paling sering dibeli.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Total responden disurvei
Diketahui
500 orang
2. Responden memilih Aqua
Diketahui
220 orang
3. Responden memilih Le Minerale
Diketahui
150 orang
4. Pangsa preferensi Aqua
220 ÷ 500 × 100%
44%
5. Pangsa preferensi Le Minerale
150 ÷ 500 × 100%
30%
Pangsa Preferensi Aqua
44%
Tertinggi di antara merek yang disurvei
Coba Sendiri: Hitung Pangsa Preferensi Merek Anda Sendiri
Ubah jumlah responden dan pemilih tiap merek, amati bagaimana pangsa preferensi berubah secara langsung.
Bagian 2 dari 3
Disiplin Ilmu Pendukung & Evolusi Kajian
Perilaku konsumen bukan ilmu tunggal — ia meminjam teori dari psikologi, sosiologi, antropologi, dan ekonomi, lalu berevolusi mengikuti perkembangan teknologi digital.
Menjelaskan pengaruh kelompok, keluarga, dan kelas sosial terhadap pilihan konsumsi (dasar pertemuan 11–13).
Antropologi
Menjelaskan pengaruh budaya & nilai turun-temurun terhadap makna simbolik suatu produk (dasar pertemuan 14).
Ekonomi
Menjelaskan bagaimana keterbatasan anggaran & harga memengaruhi pilihan rasional konsumen.
Evolusi Singkat: Dari Ekonomi Rasional ke Konsumen Digital
Era
Ciri Utama Pandangan
Contoh Penerapan
1950-an–60-an
Konsumen dianggap "rasional murni" (teori ekonomi klasik)
Iklan fokus pada fitur & harga semata
1970-an–90-an
Masuk unsur psikologi & sosial (motivasi, sikap, kelompok referensi)
Riset merek & segmentasi gaya hidup mulai populer
2000-an
Era hubungan pelanggan (CRM) & loyalitas jangka panjang
Program poin/membership (mis. kartu member Alfamart)
2010-an–kini
Era digital: data perilaku nyata, personalisasi algoritmik
Rekomendasi produk Shopee/Tokopedia berbasis riwayat klik
Pergeseran ini bukan berarti teori lama tidak berlaku — teori-teori tersebut bertumpuk & saling melengkapi, bukan saling menggantikan.
Perilaku Konsumen di Era Pemasaran Digital
Yang Berubah
Riset produk lewat ulasan & media sosial, bukan hanya iklan searah
Algoritma rekomendasi (Tokopedia, Shopee, TikTok) membentuk pilihan
Keputusan bisa terjadi dalam hitungan detik lewat live shopping
Yang Tetap Sama
Kebutuhan & motivasi dasar manusia tidak berubah
Pengaruh sosial (kini lewat WOM digital & influencer) tetap kuat
Kepuasan pascabeli tetap menentukan loyalitas jangka panjang
Teknologi mengubah cara konsumen mencari & memutuskan, tapi prinsip dasar perilaku konsumen (S-O-R, faktor internal-eksternal) tetap berlaku.
Hitung dari Nol #2: Tingkat Konversi Perjalanan Belanja Daring
Sebuah toko daring di Shopee mencatat data kunjungan selama sebulan sebagai berikut.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Pengunjung halaman produk
Diketahui
10.000 orang
2. Memasukkan ke keranjang
Diketahui
1.200 orang
3. Menyelesaikan pembayaran (checkout)
Diketahui
300 orang
4. Tingkat konversi keranjang
1.200 ÷ 10.000 × 100%
12%
5. Tingkat konversi pembelian akhir
300 ÷ 10.000 × 100%
3%
Konversi Akhir
3%
Dari 10.000 pengunjung, hanya 300 yang benar-benar membeli
Coba Sendiri: Hitung Tingkat Konversi Toko Daring Anda
Geser jumlah pengunjung, keranjang, dan checkout, amati bagaimana tingkat konversi keranjang dan pembelian akhir berubah.
Bagian 3 dari 3
Relevansi Perilaku Konsumen bagi Strategi Pemasaran
Semua teori tadi tidak berguna kalau tidak diterjemahkan menjadi keputusan strategi — segmentasi, targeting, positioning, dan bauran pemasaran.
Perilaku Konsumen sebagai Dasar STP & Bauran Pemasaran
Segmentasi, Targeting, Positioning (STP)
Segmentasi berdasar perilaku (frekuensi beli, loyalitas), bukan cuma demografi
Targeting: pilih segmen paling menguntungkan & sesuai kapasitas perusahaan
Positioning: bentuk persepsi khas di benak segmen tersebut
Bauran Pemasaran (4P)
Product: fitur sesuai kebutuhan & motivasi konsumen
Price: sesuai persepsi nilai (value), bukan cuma biaya produksi
Place & Promotion: sesuai kebiasaan & saluran yang dipakai konsumen
Studi Kasus: Segmentasi Berbasis Perilaku ala Gojek
Segmentasi Tradisional (Demografis)
Membagi pengguna hanya berdasar usia & lokasi — kurang menangkap kebiasaan nyata pemakaian aplikasi.
Segmentasi Berbasis Perilaku (Gojek)
Membagi pengguna berdasar pola pemakaian nyata: pengguna GoRide harian untuk kerja, pengguna GoFood akhir pekan, pengguna GoPay untuk transaksi non-transportasi.
Segmentasi berbasis perilaku memungkinkan promosi super personal — mis. diskon GoFood dikirim ke pengguna yang polanya memesan makanan tiap Jumat malam.
Ke Mana Ilmu Ini Berguna? Ragam Profesi Terkait
Sisi Perusahaan/Pemasar
Brand manager & product manager — rancang produk sesuai kebutuhan konsumen
Market researcher — ukur persepsi & preferensi lewat survei/riset kualitatif