stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-05
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 5: Kepribadian dan Nilai
Program Studi Manajemen • FEB

Perilaku Keorganisasian

Pertemuan 5 — Kepribadian dan Nilai

Mengapa dua karyawan bisa bereaksi sangat berbeda terhadap tekanan kerja yang sama — menelusuri kepribadian, nilai, dan pengaruhnya pada perilaku di tempat kerja.

RPS MINGGU 5 • 2 × 50 MENIT
Bagian 1 dari 3
Apa Itu Kepribadian?
Definisi, cara mengukur, dan dua kerangka klasifikasi yang paling banyak dipakai di dunia kerja.

Kepribadian: Pola yang Stabil dan Konsisten

Kepribadian (personality) adalah jumlah total cara seseorang bereaksi dan berinteraksi dengan orang lain — relatif stabil dari waktu ke waktu.

Dua Sumber Pembentuk
  • Faktor keturunan (heredity) — ciri bawaan sejak lahir, terlihat sejak bayi (temperamen).
  • Faktor lingkungan — budaya, keluarga, norma kelompok, dan pengalaman hidup.
  • Riset modern: sekitar 50% variasi kepribadian dijelaskan oleh genetik, sisanya lingkungan.
Cara Mengukur
  • Self-report survey — kuesioner diisi sendiri, paling umum dipakai HR.
  • Observer-rating survey — dinilai rekan kerja/atasan, lebih akurat memprediksi kesuksesan kerja.
  • Kombinasi keduanya memberi gambaran paling lengkap.

MBTI: Myers-Briggs Type Indicator

Instrumen kepribadian paling banyak dipakai di dunia untuk pengembangan diri — mengelompokkan orang ke 16 tipe dari 4 dimensi berpasangan.

DimensiKutub AKutub B
Sumber energiExtrovert (E) — ramai, sosialIntrovert (I) — pendiam, reflektif
Cara mengambil informasiSensing (S) — praktis, detailIntuitive (N) — konseptual, ide besar
Cara memutuskanThinking (T) — logis, objektifFeeling (F) — nilai, empati
Gaya hidupJudging (J) — terstruktur, tuntasPerceiving (P) — fleksibel, terbuka
Kritik akademik: MBTI populer di pelatihan korporat, tetapi tidak konsisten memprediksi kinerja kerja — hasil tes bisa berubah saat diulang pada orang yang sama.

Model Big Five (OCEAN)

Kerangka kepribadian paling didukung riset ilmiah — lima dimensi independen yang bersama-sama memetakan sebagian besar variasi kepribadian manusia.

O
Openness
Keterbukaan pada pengalaman baru, kreativitas, rasa ingin tahu.
C
Conscientiousness
Kehati-hatian, tanggung jawab, terorganisasi — prediktor kinerja terkuat.
E
Extraversion
Nyaman dalam relasi sosial, percaya diri, asertif.
A
Agreeableness
Kooperatif, hangat, mudah mempercayai orang lain.
N
Neuroticism
Kecenderungan cemas, mudah tertekan (kebalikan: stabilitas emosi).

Hitung dari Nol: Skor Dimensi Big Five

Seorang karyawan mengisi 4 item skala Likert 1–5 untuk dimensi Conscientiousness. Skor dimensi = rata-rata dari seluruh item.

LangkahPerhitunganNilai
Item 1: "Saya selalu tepat waktu"4
Item 2: "Saya terorganisasi rapi"5
Item 3: "Saya menyelesaikan tugas tuntas"4
Item 4: "Saya berhati-hati dalam bekerja"3
Total skor4 + 5 + 4 + 316
Skor dimensi Conscientiousness16 ÷ 4 item4,0 dari 5,0
Interpretasi
4,0 / 5,0
Skor 80% dari maksimum — tergolong tinggi, cocok untuk peran yang menuntut ketelitian.

Coba Sendiri: Bentuk Profil Kepribadian Big Five Anda

Geser skor kelima dimensi OCEAN dan amati bagaimana bentuk radar profil kepribadiannya berubah.

Dark Triad: Sisi Gelap Kepribadian

Tiga sifat yang secara sosial tidak diinginkan, namun relevan dipahami karena dapat memengaruhi perilaku di tempat kerja.

Machiavellianism

Pragmatis, menjaga jarak emosional, meyakini tujuan menghalalkan cara — cenderung sukses saat aturan longgar & ada ruang improvisasi.

Narcissism

Rasa penting diri berlebihan, butuh pengakuan tinggi, merasa berhak diistimewakan — sering muncul pada pemimpin karismatik yang egois.

Psychopathy

Kurang empati, tidak peduli dampak tindakan pada orang lain — dalam konteks kerja bisa terkait perilaku manipulatif dan penipuan.

Bukan berarti "orang jahat" — ini adalah trait berskala (rendah–tinggi), setiap orang memilikinya dalam derajat berbeda.
Bagian 2 dari 3
Kepribadian dan Perilaku Kerja
Bagaimana kepribadian berinteraksi dengan situasi, dan mengapa kecocokan orang-pekerjaan itu penting.

Situasi Kuat vs Situasi Lemah

Trait Activation Theory: kepribadian memprediksi perilaku lebih akurat pada situasi lemah daripada situasi kuat.

Situasi KuatAturan jelas & ketatcontoh: SOP kasir bank, protokol pesawatKepribadian << berpengaruh— semua orang berperilaku serupaSituasi LemahAturan longgar, banyak pilihancontoh: kerja remote, riset & inovasiKepribadian >> berpengaruh— perilaku sangat bervariasi antarorang

Trait Kepribadian Relevan di Tempat Kerja

Locus of Control
  • Internal — meyakini nasib ditentukan usaha sendiri.
  • Eksternal — meyakini nasib ditentukan keberuntungan/pihak luar.
  • Internal cenderung lebih puas kerja & berkinerja lebih baik.
Self-Monitoring & Proactive Personality
  • Self-monitoring tinggi — mudah menyesuaikan perilaku dengan situasi sosial.
  • Proactive personality — berinisiatif memperbaiki keadaan, tidak menunggu perintah.
  • Keduanya berkorelasi dengan kesuksesan karier & promosi.

Kecocokan Kepribadian: Person-Job & Person-Organization Fit

Teori Holland (Vocational Choice): kepuasan & retensi tertinggi terjadi saat kepribadian cocok dengan pekerjaan DAN budaya organisasi.

Jenis KecocokanFokusContoh
Person-Job FitKepribadian vs tuntutan tugas spesifikExtrovert tinggi → sales, bukan analis data soliter
Person-Organization FitNilai individu vs budaya perusahaanNilai inovasi tinggi → cocok di startup, bukan birokrasi kaku
Ketidakcocokan (misfit)Konflik peran & nilaiRisiko: turnover tinggi, burnout, kinerja rendah

Hitung dari Nol: Skor Kecocokan Person-Job

Bandingkan profil kepribadian pelamar dengan profil ideal posisi Customer Service — hitung skor kecocokan sederhana (rata-rata selisih absolut, dibalik ke skala kecocokan).

LangkahPerhitunganNilai
Extraversion: ideal 4,5 — pelamar 4,0|4,5 − 4,0|0,5
Agreeableness: ideal 4,5 — pelamar 4,2|4,5 − 4,2|0,3
Conscientiousness: ideal 4,0 — pelamar 3,8|4,0 − 3,8|0,2
Total selisih0,5 + 0,3 + 0,21,0
Rata-rata selisih1,0 ÷ 3 dimensi0,33
Skor kecocokan (skala 5)5 − 0,334,67 / 5,0 — sangat cocok

Coba Sendiri: Uji Kecocokan Pelamar dengan Profil Ideal

Geser skor profil ideal posisi dan skor pelamar per dimensi, lalu amati bagaimana skor kecocokan person-job berubah.

Bagian 3 dari 3
Nilai (Values) di Tempat Kerja
Prinsip hidup yang membentuk pilihan — dari generasi kerja hingga budaya lintas negara.

Nilai: Sistem Keyakinan tentang yang Penting

Nilai (values) merepresentasikan keyakinan dasar bahwa suatu cara bertindak/keadaan akhir lebih disukai secara personal atau sosial dibanding kebalikannya.

Terminal Values (Rokeach)
  • Keadaan akhir yang ingin dicapai dalam hidup.
  • Contoh: kesejahteraan keluarga, kebahagiaan, rasa aman finansial, prestasi.
Instrumental Values (Rokeach)
  • Cara berperilaku untuk mencapai nilai akhir tersebut.
  • Contoh: kejujuran, ambisi, tanggung jawab, kemandirian.
Nilai membentuk hierarki berdasarkan kepentingan relatif — disebut sistem nilai (value system) seseorang.

Nilai Kerja Antar-Generasi

Nilai kerja bergeser antar-kohort generasi — penting dipahami karena tempat kerja kini memiliki hingga 4 generasi sekaligus.

Generasi (perkiraan lahir)Nilai Kerja DominanContoh Sikap
Baby Boomer (~1946–1964)Kesuksesan, pencapaian, loyalitas jangka panjangBertahan lama di satu perusahaan
Generasi X (~1965–1980)Work-life balance, kemandirianKurang loyal pada satu institusi
Milenial/Gen Y (~1981–1996)Fleksibilitas, makna kerja, kolaborasiMencari perusahaan dengan misi jelas
Generasi Z (~1997–2012)Keberagaman, kesehatan mental, tujuan sosialMenilai reputasi ESG perusahaan sebelum melamar

Nilai Lintas Budaya: Kerangka Hofstede

Riset Geert Hofstede pada karyawan IBM di 40+ negara mengidentifikasi dimensi budaya nasional yang memengaruhi nilai kerja.

Power Distance

Sejauh mana masyarakat menerima distribusi kekuasaan tidak setara. Indonesia relatif tinggi — hierarki dihormati, atasan jarang dibantah terbuka.

Individualism vs Collectivism

Individualisme mengutamakan diri/keluarga inti; kolektivisme mengutamakan kelompok. Indonesia relatif kolektif — gotong royong & musyawarah kental.

Implikasi manajerial: gaya kepemimpinan & sistem reward yang efektif di AS (individualis, power distance rendah) belum tentu efektif diterapkan langsung di Indonesia.

Kepribadian, Nilai, dan Keputusan Etis

Kepribadian & nilai bersama-sama memprediksi bagaimana seseorang merespons dilema etis di tempat kerja.

KepribadianConscientiousness, IntegrityNilai PersonalKejujuran, KeadilanKeputusan Etisdi tempat kerja
Contoh nyata: skandal manipulasi laporan keuangan di beberapa perusahaan Indonesia sering ditelusuri ke individu dengan skor Machiavellianism tinggi & nilai integritas rendah, bukan sekadar tekanan sistem semata.

Walkthrough Kasus: Menilai Kecocokan Calon Karyawan

Sebuah UMKM fesyen di Bandung merekrut Content Creator. Mari telusuri bagaimana kepribadian & nilai memengaruhi keputusan rekrutmen, langkah demi langkah.

Walkthrough A — Profil Kandidat
  • Langkah 1: Tes Big Five → Openness tinggi, Extraversion tinggi.
  • Langkah 2: Nilai personal → kreativitas & kebebasan berekspresi diutamakan.
  • Langkah 3: Bandingkan dengan tuntutan tugas → konten kreatif, kolaborasi tim kecil.
  • Langkah 4: Kesimpulan: person-job fit tinggi.
Walkthrough B — Cek Budaya Organisasi
  • Langkah 1: Budaya UMKM → fleksibel, informal, cepat berubah.
  • Langkah 2: Nilai kandidat → nyaman dengan ambiguitas & ritme cepat.
  • Langkah 3: Bandingkan dengan kandidat lain yang menyukai struktur ketat.
  • Langkah 4: Kesimpulan: person-organization fit juga tinggi → direkrut.

Latihan Kelas: Refleksi Kepribadian & Nilai Anda

Instruksi Tugas
  • 1. Isi mini-kuesioner Big Five (4 pernyataan per dimensi, skala 1–5) yang dibagikan dosen.
  • 2. Hitung skor tiap dimensi (rata-rata) seperti contoh "Hitung dari Nol" tadi.
  • 3. Tuliskan 3 nilai personal (terminal values) yang paling penting bagi Anda.
  • 4. Diskusikan berpasangan: pekerjaan apa yang paling cocok dengan profil Anda — dan mengapa?
  • 5. Siapkan 1 kelompok untuk presentasi singkat 3 menit di akhir sesi.
Tujuan latihan: mengalami sendiri proses asesmen kepribadian & melihat keterkaitannya dengan pilihan karier — bukan menilai "benar-salah" kepribadian seseorang.

Ringkasan Pertemuan 5

Poin Kunci
  • Kepribadian = pola stabil, dibentuk keturunan & lingkungan; diukur lewat Big Five (lebih valid dari MBTI).
  • Situasi kuat menekan pengaruh kepribadian; situasi lemah membiarkannya muncul.
  • Person-job & person-organization fit menentukan kepuasan & retensi kerja.
  • Nilai (terminal & instrumental) membentuk hierarki yang berbeda antargenerasi & antarbudaya.
Menuju Pertemuan 6
  • Topik berikutnya: Persepsi dan Pengambilan Keputusan Individu.
  • Kaitan langsung: kepribadian & nilai memengaruhi bagaimana seseorang mempersepsikan situasi kerja.
  • Bawa hasil refleksi Big Five Anda — akan dipakai lagi minggu depan.