Mengapa dua karyawan bisa bereaksi sangat berbeda terhadap tekanan kerja yang sama — menelusuri kepribadian, nilai, dan pengaruhnya pada perilaku di tempat kerja.
RPS MINGGU 5 • 2 × 50 MENIT
Bagian 1 dari 3
Apa Itu Kepribadian?
Definisi, cara mengukur, dan dua kerangka klasifikasi yang paling banyak dipakai di dunia kerja.
Kepribadian: Pola yang Stabil dan Konsisten
Kepribadian (personality) adalah jumlah total cara seseorang bereaksi dan berinteraksi dengan orang lain — relatif stabil dari waktu ke waktu.
Dua Sumber Pembentuk
Faktor keturunan (heredity) — ciri bawaan sejak lahir, terlihat sejak bayi (temperamen).
Faktor lingkungan — budaya, keluarga, norma kelompok, dan pengalaman hidup.
Riset modern: sekitar 50% variasi kepribadian dijelaskan oleh genetik, sisanya lingkungan.
Cara Mengukur
Self-report survey — kuesioner diisi sendiri, paling umum dipakai HR.
Kombinasi keduanya memberi gambaran paling lengkap.
MBTI: Myers-Briggs Type Indicator
Instrumen kepribadian paling banyak dipakai di dunia untuk pengembangan diri — mengelompokkan orang ke 16 tipe dari 4 dimensi berpasangan.
Dimensi
Kutub A
Kutub B
Sumber energi
Extrovert (E) — ramai, sosial
Introvert (I) — pendiam, reflektif
Cara mengambil informasi
Sensing (S) — praktis, detail
Intuitive (N) — konseptual, ide besar
Cara memutuskan
Thinking (T) — logis, objektif
Feeling (F) — nilai, empati
Gaya hidup
Judging (J) — terstruktur, tuntas
Perceiving (P) — fleksibel, terbuka
Kritik akademik: MBTI populer di pelatihan korporat, tetapi tidak konsisten memprediksi kinerja kerja — hasil tes bisa berubah saat diulang pada orang yang sama.
Model Big Five (OCEAN)
Kerangka kepribadian paling didukung riset ilmiah — lima dimensi independen yang bersama-sama memetakan sebagian besar variasi kepribadian manusia.
O
Openness
Keterbukaan pada pengalaman baru, kreativitas, rasa ingin tahu.
Nyaman dalam relasi sosial, percaya diri, asertif.
A
Agreeableness
Kooperatif, hangat, mudah mempercayai orang lain.
N
Neuroticism
Kecenderungan cemas, mudah tertekan (kebalikan: stabilitas emosi).
Hitung dari Nol: Skor Dimensi Big Five
Seorang karyawan mengisi 4 item skala Likert 1–5 untuk dimensi Conscientiousness. Skor dimensi = rata-rata dari seluruh item.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Item 1: "Saya selalu tepat waktu"
—
4
Item 2: "Saya terorganisasi rapi"
—
5
Item 3: "Saya menyelesaikan tugas tuntas"
—
4
Item 4: "Saya berhati-hati dalam bekerja"
—
3
Total skor
4 + 5 + 4 + 3
16
Skor dimensi Conscientiousness
16 ÷ 4 item
4,0 dari 5,0
Interpretasi
4,0 / 5,0
Skor 80% dari maksimum — tergolong tinggi, cocok untuk peran yang menuntut ketelitian.
Coba Sendiri: Bentuk Profil Kepribadian Big Five Anda
Geser skor kelima dimensi OCEAN dan amati bagaimana bentuk radar profil kepribadiannya berubah.
Dark Triad: Sisi Gelap Kepribadian
Tiga sifat yang secara sosial tidak diinginkan, namun relevan dipahami karena dapat memengaruhi perilaku di tempat kerja.
Machiavellianism
Pragmatis, menjaga jarak emosional, meyakini tujuan menghalalkan cara — cenderung sukses saat aturan longgar & ada ruang improvisasi.
Narcissism
Rasa penting diri berlebihan, butuh pengakuan tinggi, merasa berhak diistimewakan — sering muncul pada pemimpin karismatik yang egois.
Psychopathy
Kurang empati, tidak peduli dampak tindakan pada orang lain — dalam konteks kerja bisa terkait perilaku manipulatif dan penipuan.
Bukan berarti "orang jahat" — ini adalah trait berskala (rendah–tinggi), setiap orang memilikinya dalam derajat berbeda.
Bagian 2 dari 3
Kepribadian dan Perilaku Kerja
Bagaimana kepribadian berinteraksi dengan situasi, dan mengapa kecocokan orang-pekerjaan itu penting.
Situasi Kuat vs Situasi Lemah
Trait Activation Theory: kepribadian memprediksi perilaku lebih akurat pada situasi lemah daripada situasi kuat.
Trait Kepribadian Relevan di Tempat Kerja
Locus of Control
Internal — meyakini nasib ditentukan usaha sendiri.
Eksternal — meyakini nasib ditentukan keberuntungan/pihak luar.
Internal cenderung lebih puas kerja & berkinerja lebih baik.
Self-Monitoring & Proactive Personality
Self-monitoring tinggi — mudah menyesuaikan perilaku dengan situasi sosial.
Proactive personality — berinisiatif memperbaiki keadaan, tidak menunggu perintah.
Keduanya berkorelasi dengan kesuksesan karier & promosi.
Kecocokan Kepribadian: Person-Job & Person-Organization Fit
Teori Holland (Vocational Choice): kepuasan & retensi tertinggi terjadi saat kepribadian cocok dengan pekerjaan DAN budaya organisasi.
Jenis Kecocokan
Fokus
Contoh
Person-Job Fit
Kepribadian vs tuntutan tugas spesifik
Extrovert tinggi → sales, bukan analis data soliter
Person-Organization Fit
Nilai individu vs budaya perusahaan
Nilai inovasi tinggi → cocok di startup, bukan birokrasi kaku
Ketidakcocokan (misfit)
Konflik peran & nilai
Risiko: turnover tinggi, burnout, kinerja rendah
Hitung dari Nol: Skor Kecocokan Person-Job
Bandingkan profil kepribadian pelamar dengan profil ideal posisi Customer Service — hitung skor kecocokan sederhana (rata-rata selisih absolut, dibalik ke skala kecocokan).
Langkah
Perhitungan
Nilai
Extraversion: ideal 4,5 — pelamar 4,0
|4,5 − 4,0|
0,5
Agreeableness: ideal 4,5 — pelamar 4,2
|4,5 − 4,2|
0,3
Conscientiousness: ideal 4,0 — pelamar 3,8
|4,0 − 3,8|
0,2
Total selisih
0,5 + 0,3 + 0,2
1,0
Rata-rata selisih
1,0 ÷ 3 dimensi
0,33
Skor kecocokan (skala 5)
5 − 0,33
4,67 / 5,0 — sangat cocok
Coba Sendiri: Uji Kecocokan Pelamar dengan Profil Ideal
Geser skor profil ideal posisi dan skor pelamar per dimensi, lalu amati bagaimana skor kecocokan person-job berubah.
Bagian 3 dari 3
Nilai (Values) di Tempat Kerja
Prinsip hidup yang membentuk pilihan — dari generasi kerja hingga budaya lintas negara.
Nilai: Sistem Keyakinan tentang yang Penting
Nilai (values) merepresentasikan keyakinan dasar bahwa suatu cara bertindak/keadaan akhir lebih disukai secara personal atau sosial dibanding kebalikannya.
Terminal Values (Rokeach)
Keadaan akhir yang ingin dicapai dalam hidup.
Contoh: kesejahteraan keluarga, kebahagiaan, rasa aman finansial, prestasi.
Instrumental Values (Rokeach)
Cara berperilaku untuk mencapai nilai akhir tersebut.
Implikasi manajerial: gaya kepemimpinan & sistem reward yang efektif di AS (individualis, power distance rendah) belum tentu efektif diterapkan langsung di Indonesia.
Kepribadian, Nilai, dan Keputusan Etis
Kepribadian & nilai bersama-sama memprediksi bagaimana seseorang merespons dilema etis di tempat kerja.
Contoh nyata: skandal manipulasi laporan keuangan di beberapa perusahaan Indonesia sering ditelusuri ke individu dengan skor Machiavellianism tinggi & nilai integritas rendah, bukan sekadar tekanan sistem semata.
Sebuah UMKM fesyen di Bandung merekrut Content Creator. Mari telusuri bagaimana kepribadian & nilai memengaruhi keputusan rekrutmen, langkah demi langkah.
Walkthrough A — Profil Kandidat
Langkah 1: Tes Big Five → Openness tinggi, Extraversion tinggi.
Langkah 2: Nilai personal → kreativitas & kebebasan berekspresi diutamakan.
Langkah 3: Bandingkan dengan tuntutan tugas → konten kreatif, kolaborasi tim kecil.
Langkah 4: Kesimpulan: person-job fit tinggi.
Walkthrough B — Cek Budaya Organisasi
Langkah 1: Budaya UMKM → fleksibel, informal, cepat berubah.
Langkah 2: Nilai kandidat → nyaman dengan ambiguitas & ritme cepat.
Langkah 3: Bandingkan dengan kandidat lain yang menyukai struktur ketat.
Langkah 4: Kesimpulan: person-organization fit juga tinggi → direkrut.
Latihan Kelas: Refleksi Kepribadian & Nilai Anda
Instruksi Tugas
1. Isi mini-kuesioner Big Five (4 pernyataan per dimensi, skala 1–5) yang dibagikan dosen.
2. Hitung skor tiap dimensi (rata-rata) seperti contoh "Hitung dari Nol" tadi.
3. Tuliskan 3 nilai personal (terminal values) yang paling penting bagi Anda.
4. Diskusikan berpasangan: pekerjaan apa yang paling cocok dengan profil Anda — dan mengapa?
5. Siapkan 1 kelompok untuk presentasi singkat 3 menit di akhir sesi.
Tujuan latihan: mengalami sendiri proses asesmen kepribadian & melihat keterkaitannya dengan pilihan karier — bukan menilai "benar-salah" kepribadian seseorang.
Ringkasan Pertemuan 5
Poin Kunci
Kepribadian = pola stabil, dibentuk keturunan & lingkungan; diukur lewat Big Five (lebih valid dari MBTI).
Situasi kuat menekan pengaruh kepribadian; situasi lemah membiarkannya muncul.
Person-job & person-organization fit menentukan kepuasan & retensi kerja.
Nilai (terminal & instrumental) membentuk hierarki yang berbeda antargenerasi & antarbudaya.
Menuju Pertemuan 6
Topik berikutnya: Persepsi dan Pengambilan Keputusan Individu.
Kaitan langsung: kepribadian & nilai memengaruhi bagaimana seseorang mempersepsikan situasi kerja.
Bawa hasil refleksi Big Five Anda — akan dipakai lagi minggu depan.