Pengertian sikap, faktor pembentuk sikap, dampak sikap terhadap perilaku, pengertian dan pentingnya kepuasan kerja, serta faktor pembentuk kepuasan kerja.
RPS minggu 3 · 2x50 menit
Bagian 1 dari 3
Apa Itu Sikap, dan Mengapa Ia Penting?
Pengertian sikap, tiga komponennya, kapan sikap benar-benar memprediksi perilaku, serta dari mana sikap itu terbentuk.
AttitudeABC ModelCognitive Dissonance
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan sikap dan kepuasan kerja serta implikasinya bagi perilaku di tempat kerja. Secara rinci:
CAPAIAN 1
SIKAP
Menjelaskan pengertian sikap dan tiga komponennya: afektif, perilaku, dan kognitif.
CAPAIAN 2
PEMBENTUK
Mengidentifikasi faktor pembentuk sikap — genetik, keluarga, pengalaman, dan lingkungan sosial.
CAPAIAN 3
DAMPAK
Menganalisis dampak sikap terhadap perilaku kerja, termasuk kapan konsistensinya lemah.
CAPAIAN 4
KEPUASAN
Menjelaskan pengertian, pentingnya, dan faktor pembentuk kepuasan kerja di organisasi.
Mengapa Manajer Harus Peduli dengan Sikap Karyawan?
Bayangkan Anda supervisor di sebuah cabang bank BCA. Tiga hal ini terjadi dalam sebulan terakhir:
KASUS 1
TELLER A
Sering mengeluh soal kebijakan lembur, tapi kinerjanya tetap baik dan tidak pernah bolos.
KASUS 2
TELLER B
Tidak pernah mengeluh di depan Anda, tapi diam-diam mengajukan lamaran ke bank lain.
KASUS 3
TELLER C
Terang-terangan bilang "saya cinta pekerjaan ini" dan selalu jadi contoh untuk pegawai baru.
Ketiganya punya sikap berbeda terhadap pekerjaan yang sama — dan sikap itulah yang akan menentukan siapa yang bertahan, siapa yang resign, dan siapa yang jadi teladan tim.
Pengertian Sikap (Attitude)
Sikap adalah pernyataan evaluatif — baik menyenangkan atau tidak menyenangkan — mengenai objek, orang, atau peristiwa. Sikap mencerminkan bagaimana perasaan seseorang tentang sesuatu.
CONTOH DI KELAS
"Saya Suka Dosen Ini"
Ini pernyataan evaluatif terhadap seseorang — mengandung penilaian suka/tidak suka, bukan sekadar fakta netral.
CONTOH DI KANTOR
"Gaji Saya Tidak Adil"
Ini pernyataan evaluatif terhadap objek (sistem penggajian) — akan kita bahas lebih lanjut sebagai bagian dari kepuasan kerja.
Sikap berbeda dari fakta. "Kantor ini punya 500 karyawan" adalah fakta netral; "kantor ini tempat kerja yang menyenangkan" adalah sikap, karena mengandung penilaian pribadi.
Tiga Komponen Sikap: Model ABC
Setiap sikap sebenarnya tersusun dari tiga komponen yang saling terkait erat:
COGNITION → AFFECT → BEHAVIOR
Apakah Sikap Selalu Menentukan Perilaku?
Riset awal berasumsi sikap → perilaku bersifat langsung. Riset modern menunjukkan hubungannya lebih lemah dan bersyarat — bergantung pada moderator berikut:
MODERATOR 1–2
KEPENTINGAN & SPESIFISITAS
Sikap terhadap hal yang penting bagi individu, dan yang spesifik (bukan umum), lebih kuat memprediksi perilaku.
MODERATOR 3–4
AKSESIBILITAS & TEKANAN SOSIAL
Sikap yang mudah diingat kembali lebih kuat memandu tindakan; tekanan sosial dapat membelokkan perilaku berlawanan dari sikap asli.
Contoh: karyawan Garuda Indonesia mungkin punya sikap negatif terhadap kebijakan baru, tapi tetap patuh di depan atasan karena tekanan sosial dan takut sanksi — sikap dan perilaku tampak "tidak nyambung", padahal sebenarnya sedang dimoderasi.
Disonansi Kognitif (Cognitive Dissonance)
Disonansi = ketidaksesuaian antara dua sikap, atau antara sikap dan perilaku
Teori Leon Festinger: ketika muncul ketidaksesuaian, individu merasa tidak nyaman dan berusaha menguranginya — biasanya dengan mengubah sikap, bukan perilaku (perilaku sudah terlanjur terjadi dan lebih sulit ditarik kembali).
CONTOH
LEMBUR TANPA UPAH
Karyawan merasa lembur tanpa insentif itu tidak adil, tapi tetap melakukannya karena butuh pekerjaan.
RESOLUSI TIPIKAL
RASIONALISASI
Ia mengubah sikapnya: "sebenarnya ini pengalaman berharga untuk promosi" — bukan berhenti bekerja.
Besar-kecilnya disonansi ditentukan oleh pentingnya isu dan rasio kognisi yang tidak konsisten terhadap yang konsisten — akan kita hitung di slide berikutnya.
Hitung dari Nol: Magnitude Disonansi Kognitif
Kasus: seorang karyawan bank BCA tetap lembur tanpa insentif tambahan. Ia punya 4 kognisi konsonan (mendukung keputusan tetap bekerja: butuh gaji, takut dipecat, loyalitas, harap promosi) dan 2 kognisi disonan (merasa tak dihargai, kelelahan). Isu ini penting baginya (faktor 0,7 dari skala 0–1).
Langkah
Perhitungan
Nilai
Identifikasi kognisi
4 konsonan : 2 disonan
2 : 4
Rasio disonansi dasar
2 ÷ 4
0,50
Kalikan faktor kepentingan
0,50 × 0,7
0,35
MAGNITUDE DISONANSI (SKALA 0–1)
0,35
Disonansi sedang → kemungkinan besar ia akan merasionalisasi sikapnya, bukan berhenti bekerja
Geser jumlah kognisi konsonan/disonan dan faktor kepentingan isu, lalu amati bagaimana magnitude disonansi berubah pada skala 0-1.
Dari Mana Sikap Seseorang Terbentuk?
Sikap bukan bawaan tunggal dari lahir — ia terbentuk dari kombinasi faktor genetik dan lingkungan:
GENETIK
~30%
Riset kembar menunjukkan sebagian sikap (mis. terhadap otoritas) diwariskan secara genetik.
KELUARGA & TEMAN
SOSIALISASI
Nilai yang ditanamkan orang tua dan pengaruh kelompok pertemanan sejak kecil.
PENGALAMAN & BUDAYA
PEMBELAJARAN
Pengalaman langsung di tempat kerja, media, dan norma budaya organisasi tempat seseorang bekerja.
Implikasi bagi manajer: karena sebagian besar sikap dibentuk lingkungan, budaya organisasi dan pengalaman kerja awal (onboarding) punya pengaruh besar terhadap sikap karyawan baru — bukan sekadar "bawaan orangnya".
Dampak Sikap terhadap Perilaku Kerja
Perilaku Keorganisasian berfokus pada beberapa sikap kerja (job attitudes) spesifik karena masing-masing berdampak berbeda pada perilaku:
JOB INVOLVEMENT
KETERLIBATAN
Sejauh mana seseorang mengidentifikasi diri dengan pekerjaannya → terlibat tinggi = jarang absen & resign.
ORGANIZATIONAL COMMITMENT
KOMITMEN
Sejauh mana seseorang memihak organisasi dan ingin tetap menjadi anggotanya → prediktor kuat turnover.
PERCEIVED ORG. SUPPORT (POS)
DUKUNGAN
Persepsi bahwa organisasi menghargai kontribusi & peduli kesejahteraan karyawan → mendorong balas budi (OCB).
EMPLOYEE ENGAGEMENT
KETERIKATAN
Keterlibatan, kepuasan, dan antusiasme terhadap pekerjaan → berkorelasi kuat dengan produktivitas & laba unit kerja.
Bagian 2 dari 3
Kepuasan Kerja: Pengertian & Pentingnya
Definisi kepuasan kerja, dan mengapa manajer di seluruh dunia menganggapnya salah satu metrik SDM terpenting.
Job SatisfactionExit-Voice-Loyalty-Neglect
Pengertian Kepuasan Kerja (Job Satisfaction)
Kepuasan kerja adalah perasaan positif tentang suatu pekerjaan, yang dihasilkan dari evaluasi terhadap karakteristik-karakteristiknya.
KARYAWAN PUAS
EVALUASI POSITIF
Menilai pekerjaannya secara keseluruhan positif — tugasnya, atasannya, rekan kerjanya, gajinya.
KARYAWAN TIDAK PUAS
EVALUASI NEGATIF
Menilai satu atau lebih karakteristik pekerjaannya secara negatif — belum tentu semuanya.
Kepuasan kerja adalah sikap (bukan emosi sesaat) — mengikuti model ABC yang kita bahas tadi: mengandung evaluasi kognitif ("gaji saya di bawah pasar"), perasaan (kecewa), dan kecenderungan bertindak (mencari kerja lain).
Mengapa Kepuasan Kerja Penting bagi Organisasi?
Ketika karyawan tidak puas, ia punya empat respons yang bisa diprediksi lewat kerangka Exit–Voice–Loyalty–Neglect:
Hitung dari Nol: Skor Kepuasan Kerja dari Survei
Seorang karyawan Kimia Farma mengisi survei kepuasan kerja 5 dimensi (skala Likert 1–5): Pekerjaan Itu Sendiri = 4, Gaji = 3, Promosi = 2, Supervisi = 4, Rekan Kerja = 5.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Jumlahkan skor 5 dimensi
4 + 3 + 2 + 4 + 5
18
Rata-rata (bagi 5 dimensi)
18 ÷ 5
3,6
Konversi ke persen (skala 1–5)
(3,6 − 1) ÷ (5 − 1) × 100%
65%
SKOR KEPUASAN KERJA
3,6 / 5 (65%)
Kategori "cukup puas" — tapi dimensi Promosi (2/5) jadi area prioritas perbaikan HR
Bagian 3 dari 3
Apa yang Membentuk Kepuasan Kerja?
Dari karakteristik pekerjaan itu sendiri, kompensasi, hingga kepribadian bawaan — faktor apa saja yang menentukan tinggi-rendahnya kepuasan kerja seseorang.
Job CharacteristicsCore Self-Evaluation
Faktor 1: Pekerjaan Itu Sendiri & Kompensasi
Riset konsisten menunjukkan karakteristik pekerjaan adalah prediktor terkuat kepuasan kerja — lebih kuat dari gaji semata:
MENTALLY CHALLENGING WORK
TANTANGAN SESUAI
Pekerjaan yang menantang tapi bisa dikuasai (tidak terlalu mudah/terlalu sulit) meningkatkan kepuasan.
Contoh: karyawan startup dengan gaji Rp 8 juta bisa lebih puas daripada karyawan BUMN bergaji Rp 12 juta, jika ia merasa gajinya adil relatif terhadap beban kerja & rekan setingkat, sementara yang satunya merasa timpang.
Faktor 2: Lingkungan Sosial & Kepribadian
SUPERVISI
ATASAN
Atasan yang suportif & komunikatif meningkatkan kepuasan lebih dari gaya kepemimpinan otoriter.
REKAN KERJA
KOLEGA
Hubungan sosial positif di tempat kerja adalah penopang kepuasan, terutama saat beban kerja tinggi.
CORE SELF-EVALUATION
KEPRIBADIAN
Individu dengan evaluasi-diri positif (percaya diri, stabil secara emosi) cenderung puas di berbagai pekerjaan.
Implikasi: karena sebagian kepuasan berasal dari kepribadian bawaan (core self-evaluation), dua karyawan di posisi & gaji identik bisa punya tingkat kepuasan berbeda — manajer perlu adil ke semua, bukan menyamaratakan ekspektasi kepuasan.
Latihan Kelas: Diagnosis Kasus
Kasus: Seorang karyawan customer service di sebuah e-commerce (mis. Tokopedia) tidak pernah mengeluh di rapat, tapi 3 bulan terakhir sering datang terlambat, jarang inisiatif membantu rekan, dan kinerjanya menurun — meski gajinya sesuai standar pasar.
PERTANYAAN 1
RESPON APA?
Menurut kerangka exit-voice-loyalty-neglect, respon mana yang sedang ditunjukkan karyawan ini? Mengapa berbahaya?
PERTANYAAN 2
AKAR MASALAH?
Dari faktor pembentuk kepuasan kerja yang sudah dipelajari, dimensi mana yang paling mungkin jadi akar masalahnya?
Diskusikan berpasangan selama 5 menit, lalu 2 pasangan akan diminta memaparkan jawabannya ke kelas.
Rangkuman & Persiapan Pertemuan Berikutnya
CHEAT SHEET PERTEMUAN 3
Konsep
Inti
Sikap
Pernyataan evaluatif (kognitif + afektif + perilaku) tentang objek/orang/peristiwa
Konsistensi sikap-perilaku
Dimoderasi kepentingan, spesifisitas, aksesibilitas, tekanan sosial
Kepuasan kerja
Perasaan positif hasil evaluasi karakteristik pekerjaan; penting via exit-voice-loyalty-neglect
MINGGU DEPAN
Emosi & Suasana Hati
Affective Events Theory & kecerdasan emosional
TUGAS SEBELUM MINGGU DEPAN
REFLEKSI SINGKAT
Tuliskan 1 pengalaman kerja/organisasi Anda: sikap apa yang muncul, dan dari komponen ABC mana asalnya?