‹ Daftar slidePertemuan 14: ERP dan Analisis Bisnis: Business Analytics, Corporate Performance Management, Balanced Scorecard, Data Governance
Program Studi Bisnis Digital • FEB
Perencanaan Sumber Daya Perusahaan
Pertemuan 14 — ERP dan Analisis Bisnis: Business Analytics, Corporate Performance Management, Balanced Scorecard, Data Governance
Setelah data mengalir bersih dari seluruh modul ERP, bagaimana data itu diubah jadi keputusan strategis, diukur lewat skor kinerja, dan dijaga kualitasnya?
RPS MINGGU 15 • 2X50 MENIT
Bagian 1 dari 3
Business Analytics dalam ERP
Dari data transaksi harian menuju wawasan bisnis: arsitektur BI, jenis analitik, dan cara mengukur kinerja operasional dari data ERP.
Business Analytics: Dari Transaksi ke Wawasan
ERP pada intinya adalah sistem OLTP (Online Transaction Processing) — dioptimalkan untuk mencatat transaksi secepat mungkin (input faktur, PO, absensi). Business analytics mengubah tumpukan transaksi itu menjadi wawasan lewat sistem OLAP (Online Analytical Processing) yang dioptimalkan untuk meringkas dan membandingkan data dalam jumlah besar.
OLTP — MODUL ERP HARIAN
Ribuan transaksi kecil per detik: input pesanan pelanggan Tokopedia Seller, cetak faktur pajak, catat penerimaan barang gudang. Prioritas: kecepatan & akurasi per baris data.
OLAP — ANALITIK BISNIS
Ringkasan jutaan baris jadi satu angka: total penjualan per region bulan ini, tren margin tiga tahun terakhir. Prioritas: kecepatan menjawab pertanyaan manajemen.
Arsitektur Business Intelligence dalam ERP
Data dari modul ERP mengalir lewat tiga tahap sebelum sampai ke layar manajer.
ETL (Extract, Transform, Load) menarik data dari modul ERP, membersihkannya, dan memuatnya ke data warehouse — gudang data khusus analitik yang terpisah dari database transaksi harian agar performa keduanya tidak saling mengganggu.
Empat Jenis Analitik Bisnis
Kematangan analitik bergerak dari sekadar melihat masa lalu hingga merekomendasikan tindakan.
1. DESCRIPTIVE
Apa yang terjadi?
Laporan penjualan bulan lalu, jumlah retur produk. Sumber: dashboard standar ERP.
2. DIAGNOSTIC
Mengapa terjadi?
Kenapa penjualan turun 15% di Jawa Timur? Drill-down ke data cabang & produk.
3. PREDICTIVE
Apa yang akan terjadi?
Perkiraan permintaan bulan depan berbasis tren historis & musiman (mis. lebaran).
4. PRESCRIPTIVE
Apa yang harus dilakukan?
Rekomendasi otomatis: naikkan stok gudang Semarang 20% sebelum musim ramai.
Hitung dari Nol: Rasio Perputaran Persediaan
Salah satu KPI operasional paling umum ditarik dari data ERP modul Supply Chain Management & Financial: Inventory Turnover Ratio (ITR).
ITR = COGS ÷ Rata-rata Persediaan
Langkah
Perhitungan
Nilai
Ambil COGS tahun berjalan dari modul Financial (GL)
Data ERP tahun berjalan
Rp 4.400.000.000
Ambil rata-rata persediaan dari modul SCM
(600 jt + 500 jt) ÷ 2
Rp 550.000.000
Hitung Inventory Turnover Ratio
4.400.000.000 ÷ 550.000.000
8,0x
Ubah ke Days Inventory Outstanding (DIO)
365 ÷ 8,0
≈ 45,6 hari
INVENTORY TURNOVER
8,0x
≈ 45,6 hari persediaan mengendap di gudang
Coba Sendiri: Ubah COGS & Persediaan, Amati ITR
Geser COGS tahunan dan rata-rata persediaan, lalu lihat bagaimana Inventory Turnover Ratio dan Days Inventory Outstanding berubah bersamaan.
Bagaimana data ERP diubah menjadi siklus manajemen kinerja perusahaan yang utuh, dari perencanaan strategi sampai skor kinerja tertimbang.
Corporate Performance Management (CPM)
CPM adalah kerangka manajerial yang menghubungkan strategi perusahaan dengan operasional harian lewat siklus berulang, seluruhnya ditopang data ERP.
Siklus ini berputar terus — hasil monitor dan analyze triwulan ini menjadi masukan strategize periode berikutnya.
Dashboard Eksekutif: Satu Layar, Semua KPI
CPM modern disajikan lewat dashboard eksekutif — satu layar ringkas berisi KPI lintas-fungsi yang ditarik otomatis dari seluruh modul ERP.
Keuangan
Margin laba kotor
Arus kas operasi
Rasio utang
Operasional
On-time delivery
Inventory turnover
Downtime produksi
Pelanggan & SDM
Churn rate pelanggan
NPS (kepuasan)
Turnover karyawan
Contoh nyata: direksi Astra International memantau kinerja puluhan anak usaha lewat dashboard terkonsolidasi — tanpa CPM, tiap unit bisnis akan melapor dengan format & waktu berbeda-beda, sulit dibandingkan.
Budgeting & Rolling Forecast dalam ERP
Modul CPM pada ERP tidak hanya mencatat anggaran tahunan statis, tetapi mendukung rolling forecast — perkiraan yang diperbarui berkala sepanjang tahun.
ANGGARAN TRADISIONAL
Disusun sekali di akhir tahun untuk 12 bulan ke depan. Kaku — sulit menyesuaikan saat kondisi pasar berubah cepat (mis. inflasi, PPN naik).
ROLLING FORECAST
Diperbarui tiap triwulan, selalu memproyeksikan 12 bulan ke depan. Memakai data aktual ERP terbaru sebagai basis revisi — lebih adaptif.
Tanpa integrasi ERP, rolling forecast makan waktu berminggu-minggu karena data harus dikumpulkan manual dari tiap departemen. Dengan ERP, data aktual otomatis tersedia begitu periode tutup buku selesai.
Balanced Scorecard: Empat Perspektif Kinerja
Balanced Scorecard (BSC) mengukur kinerja perusahaan tidak hanya dari keuangan, tetapi empat perspektif yang saling terhubung sebab-akibat.
Strategy Map: Rantai Sebab-Akibat BSC
Empat perspektif BSC tersusun sebagai strategy map — rantai hipotesis sebab-akibat dari fondasi organisasi hingga hasil keuangan.
Contoh rantai: pelatihan tim gudang pakai modul WMS ERP (Pembelajaran) → waktu pemenuhan pesanan turun (Proses) → pelanggan puas & repeat order naik (Pelanggan) → pendapatan tumbuh (Keuangan).
Coba Sendiri: Simulasikan Strategy Map & Skor BSC
Geser skor capaian dan bobot tiap perspektif BSC, lalu amati bagaimana rantai sebab-akibat pada strategy map dan skor tertimbang total berubah bersamaan.
Hitung dari Nol: Skor BSC Tertimbang
Setiap perspektif diberi bobot sesuai prioritas strategis perusahaan, lalu skor pencapaian tiap perspektif (skala 0–100) dikalikan bobotnya.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Perspektif Keuangan (bobot 40%, capaian 90)
90 × 40%
36,0
Perspektif Pelanggan (bobot 30%, capaian 80)
80 × 30%
24,0
Perspektif Proses Internal (bobot 20%, capaian 70)
Setiap perspektif BSC menarik datanya dari modul ERP yang berbeda — inilah mengapa BSC baru bisa diotomatisasi penuh setelah ERP terintegrasi.
Perspektif BSC
Modul ERP Sumber Data
Keuangan
Financial Management (GL, laporan laba rugi)
Pelanggan
Sales & CRM (retensi, keluhan, NPS)
Proses Internal
Supply Chain Management & Manufacturing
Pembelajaran & Pertumbuhan
Human Capital Management (pelatihan, kompetensi)
Tanpa ERP terintegrasi, keempat perspektif ini dikumpulkan manual dari sistem terpisah — lambat, rawan salah, dan sulit dibandingkan lintas periode.
Bagian 3 dari 3
Data Governance
Semua analitik dan skor kinerja tadi hanya sebaik data yang mendasarinya — bagaimana organisasi menjaga kualitas, keamanan, dan kepemilikan data ERP.
Data Governance: Mengapa Data Bersih Itu Mahal Nilainya
Data governance adalah kerangka kebijakan & tanggung jawab yang memastikan data ERP akurat, konsisten, aman, dan dipakai sesuai aturan.
Walkthrough kasus: Tim Sales sebuah distributor mengetik nama pelanggan "PT Sumber Makmur" dengan lima ejaan berbeda di modul CRM (tanpa standar penulisan). Saat modul Financial menghitung total piutang per pelanggan, sistem menganggapnya lima pelanggan berbeda — laporan piutang jadi terpecah & understated, tim penagihan salah target.
Akar masalah: tidak ada aturan siapa yang berwenang membuat/mengedit data master pelanggan (data ownership), dan tidak ada validasi format saat input (data quality control) — dua pilar data governance yang akan kita bahas berikutnya.
Empat Pilar Data Governance
1. Data Ownership
Setiap tabel data (mis. data master pelanggan, produk) punya pemilik yang jelas — bertanggung jawab atas keakuratannya, bukan "milik IT saja".
2. Master Data Management (MDM)
Satu "sumber kebenaran" untuk data inti (pelanggan, produk, pemasok) yang dipakai seluruh modul ERP — mencegah kasus "5 nama pelanggan" tadi.
3. Data Quality
Validasi format saat input, deteksi duplikat otomatis, audit berkala — menjaga data tetap lengkap, konsisten, akurat.
4. Data Security & Access
Kontrol siapa boleh lihat/ubah data apa (mis. gaji karyawan hanya HCM & direksi) — role-based access control.
Coba Sendiri: Hitung Skor Kualitas Data Perusahaan Anda
Geser skor tiap dimensi kualitas data (kelengkapan, akurasi, konsistensi, ketepatan waktu) dan bobotnya, lalu amati bagaimana skor kualitas data tertimbang berubah.
Data Governance & Regulasi di Indonesia
Data governance ERP tidak hanya soal efisiensi — di Indonesia, ada kewajiban hukum untuk melindungi data pribadi yang tersimpan di sistem seperti ERP.
UU PDP NO. 27/2022
Mewajibkan perusahaan (sbg pengendali data) melindungi data pribadi karyawan & pelanggan yang tersimpan di modul HCM/CRM — termasuk NIK, alamat, data gaji. Pelanggaran berujung sanksi administratif & pidana.
GRC (GOVERNANCE, RISK, COMPLIANCE)
Modul ERP tambahan yang mengaitkan data governance dengan kepatuhan regulasi & manajemen risiko perusahaan secara terpadu — umum di perusahaan Tbk.
Data governance yang lemah bukan hanya risiko operasional (laporan salah), tetapi juga risiko hukum & reputasi — terutama untuk data karyawan & pelanggan yang tersimpan di ERP.
Latihan & Diskusi Kelas
Kerjakan berpasangan (10 menit), lalu presentasikan singkat.
Kasus
Sebuah perusahaan retail fesyen online (mirip skala UMKM naik kelas ke Tbk) baru mengimplementasikan ERP. Direksi ingin membangun Balanced Scorecard, tetapi tim IT melaporkan: data pelanggan di modul CRM punya banyak duplikat, dan data stok gudang sering tidak cocok dengan stok fisik.
Perspektif BSC mana yang datanya paling terdampak masalah ini? Jelaskan.
Pilar data governance mana yang harus dibenahi lebih dulu, dan mengapa?
Bagaimana urutan langkah yang Anda sarankan sebelum dashboard CPM dibangun?
Rangkuman Mata Kuliah & Penutup
Konsep
Inti
Business Analytics
OLTP → ETL → Data Warehouse → OLAP → dashboard; 4 jenis analitik (descriptive–prescriptive)
Corporate Performance Management
Siklus strategize-plan-monitor-analyze berbasis data ERP; rolling forecast
Ini adalah pertemuan terakhir materi baru MK Perencanaan Sumber Daya Perusahaan — seluruh topik dari konsep dasar ERP (P1) sampai analitik bisnis (P14) menjadi bahan persiapan UAS. Pelajari kembali keterkaitan antar-modul, bukan hanya definisi per-topik.