‹ Daftar slidePertemuan 13: ERP Security dan Implementation Assurance: Internal Control, IT Controls, Sertifikasi ISACA
Bisnis Digital · FEB UNDIP
Perencanaan Sumber Daya Perusahaan
Pertemuan 13: ERP Security dan Implementation Assurance
Internal Control, IT Controls, dan Sertifikasi ISACA — menjaga sistem ERP tetap aman, andal, dan dapat diaudit.
RPS minggu 14 · 2x50 menit
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu:
Konsep
IC + ITGC
Internal Control & IT General Controls
Menjelaskan kerangka internal control (pengendalian internal) dan bagaimana ia diterapkan pada sistem ERP melalui IT General Controls dan Application Controls.
Sertifikasi
ISACA
CISA, CISM, CRISC, CGEIT
Mengenal peran ISACA sebagai asosiasi profesi audit sistem informasi global dan sertifikasinya yang relevan bagi karier bisnis digital.
Praktik
SoD
Segregation of Duties
Menganalisis pemisahan tugas (segregation of duties) dalam modul ERP untuk mencegah fraud dan kesalahan.
Evaluasi
Risk Scoring
Menilai risiko implementasi
Menghitung skor risiko sederhana untuk memutuskan prioritas mitigasi kontrol pada proyek implementasi ERP.
Mengapa Keamanan ERP Penting?
ERP menyimpan seluruh data kritikal perusahaan dalam satu sistem terintegrasi — satu titik kelemahan bisa berdampak ke semua lini bisnis.
Kasus nyata: skandal Garuda Indonesia 2018 menunjukkan bagaimana lemahnya pengendalian pelaporan keuangan bisa memicu krisis kepercayaan investor dan sanksi regulator (OJK, Kementerian Keuangan) — walau bukan murni kasus IT control, prinsipnya sama: kontrol pelaporan yang lemah berujung fatal.
Risiko
1
Fraud internal
Karyawan memanipulasi data penjualan/persediaan demi keuntungan pribadi.
Risiko
2
Kebocoran data
Data pelanggan/keuangan diakses pihak tak berwenang (mis. peretas eksternal).
Risiko
3
Kegagalan operasional
Sistem down atau data korup mengganggu produksi, penjualan, dan penggajian sekaligus.
Bagian 1 dari 3
Internal Control Framework
Dari konsep akuntansi klasik (COSO) ke pengendalian sistem informasi modern.
Apa itu Internal Control?
Internal control (pengendalian internal) adalah proses yang dirancang manajemen untuk memberi keyakinan memadai bahwa tujuan organisasi tercapai — operasi efektif, laporan keuangan andal, dan kepatuhan pada regulasi.
Kerangka rujukan global: COSO Internal Control – Integrated Framework (Committee of Sponsoring Organizations)
5 Komponen COSO
Control Environment — budaya & integritas organisasi (tone at the top)
Risk Assessment — identifikasi risiko yang mengancam tujuan
Control Activities — kebijakan & prosedur konkret (approval, otorisasi)
Information & Communication — data mengalir tepat waktu & akurat
Monitoring Activities — evaluasi berkala efektivitas kontrol
IT General Controls (ITGC)
Pada sistem manual, kontrol dijalankan manusia satu per satu; pada ERP, kontrol tertanam dalam sistem dan otomatis berlaku ke seluruh transaksi. ITGC adalah kontrol tingkat infrastruktur yang menjadi fondasi keandalan seluruh sistem — jika ITGC lemah, kontrol aplikasi di atasnya ikut tidak bisa dipercaya.
4 Kategori Utama ITGC
Access Control — siapa boleh masuk & melakukan apa
Change Management — perubahan sistem lewat prosedur uji & approval
System Development — SDLC terdokumentasi untuk fitur baru
Analogi: ITGC seperti keamanan gedung (satpam, kartu akses, CCTV) — bukan mengontrol apa yang dikerjakan tiap karyawan di mejanya, tetapi memastikan hanya orang yang berhak yang bisa masuk gedung dan ruangan tertentu.
Application Controls
Application controls tertanam dalam modul ERP itu sendiri — mengatur transaksi dari input hingga output agar akurat, lengkap, dan sah.
Input Control
✓
Validasi saat data masuk
Field wajib, format, cek duplikasi (mis. nomor invoice tidak boleh sama).
Processing Control
⚙
Kalkulasi & workflow
Kalkulasi otomatis (PPN 11%), approval berjenjang sesuai nominal.
Output Control
📄
Verifikasi hasil
Rekonsiliasi laporan, distribusi hanya ke penerima berwenang.
Segregation of Duties (SoD)
Segregation of duties (pemisahan tugas) mencegah satu orang mengendalikan seluruh siklus transaksi dari awal hingga akhir — prinsip anti-fraud paling fundamental dalam ERP.
Contoh Konflik SoD di Modul Procurement ERP
Fungsi
Wewenang
Risiko jika digabung
Membuat Purchase Order
Staf Pembelian
Jika satu orang pegang ketiganya, ia bisa membuat PO fiktif, menerima "barang" fiktif, lalu menyetujui pembayaran ke rekening sendiri
Menerima Barang (GRN)
Staf Gudang
Menyetujui Pembayaran
Manajer Keuangan
Hitung dari Nol — Skor Risiko SoD Sederhana
Auditor sering memakai skor risiko = Dampak × Kemungkinan untuk memprioritaskan mitigasi. Mari hitung untuk konflik SoD "PO + Approval Pembayaran" di atas.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Tentukan skala Dampak (1–5)
Fraud pembayaran vendor fiktif = dampak finansial besar
Dampak = 5
2. Tentukan skala Kemungkinan (1–5)
Tanpa kontrol SoD, akses tak dibatasi = sangat mungkin terjadi
Kemungkinan = 4
3. Hitung Skor Risiko
5 × 4
Skor = 20
4. Bandingkan ke ambang batas
Ambang "Tinggi" perusahaan = skor > 15
20 > 15 → Tinggi
Kesimpulan
RISIKO TINGGI
Wajib mitigasi segera: pisahkan wewenang PO, GRN, dan approval pembayaran ke tiga user berbeda.
Coba Sendiri: Uji Skor Risiko Segregation of Duties
Ubah skala Dampak dan Kemungkinan untuk konflik SoD lain, lalu amati bagaimana skor risiko dan kategorinya berubah terhadap ambang batas.
Bagian 2 dari 3
Profesi & Sertifikasi ISACA
Mengenal jalur karier audit sistem informasi yang diakui global.
Apa itu ISACA?
ISACA (Information Systems Audit and Control Association) adalah asosiasi profesi global nirlaba, didirikan 1969, dengan lebih dari 165.000 anggota di 188 negara — termasuk chapter aktif di Indonesia.
Fokus Utama
4
Domain keahlian
Audit sistem informasi, keamanan informasi, manajemen risiko IT, dan tata kelola IT (IT governance).
Kerangka Terkenal
COBIT
Control Objectives for Information and Related Technologies
Kerangka tata kelola IT yang diterbitkan ISACA, banyak dipakai bersama COSO untuk audit ERP.
Sertifikasi Utama ISACA
Empat sertifikasi ISACA paling dikenal, masing-masing untuk jalur karier berbeda.
Sertifikasi
Fokus
Cocok untuk
CISA (Certified Information Systems Auditor)
Audit & kontrol sistem informasi
Auditor IT, internal/eksternal audit
CISM (Certified Information Security Manager)
Manajemen keamanan informasi
Manajer keamanan siber, CISO
CRISC (Certified in Risk and Information Systems Control)
Manajemen risiko IT
Risk officer, konsultan risiko
CGEIT (Certified in the Governance of Enterprise IT)
Tata kelola IT tingkat perusahaan
Eksekutif IT, konsultan governance
Untuk mahasiswa bisnis digital, CISA adalah pintu masuk paling relevan — menguji langsung pemahaman tentang audit ERP, ITGC, dan application controls seperti yang kita pelajari hari ini.
Walkthrough — Siklus Audit Sistem Informasi (CISA)
Auditor CISA mengikuti tahapan sistematis saat mengaudit sistem ERP perusahaan. Mari telusuri langkah demi langkah.
Tahap
Aktivitas
Contoh Konkret
1. Planning
Tentukan ruang lingkup & risiko audit
Fokus audit: modul Finance ERP PT Astra tahun berjalan
2. Risk Assessment
Identifikasi area berisiko tinggi
SoD conflict di modul procurement (skor risiko 20)
3. Testing Controls
Uji efektivitas kontrol yang ada
Sampling 30 transaksi PO, cek approval berjenjang
4. Reporting
Laporkan temuan & rekomendasi
Rekomendasi: pisahkan role PO dan approval pembayaran
Bagian 3 dari 3
Studi Kasus & Latihan
Menerapkan kerangka internal control pada skenario implementasi ERP nyata.
Studi Kasus: PT Mitra Retail Nusantara
PT Mitra Retail Nusantara baru mengimplementasikan ERP untuk 50 gerai. Tim IT internal memegang akses superuser penuh ke seluruh modul, termasuk finance, demi "mempercepat troubleshooting".
Temuan Awal Tim Audit
3 staf IT bisa mengubah data transaksi keuangan tanpa jejak approval
Tidak ada log perubahan (audit trail) yang diaktifkan
Password admin dibagi lewat grup chat WhatsApp tim
Belum ada kebijakan tertulis segregation of duties
Latihan Kelompok (15 menit)
Diskusikan dalam kelompok 3-4 orang, lalu satu perwakilan presentasikan singkat.
Tugas 1
Pemetaan Risiko
Untuk tiap temuan di kasus PT Mitra Retail Nusantara, tentukan skor risiko (Dampak x Kemungkinan, skala 1-5) seperti contoh "Hitung dari Nol" tadi.
Tugas 2
Rekomendasi Kontrol
Usulkan minimal 3 kontrol konkret (ITGC atau Application Control) untuk memitigasi temuan dengan skor risiko tertinggi.
Panduan diskusi: rujuk kembali 5 komponen COSO dan 4 kategori ITGC pada slide sebelumnya sebagai kerangka analisis kelompok Anda.
Hitung dari Nol — Cost of Control vs Cost of Failure
Manajemen sering bertanya: apakah investasi kontrol tambahan (mis. sistem audit trail) sepadan dengan risikonya? Mari hitung sederhana untuk kasus PT Mitra Retail Nusantara.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Estimasi potensi kerugian fraud/tahun
Berdasarkan riset internal, ~2% dari omzet finance modul rentan
2% x Rp 500 juta
2. Hitung expected loss tanpa kontrol
2% × Rp 500.000.000
Rp 10.000.000/tahun
3. Biaya implementasi kontrol (audit trail + pemisahan akses)
Lisensi modul + pelatihan staf
Rp 4.000.000/tahun
4. Bandingkan (Return on Control)
Rp 10.000.000 − Rp 4.000.000
Hemat Rp 6.000.000/tahun
Keputusan
LAYAK DIINVESTASI
Biaya kontrol jauh lebih kecil dari potensi kerugian yang dicegah.
Jebakan Umum & Kerangka Pendukung Lain
Selain COSO dan COBIT, auditor sering memetakan temuan lintas kerangka lain; berikut juga kesalahan umum yang ditemukan di lapangan.
Kerangka Pendukung
ISO/IEC 27001 — manajemen keamanan informasi (server ERP)
Materi hari ini menyatukan arsitektur ERP, modul fungsional, dan konfigurasi yang sudah kita pelajari — kini dari sudut pandang risiko & pengendalian. Minggu depan kita tutup semester dengan analitik bisnis ERP.
Minggu Depan: Analitik Bisnis ERP
Balanced Scorecard untuk evaluasi kinerja ERP
Data governance & kualitas data (perluasan access control)
Keputusan berbasis data dari sistem ERP terintegrasi
Tugas
Individu
Batas: sebelum pertemuan berikutnya
Susun 1 halaman analisis risiko SoD untuk skenario perusahaan pilihan Anda, gunakan format tabel skor risiko seperti contoh di kelas.