stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-12
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 12: UMKM dan Koperasi: Kebijakan Pengembangan dan Studi Kasus
RPS minggu 13 · 2x50 menit

UMKM dan Koperasi: Kebijakan Pengembangan dan Studi Kasus

Perekonomian Indonesia — Program Studi Manajemen FEB UNDIP

Peta Pertemuan Hari Ini

Jam ke-1 (50 menit)
  • Definisi & klasifikasi UMKM (UU Cipta Kerja)
  • Kontribusi UMKM: PDB, tenaga kerja, ekspor
  • Kendala struktural: akses modal, teknologi, pasar
  • Hitung dari nol: skala usaha berdasar omzet
Jam ke-2 (50 menit)
  • Koperasi: prinsip, jenis, dan kondisi riil
  • Kebijakan pengembangan: KUR, digitalisasi, kemitraan
  • Studi kasus: UMKM naik kelas & koperasi bermasalah
  • Latihan kelompok: rancang rekomendasi kebijakan
Sub-CPMK: mahasiswa mampu menganalisis peran, kendala, dan kebijakan pengembangan UMKM & koperasi dalam perekonomian Indonesia, serta merumuskan alternatif solusi berbasis studi kasus.
Bagian 1 — Jam ke-1
UMKM: Definisi, Kontribusi, dan Kendala
Mengapa sektor yang menyerap 97% tenaga kerja justru paling rentan?

Apa Itu UMKM? Definisi Resmi

UU Cipta Kerja No. 11/2020 mengubah kriteria UMKM dari basis aset & omzet menjadi basis modal usaha (di luar tanah & bangunan tempat usaha).

SkalaModal UsahaContoh
Usaha MikroMaksimal Rp 1 miliarWarung kelontong, PKL, penjahit rumahan
Usaha KecilRp 1 miliar – Rp 5 miliarToko bangunan, bengkel motor, katering
Usaha MenengahRp 5 miliar – Rp 10 miliarPabrik konveksi skala menengah, distributor lokal
Glosarium: Modal usaha = nilai investasi bersih untuk menjalankan usaha, tidak termasuk tanah & bangunan tempat usaha berdiri (PP No. 7/2021).

Kontribusi UMKM terhadap Perekonomian

Kontribusi PDB
~61%
dari total PDB nasional
Penyerapan Kerja
~97%
dari total tenaga kerja
Kontribusi Ekspor
~15%
dari total ekspor nonmigas
Paradoks: kontribusi PDB & kerja sangat besar, tapi kontribusi ekspor kecil — menandakan UMKM Indonesia mayoritas berorientasi pasar domestik & produktivitas rendah dibanding UMKM negara tetangga.

Hitung dari Nol — Produktivitas per Tenaga Kerja

Bandingkan produktivitas rata-rata UMKM vs usaha besar memakai data ilustratif skala nasional.

LangkahPerhitunganNilai
1. PDB dari UMKM61% x Rp 22.000 triliun (PDB nasional)Rp 13.420 triliun
2. Jumlah tenaga kerja UMKM97% x 140 juta (angkatan kerja)135,8 juta orang
3. Produktivitas per pekerja UMKMRp 13.420 triliun / 135,8 juta~Rp 98,8 juta/tahun
4. PDB dari usaha besar39% x Rp 22.000 triliunRp 8.580 triliun
5. Jumlah tenaga kerja usaha besar3% x 140 juta4,2 juta orang
6. Produktivitas per pekerja usaha besarRp 8.580 triliun / 4,2 juta~Rp 2.042,9 juta/tahun
Kesenjangan Produktivitas
~20,7x
produktivitas usaha besar dibanding UMKM per pekerja

Klasifikasi Kendala Struktural UMKM

Kendala Internal
  • Manajemen keuangan tidak terpisah dari keuangan pribadi
  • Kualitas SDM & kapasitas manajerial terbatas
  • Skala produksi kecil → biaya per unit tinggi
  • Adopsi teknologi & digitalisasi lambat
Kendala Eksternal
  • Akses pembiayaan formal rendah (bankable gap)
  • Perizinan & kepatuhan (NIB, sertifikasi halal, SNI)
  • Akses pasar & rantai pasok terbatas
  • Persaingan dengan produk impor murah

Akses Pembiayaan: Bankable Gap

Total UMKM64 juta unit(estimasi)Sudah Terhubung Bank~25 juta unit(~39%)Belum Bankable~61%unit UMKM
Sisa ~61% mengandalkan pembiayaan informal (rentenir, koperasi simpan pinjam, arisan) dengan bunga jauh lebih tinggi dari bank — inilah alasan program KUR (Kredit Usaha Rakyat) dirancang.

UMKM dalam Rantai Nilai Digital

Peluang Digitalisasi
  • Marketplace (Tokopedia, Shopee) → perluas jangkauan pasar
  • Payment gateway (QRIS) → efisiensi transaksi
  • Social commerce (TikTok Shop, Instagram) → biaya promosi rendah
  • Fintech lending → alternatif pembiayaan cepat
Tantangan Digitalisasi
  • Literasi digital pelaku usaha masih rendah
  • Biaya logistik & komisi platform membebani margin
  • Ketergantungan pada satu platform (single-channel risk)
  • Persaingan harga dengan produk impor di marketplace

Diskusi Cepat — Refleksi Jam ke-1

Instruksi: dalam kelompok kecil (3-4 orang), diskusikan selama 5 menit lalu satu perwakilan menyampaikan jawaban.
Pertanyaan Diskusi
  • Sebutkan satu UMKM yang Anda kenal — termasuk skala mikro/kecil/menengah menurut modal usahanya?
  • Kendala mana yang paling relevan untuk UMKM tersebut: internal atau eksternal?
  • Apakah UMKM tersebut sudah memanfaatkan digitalisasi? Sejauh mana?
Bagian 2 — Jam ke-2
Koperasi dan Kebijakan Pengembangan
Soko guru perekonomian yang perannya menyusut — kenapa, dan apa solusinya?

Koperasi: Definisi dan Prinsip Dasar

Koperasi (UU No. 25/1992) adalah badan usaha beranggotakan orang-orang berdasarkan asas kekeluargaan, berbeda dari PT yang berbasis modal.

7 Prinsip Koperasi (ICA)
  • Keanggotaan sukarela & terbuka
  • Pengendalian demokratis oleh anggota
  • Partisipasi ekonomi anggota
  • Otonomi & kemandirian
  • Pendidikan & pelatihan anggota
Jenis Koperasi Utama
  • Koperasi Simpan Pinjam (KSP)
  • Koperasi Konsumen
  • Koperasi Produsen (mis. petani, nelayan)
  • Koperasi Jasa

Kondisi Riil Koperasi: Peran yang Menyusut

Kontribusi PDB
~5%
jauh di bawah target RPJMN
Koperasi Aktif
~65%
dari total unit terdaftar
Anggota per Unit
Menurun
tren dekade terakhir
Banyak koperasi "papan nama" — terdaftar secara hukum tapi tidak aktif beroperasi, akibat lemahnya tata kelola & pengawasan berjenjang.

Hitung dari Nol — Rasio Aktivitas Koperasi

Ilustrasi menghitung rasio koperasi aktif dan implikasinya terhadap kontribusi ekonomi riil.

LangkahPerhitunganNilai
1. Total koperasi terdaftarData ilustratif nasional130.000 unit
2. Koperasi aktif65% x 130.000 unit84.500 unit
3. Koperasi papan nama (tidak aktif)130.000 − 84.50045.500 unit
4. Proporsi tidak aktif45.500 / 130.000 x 10035%
Interpretasi
1 dari 3
koperasi terdaftar sebenarnya tidak beroperasi — data resmi bisa menyesatkan kalau tak dikoreksi rasio aktivitas

Kebijakan Pengembangan UMKM & Koperasi

Instrumen Pembiayaan
  • KUR (Kredit Usaha Rakyat) — bunga bersubsidi ~6%
  • LPDB-KUMKM — dana bergulir koperasi & UMKM
  • Program kemitraan inti-plasma dengan BUMN/swasta
Instrumen Non-Pembiayaan
  • NIB & kemudahan perizinan berusaha (OSS)
  • Sertifikasi halal & SNI gratis/subsidi bagi UMKM
  • Digitalisasi UMKM (target jutaan UMKM go-digital)
  • Reformasi tata kelola koperasi (modernisasi KSP)

Walkthrough — UMKM Naik Kelas: Kasus Warung Digital

Bagaimana sebuah UMKM mikro bisa naik kelas menjadi usaha kecil dalam 3 tahun?

LangkahPerhitunganNilai
Tahap 1Warung kelontong tradisional, modal awal Rp 50 juta, hanya jual tunai di lokasiSkala mikro
Tahap 2Bergabung ke GoFood/aplikasi kasir digital, dapat akses data penjualan harianSkala mikro (transisi)
Tahap 3Riwayat transaksi digital jadi jaminan pengajuan KUR mikro Rp 100 jutaAkses pembiayaan formal
Tahap 4Modal usaha tumbuh menjadi Rp 1,2 miliar setelah ekspansi 2 cabangNaik ke skala kecil
Kunci transisi: jejak digital menggantikan agunan fisik sebagai basis penilaian kredit — ini prinsip di balik banyak produk fintech lending UMKM.

Walkthrough — Koperasi Simpan Pinjam Bermasalah

Studi kasus tata kelola: bagaimana koperasi simpan pinjam bisa gagal bayar dan merugikan anggotanya?

LangkahPerhitunganNilai
Tahap 1KSP menawarkan imbal hasil simpanan tidak wajar untuk menarik anggota baruBunga di atas pasar (~15%/tahun)
Tahap 2Dana anggota baru dipakai membayar bunga anggota lama (pola Ponzi)Skema tidak berkelanjutan
Tahap 3Pertumbuhan anggota baru melambat, arus kas masuk tak cukup bayar kewajibanGagal bayar (default)
Tahap 4Ribuan anggota kehilangan simpanan; OJK/Kemenkop turun tanganKerugian sosial & hilangnya kepercayaan
Pelajaran: lemahnya pengawasan berjenjang & literasi keuangan anggota membuat koperasi rentan disalahgunakan sebagai kedok skema investasi bodong.

Rekomendasi Kebijakan: Kerangka Analisis

Sisi UMKM
  • Perluas skema credit scoring berbasis data digital
  • Insentif fiskal bagi UMKM yang naik kelas & formal
  • Pendampingan kemitraan rantai pasok industri besar
Sisi Koperasi
  • Pengawasan berjenjang & audit wajib berkala (mis. via OJK)
  • Digitalisasi tata kelola & pelaporan keuangan koperasi
  • Literasi keuangan anggota untuk kenali skema tidak wajar
Penutup
Sintesis dan Persiapan Pertemuan Berikutnya
Dari data ke rekomendasi kebijakan yang bisa dipertanggungjawabkan

Latihan Kelompok — Rancang Rekomendasi Kebijakan

Instruksi: kerja kelompok 15 menit, tiap kelompok pilih SATU skenario, susun 3 rekomendasi kebijakan konkret dengan justifikasi data yang relevan, presentasikan 3 menit per kelompok.
Skenario A

UMKM kuliner rumahan di Semarang ingin ekspansi ke marketplace nasional tapi belum punya NIB, sertifikasi halal, dan akses modal bank.

Skenario B

Koperasi karyawan sebuah pabrik tekstil di Jawa Tengah kehilangan separuh anggotanya dalam 5 tahun terakhir karena dianggap tidak relevan lagi.