‹ Daftar slidePertemuan 7: Analisis Data dan Teknologi untuk Penilaian Lokasi Retail (GIS, Traffic Count, Demografi)
PENJUALAN RETAIL · PRODI MANAJEMEN FEB UNDIP
Penjualan Retail
Pertemuan 7: Analisis Data dan Teknologi untuk Penilaian Lokasi Retail (GIS, Traffic Count, Demografi)
Dari intuisi ke bukti: bagaimana peritel modern memakai peta digital, penghitungan lalu lintas, dan data kependudukan untuk memutuskan di mana toko akan berdiri.
RPS minggu 7 · 2x50 menit
BAGIAN 1 DARI 3
Mengapa Keputusan Lokasi Butuh Data, Bukan Cuma Insting
Menyambung kriteria pemilihan lokasi minggu lalu dengan alat ukur konkret yang dipakai peritel modern hari ini.
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
SUB-CPMK A
GIS
Sistem Informasi Geografis
Menjelaskan konsep GIS dan bagaimana peta digital berlapis membantu memvisualisasikan wilayah cakupan (trade area) sebuah toko.
SUB-CPMK B
TC + Demografi
Traffic count & data kependudukan
Menghitung estimasi potensi penjualan dari data lalu lintas dan menafsirkan data demografi untuk menilai kesesuaian pasar.
Target akhir sesi: Anda mampu menyusun skor kelayakan lokasi dari kombinasi tiga sumber data ini, dan menjelaskan keterbatasannya.
Dari Kriteria Kualitatif ke Data Kuantitatif
Minggu lalu Anda mempelajari kriteria pemilihan lokasi seperti aksesibilitas, visibilitas, kepadatan target pasar, dan kompetisi sekitar. Ketiganya kini bisa diukur dengan data, bukan sekadar dinilai secara kasat mata.
AKSESIBILITAS
Diukur lewat GIS: jarak tempuh, waktu tempuh, jaringan jalan.
KERAMAIAN
Diukur lewat traffic count: jumlah kendaraan/pejalan kaki lewat per hari.
KESESUAIAN PASAR
Diukur lewat demografi: usia, pendapatan, kepadatan penduduk sekitar.
Taruhan Besar di Balik Satu Titik Lokasi
KOMITMEN JANGKA PANJANG
5–10 th
Rata-rata masa sewa/kontrak lokasi retail
Berbeda dari harga atau promosi yang bisa diubah dalam hitungan hari, keputusan lokasi terikat kontrak sewa jangka panjang.
BIAYA SALAH LANGKAH
Tinggi
Investasi renovasi, sewa, dan SDM hilang
Toko yang sepi bukan hanya rugi penjualan, tapi juga menyeret biaya operasional tetap yang tetap berjalan setiap bulan.
Contoh nyata: sejumlah gerai minimarket yang tutup dalam 1–2 tahun sering kali berakar dari asesmen lokasi yang hanya mengandalkan pengamatan sekilas, tanpa validasi data lalu lintas atau demografi sekitar.
Tiga Pilar Analisis Data Lokasi Retail
Ketiga pilar ini saling melengkapi: GIS memetakan ruang, traffic count mengukur keramaian, demografi menilai kecocokan pasar.
BAGIAN 2 DARI 3
GIS dan Traffic Count: Memetakan Ruang dan Keramaian
Membedah bagaimana peta digital berlapis dan penghitungan lalu lintas menjadi dasar estimasi potensi penjualan.
Apa Itu GIS (Geographic Information System)?
GIS (Sistem Informasi Geografis) adalah sistem yang mengumpulkan, menyimpan, dan menampilkan data dalam bentuk peta berlapis (layer) — jauh lebih kaya daripada peta biasa karena setiap lapisan bisa dianalisis dan digabung.
CONTOH LAPISAN (LAYER) GIS RETAIL
Lapisan jalan & jaringan transportasi
Lapisan lokasi kompetitor sejenis
Lapisan kepadatan penduduk per kelurahan
Lapisan titik transit (halte, stasiun, terminal)
ISTILAH KUNCI
Geocoding: mengubah alamat menjadi koordinat titik di peta.
Trade area: wilayah cakupan tempat mayoritas pelanggan sebuah toko berasal.
Drive-time: radius yang dihitung dari waktu tempuh, bukan jarak lurus.
Aplikasi GIS: Memetakan Wilayah Cakupan Toko
Trade area primer: sumber ~60-70% pelanggan, jarak tempuh singkat.
Trade area tersier: kontribusi kecil, hanya pelanggan yang sengaja jauh-jauh datang.
Traffic Count: Mengukur Keramaian Lalu Lintas
Traffic count adalah proses menghitung jumlah kendaraan dan/atau pejalan kaki yang melewati suatu titik lokasi dalam periode waktu tertentu, biasanya per hari.
METODE MANUAL
Surveyor mencatat langsung di titik lokasi, jam sibuk & jam sepi.
SENSOR/KAMERA
Sensor infrared atau kamera CCTV dengan penghitung otomatis.
DATA MOBILE/GPS
Data pergerakan agregat dari aplikasi peta & operator seluler.
Traffic count baru berguna jika dikombinasikan dengan asumsi conversion rate (persentase orang yang lewat lalu benar-benar mampir ke toko) dan ATV/Average Transaction Value (rata-rata nilai transaksi per pelanggan).
Hitung dari Nol #1: Estimasi Penjualan dari Traffic Count
Kasus: calon lokasi minimarket di ruas jalan dengan traffic count kendaraan hasil survei = 5.000 kendaraan/hari. Asumsi rata-rata penumpang 1,5 orang/kendaraan, conversion rate 3%, ATV Rp45.000.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Traffic count kendaraan/hari
Hasil survei langsung
5.000 kendaraan
2. Estimasi orang melintas
5.000 × 1,5 orang
7.500 orang/hari
3. Captured customers (konversi)
7.500 × 3%
225 orang/hari
4. Estimasi penjualan harian
225 × Rp45.000 (ATV)
Rp10.125.000/hari
5. Estimasi penjualan bulanan
Rp10.125.000 × 30 hari
Rp303.750.000/bulan
ESTIMASI POTENSI PENJUALAN LOKASI
Rp303,75 jt
per bulan, sebelum dibandingkan dengan biaya sewa & operasional
Demografi: Menilai Kecocokan Profil Penduduk Sekitar
Data demografi menjawab pertanyaan: apakah orang di sekitar lokasi ini cocok dengan target pasar produk yang akan dijual?
VARIABEL DEMOGRAFI KUNCI
Kepadatan penduduk per km² di trade area
Struktur usia (dominan muda/dewasa/lansia)
Tingkat pendapatan rata-rata rumah tangga
Komposisi rumah tangga (jumlah anggota, gaya hidup)
SUMBER DATA
BPS (Badan Pusat Statistik): sensus & survei sosial ekonomi
Data kelurahan/kecamatan setempat
Survei primer langsung di lapangan
Data pihak ketiga (penyedia data lokasi komersial)
Model Huff: Memprediksi ke Mana Konsumen Akan Pergi
Huff Model (model gravitasi retail) memprediksi probabilitas seorang konsumen memilih toko tertentu, berdasarkan daya tarik toko (biasanya ukuran/luas) dibagi jarak kuadrat ke toko tersebut.
P(i) = (Si / Di2) ÷ Σ (Sk / Dk2)
Semakin besar toko (S) dan semakin dekat jaraknya (D), semakin besar probabilitas konsumen memilih toko itu — tapi ukuran besar bisa mengimbangi jarak yang lebih jauh.
Hitung dari Nol #2: Probabilitas Kunjungan dengan Huff Model
Toko A: luas 300 m², jarak 2 km. Toko B: luas 900 m², jarak 3 km. λ (eksponen jarak) = 2.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Daya tarik Toko A
300 ÷ 2² = 300 ÷ 4
75
2. Daya tarik Toko B
900 ÷ 3² = 900 ÷ 9
100
3. Total daya tarik
75 + 100
175
4. Probabilitas pilih Toko A
75 ÷ 175 × 100%
~42,9%
5. Probabilitas pilih Toko B
100 ÷ 175 × 100%
~57,1%
HASIL PREDIKSI
57,1% ke Toko B
Meski lebih jauh, ukuran Toko B yang 3x lebih besar membuatnya lebih menarik bagi mayoritas konsumen di zona ini
Coba Sendiri: Kalkulator Huff Model
Ubah luas dan jarak masing-masing toko, lalu amati bagaimana probabilitas konsumen memilih tiap toko berubah menurut Huff Model.
BAGIAN 3 DARI 3
Mengintegrasikan Data, Teknologi Lanjutan, dan Batasannya
Menyatukan GIS, traffic count, dan demografi menjadi satu skor keputusan, plus mengenal teknologi terkini dan jebakannya.
Menyatukan Semua Data: Skoring Lokasi Berbobot
Setiap kriteria diberi bobot (sesuai prioritas strategi perusahaan) dan skor (1–5) per lokasi, lalu dijumlahkan menjadi skor akhir untuk dibandingkan antar calon lokasi.
Kriteria
Bobot
Skor Lokasi X (1–5)
Skor Terbobot
Traffic count (keramaian)
35%
4
1,40
Kesesuaian demografi
30%
5
1,50
Aksesibilitas (GIS drive-time)
20%
3
0,60
Kepadatan kompetitor
15%
2
0,30
Total skor
3,80 / 5
Skor gabungan ini yang dibandingkan antar calon lokasi — bukan sekadar "lokasi mana yang terlihat lebih ramai".
Teknologi Lanjutan dalam Penilaian Lokasi
DATA PERGERAKAN PONSEL
GPS
Mobile location data
Data agregat & anonim pergerakan pengguna ponsel untuk memetakan pola lalu lintas tanpa survei manual.
BIG DATA
E-commerce
Data transaksi & pencarian online
Pola pencarian produk di Tokopedia/Shopee per wilayah membantu memetakan permintaan sebelum toko fisik dibuka.
AI PREDIKTIF
Machine Learning
Model prediksi omzet
Algoritma belajar dari ratusan gerai eksisting untuk memprediksi omzet calon lokasi baru secara otomatis.
Tantangan dan Keterbatasan Analisis Data Lokasi
KUALITAS & BIAYA DATA
Data sensus BPS tidak selalu ter-update setiap tahun
Survei traffic count primer butuh biaya & waktu
Software GIS & data komersial berbayar mahal bagi UMKM retail
PRIVASI & ETIKA DATA
Data pergerakan ponsel harus dianonimkan & agregat
Regulasi UU PDP (Pelindungan Data Pribadi) membatasi penggunaan data personal
Model tidak boleh menggantikan sepenuhnya penilaian manusia di lapangan
Data bagus mengurangi risiko, tapi tidak menghilangkan risiko — kunjungan lapangan & uji coba tetap diperlukan sebelum keputusan final.
Latihan Kelompok: Menilai Dua Calon Lokasi
INSTRUKSI
Dalam kelompok 3–4 orang, Anda diberi data dua calon lokasi minimarket di kota yang sama:
Lokasi P: traffic count 3.200 kendaraan/hari, kepadatan penduduk trade area tinggi, ada 1 kompetitor sejenis dalam radius 500 m.
Lokasi Q: traffic count 6.000 kendaraan/hari, kepadatan penduduk sedang, ada 3 kompetitor sejenis dalam radius 500 m.
Tugas: (1) hitung estimasi penjualan bulanan tiap lokasi seperti contoh Hitung dari Nol #1 (asumsikan 1,5 orang/kendaraan, konversi 3%, ATV Rp45.000); (2) susun skor berbobot sederhana (traffic, demografi, kompetisi); (3) tentukan rekomendasi lokasi mana yang dipilih beserta alasannya.