stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-05
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 5: Strategi STP (Segmentasi, Targeting, Positioning) dalam Penjualan Retail
Program Studi Manajemen · FEB UNDIP · Penjualan Retail

Strategi STP dalam
Penjualan Retail

Pertemuan 5 · Segmentasi, Targeting, Positioning

Dari pasar yang luas dan beragam menjadi pilihan strategis: siapa yang dilayani, dan bagaimana toko diingat di benak mereka.

RPS minggu 5 · 2x50 menit

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu merancang strategi STP untuk bisnis retail secara sistematis (Sub-CPMK Minggu 5):

Capaian 1 — Segmentasi
Menjelaskan konsep segmentasi pasar dan mengelompokkan konsumen retail memakai empat basis segmentasi: demografis, geografis, psikografis, perilaku.
Capaian 2 — Targeting
Mengevaluasi daya tarik segmen dan memilih strategi targeting yang tepat: undifferentiated, differentiated, concentrated, atau micromarketing.
Capaian 3 — Positioning
Merumuskan pernyataan positioning retail menggunakan peta persepsi (perceptual map) dan titik diferensiasi.
Capaian 4 — Aplikasi
Menghitung potensi pasar segmen dan skor daya tarik segmen secara kuantitatif untuk mendukung keputusan bisnis retail.

Kenapa Toko yang "Melayani Semua Orang" Sering Gagal?

Bandingkan tiga gerai retail Indonesia yang justru sukses karena memilih, bukan melayani semua orang:

Indomaret & Alfamart
🏪
Menyasar rumah tangga di sekitar radius jalan yang butuh belanja cepat & dekat rumah — bukan bersaing dengan hypermarket soal variasi barang.
Ranch Market
🛒
Menyasar keluarga kelas menengah-atas yang mencari produk impor & organik — harga lebih tinggi, tapi segmen ini rela membayar untuk kualitas.
Miniso
Menyasar anak muda urban yang suka desain kekinian dengan harga terjangkau — beda dari toko kelontong biasa maupun department store mahal.
Ketiganya sengaja tidak melayani semua orang. Mereka memilih siapa yang dilayani (segmentasi & targeting), lalu merancang identitas yang khas di benak segmen itu (positioning).
Bagian 1 dari 3
Segmentasi Pasar
dalam Retail
Membagi pasar konsumen yang luas menjadi kelompok-kelompok yang lebih homogen, memakai empat basis segmentasi baku, lalu menguji kelayakannya sebagai segmen yang bisa dilayani.
Empat Basis Kriteria Efektif Ukuran Pasar

Apa Itu Segmentasi Pasar?

Segmentasi pasar adalah proses membagi pasar yang luas dan heterogen menjadi kelompok-kelompok konsumen (segmen) yang lebih kecil dan relatif homogen — memiliki kebutuhan, karakteristik, atau perilaku belanja yang mirip.

PASAR TOTALSemua konsumenSEGMENTASIKelompok homogenTARGETINGSegmen terpilihPOSITIONINGCitra di benakCorong STP: dari pasar luas menjadi posisi yang jelas & berbeda di benak konsumen
Contoh: Tokopedia tidak melayani "semua orang di Indonesia" secara seragam — ia mengenali segmen UMKM penjual, segmen pembeli harga hemat, dan segmen pembeli premium (Tokopedia Salam, dsb.) secara berbeda.

Empat Basis Segmentasi Pasar Retail

Retailer mengelompokkan konsumen memakai kombinasi dari empat basis berikut:

Demografis
👪
Usia, gender, pendapatan, pendidikan, ukuran keluarga. Contoh: Miniso menyasar usia 15–30 tahun.
Geografis
🗺
Wilayah, kepadatan (kota/desa), iklim. Contoh: Alfamidi padat di area perumahan menengah Jabodetabek.
Psikografis
💭
Gaya hidup, nilai, kepribadian. Contoh: eco-conscious shopper yang memilih produk ramah lingkungan.
Perilaku
🔁
Frekuensi belanja, loyalitas, sensitivitas harga. Contoh: pemburu diskon vs pelanggan setia member card.
Retailer jarang pakai satu basis saja — biasanya kombinasi, misalnya "geografis + demografis" (perempuan urban 20–35 tahun di Jakarta) untuk mempertajam segmen.

Walkthrough: Menyusun Segmen Perilaku Toko Fashion

Basis perilaku sering paling berguna untuk retail karena langsung terhubung ke data transaksi kasir. Ikuti langkah pemilik toko fashion lokal berikut:

Langkah 1 — Kumpulkan Data Transaksi
Pemilik toko menarik data kasir 6 bulan terakhir: frekuensi kunjungan, nilai belanja rata-rata, dan produk yang dibeli tiap pelanggan.
Langkah 2 — Kelompokkan Berdasar Frekuensi
Ditemukan tiga pola: pelanggan setia (belanja >2x/bulan), pelanggan musiman (belanja saat diskon/lebaran), pelanggan sekali coba.
Langkah 3 — Kaitkan dengan Sensitivitas Harga
Pelanggan setia ternyata kurang sensitif harga (mengutamakan kualitas & kecocokan gaya); pelanggan musiman sangat sensitif terhadap promo.
Langkah 4 — Rumuskan Segmen Perilaku
Terbentuk 2 segmen jelas: "Loyalis Gaya" (fokus kualitas) dan "Pemburu Diskon Musiman" (fokus harga saat event tertentu).

Kriteria Segmen yang Efektif untuk Ditargetkan

Tidak semua kelompok konsumen layak disebut "segmen". Segmen yang baik harus memenuhi kriteria berikut:

KriteriaArtiContoh Retail
Dapat diukur (measurable)Ukuran & daya beli segmen bisa diestimasiJumlah rumah tangga kelas menengah di radius 2 km toko
Substansial (substantial)Cukup besar & menguntungkan untuk dilayaniSegmen niche terlalu kecil bisa merugi
Dapat dijangkau (accessible)Bisa dicapai lewat promosi/distribusiIklan Instagram menjangkau anak muda urban
Dapat dibedakan (differentiable)Merespons bauran pemasaran secara berbeda dari segmen lainSegmen hemat vs segmen premium bereaksi beda pada diskon
Dapat ditindaklanjuti (actionable)Toko punya sumber daya untuk melayaninyaToko kecil tak sanggup layani segmen korporat nasional
Segmen yang gagal salah satu kriteria ini — misalnya terlalu kecil atau sulit dijangkau — sebaiknya tidak dipilih di tahap targeting berikutnya.

Hitung dari Nol — HDN-1: Potensi Pasar Segmen Fashion

Toko fashion lokal ingin menaksir potensi pasar sebuah kota berpenduduk 500.000 jiwa sebelum menetapkan segmen target — angka ilustratif untuk memahami metode, bukan riset pasar riil.

LangkahPerhitunganNilai
1. Populasi kotaData BPS setempat500.000 jiwa
2. Segmen target (perempuan 20–35 th, kelas menengah)500.000 x 18%90.000 jiwa
3. Yang berpotensi belanja fashion (tingkat penetrasi)90.000 x 40%36.000 orang
4. Potensi pasar tahunan segmen36.000 x Rp 1.200.000Rp 43.200.000.000
5. Target realistis pangsa pasar toko (tahun 1)Rp 43.200.000.000 x 5%
Rp 2.160.000.000
Kriteria "dapat diukur" dari slide sebelumnya kini terbukti nyata: tanpa data populasi & asumsi penetrasi ini, segmen hanya perkiraan kasar.

Coba Sendiri: Kalkulator Potensi Pasar Segmen

Ubah asumsi populasi, persentase segmen, dan penetrasi untuk melihat bagaimana potensi pasar sebuah segmen retail berubah secara langsung.

Bagian 2 dari 3
Targeting:
Memilih Segmen Sasaran
Dari beberapa segmen yang sudah teridentifikasi, retailer harus memilih mana yang paling layak dilayani — dengan strategi cakupan pasar dan skor daya tarik yang terukur.
4 Strategi Cakupan Skor Daya Tarik

Empat Strategi Cakupan Pasar (Targeting)

Setelah segmen teridentifikasi, retailer memilih salah satu dari empat strategi berikut:

Tanpa Beda (Mass)
🌐
Satu bauran pemasaran untuk seluruh pasar. Contoh: minimarket dengan produk kebutuhan pokok yang sama di semua gerai.
Terdiferensiasi
🎯
Bauran berbeda per segmen. Contoh: Matahari punya lini produk berbeda untuk anak, remaja, dewasa.
Terkonsentrasi (Niche)
🔍
Fokus satu segmen kecil saja. Contoh: toko sepatu lari khusus pelari maraton — kecil tapi loyal.
Mikro (Personalisasi)
👤
Penyesuaian per individu/lokal. Contoh: rekomendasi produk personal di aplikasi Shopee/Tokopedia.
Semakin sempit strategi (dari mass ke mikro), semakin besar relevansi ke konsumen — tapi juga semakin besar biaya & kompleksitas operasional.

Walkthrough: Menilai Daya Tarik Segmen Sebelum Memilih

Sebelum memilih strategi targeting, retailer menilai tiap segmen kandidat dengan empat pertanyaan berurutan:

Langkah 1 — Ukuran & Pertumbuhan
Apakah segmen cukup besar sekarang, dan apakah diperkirakan tumbuh dalam 3–5 tahun ke depan?
Langkah 2 — Daya Tarik Struktural
Seberapa ketat persaingan di segmen ini? Apakah sudah banyak pesaing kuat, atau masih longgar?
Langkah 3 — Kesesuaian Tujuan & Sumber Daya
Apakah segmen ini sejalan dengan visi toko, dan apakah toko punya modal, lokasi, SDM yang cukup untuk melayaninya?
Langkah 4 — Keputusan Targeting
Bandingkan skor tiap segmen (lihat HDN-2 berikutnya), lalu pilih segmen dengan skor tertinggi yang realistis dijangkau.

Hitung dari Nol — HDN-2: Skor Daya Tarik Segmen Tertimbang

Toko retail alat rumah tangga menilai Segmen A (keluarga muda urban) dengan skor 1–10 per kriteria, memakai empat bobot dari walkthrough sebelumnya.

Langkah (Kriteria x Bobot)PerhitunganNilai
1. Ukuran pasar (bobot 30%, skor 8)8 x 30%2,40
2. Pertumbuhan pasar (bobot 25%, skor 7)7 x 25%1,75
3. Daya tarik struktural (bobot 20%, skor 6)6 x 20%1,20
4. Kesesuaian sumber daya (bobot 25%, skor 9)9 x 25%2,25
5. Total skor daya tarik segmen2,40 + 1,75 + 1,20 + 2,25
7,60 / 10
Bandingkan skor ini dengan Segmen B, C, dst. — segmen dengan skor tertimbang tertinggi & realistis dijangkau yang dipilih sebagai target utama.

Studi Kasus: Dua Toko, Dua Strategi Targeting Berbeda

Bandingkan bagaimana dua jenis retailer memilih strategi cakupan pasar yang berbeda untuk kategori produk yang sama:

Ace Hardware — Terdiferensiasi
🏬
Melayani banyak segmen sekaligus: rumah tangga umum, kontraktor, hobiis DIY — dengan lini produk & area toko berbeda untuk tiap segmen dalam satu gerai besar.
Toko Baut & Sekrup Lokal — Terkonsentrasi
🔩
Fokus hanya pada satu segmen niche: tukang & bengkel kecil yang butuh baut/sekrup grosir murah — tanpa mencoba melayani hobiis rumahan.
Keduanya sama-sama menjual "alat & perkakas", tetapi strategi targeting yang berbeda membuat bauran produk, harga, dan lokasi mereka juga sangat berbeda — bukan salah satu "lebih benar", melainkan sesuai skala & sumber daya masing-masing.
Bagian 3 dari 3
Positioning:
Membangun Citra di Benak
Setelah segmen target dipilih, retailer merancang citra yang jelas dan berbeda di benak konsumen — memakai peta persepsi dan titik diferensiasi yang khas.
Peta Persepsi POP & POD

Positioning & Peta Persepsi (Perceptual Map)

Positioning adalah upaya merancang citra & identitas toko agar menempati tempat yang jelas & berbeda di benak konsumen target, relatif terhadap pesaing. Alat bantunya: peta persepsi.

Harga TinggiHarga RendahPraktis/DekatVariasi LuasIndomaret/AlfamartTransmart/HypermartRanchMarket
Peta ini menunjukkan: Indomaret/Alfamart memposisikan diri di kuadran harga rendah + praktis/dekat; Ranch Market di kuadran harga tinggi + variasi/kualitas — dua posisi berbeda untuk dua segmen berbeda.

Merumuskan Diferensiasi: POP & POD

Positioning yang kuat butuh dua jenis titik acuan terhadap pesaing:

Points of Parity (POP)
=
Titik kesamaan wajib dimiliki agar dianggap "layak bersaing" di kategori — mis. semua minimarket harus punya jam buka panjang & lokasi dekat rumah.
Points of Difference (POD)
Titik pembeda unik yang membuat toko diingat berbeda — mis. Miniso: desain kekinian + harga terjangkau, yang tidak dimiliki toko kelontong biasa.
Positioning Statement = Untuk [segmen], [nama toko] adalah [kategori] yang [POD] — berbeda dari [pesaing utama].
Tanpa POD yang jelas, toko hanya jadi "pesaing generik" yang mudah dilupakan konsumen segmen target.

Studi Kasus: Positioning Statement Dua Retailer Elektronik

Terapkan kerangka POP & POD untuk merumuskan positioning statement dua retailer elektronik konsumen di Indonesia:

Electronic City
Untuk keluarga kelas menengah-atas yang mencari elektronik rumah tangga, Electronic City adalah toko elektronik dengan garansi resmi & layanan purnajual lengkap — berbeda dari toko elektronik pasar yang menjual tanpa jaminan servis.
Erafone
Untuk anak muda urban pengguna gawai, Erafone adalah toko khusus smartphone & gadget dengan staf yang paham teknologi terbaru & trade-in mudah — berbeda dari toko elektronik umum yang menjual segala jenis barang.
Perhatikan: keduanya sama-sama "toko elektronik" (kategori sama, sebagian POP mirip), tetapi POD-nya membuat masing-masing diingat berbeda oleh segmen targetnya masing-masing.

Ringkasan STP & Latihan Aplikasi

1. Segmentasi
🧩
Bagi pasar via 4 basis (demografis, geografis, psikografis, perilaku); uji 5 kriteria segmen efektif.
2. Targeting
🎯
Pilih strategi cakupan (mass/differentiated/concentrated/micro) berdasar skor daya tarik tertimbang.
3. Positioning
🧭
Rumuskan citra unik via peta persepsi + POP/POD, tuangkan dalam positioning statement.
Latihan (kerjakan berkelompok, dikumpulkan pertemuan depan): Pilih satu toko retail lokal di sekitar Anda (bisa milik keluarga/kerabat). (1) Tentukan segmen target memakai minimal 2 basis segmentasi; (2) Hitung estimasi potensi pasar segmen tersebut seperti HDN-1; (3) Susun satu positioning statement lengkap dengan POD yang jelas.