stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-04
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 4: Proses Pengambilan Keputusan Pembelian Konsumen Retail dan Implikasinya pada Strategi Penjualan
Prodi Manajemen · FEB UNDIP

Penjualan Retail

Pertemuan 4: Proses Pengambilan Keputusan Pembelian Konsumen Retail dan Implikasinya pada Strategi Penjualan

Bagaimana konsumen benar-benar memutuskan untuk membeli di toko retail — dan bagaimana pemasar retail menggunakannya sebagai peta jalan strategi penjualan.

RPS minggu 4 · 2×50 menit
Bagian 1 dari 3
Memahami Proses Keputusan Konsumen
Lima tahap yang dilalui konsumen sebelum, saat, dan sesudah membeli di toko retail.

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu:

Sub-CPMK 1
Menjelaskan lima tahap proses pengambilan keputusan pembelian konsumen retail secara berurutan dan logis.
Sub-CPMK 2
Membedakan tipe keputusan pembelian (ekstensif, terbatas, rutin) beserta contoh produk retail masing-masing.
Sub-CPMK 3
Menghitung skor evaluasi alternatif dan tingkat konversi toko sebagai alat analisis keputusan konsumen.
Sub-CPMK 4
Merumuskan implikasi tiap tahap keputusan konsumen terhadap rancangan strategi penjualan retail.

Mengapa Proses Ini Penting bagi Peritel?

Pemasar retail yang paham proses keputusan konsumen bisa mengintervensi di titik yang tepat — bukan menembak asal ke seluruh proses.

Contoh nyata: saat Anda scroll Tokopedia mencari sepatu lari, algoritma menampilkan ulasan dan perbandingan harga tepat di tahap evaluasi alternatif Anda — bukan di tahap pengenalan kebutuhan. Ini bukan kebetulan, melainkan hasil pemetaan proses keputusan konsumen oleh tim strategi digital mereka.
Peritel yang mengabaikan proses ini sering salah kelola: memasang diskon besar-besaran (relevan untuk tahap keputusan pembelian) padahal masalah utama konsumen ada di tahap pencarian informasi — mereka tidak tahu produk itu ada.

Model Lima Tahap Keputusan Pembelian

Kerangka klasik (Engel-Kollat-Blackwell, diadaptasi untuk konteks retail) menggambarkan perjalanan konsumen sebagai alur berurutan berikut.

1. PengenalanKebutuhan2. PencarianInformasi3. EvaluasiAlternatif4. KeputusanPembelian5. PerilakuPasca-Beli
Titik penting: peritel bisa memasuki dan memengaruhi konsumen di setiap titik pada alur ini, bukan hanya di tahap 4.

Tahap 1 — Pengenalan Kebutuhan

Proses dimulai saat konsumen menyadari ada kesenjangan antara kondisi aktual dan kondisi yang diinginkan.

Stimulus Internal
  • Rasa lapar → ke minimarket beli camilan
  • Sepatu rusak → butuh sepatu baru
  • Kebutuhan biologis atau fisiologis dasar
Stimulus Eksternal
  • Iklan produk baru di media sosial
  • Teman memakai gadget model terbaru
  • Promo "flash sale" yang muncul di aplikasi
Implikasi retail: peritel dapat memicu kesadaran kebutuhan lewat display etalase, notifikasi aplikasi, atau iklan bertarget — bukan sekadar menunggu konsumen datang sendiri.

Tahap 2 — Pencarian Informasi

Setelah menyadari kebutuhan, konsumen mencari informasi melalui dua sumber utama sebelum membentuk evoked set (glos: kumpulan kecil merek/toko yang benar-benar dipertimbangkan, biasanya 3-5 pilihan).

Pencarian Internal
Mengandalkan ingatan dan pengalaman sebelumnya — misalnya Anda langsung teringat pernah puas belanja di Ace Hardware.
Pencarian Eksternal
Bertanya ke teman/keluarga, membaca ulasan di Tokopedia, atau berkunjung langsung membandingkan toko fisik.
Implikasi retail: ulasan pelanggan, program loyalitas, dan visibilitas merek di rak toko menentukan apakah sebuah toko masuk ke evoked set konsumen.

Tahap 3 — Evaluasi Alternatif

Konsumen membandingkan pilihan dalam evoked set berdasarkan kriteria evaluasi yang diberi bobot kepentingan berbeda-beda.

Contoh Kriteria Evaluasi Pembelian Smartphone di Gerai Retail
  • Harga — seberapa penting dibanding anggaran konsumen
  • Kualitas kamera — penting bagi konsumen yang suka fotografi
  • Daya tahan baterai — penting bagi pengguna mobile tinggi
Alat bantu praktis: model weighted scoring (skor tertimbang) membantu konsumen — dan tim penjualan retail yang memahami cara berpikir konsumen — membandingkan alternatif secara sistematis. Kita hitung contohnya di slide berikut.

Hitung dari Nol #1 — Skor Tertimbang Evaluasi Alternatif

Seorang konsumen di gerai Erafone membandingkan dua smartphone. Bobot kriteria: Harga 40%, Kamera 30%, Baterai 30%. Skor Produk A (skala 1–10): Harga 8, Kamera 7, Baterai 9.

LangkahPerhitunganNilai
1. Kontribusi Harga8 × 40%3,2
2. Kontribusi Kamera7 × 30%2,1
3. Kontribusi Baterai9 × 30%2,7
4. Total Skor Tertimbang3,2 + 2,1 + 2,78,0
Skor Total Produk A
8,0
dari skala maksimum 10

Coba Sendiri: Kalkulator Skor Tertimbang Multikriteria

Ubah bobot dan skor tiap kriteria (harga, kamera, baterai), lalu amati bagaimana skor total tertimbang berubah dan alternatif mana yang unggul.

Tahap 4 — Keputusan Pembelian

Setelah evaluasi, konsumen mengambil keputusan akhir — namun keputusan ini masih bisa dipengaruhi oleh faktor situasional di dalam toko.

Ketersediaan Stok
Produk favorit habis → konsumen beralih merek lain saat itu juga.
Promosi di Toko
Diskon mendadak atau bundling di rak kasir bisa mengubah pilihan akhir.
Interaksi Pramuniaga
Rekomendasi SPG/pramuniaga (glos: staf penjual di toko) sering menjadi penentu akhir.
Ini sebabnya niat beli (purchase intention) tidak selalu sama dengan pembelian aktual — keduanya bisa terpisah oleh faktor situasional di dalam toko.

Tahap 5 — Perilaku Pasca Pembelian

Setelah membeli, konsumen mengevaluasi apakah produk memenuhi ekspektasi — hasilnya menentukan loyalitas ke toko tersebut.

Kepuasan

Ekspektasi terpenuhi atau terlampaui → konsumen kembali berbelanja, merekomendasikan ke orang lain (word of mouth).

Disonansi Kognitif

Glos: keraguan/penyesalan setelah membeli. Contoh: ragu setelah membeli TV besar di Electronic City — "apakah harganya sepadan?"

Implikasi retail: layanan purnajual, garansi, dan follow-up (misalnya notifikasi ulasan dari Shopee/Tokopedia) membantu meredam disonansi dan membangun loyalitas jangka panjang.
Bagian 2 dari 3
Tipe Keputusan & Faktor Situasional Retail
Tidak semua pembelian melalui lima tahap secara penuh — dan lingkungan toko turut membentuk keputusan.

Tipe Keputusan Pembelian Konsumen Retail

Kompleksitas proses keputusan bergantung pada tingkat keterlibatan (involvement) dan risiko yang dirasakan konsumen.

Ekstensif
Risiko & harga tinggi, jarang dibeli. Contoh: rumah, mobil, laptop kerja di iBox.
Terbatas
Sedikit riset, cukup familiar. Contoh: baju baru di H&M, sepatu olahraga di Sports Station.
Rutin
Nyaris otomatis, kebiasaan. Contoh: beli air mineral, sabun mandi di Indomaret tiap minggu.
Implikasi retail: strategi promosi untuk produk rutin harus fokus pada ketersediaan & kebiasaan (mis. penempatan rak strategis), bukan edukasi panjang seperti produk ekstensif.

Faktor Situasional Retail: Pembelian Impulsif

Impulse buying (glos: pembelian tak terencana yang dipicu rangsangan di dalam toko) adalah bukti nyata bahwa lingkungan retail dapat mengubah jalannya proses keputusan.

Pemicu Impulse Buying di Toko Retail
  • Penempatan permen & snack di dekat kasir Indomaret/Alfamart
  • Pencahayaan & musik yang menciptakan suasana nyaman (mis. di Ace Hardware)
  • Notifikasi "flash sale 15 menit lagi" di aplikasi Shopee
  • Bau roti segar di pintu masuk toko roti/bakery
Implikasi retail: tata letak toko (layout) dan visual merchandising menjadi alat strategi penjualan yang setara pentingnya dengan iklan — topik ini akan diperdalam pada pertemuan mendatang.

Hitung dari Nol #2 — Tingkat Konversi Toko Retail

Toko retail X mencatat pengunjung dan transaksi harian sebagai indikator seberapa efektif toko mengonversi calon pembeli (yang sedang di tahap 3–4) menjadi pembeli aktual.

LangkahPerhitunganNilai
1. Jumlah pengunjung toko/hari500 orang
2. Jumlah transaksi (pembeli)/hari60 orang
3. Tingkat Konversi (Conversion Rate)60 ÷ 500 × 100%12%
Conversion Rate Toko X
12%
dari 500 pengunjung, 60 menjadi pembeli

Coba Sendiri: Kalkulator Traffic, Conversion Rate & ATV

Ubah jumlah pengunjung dan transaksi harian toko, lalu amati bagaimana tingkat konversi dan proyeksi omzet dari nilai transaksi rata-rata (ATV) berubah.

Bagian 3 dari 3
Implikasi pada Strategi Penjualan Retail
Memetakan setiap tahap keputusan konsumen menjadi tindakan strategi penjualan yang konkret.

Peta Tahap Keputusan → Strategi Penjualan

Tahap Konsumen
  • 1. Pengenalan Kebutuhan
  • 2. Pencarian Informasi
  • 3. Evaluasi Alternatif
  • 4. Keputusan Pembelian
  • 5. Perilaku Pasca Pembelian
Strategi Penjualan Retail
  • Notifikasi & display etalase pemicu
  • Ulasan, program loyalitas, SEO toko
  • Perbandingan harga, edukasi produk
  • Diskon, layout toko, pramuniaga
  • Garansi, layanan purnajual, follow-up

Peran Pramuniaga dalam Proses Keputusan

Personal selling (glos: penjualan tatap muka langsung oleh staf toko) adalah satu-satunya elemen strategi penjualan yang dapat beradaptasi real-time terhadap tahap keputusan konsumen yang sedang berlangsung.

Contoh Praktik di Retail Indonesia
  • SPG (Sales Promotion Girl/Boy) di Erafone menjelaskan spesifikasi teknis saat konsumen sedang mengevaluasi alternatif.
  • Pramuniaga di Ace Hardware membantu memilih produk sesuai kebutuhan spesifik, mengurangi risiko keputusan salah.
  • Kasir yang menawarkan produk pelengkap (cross-selling) di tahap keputusan pembelian.
Pelatihan pramuniaga yang memahami proses keputusan konsumen — bukan sekadar hafal harga — adalah investasi strategi penjualan bernilai tinggi.

Studi Kasus Terintegrasi — Perjalanan Membeli Smartphone

Mari kita telusuri perjalanan lengkap seorang konsumen dari kebutuhan hingga loyalitas, mengaitkan seluruh materi hari ini.

HP lama rusakTahap 1Cek ulasan TokopediaTahap 2Skor tertimbang 2 HPTahap 3Beli di ErafoneTahap 4Puas, kasih ulasan bintang 5Tahap 5
Perhatikan: setiap panah pada perjalanan ini adalah titik masuk strategi penjualan bagi peritel — dari notifikasi kerusakan produk hingga permintaan ulasan pasca-beli.

Latihan Diskusi Kelas

Bentuk kelompok kecil (3–4 orang) dan diskusikan kasus berikut selama 10 menit, lalu presentasikan singkat.

Kasus: Toko Sepatu "Langkah Baru" di Mal Semarang

Toko sepatu retail ini memiliki 800 pengunjung/hari namun hanya 40 transaksi/hari. Berdasarkan lima tahap keputusan konsumen yang sudah Anda pelajari:

  • Hitunglah tingkat konversi toko ini.
  • Identifikasi tahap mana yang paling mungkin bermasalah.
  • Usulkan satu strategi penjualan konkret untuk tahap tersebut.
Petunjuk: gunakan rumus yang sama seperti pada slide "Hitung dari Nol #2" sebelumnya.

Rangkuman & Tugas Persiapan Minggu Depan

Rangkuman Kunci
  • 5 tahap: pengenalan kebutuhan → pencarian → evaluasi → keputusan → pasca-beli
  • 3 tipe keputusan: ekstensif, terbatas, rutin
  • Skor tertimbang & conversion rate = alat analisis praktis
  • Strategi penjualan harus disesuaikan per tahap, bukan seragam
Persiapan Pertemuan 5
Baca materi Strategi STP (Segmentasi, Targeting, Positioning) untuk retail. Bawa satu contoh toko retail favorit Anda beserta alasan mengapa Anda loyal ke toko tersebut.

📖 Baca juga: Dcf Valuation — penjelasan mendalam dan contoh numerik.