‹ Daftar slidePertemuan 2: Komponen dan Kerangka Kerja Model Bisnis: 9 blok Business Model Canvas (Osterwalder & Pigneur)
RPS minggu 2 · 2x50 menit
Komponen dan Kerangka Kerja Model Bisnis
9 Blok Business Model Canvas (Osterwalder & Pigneur)
Pertemuan 2 · Mata Kuliah Pengembangan Model Bisnis · Program Studi Manajemen FEB UNDIP
Bagian I dari III
Fondasi: Apa itu Model Bisnis, dan Mengapa Business Model Canvas?
Definisi model bisnis, asal-usul kerangka kerja BMC, serta anatomi lengkap kanvas 9 blok sebagai peta besar sebelum kita bedah tiap bloknya.
Definisi Model Bisnis
Model bisnis adalah gambaran rasional tentang bagaimana sebuah organisasi menciptakan (create), menyampaikan (deliver), dan menangkap (capture) nilai — baik nilai ekonomi, sosial, maupun bentuk nilai lainnya.
Menciptakan Nilai
Apa yang ditawarkan perusahaan agar bernilai bagi pelanggan — produk, jasa, atau kombinasi keduanya yang menyelesaikan masalah nyata.
Menyampaikan Nilai
Bagaimana nilai itu sampai ke tangan pelanggan — lewat saluran distribusi, kemitraan, atau platform digital.
Menangkap Nilai
Bagaimana perusahaan memperoleh imbalan finansial dari nilai yang diciptakan — struktur pendapatan dan efisiensi biaya.
Model bisnis berbeda dari strategi — strategi menjawab "bagaimana bersaing", model bisnis menjawab "bagaimana organisasi ini bekerja dan menghasilkan uang".
Sejarah dan Filosofi Business Model Canvas
Asal-Usul
Dikembangkan Alexander Osterwalder dalam disertasi doktoralnya (2004), dibimbing Yves Pigneur
Dipopulerkan lewat buku Business Model Generation (2010), disusun bersama 470 praktisi dari 45 negara
Dirancang sebagai bahasa visual bersama agar tim lintas fungsi bisa mendiskusikan model bisnis tanpa dokumen tebal
Filosofi Desain
Satu lembar (one-page) agar seluruh tim melihat gambaran utuh sekaligus
Visual & kolaboratif — cocok ditempel di dinding, diisi dengan sticky notes
Fleksibel untuk iterasi cepat — mudah diubah saat asumsi terbukti salah
Anatomi Kanvas: Peta 9 Blok Business Model Canvas
Kesembilan blok tersusun dalam satu kanvas dengan logika ruang: Value Proposition di tengah sebagai jantung, blok kanan berorientasi pelanggan, blok kiri berorientasi infrastruktur, dan dasar kanvas menampung arus keuangan.
Coba Sendiri: Susun Kanvas 9 Blok Anda Sendiri
Isi tiap blok kanvas secara interaktif dan amati bagaimana blok kanan (nilai) dan blok kiri (efisiensi) saling terhubung lewat Value Proposition di tengah.
Logika Kanvas: Sisi Nilai vs Sisi Efisiensi
Sisi Kanan — Berorientasi Nilai (Value/Feasibility)
Customer Segments, Value Propositions, Channels, Customer Relationships, Revenue Streams
Menjawab: siapa pelanggan, nilai apa yang ditawarkan, bagaimana menjangkau & menagih mereka
Berhubungan dengan sisi kreativitas dan emosi pelanggan
Menjawab: apa yang dibutuhkan perusahaan untuk mewujudkan nilai tersebut secara efisien
Berhubungan dengan sisi logika dan rasionalitas operasional
Value Proposition adalah jembatan — ia satu-satunya blok yang menghubungkan logika efisiensi di kiri dengan logika nilai di kanan.
Bagian II dari III
Sisi Kanan: Blok Berorientasi Pelanggan dan Nilai
Customer Segments, Value Propositions, Channels, Customer Relationships, dan Revenue Streams — lima blok yang menentukan siapa pelanggan Anda dan bagaimana mereka membayar.
Blok 1: Customer Segments
Kelompok orang atau organisasi berbeda yang ingin dijangkau dan dilayani perusahaan — tidak ada bisnis yang bisa melayani semua orang sekaligus.
Mass Market
Tidak membedakan segmen — contoh: produk mi instan Indomie yang menyasar hampir seluruh rumah tangga Indonesia.
Niche Market
Segmen khusus dan spesifik — contoh: penyedia suku cadang alat berat tambang untuk klien korporasi tertentu.
Multi-Sided Platform
Melayani dua/lebih segmen saling bergantung — contoh: Gojek melayani penumpang sekaligus mitra pengemudi.
Segmen juga bisa segmented (kebutuhan sedikit berbeda dalam satu pasar, mis. nasabah BBCA prioritas vs reguler) atau diversified (segmen tak berkaitan, mis. Amazon ritel vs Amazon Web Services).
Blok 2: Value Propositions
Kombinasi produk/jasa yang menciptakan nilai bagi segmen pelanggan tertentu — jawaban atas pertanyaan "mengapa pelanggan memilih Anda?"
Elemen Kuantitatif
Harga (price) — lebih terjangkau, mis. maskapai bertarif hemat
Kebaruan (newness) — layanan yang belum pernah ada, mis. QRIS lintas bank
Kustomisasi — layanan personal sesuai kebutuhan pelanggan
Kemudahan & kenyamanan (convenience) — aplikasi satu klik
Status/merek — bergengsi memiliki produk tersebut
Blok 3: Channels
Bagaimana perusahaan berkomunikasi dan menjangkau segmen pelanggan untuk menyampaikan value proposition — melalui lima fase perjalanan pelanggan.
Direct Channel
Toko sendiri, tenaga penjual sendiri, aplikasi/website milik perusahaan sendiri — margin lebih tinggi, kontrol penuh.
Partner Channel
Distributor, marketplace pihak ketiga (Tokopedia, Shopee) — jangkauan lebih luas, margin lebih rendah.
Blok 4: Customer Relationships
Jenis hubungan yang dibangun perusahaan dengan segmen pelanggan tertentu, mulai dari yang sangat personal hingga otomatis penuh.
Jenis Hubungan
Karakteristik
Contoh
Personal Assistance
Interaksi manusia langsung
Relationship manager BBCA Prioritas
Dedicated Personal Assistance
Satu perwakilan khusus per klien
Private banker untuk nasabah ultra-kaya
Self-Service
Perusahaan sediakan alat, pelanggan mandiri
Mesin ATM, kios check-in bandara
Automated Services
Self-service + personalisasi otomatis
Rekomendasi produk Tokopedia berbasis riwayat belanja
Communities
Membangun komunitas pengguna
Forum pengguna aplikasi/komunitas UMKM binaan
Co-Creation
Pelanggan dilibatkan menciptakan nilai
Ulasan & rating yang membentuk katalog marketplace
Blok 5: Revenue Streams — Hitung dari Nol
Arus kas yang dihasilkan perusahaan dari tiap segmen pelanggan. Simulasi: platform streaming lokal dengan model langganan bulanan.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Jumlah pelanggan aktif
Data pengguna berbayar
50.000 pelanggan
2. Harga langganan/bulan
Tarif paket standar
Rp49.000
3. Pendapatan kotor/bulan
50.000 x Rp49.000
Rp2.450.000.000
4. Biaya payment gateway (3%)
3% x Rp2.450.000.000
Rp73.500.000
5. Pendapatan bersih/bulan
Rp2.450.000.000 − Rp73.500.000
Rp2.376.500.000
6. Proyeksi pendapatan/tahun
Rp2.376.500.000 x 12
Rp28.518.000.000
Bagian III dari III
Sisi Kiri: Blok Infrastruktur dan Efisiensi Biaya
Key Resources, Key Activities, Key Partnerships, dan Cost Structure — empat blok yang menjawab apa yang dibutuhkan perusahaan agar value proposition benar-benar bisa diwujudkan secara efisien.
Blok 6: Key Resources
Aset paling penting yang dibutuhkan agar model bisnis dapat berfungsi — tanpanya, value proposition tidak dapat diwujudkan.
Fisik
Gudang, armada kendaraan, gerai toko, mesin produksi — contoh: gudang fulfillment Tokopedia.
Intelektual
Merek, paten, data pelanggan, algoritma — contoh: algoritma rekomendasi & basis data pengguna Gojek.
Manusia
Tenaga ahli kunci — contoh: tim insinyur perangkat lunak inti pada perusahaan teknologi.
Kategori keempat: Finansial — modal, lini kredit, atau jaminan kas untuk mendukung operasional (mis. modal ventura pada start-up tahap awal).
Blok 7: Key Activities
Tindakan-tindakan terpenting yang harus dilakukan perusahaan agar model bisnisnya berjalan sebagaimana mestinya.
Produksi
Merancang, membuat, dan menghantarkan produk dalam jumlah besar dengan kualitas terjaga — contoh: manufaktur Indofood.
Pemecahan Masalah
Solusi khusus untuk masalah spesifik tiap klien — contoh: firma konsultan manajemen atau kantor akuntan publik.
Platform/Jaringan
Mengelola platform, jaringan pencocokan, atau infrastruktur perangkat lunak — contoh: pengembangan & pemeliharaan aplikasi Gojek.
Key Activities harus selaras langsung dengan Value Proposition — perusahaan platform gagal jika aktivitas utamanya justru fokus produksi fisik, bukan pengelolaan jaringan.
Blok 8: Key Partnerships
Jaringan pemasok dan mitra yang membuat model bisnis berjalan — perusahaan bermitra untuk optimasi, mengurangi risiko, atau memperoleh sumber daya yang tak dimiliki sendiri.
Motif Kemitraan
Penjelasan
Contoh
Optimasi & Skala Ekonomi
Outsourcing agar lebih efisien
Gojek bermitra dengan penyedia layanan cloud eksternal
Pengurangan Risiko/Ketidakpastian
Aliansi strategis sesama pesaing/non-pesaing
Kolaborasi bank dengan fintech pembayaran
Akuisisi Sumber Daya/Aktivitas
Memperoleh yang tak dimiliki sendiri
Marketplace bermitra jasa logistik JNE/SiCepat
Blok 9: Cost Structure — Hitung dari Nol
Seluruh biaya yang timbul untuk menjalankan model bisnis. Simulasi: break-even point UMKM kuliner rumahan.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Biaya tetap/bulan (sewa + gaji)
Data operasional tetap
Rp8.000.000
2. Harga jual per porsi
Tarif jual ke pelanggan
Rp25.000
3. Biaya variabel per porsi (bahan baku)
Estimasi biaya bahan
Rp15.000
4. Margin kontribusi per porsi
Rp25.000 − Rp15.000
Rp10.000
5. Titik impas (BEP) dalam unit
Rp8.000.000 ÷ Rp10.000
800 porsi/bulan
6. Titik impas (BEP) dalam rupiah
800 x Rp25.000
Rp20.000.000/bulan
Walkthrough: Menyusun BMC Gojek Tahap Awal
Tahap 1-3: Mulai dari Pelanggan
Langkah 1: Identifikasi dua segmen saling terkait — penumpang & mitra pengemudi (multi-sided platform)
Langkah 2: Rumuskan value proposition tiap sisi — penumpang: kepastian & kecepatan; pengemudi: penghasilan tambahan fleksibel
Langkah 3: Tentukan channel — aplikasi mobile sebagai direct channel utama
Tahap 4-6: Lengkapi Infrastruktur
Langkah 4: Key resources — algoritma pencocokan & basis data lokasi real-time
Langkah 6: Revenue & cost — komisi per transaksi vs subsidi promosi awal
Latihan Kelas: Susun BMC untuk Kedai Kopi Lokal
Kerjakan berkelompok (3-4 orang) untuk kasus: kedai kopi rintisan di dekat kampus yang ingin bersaing dengan gerai waralaba besar.
Instruksi:
Isi minimal 5 dari 9 blok BMC pada templat kanvas yang dibagikan (fokus: Customer Segments, Value Propositions, Channels, Revenue Streams, Cost Structure)
Tuliskan asumsi angka sederhana untuk Revenue Streams & Cost Structure (harga per cangkir, estimasi biaya bahan)
Waktu pengerjaan: 20 menit, presentasi singkat 2 menit per kelompok
Kriteria penilaian: kejelasan segmen (bukan "semua orang"), keselarasan value proposition dengan segmen, dan konsistensi angka pada revenue & cost structure.
Ringkasan Pertemuan 2
Yang Sudah Dipelajari
Definisi model bisnis & asal-usul BMC (Osterwalder & Pigneur, 2010)
Anatomi kanvas 9 blok dan logika sisi nilai vs sisi efisiensi
Detail lima blok kanan (pelanggan) & empat blok kiri (infrastruktur)
Fokus: pola-pola inovasi model bisnis & teknik ideasi lintas blok BMC
Bawa hasil latihan kedai kopi hari ini sebagai bahan diskusi lanjutan
Kunci pertemuan hari ini: sembilan blok BMC bukan daftar checklist terpisah, melainkan satu sistem yang saling terkait — perubahan pada satu blok akan berdampak pada blok lainnya.