stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-01
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 1: Pengantar dan Analisis Lingkungan Bisnis: konsep dasar model bisnis, ruang lingkup lingkungan eksternal-internal
RPS minggu 1 · 2x50 menit

Pengantar dan Analisis Lingkungan Bisnis

Pengembangan Model Bisnis · Program Studi Manajemen FEB UNDIP

Sebelum mendesain model bisnis apa pun, kita perlu memahami dua hal: apa itu model bisnis, dan lingkungan seperti apa — eksternal maupun internal — yang membentuk atau mengancamnya.

Peta & Tujuan Pertemuan 1

Posisi dalam alur RPS
  • P1 (hari ini) — konsep dasar & lingkungan bisnis
  • P2–P3 — Business Model Canvas (Osterwalder & Pigneur)
  • P4–P5 — desain, inovasi & validasi (Lean Startup)
  • P6–P14 — risiko, pertumbuhan & studi kasus terintegrasi
Sub-CPMK minggu ini
  • Menjelaskan konsep dasar & komponen inti model bisnis
  • Mengidentifikasi ruang lingkup lingkungan eksternal (makro & industri)
  • Mengidentifikasi ruang lingkup lingkungan internal (sumber daya & kapabilitas)
  • Mengaitkan hasil analisis lingkungan dengan peluang desain model bisnis
Pertemuan ini adalah fondasi berpikir — tanpa memahami lingkungan tempat bisnis beroperasi, desain model bisnis secanggih apa pun berisiko gagal di dunia nyata.

Apa Itu Model Bisnis? Definisi Dasar

Model bisnis adalah logika mendasar tentang bagaimana sebuah organisasi menciptakan, menyampaikan, dan menangkap nilai (Osterwalder & Pigneur, 2010) — bukan sekadar "cara mencari uang".

Menciptakan Nilai(value creation)Menyampaikan Nilai(value delivery)Menangkap Nilai(value capture)
Contoh: Tokopedia menciptakan nilai lewat marketplace yang mempertemukan penjual-pembeli, menyampaikan-nya lewat aplikasi & jaringan logistik, lalu menangkap nilai lewat komisi transaksi & iklan penjual.

Mengapa Model Bisnis Penting?

Bagi Wirausaha Baru
  • Peta yang jelas sebelum investasi besar dikeluarkan
  • Menguji asumsi dengan biaya murah sebelum skala penuh
  • Menghindari membangun produk bagus tanpa cara menangkap nilai
Bagi Perusahaan Mapan
  • Ancaman disrupsi dari pendatang baru dengan model bisnis berbeda
  • Perlu ditinjau & didesain ulang berkala, bukan sekali jadi
  • Model bisnis lama bisa jadi liabilitas saat lingkungan berubah
Produk atau layanan yang bagus tidak menjamin keberhasilan bisnis — banyak startup Indonesia gagal bukan karena produknya jelek, melainkan karena model bisnisnya membakar uang tanpa jalur menangkap nilai yang jelas (unit economics negatif).

Model Bisnis vs Strategi vs Rencana Bisnis

Tiga istilah ini sering dipakai bergantian secara keliru — padahal masing-masing menjawab pertanyaan yang berbeda.

Model Bisnis
"Bagaimana?"
Logika penciptaan & penangkapan nilai — relatif statis, jadi kerangka acuan.
Strategi
"Bagaimana bersaing?"
Pilihan posisi kompetitif & keunggulan jangka panjang di atas model bisnis.
Rencana Bisnis
"Rincian & angka"
Dokumen tertulis rinci (proyeksi keuangan, operasional) untuk eksekusi & pendanaan.
Analogi sederhana: model bisnis = cetak biru rumah, strategi = keputusan membangun rumah di lokasi & segmen pasar mana, rencana bisnis = dokumen detail biaya & jadwal pembangunan.
Bagian 1
Konsep Dasar Model Bisnis

Pertanyaan diskusi: apa beda mendasar antara model bisnis Indomaret dan warung kelontong tetangga rumah Anda — padahal keduanya menjual barang sehari-hari yang serupa?

Sembilan Blok Bangunan Model Bisnis (Pratinjau)

Business Model Canvas (BMC) akan dibahas mendalam pada Pertemuan 2–3 — hari ini cukup kenal peta besarnya.

MitraKunciAktivitas KunciSumber Daya KunciProposisiNilaiHub. PelangganSaluranSegmenPelangganStruktur BiayaAliran Pendapatan
Empat kelompok besar: sisi penawaran (proposisi nilai), sisi pelanggan (segmen, saluran, hubungan), sisi infrastruktur (mitra, aktivitas, sumber daya), dan sisi keuangan (biaya & pendapatan).

Evolusi Model Bisnis Kontemporer

Platform (Dua Sisi Pasar)
  • Menghubungkan dua kelompok pengguna (Gojek: penumpang & pengemudi)
  • Nilai tumbuh dari efek jaringan, bukan aset fisik
Langganan (Subscription)
  • Pendapatan berulang, bukan transaksi sekali beli (Netflix, Zoom)
  • Fokus pada retensi pelanggan jangka panjang
Freemium & Digital
  • Layanan dasar gratis, fitur premium berbayar (Spotify)
  • Biaya marjinal tambahan pengguna mendekati nol
Benang merah model bisnis kontemporer: nilai berasal dari jaringan, data, & skala digital — bukan semata kepemilikan aset fisik seperti model bisnis tradisional.

Mini-Kasus: Transformasi Model Bisnis

Kodak (dekade 2000-an). Menguasai teknologi kamera digital sejak awal, tetapi mempertahankan model bisnis lama berbasis penjualan film & cetak foto — takut mengkanibalisasi bisnis inti, hingga akhirnya bangkrut tahun 2012.
  • Masalahnya bukan teknologi — Kodak justru menemukan kamera digital lebih dulu dari pesaing
  • Masalahnya adalah keengganan mengubah model bisnis penangkapan nilai (dari film ke digital)
  • Bandingkan dengan Blue Bird di Indonesia: taksi konvensional yang justru beradaptasi via kemitraan dengan Gojek (2016) — bukan menolak disrupsi
Pelajaran untuk Anda: kegagalan bisnis besar sering berasal dari kelambanan mengubah model bisnis, bukan dari kekurangan teknologi atau modal.
Bagian 2
Ruang Lingkup Lingkungan Eksternal

Pertanyaan diskusi: ketika pemerintah menaikkan tarif pajak atau menerbitkan regulasi baru, elemen model bisnis mana yang paling dulu terguncang?

Kerangka PESTEL: Enam Dimensi Lingkungan Makro

Politik & EkonomiSosial & TeknologiEkologi & Legalkebijakan pemerintah,PPN, suku bunga, inflasigaya hidup, demografi,adopsi digital, otomasiiklim, keberlanjutan,regulasi & perizinan usaha
PESTEL = Politik, Ekonomi, Sosial, Teknologi, Ekologi, Legal — kerangka memindai lingkungan makro yang tidak bisa dikendalikan organisasi, tetapi wajib diantisipasi.

Hitung dari Nol: Dampak Kenaikan PPN terhadap Margin UMKM

Kasus ilustrasi: UMKM kuliner menjual produk dengan harga netto Rp100.000, margin kotor 30%, dan PPN efektif 11% (PMK 131/2024) tidak diteruskan ke konsumen karena tekanan harga kompetitor.

LangkahPerhitunganNilai
1. Harga jual netto (sebelum PPN)ditetapkan pelaku usahaRp 100.000
2. PPN yang harus dipungut11% × Rp100.000Rp 11.000
3. Margin kotor awal (sebelum PPN ditanggung)30% × Rp100.000Rp 30.000
4. PPN ditanggung sendiri (tidak diteruskan)Rp30.000 − Rp11.000Rp 19.000
5. Penurunan margin relatifRp11.000 ÷ Rp30.00036,7%
Margin Terkikis
36,7%
jika PPN ditanggung sendiri, bukan diteruskan ke konsumen

Lima Kekuatan Porter: Struktur Persaingan Industri

Persaingan IndustriAncaman Pendatang BaruAncaman Produk SubstitusiDaya Tawar PemasokDaya Tawar Pembeli
Contoh e-commerce Indonesia: daya tawar pembeli tinggi (banyak pilihan platform, mudah berpindah), tetapi ancaman pendatang baru relatif rendah karena butuh modal besar untuk membangun jaringan logistik.

Mini-Kasus: Lingkungan Industri Ritel Indonesia

Minimarket (Indomaret/Alfamart) vs E-commerce. Keduanya bersaing memperebutkan belanja harian konsumen Indonesia, tetapi menghadapi kombinasi kekuatan Porter yang sangat berbeda.
  • Minimarket: daya tawar pemasok besar (FMCG nasional), tetapi lokasi fisik jadi hambatan pendatang baru di area padat
  • E-commerce: skala nasional tanpa batas lokasi fisik, tetapi rentan perang harga (persaingan industri sangat ketat)
  • Ancaman substitusi silang: konsumen beralih dari minimarket ke belanja online untuk kebutuhan non-mendesak
Pelajaran: analisis lingkungan yang sama (industri ritel) bisa menghasilkan peta persaingan sangat berbeda tergantung model bisnis yang dijalankan — fisik vs digital.
Bagian 3
Ruang Lingkup Lingkungan Internal & Sintesis

Pertanyaan diskusi: dua warung kopi berhadapan di jalan yang sama, menghadapi lingkungan eksternal identik — mengapa satu bertahan lima tahun dan satu tutup dalam setahun?

Analisis Internal: Sumber Daya & Kapabilitas (VRIO)

VRIO menguji apakah sumber daya internal bisa menjadi keunggulan kompetitif berkelanjutan — empat pertanyaan berurutan.

V — Valuable (Bernilai)
  • Apakah sumber daya ini membantu memanfaatkan peluang / menangkal ancaman?
R — Rare (Langka)
  • Apakah hanya sedikit pesaing yang memilikinya?
I — Imitability (Sulit Ditiru)
  • Apakah mahal atau sulit bagi pesaing untuk meniru / menggantikannya?
O — Organized (Terorganisasi)
  • Apakah organisasi mampu mengelola sumber daya ini untuk dimanfaatkan penuh?
Contoh: resep rahasia warung kopi legendaris bisa bernilai, langka, dan sulit ditiru — tetapi hanya jadi keunggulan nyata jika pemilik terorganisasi mengelola konsistensi rasa & pelayanan.

Hitung dari Nol: Estimasi TAM-SAM-SOM Peluang Pasar

Kasus ilustrasi: rencana membuka kedai kopi kekinian di kota berpenduduk 500.000 jiwa. Glosarium: TAM (Total Addressable Market), SAM (Serviceable Available Market), SOM (Serviceable Obtainable Market).

LangkahPerhitunganNilai
1. Populasi kota (data BPS)diketahui langsung500.000 jiwa
2. TAM — segmen usia produktif & gaya hidup kopi20% × 500.000100.000 jiwa
3. SAM — terjangkau lokasi & daya beli15% × 100.00015.000 jiwa
4. SOM — target pangsa realistis tahun pertama10% × 15.0001.500 pelanggan
5. Estimasi omzet bulanan1.500 × Rp150.000Rp 225 juta
Estimasi Omzet
Rp 225 Jt/Bln
dari 1.500 pelanggan SOM × rata-rata belanja Rp150.000

Coba Sendiri: Saring Corong TAM-SAM-SOM Anda

Geser persentase penyaringan tiap tahap dan amati bagaimana corong TAM menyusut menjadi SOM serta estimasi omzet bulanannya.

SWOT sebagai Sintesis Eksternal-Internal

Strengths (Kekuatan)internal · positifWeaknesses (Kelemahan)internal · negatifOpportunities (Peluang)eksternal · positifThreats (Ancaman)eksternal · negatif
SWOT hanya bermakna jika didahului analisis rigorous: PESTEL & Porter (untuk O/T) serta VRIO (untuk S/W) — bukan sekadar curah pendapat bebas tanpa data.

Ringkasan Pertemuan 1 & Kaitan ke Pertemuan Berikutnya

Yang Sudah Kita Pelajari
  • Model bisnis = logika menciptakan-menyampaikan-menangkap nilai
  • Beda model bisnis, strategi, & rencana bisnis
  • Lingkungan eksternal: PESTEL (makro) & Lima Kekuatan Porter (industri)
  • Lingkungan internal: VRIO & sintesis lewat SWOT
Menuju Pertemuan 2
  • Sembilan blok Business Model Canvas dibahas mendalam
  • Hasil analisis lingkungan hari ini akan menjadi input pengisian kanvas
  • Bawa satu ide bisnis sederhana untuk latihan kanvas pertama
Tanpa analisis lingkungan yang rigorous, Business Model Canvas hanya akan berisi asumsi kosong — pertemuan hari ini adalah fondasi yang akan terus Anda pakai sepanjang semester.

Latihan Diskusi Kelas

Skenario kelompok (breakout 15 menit). Pilih satu bisnis yang Anda kenal baik (warung makan, toko kelontong, jasa laundry, atau usaha online) dan analisis menggunakan kerangka hari ini.

Tugas tiap kelompok:

  • Identifikasi minimal 2 faktor PESTEL & 2 kekuatan Porter yang paling relevan bagi bisnis tersebut
  • Nilai 1 sumber daya internal bisnis tersebut melalui keempat pertanyaan VRIO
  • Susun ringkasan SWOT (1 poin per kuadran) berdasarkan hasil analisis di atas
Presentasikan singkat (2 menit/kelompok) — kaitkan temuan Anda dengan kerangka PESTEL, Porter, VRIO, & SWOT yang sudah dibahas hari ini. Pertemuan berikutnya (P2) akan membahas Business Model Canvas — analisis lingkungan hari ini menjadi bekal utama mengisinya.