stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-02
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 2: Sejarah & Evolusi Teori Manajemen

Pengantar Manajemen

Pertemuan 2: Sejarah & Evolusi Teori Manajemen

Dari Pabrik Revolusi Industri hingga Algoritma Amazon

PENGANTAR MANAJEMEN • PERTEMUAN 2

Tujuan Pembelajaran

TUJUAN 1
PENDEKATAN KLASIK
Memahami *Scientific Management* dan Birokrasi. Mengapa efisiensi mekanis pernah merajai dunia.
TUJUAN 2
REVOLUSI PERILAKU
Menguasai esensi *Hawthorne Studies* dan bagaimana fokus bergeser dari "mesin" ke "manusia" (OB).
TUJUAN 3
PENDEKATAN KUANTITATIF
Bagaimana militer PD II melahirkan Total Quality Management (TQM) yang mensukseskan Toyota.
TUJUAN 4
APLIKASI MODERN
Menghubungkan teori klasik dengan kasus nyata abad 21: *Algorithmic Management* dan *Project Aristotle*.

Apakah Manajemen Itu Hal Baru?

Praktik manajemen sudah ada ribuan tahun sebelum teorinya ditulis di buku.

MESIR KUNO (Piramida Giza)
Membangun Piramida butuh lebih dari 100.000 pekerja selama 20 tahun. Siapa yang memastikan ada cukup batu? Siapa yang membagi shift kerja? Ini adalah wujud Planning dan Organizing raksasa di zaman kuno.
KOTA VENESIA (Abad 15)
Pusat ekonomi Eropa. Mereka sudah menggunakan jalur perakitan untuk melengkapi kapal perang, menggunakan sistem akuntansi ganda, dan mengatur logistik inventaris. Wujud awal Controlling.
ADAM SMITH (1776)
Menulis "The Wealth of Nations". Menemukan konsep Division of Labor (Pembagian Kerja). Membuat peniti sendirian: 20 peniti/hari. Jika tugas dibagi (satu potong kawat, satu menajamkan): 48.000 peniti/hari!

Peta Jalan: 4 Era Teori Manajemen

PENDEKATAN KLASIK1911 - 1940anPENDEKATAN PERILAKU1920an - SekarangPENDEKATAN KUANTITATIF1940an - 1950anKONTEMPORER1960an - Sekarang
Keempat pendekatan ini TIDAK SALING MENGGANTIKAN. Teori-teori ini saling bertumpuk dan melengkapi hingga membentuk praktik manajemen modern saat ini.

1. Pendekatan Klasik: Scientific Management

Diciptakan oleh Frederick Winslow Taylor (1911) melalui buku "Principles of Scientific Management".

Masalah di 1900an: Buruh bekerja dengan cara mereka sendiri yang tidak standar, lambat, dan asal-asalan. Taylor merasa perusahaan rugi besar karena inefisiensi ini.

Solusi Taylor: "Satu Cara Terbaik" (The One Best Way).

4 PRINSIP TAYLOR
  1. Ganti "cara coba-coba" (rule of thumb) dengan ilmu pengetahuan yang diukur (pakai stopwatch).
  2. Pilih pekerja secara ilmiah lalu latih mereka (dulu, pekerja milih sendiri mau kerja apa).
  3. Manajemen harus terus mengawasi buruh agar patuh pada metode ilmiah.
  4. Bagi rata tanggung jawab antara manajemen (merancang kerja) dan buruh (menjalankan kerja).

Pengembangan Scientific: Suami Istri Gilbreth

FRANK & LILLIAN GILBRETH
THERBLIGS
Mereka menggunakan kamera film untuk mempelajari gerakan tangan dan tubuh pekerja secara mikroskopis (Time & Motion Study). Tujuan utamanya: menghilangkan gerakan yang mubazir.
STUDI KASUS TUKANG BATU BATA

Sebelum Gilbreth: Tukang batu bata butuh 18 gerakan terpisah untuk menyusun 1 batu bata (membungkuk, memutar, memoles).

Setelah dianalisis: Gilbreth memangkasnya menjadi 5 gerakan saja menggunakan alat perancah yang bisa naik otomatis.

Produktivitas naik dari 1.000 bata menjadi 2.700 bata per hari!

Digital Taylorism: Apakah Teori Ini Sudah Mati?

Tidak! Scientific Management abad 21 berevolusi menjadi Algorithmic Management.

STUDI KASUS: WAREHOUSE AMAZON & ALGORITMA

Taylor di 1911: Mandor berdiri bawa stopwatch mencatat waktu buruh. Jika kurang efisien, ditegur.

Amazon di 2024: Scanner *barcode*, gelang pintar, dan AI melacak posisi pekerja di gudang hingga hitungan detik (Time off Task / TOT).

  • Sistem AI langsung memecat pekerja (secara otomatis via email) jika "TOT" melebihi batas, tanpa campur tangan manajer manusia.
  • Pekerjaan dipecah menjadi tugas repetitif super mikro (memindai, memasukkan kotak).
  • Inilah wujud paling murni dari "The One Best Way" bertenaga kecerdasan buatan.

Kelemahan Fatal Scientific Management

Eksploitasi & Dehumanisasi

Manusia hanya dilihat sebagai "alat produksi" (sekrup di dalam mesin raksasa). Mengabaikan fakta bahwa manusia punya emosi, butuh kebanggaan, dan gampang bosan dengan rutinitas.

High Turnover (Keluar Masuk Pegawai)

Kerja monoton membuat stres mental. Hal ini terbukti di pabrik Ford dulu, dan hari ini di gudang Amazon di mana tingkat *turnover* (pekerja resign) mencapai 150% per tahun.

Krisis Kemanusiaan inilah yang memicu lahirnya era berikutnya: PENDEKATAN PERILAKU.

2. General Administrative Theory

Masih di era Klasik, tapi fokusnya bukan "buruh di pabrik" melainkan "bagaimana mengatur seluruh organisasi".

HENRI FAYOL (Prancis)

Seorang direktur tambang. Fayol adalah orang PERTAMA yang mencetuskan Fungsi Manajemen (Planning, Organizing, Leading, Controlling). Ia merumuskan 14 Prinsip Manajemen yang menjadi dasar tata kelola perusahaan modern.

MAX WEBER (Jerman)

Sosiolog yang menciptakan model ideal bernama Birokrasi. Weber ingin menghapus favoritisme (nepotisme) dalam promosi jabatan. Ciri birokrasi: pembagian kerja jelas, hierarki ketat, dan aturan tertulis yang impersonal.

Highlight 14 Prinsip Manajemen (Fayol)

Hampir semua perusahaan hari ini berdiri di atas prinsip Fayol (1916) ini.

PrinsipPenjelasan Praktis di Era Modern
Division of WorkSpesialisasi. Bagian Finance tidak boleh disuruh coding web perusahaan.
Unity of CommandSatu bawahan, SATU BOS. Jika karyawan disuruh 2 bos yang berbeda perintahnya, organisasi akan kacau.
Unity of DirectionSemua departemen (Sales, HRD, Produksi) harus bergerak ke visi yang sama.
Centralization vs DecentralizationSeberapa banyak wewenang ditahan di pucuk pimpinan (sentral) vs diberikan ke bawahan (desentralisasi).
Esprit de CorpsMembangun harmoni, kekompakan tim, dan semangat kesatuan (team building).

Birokrasi Weber: Ide Brilian yang Disalahpahami

TUJUAN AWAL WEBER (IDEAL)
Menciptakan sistem yang rasional dan efisien, di mana keputusan diambil berdasarkan SOP dan merit (keahlian), BUKAN berdasarkan kedekatan personal atau emosi.
REALITA "BIROKRASI" SEKARANG
Kata "Birokrasi" kini berkonotasi negatif: lambat, kaku, prosedur berbelit-belit ("red tape"), dan inovasi yang mati karena terlalu banyak aturan.
6 ELEMEN BIROKRASI WEBER
  1. Pembagian Kerja (Spesialisasi)
  2. Hierarki Wewenang yang Jelas
  3. Seleksi Karyawan secara Formal (Ujian/Test)
  4. Aturan & SOP Tertulis secara Formal
  5. Impersonalitas (Tidak pandang bulu / profesional)
  6. Orientasi Karier (Gaji tetap, promosi berkala)

3. Pendekatan Kuantitatif (Management Science)

Lahir dari Perang Dunia II. Ahli matematika militer diminta mencari cara logistik terbaik untuk mengirim pasukan dan mengebom musuh dengan efisien. Pasca-perang, teknik matematika ini dipindahkan ke dunia bisnis.
PENGGUNAAN STATISTIK
Menggunakan data masa lalu untuk memprediksi masa depan (Forecasting).
OPTIMASI MATEMATIKA
Menghitung rute distribusi truk termurah atau menentukan jumlah persediaan barang ideal di gudang.
SIMULASI KOMPUTER
Membuat model antrean (Queuing theory) untuk meminimalkan waktu tunggu di kasir bank atau jalan tol.

Cabang Kuantitatif: Total Quality Management (TQM)

Setelah PD 2, AS sangat dominan, tapi tahun 1970-an industri mobil AS hancur diserang mobil Jepang (Toyota, Honda) yang lebih murah dan jarang rusak.

Rahasia Jepang adalah ajaran W. Edwards Deming dan Joseph M. Juran tentang TQM (manajemen mutu) yang malah ditolak oleh bos-bos Amerika sebelumnya.

PRINSIP INTI TQM
  • Fokus intens pada Pelanggan.
  • Obsesi terhadap Peningkatan Terus-menerus (Kaizen).
  • Pemberdayaan Karyawan: buruh pabrik boleh menghentikan mesin kapan saja jika menemukan produk cacat.
  • Pengukuran akurat dengan Statistik.

4. Pendekatan Perilaku (Organizational Behavior)

Organizational Behavior (OB) adalah bidang studi yang meneliti tindakan (perilaku) orang-orang di tempat kerja. Orang tidak bekerja semata-mata karena uang.

Awal Mula Pergeseran Fokus:

ROBERT OWEN (1700an)
Menolak mempekerjakan anak di bawah umur dan menyerukan jam kerja yang rasional. Orang pertama yang sadar pekerja adalah investasi, bukan sekadar biaya.
HUGO MUNSTERBERG (1900an)
Bapak Psikologi Industri. Menggunakan tes psikologi untuk mencocokkan karyawan dengan pekerjaannya (Cikal bakal HRD modern).
MARY PARKER FOLLETT
Menyarankan organisasi harus dilihat dari sudut pandang perilaku kelompok/komunitas, bukan wewenang hierarki otoriter.

Turning Point: Hawthorne Studies (1924-1932)

Dilakukan di pabrik Western Electric oleh Elton Mayo. Niat awalnya adalah eksperimen Scientific Management: "Apakah level pencahayaan lampu mempengaruhi produktivitas buruh wanita perakit telepon?"

Eksperimen Aneh: Lampu diterangkan, produksi NAIK. Lampu diredupkan (sampai segelap cahaya bulan), eh produksi TETAP NAIK.
KESIMPULAN ELTON MAYO
  • Lampu (faktor fisik) TIDAK punya pengaruh besar.
  • Produksi naik karena buruh wanita merasa diperhatikan secara khusus oleh para peneliti dari Harvard.
  • Norma sosial, keamanan emosional, dan dinamika kelompok jauh lebih memotivasi dibanding insentif finansial/fisik.

The Hawthorne Effect

Definisi: Kecenderungan seseorang untuk mengubah perilaku mereka (biasanya bekerja lebih keras) semata-mata karena mereka sadar bahwa mereka sedang diobservasi atau diberi perhatian oleh atasan.
PANDANGAN LAMA (KLASIK)
Manusia itu seperti mesin. Kalau mau produksi naik, perbaiki mesinnya, atau kasih upah ekstra (uang).
PANDANGAN BARU (HAWTHORNE)
Manusia adalah makhluk sosial. Diperhatikan, dihargai opininya, dan didengar keluh kesahnya adalah motivasi yang lebih kuat daripada uang semata.

Teori Asumsi Manajer: Teori X & Teori Y

Douglas McGregor (1960) membagi asumsi yang ada di kepala Manajer menjadi 2 ekstrim:

TEORI X (PANDANGAN NEGATIF)
Asumsi Manajer: Karyawan pada dasarnya pemalas, benci bekerja, akan menghindari tanggung jawab, dan harus selalu diancam/dipaksa (micromanagement) agar mau berprestasi.
TEORI Y (PANDANGAN POSITIF)
Asumsi Manajer: Karyawan pada dasarnya menganggap kerja itu natural seperti bermain/istirahat. Mereka akan mandiri, bertanggung jawab, dan sangat inovatif jika diberi kepercayaan dan lingkungan yang mendukung.
Manajer yang percaya Teori X akan bersikap otoriter. Manajer yang percaya Teori Y akan memberdayakan bawahan. (Self-fulfilling prophecy: bawahan akan bertingkah sesuai ekspektasi atasan!)

Aplikasi Modern OB: "Project Aristotle" Google

Tahun 2012, Google menghabiskan jutaan dolar untuk meneliti rahasia tim terbaik di dunia. Hasilnya membuktikan kebenaran Pendekatan Perilaku.

YANG TIDAK PENTING (MITOS)
Google mengira tim terbaik isinya adalah karyawan dengan IQ tertinggi, lulusan Harvard/Stanford, atau yang extrovert. Faktanya: Komposisi kecerdasan anggota TIDAK BANYAK BERPENGARUH pada kesuksesan tim!
YANG PALING PENTING (FAKTA)
PSYCHOLOGICAL SAFETY
Tim terbaik adalah tim yang memiliki "Rasa Aman Secara Psikologis". Anggota tim merasa aman untuk berbuat salah, aman untuk memberikan ide bodoh, tanpa takut dihukum, dipermalukan, atau di-bully oleh manajernya.

5. Pendekatan Kontemporer: Systems Theory

Manajemen mulai melihat organisasi bukan sebagai mesin pabrik yang kaku, melainkan sebagai sebuah organisme biologis yang saling terhubung.
SISTEM TERBUKA (OPEN SYSTEMS)
INPUT(Bahan, Uang, SDM)TRANSFORMASI (Organisasi)Produksi, Pemasaran, HRDOUTPUT(Produk, Jasa, Laba)

Semua departemen saling bergantung. Keputusan di tim Sales akan mempengaruhi kapasitas Pabrik. Organisasi juga dipengaruhi secara dinamis oleh Lingkungan (Pemerintah, Supplier, Konsumen).

Pendekatan Kontemporer: Contingency Theory

TEORI LAMA (KLASIK)
ONE BEST WAY
Ada satu aturan universal (SOP) yang bisa dipakai di segala situasi dan kondisi untuk mencapai sukses.
TEORI CONTINGENCY
"IT DEPENDS"
Tidak ada aturan yang baku. Cara memanajemen sebuah tim tergantung (contingent) pada situasi dan kondisinya.
Variabel Kontingensi:
  • Ukuran Organisasi: Aturan di startup isi 5 orang beda dengan aturan di Telkom yang isinya 20.000 orang.
  • Teknologi: Manajemen pabrik baja beda dengan manajemen tim software engineer.
  • Perbedaan Individu: Karyawan senior butuh otonomi, karyawan magang butuh instruksi detail.

Cheat Sheet: Evolusi Pemikiran Manajemen

PendekatanTokoh KunciFokus UtamaWarisan di Era Modern
Scientific / KlasikF.W. Taylor, Gilbreths"One Best Way", Gerakan, Waktu, Efisiensi Mesin/Fisik.Standarisasi SOP, Desain Pekerjaan, Algoritma pelacakan Amazon.
Admin KlasikHenri Fayol, Max Weber14 Prinsip POAC, Birokrasi, Hierarki Otoritas, Aturan Formal.Pembagian departemen, struktur organisasi formal, fungsi manajer.
Perilaku (OB)Elton Mayo (Hawthorne), McGregor (X/Y)Psikologi manusia, motivasi sosial, *self-fulfilling prophecy*.Tim HRD, employee engagement, budaya Google, psychological safety.
KuantitatifDeming, Juran (TQM)Matematika, statistik, optimasi rantai pasok, manajemen mutu.Six Sigma, ISO 9001, AI Forecasting, algoritma Gojek.
Kontemporer-Sistem terbuka (Systems) & Kepemimpinan situasional (Contingency).Fleksibilitas (Agility), adaptasi krisis pandemi, flat structure.

Pertanyaan Diskusi (1)

KASUS: DILEMA ALGORITMA VS KEMANUSIAAN

Di gudang sebuah *marketplace* raksasa, pekerja diwajibkan memindai (*scan*) satu barang setiap 8 detik. Sistem AI memantau pergerakan mereka secara *real-time*. Jika ada jeda lebih dari 5 menit tanpa izin, peringatan otomatis (SP) keluar, dan ancaman PHK menunggu. Produktivitas perusahaan ini adalah yang tertinggi di dunia.

Pertanyaan:
1. Aliran manajemen apa yang dianut oleh perusahaan ini? Sebutkan tokoh pencetus abad ke-20 nya.
2. Jika Anda diposisikan sebagai Konsultan Manajemen (beraliran Organizational Behavior), apa peringatan/bahaya jangka panjang yang akan Anda sampaikan ke CEO perusahaan tersebut?

Pertanyaan Diskusi (2)

KASUS: STARTUP YANG HANCUR KARENA KEBEBASAN

Sebuah perusahaan startup software didirikan oleh lulusan baru. Mereka sangat membenci "Birokrasi Weber". Jadi mereka tidak membuat SOP tertulis, tidak ada jam kerja (bebas masuk kapan saja), dan promosi jabatan diberikan berdasarkan siapa yang paling dekat ("nongkrong bareng") dengan sang *founder*, bukan berdasarkan performa koding.

Pertanyaan:
Setahun kemudian, perusahaan ini kacau balau, banyak fitur gagal rilis, dan investor menarik dananya. Menggunakan teori Max Weber (Birokrasi Ideal), analisislah di titik mana saja *startup* ini gagal!

Sintesis: Tidak Ada Teori yang Kadaluarsa

KLASIK & KUANTITATIF
Gunakan ini untuk mengelola SISTEM, MESIN, dan DATA. Sangat berguna di departemen Logistik, Pabrik, dan Keuangan.
PERILAKU (OB)
Gunakan ini untuk memimpin MANUSIA. Wajib untuk menjaga kesehatan mental, inovasi ide, dan kolaborasi (Tim R&D, Marketing).
CONTINGENCY
Gunakan kebijaksanaan ini untuk MENGGABUNGKAN KEDUANYA sesuai konteks dan krisis yang dihadapi organisasi.
"A good manager is a student of history, but an architect of the future."

Tugas Pertemuan 2

Review & Refleksi Studi Kasus Perusahaan

  1. Cari satu perusahaan rintisan (startup) lokal di Indonesia (misal: Ruangguru, Kopi Kenangan, atau eFishery).
  2. Analisis gaya manajemen mereka melalui kacamata berita atau laporan publik. Apakah mereka lebih condong ke Pendekatan Klasik (fokus efisiensi/target ketat) atau Pendekatan Perilaku (fokus *well-being*/fasilitas *fun*)? Berikan buktinya.
  3. Tulis dalam format esai pendek (500 kata) dan kumpulkan di sistem e-learning sebelum pertemuan minggu depan.
Minggu Depan: Kita akan membahas bagaimana organisasi bertahan di tengah Lingkungan Eksternal yang selalu berubah dan pentingnya membangun Budaya Perusahaan.