stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-13
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 13: Permintaan dan Penawaran Uang — motif memegang uang (transaksi, berjaga-jaga, spekulatif), faktor-faktor yang memengaruhi jumlah uang beredar
Program Studi Bisnis Digital • FEB UNDIP

Pengantar Ekonomi

Pertemuan 13 — Permintaan dan Penawaran Uang

Mengapa Anda memegang uang tunai, bukan langsung membelanjakannya atau menyimpannya dalam bentuk lain? Tiga motif memegang uang, dan bagaimana Bank Indonesia mengatur jumlah uang beredar.

RPS MINGGU 14 • 2×50 MENIT

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan motif permintaan uang dan faktor-faktor yang menentukan penawaran uang dalam perekonomian. Secara rinci:

CAPAIAN 1
TIGA MOTIF
Menjelaskan motif transaksi, berjaga-jaga, dan spekulasi dalam memegang uang menurut Keynes.
CAPAIAN 2
KURVA MD
Menggambar dan menganalisis kurva permintaan uang terhadap suku bunga dan pendapatan.
CAPAIAN 3
JUB & MULTIPLIER
Menghitung uang beredar (M1/M2) dan efek pengganda uang dari cadangan wajib bank.
CAPAIAN 4
KEBIJAKAN BI
Mengidentifikasi tiga instrumen kebijakan moneter BI yang memengaruhi jumlah uang beredar.

Kenapa Uang di Dompet Tidak Memberi Bunga, tapi Tetap Anda Pegang?

Kalau menabung di deposito BCA memberi bunga ~4-5% per tahun, secara logis Anda seharusnya tidak menyimpan satu rupiah pun tunai. Tapi kenyataannya semua orang tetap memegang uang kas. Kenapa?

KASUS 1
BAYAR GOJEK
Anda perlu saldo GoPay/tunai untuk bayar ojek online hari ini — tak bisa menunggu deposito cair.
KASUS 2
MOTOR MOGOK
Motor tiba-tiba rusak, butuh dana tak terduga hari itu juga — uang kas jadi penyelamat.
KASUS 3
SAHAM TURUN
Investor memegang kas menunggu harga saham BBCA turun lagi sebelum membeli.
Bagian 1 dari 4
Tiga Motif Memegang Uang (Keynes)
Transaksi, berjaga-jaga, dan spekulasi — kerangka klasik John Maynard Keynes untuk menjelaskan permintaan uang (money demand).

Motif Transaksi (Transactionary Motive)

Uang dipegang untuk membiayai transaksi rutin sehari-hari — belanja, bayar kos, bayar transportasi — karena penerimaan (gaji/uang saku) dan pengeluaran tidak selalu terjadi bersamaan waktunya.

Contoh Riil Mahasiswa
  • Uang saku cair awal bulan dari orang tua/beasiswa
  • Dibelanjakan bertahap: kos, makan, pulsa, transportasi
  • Perlu kas siap pakai selama sebulan penuh
FAKTOR PENENTU UTAMA
PENDAPATAN (Y)
Makin tinggi pendapatan seseorang atau makin besar transaksi ekonomi negara (PDB), makin besar uang kas untuk transaksi yang dibutuhkan.

Motif Berjaga-jaga (Precautionary Motive)

Uang dipegang sebagai cadangan untuk kebutuhan tak terduga — motor mogok, sakit mendadak, kesempatan diskon besar yang datang tiba-tiba.

Contoh Riil
  • Dana darurat kesehatan sebelum klaim BPJS cair
  • UMKM Tokopedia menyimpan kas untuk restock mendadak
  • Perusahaan menyimpan kas untuk gaji jika ada keterlambatan piutang
FAKTOR PENENTU UTAMA
PENDAPATAN (Y)
Sama seperti motif transaksi — makin tinggi pendapatan, makin besar pula cadangan berjaga-jaga yang mampu (dan cenderung) disisihkan.

Motif Spekulasi (Speculative Motive)

Uang dipegang untuk memanfaatkan peluang keuntungan di pasar keuangan — menunggu harga aset (obligasi, saham) turun sebelum membeli, alih-alih membeli sekarang.

Logika Investor
  • Suku bunga tinggi → harga obligasi cenderung rendah → investor lebih suka beli obligasi, pegang uang sedikit
  • Suku bunga rendah → harga obligasi cenderung tinggi → investor lebih suka pegang uang tunai, tunggu momentum
FAKTOR PENENTU UTAMA
SUKU BUNGA (r)
Hubungan negatif: makin tinggi suku bunga, makin kecil uang yang dipegang untuk spekulasi (opportunity cost memegang kas naik).

Fungsi Permintaan Uang Total dan Kurva MD

Ketiga motif digabung menjadi satu fungsi permintaan uang Md yang bergantung pada pendapatan (Y) dan suku bunga (r).

Md = f(Y, r)  |  Md naik jika Y naik, Md turun jika r naik
M (jumlah uang)r (suku bunga)Kurva Md₀ (Y tetap)Md₁ (Y naik → kurva geser kanan)r₁

Kurva miring ke bawah (kanan-bawah) terhadap suku bunga — mencerminkan motif spekulasi. Kenaikan pendapatan (Y) menggeser seluruh kurva ke kanan — mencerminkan motif transaksi & berjaga-jaga.

Bagian 2 dari 4
Hitung dari Nol: Permintaan Uang
Dua contoh perhitungan sederhana — bagaimana motif transaksi/berjaga-jaga dan motif spekulasi digabung jadi total permintaan uang.

Hitung dari Nol #1 — Permintaan Uang Transaksi & Berjaga-jaga

Fungsi: Md1 = 0,25Y (25% dari pendapatan nasional dipegang untuk transaksi & berjaga-jaga). Diketahui pendapatan nasional Y = Rp 4.000 triliun.

LangkahPerhitunganNilai
1. Tulis fungsi permintaan uang transaksi & berjaga-jagaMd1 = 0,25 × Y
2. Substitusi nilai Y0,25 × Rp 4.000 triliun
3. Hitung hasil perkalian0,25 × 4.0001.000
HASIL Md₁
Rp 1.000 T
Permintaan uang untuk transaksi & berjaga-jaga

Hitung dari Nol #2 — Permintaan Uang Spekulasi & Total

Fungsi: Md2 = 800 − 20r (r dalam persen). Diketahui suku bunga acuan BI r = 6%.

LangkahPerhitunganNilai
1. Substitusi r ke fungsi spekulasi800 − (20 × 6)
2. Hitung 20 × 620 × 6120
3. Kurangkan dari 800800 − 120680
4. Total Md = Md1 + Md2Rp 1.000 T + Rp 680 T1.680
TOTAL PERMINTAAN UANG
Rp 1.680 T
Md = Md1 (transaksi+berjaga) + Md2 (spekulasi)
Bagian 3 dari 4
Penawaran Uang dan Jumlah Uang Beredar
Siapa yang menciptakan uang? Bagaimana bank umum melipatgandakan uang lewat kredit, dan apa itu M1 & M2.

Jumlah Uang Beredar: M1 dan M2

Bank Indonesia mengklasifikasikan jumlah uang beredar (JUB) dalam beberapa cakupan, dari yang paling likuid (M1) sampai yang lebih luas (M2).

M1 (UANG SEMPIT / NARROW MONEY)
KAS + GIRO
Uang kartal (uang kertas & logam) beredar di masyarakat + uang giral (saldo rekening giro/cek yang bisa langsung dipakai bertransaksi).
M2 (UANG LUAS / BROAD MONEY)
M1 + TABUNGAN
M1 ditambah uang kuasi: tabungan, deposito berjangka, dan simpanan valas milik penduduk di bank.
M1 adalah uang yang paling mudah dan cepat dipakai untuk transaksi langsung (paling likuid); M2 mencakup dana yang butuh sedikit waktu untuk dicairkan, seperti tabungan atau deposito.

Bagaimana Bank Umum "Menciptakan" Uang

Ketika Anda menyetor uang ke bank, bank tidak menyimpan semuanya — bank menahan sebagian sebagai cadangan wajib (GWM) dan menyalurkan sisanya sebagai kredit, yang lalu disetor lagi ke bank lain, dan berulang.

Nasabah ASetor Rp 100 jtBank UmumTahan GWM 9% = 9jtSalurkan kredit 91jtDebitur BTerima kredit 91 jtB belanja → penjual setor lagi ke bank → proses berulang
Proses berulang inilah yang disebut pengganda uang (money multiplier) — satu setoran awal bisa menjadi uang beredar berkali-kali lipat.

Hitung dari Nol #3 — Angka Pengganda Uang (Money Multiplier)

Rumus pengganda uang sederhana: m = 1 / GWM. Diketahui setoran awal Rp 100 juta, GWM (cadangan wajib minimum) BI ~9% (0,09).

LangkahPerhitunganNilai
1. Hitung angka pengganda uang (m)m = 1 ÷ 0,09≈ 11,1
2. Kalikan setoran awal dengan mRp 100 juta × 11,1
3. Hasil total uang beredar tercipta100 × 11,1≈ 1.110
TOTAL UANG BEREDAR TERCIPTA
≈ Rp 1,11 M
Dari satu setoran awal Rp 100 juta, via proses kredit berulang

Coba Sendiri: Geser GWM, Amati Uang Beredar Berlipat

Geser rasio giro wajib minimum (GWM) dan amati bagaimana angka pengganda uang serta total uang beredar yang tercipta berubah dari satu setoran awal.

Bagian 4 dari 4
Kebijakan Moneter: Mengendalikan Uang Beredar
Tiga instrumen utama Bank Indonesia untuk memperbesar atau memperkecil jumlah uang beredar dalam perekonomian.

Tiga Instrumen Kebijakan Moneter Bank Indonesia

BI mengendalikan jumlah uang beredar lewat tiga alat utama, bekerja lewat sistem perbankan dan pasar keuangan.

1. OPERASI PASAR TERBUKA (OPT)
JUAL/BELI SBN
BI jual Surat Berharga Negara → uang beredar turun. BI beli SBN → uang beredar naik.
2. SUKU BUNGA ACUAN (BI-RATE)
NAIK/TURUN
BI-Rate naik → kredit bank mahal, orang lebih suka menabung → uang beredar turun.
3. GIRO WAJIB MINIMUM (GWM)
~9% CADANGAN
GWM naik → bank bisa menyalurkan kredit lebih sedikit → angka pengganda uang turun.
Ketiga instrumen ini biasanya diumumkan bersama setelah Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI setiap bulan — perhatikan berita ekonomi Kompas/CNBC Indonesia untuk contoh nyata.

Studi Kasus: Kebijakan Moneter Kontraktif vs Ekspansif

Bank Indonesia memilih arah kebijakan tergantung kondisi ekonomi yang dihadapi — perhatikan dua skenario berikut.

Skenario A — Inflasi Tinggi
  • Harga barang naik cepat (mis. akibat harga pangan & energi global melonjak)
  • BI menaikkan BI-Rate, menjual SBN, menaikkan GWM
  • Kebijakan kontraktif → uang beredar mengecil, inflasi diredam
Skenario B — Ekonomi Lesu
  • Pertumbuhan ekonomi melambat, banyak UMKM sulit dapat kredit murah
  • BI menurunkan BI-Rate, membeli SBN, menurunkan GWM
  • Kebijakan ekspansif → uang beredar membesar, kredit lebih murah

Ringkasan: Peta Konsep Pasar Uang

KonsepFaktor PenentuArah Hubungan
Motif transaksiPendapatan (Y)Positif — Y naik, Md naik
Motif berjaga-jagaPendapatan (Y)Positif — Y naik, Md naik
Motif spekulasiSuku bunga (r)Negatif — r naik, Md turun
Jumlah uang beredar (JUB)OPT, BI-Rate, GWMKetiganya bisa memperbesar/perkecil JUB
Ingat: permintaan uang (Md) bertemu penawaran uang (Ms) di pasar uang untuk menentukan suku bunga keseimbangan — inilah fondasi kurva LM yang akan Anda pelajari selanjutnya.

Latihan Mandiri & Persiapan Pertemuan Berikutnya

Latihan Mandiri
  • Diberikan Md1 = 0,2Y dan Md2 = 600 − 15r, hitung total Md jika Y = Rp 3.000 T dan r = 5%
  • Jika GWM diturunkan BI dari 9% menjadi 7%, hitung angka pengganda uang yang baru
  • Jelaskan dengan kata-kata sendiri: kenapa Anda pribadi memegang uang tunai?
MINGGU DEPAN
KURVA IS-LM
Menggabungkan keseimbangan pasar barang (IS) & pasar uang (LM) menjadi satu kerangka analisis makro utuh.