stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-12
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 12: Keseimbangan di Pasar Barang — penurunan dan interpretasi kurva IS yang menunjukkan keseimbangan di pasar barang
Program Studi Bisnis Digital • FEB UNDIP

Pengantar Ekonomi

Pertemuan 12 — Keseimbangan di Pasar Barang: Penurunan & Interpretasi Kurva IS

Bagaimana pendapatan nasional keseimbangan (Y) berhubungan dengan suku bunga (r) di pasar barang — dan mengapa hubungan itu digambar sebagai satu kurva yang selalu miring ke bawah.

RPS MINGGU 13 • 2 × 50 MENIT
Bagian 1 dari 3
Dari Pendapatan Nasional ke Pasar Barang
Mengingat kembali komponen permintaan agregat, lalu merumuskan syarat keseimbangan pasar barang sebagai fondasi kurva IS.

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menurunkan dan menginterpretasikan kurva IS sebagai gambaran keseimbangan pasar barang (Sub-CPMK Minggu 13). Secara rinci:

Kemampuan Teknis
  • Menghitung pendapatan keseimbangan (Y) pada tingkat suku bunga (r) tertentu
  • Menurunkan persamaan & kurva IS dari fungsi konsumsi dan investasi
Kemampuan Analisis
  • Menjelaskan mengapa kurva IS miring ke bawah & apa yang menentukan kemiringannya
  • Mengidentifikasi faktor yang menggeser (bukan menggerakkan sepanjang) kurva IS
Pertemuan ini adalah fondasi model IS–LM yang akan Anda selesaikan pada pertemuan berikutnya saat kurva LM (pasar uang) diperkenalkan.

Komponen Permintaan Agregat di Pasar Barang

Dalam perekonomian tertutup sederhana, total permintaan terhadap barang & jasa (aggregate expenditure, AE) terdiri atas tiga pelaku utama:

Konsumsi (C)
Belanja rumah tangga — makanan, transportasi, belanja daring di Tokopedia/Shopee.
Investasi (I)
Belanja modal dunia usaha — pabrik baru, mesin, gudang logistik (mis. ekspansi BBCA membiayai kredit modal kerja).
Belanja Pemerintah (G)
Belanja APBN — infrastruktur, gaji ASN, subsidi (ditetapkan lewat kebijakan fiskal, bukan pasar).
AE = C + I + G

Fungsi Konsumsi & Fungsi Investasi

Dua komponen ini kita tuliskan sebagai fungsi matematis sederhana agar bisa dihitung.

Fungsi Konsumsi
C = 50 + 0,75Y

Rp50 juta konsumsi dasar (tetap ada walau Y=0) + MPC (marginal propensity to consume, kecenderungan mengonsumsi tambahan pendapatan) sebesar 0,75 × pendapatan.

Fungsi Investasi
I = 300 − 10r

Rp300 juta investasi dasar − sensitivitas 10 × suku bunga r (dalam %). Semakin tinggi r, semakin mahal pinjam modal → investasi turun.

Syarat Keseimbangan Pasar Barang

Pasar barang dikatakan seimbang ketika total produksi/pendapatan (Y) sama persis dengan total permintaan/pengeluaran yang direncanakan (AE) — ini disebut Keynesian cross.

Y = AE  =  C + I + G
Nama "IS" berasal dari cara pandang alternatif yang setara: pasar barang seimbang saat tabungan (S) = investasi (I) — dua sisi mata uang yang sama.

Dengan G = 250 (belanja pemerintah tetap), persamaan keseimbangan menjadi: Y = (50 + 0,75Y) + (300 − 10r) + 250.

Hitung dari Nol #1: Keseimbangan Y saat r = 10%

Dengan C = 50 + 0,75Y, I = 300 − 10r, dan G = 250, hitung pendapatan keseimbangan pada r = 10%.

LangkahPerhitunganNilai
1. Investasi pada r = 10%I = 300 − 10 × 10200
2. Pengeluaran otonom total (A)A = 50 (C otonom) + 200 (I) + 250 (G)500
3. Angka pengganda (multiplier)1 ÷ (1 − 0,75)4
4. Pendapatan keseimbangan (Y)Y = 4 × 5002.000
5. Verifikasi: C + I + G1.550 + 200 + 250 (C = 50+0,75×2.000)2.000 ✓
Titik Keseimbangan #1
r=10% → Y=2.000
Pasangan pertama untuk kurva IS
Bagian 2 dari 3
Menurunkan & Membaca Kurva IS
Menghitung titik keseimbangan kedua pada suku bunga berbeda, lalu menghubungkan titik-titik itu menjadi satu kurva IS.

Hitung dari Nol #2: Keseimbangan Y saat r = 6%

Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan dari 10% menjadi 6%. Berapa pendapatan keseimbangan yang baru?

LangkahPerhitunganNilai
1. Investasi baru pada r = 6%I = 300 − 10 × 6240
2. Kenaikan investasi (ΔI)240 − 20040
3. Pengeluaran otonom baru (A)50 + 240 + 250540
4. Pendapatan keseimbangan baru (Y)Y = 4 × 5402.160
5. Perubahan pendapatan (ΔY)4 × ΔI = 4 × 40160
Titik Keseimbangan #2
r=6% → Y=2.160
Suku bunga turun 4 poin → Y naik Rp160 juta

Dari Dua Titik Menuju Kurva IS

Setiap penurunan suku bunga menggeser garis pengeluaran (AE) ke atas di diagram silang Keynesian, menaikkan Y — pasangan (r, Y) inilah yang membentuk kurva IS.

Keseimbangan Pasar Barang (AE = Y)AEY45° (Y = AE)AE (r=10%)AE (r=6%)E₁ Y=2.000E₂ Y=2.160plot (r,Y) →Kurva IS (bidang r–Y)rYr=10%, Y=2.000r=6%, Y=2.160IS: Y = 2.400 − 40r

Coba Sendiri: Bangun Kurva IS Titik demi Titik

Geser suku bunga r pada panel Keynesian cross dan amati titik keseimbangan Y baru terpetakan otomatis ke panel kurva IS di sebelahnya.

Mengapa Kurva IS Selalu Miring ke Bawah?

Kemiringan negatif bukan kebetulan — ia mencerminkan satu rantai sebab-akibat yang konsisten:

Rantai Sebab-Akibat
  • Suku bunga (r) turun
  • → biaya pinjam modal usaha turun
  • → investasi (I) naik
  • → permintaan agregat (AE) naik
  • → pendapatan keseimbangan (Y) naik lewat efek pengganda
Kesimpulan
r ↓  →  Y ↑
Hubungan negatif r dan Y
Karena itulah kurva IS digambar miring ke bawah: r di sumbu vertikal, Y di sumbu horizontal.

Kemiringan Kurva IS: Curam atau Landai?

Dua faktor menentukan seberapa landai (datar) atau curam (tegak) kurva IS:

Sensitivitas Investasi thd r

Semakin peka investasi terhadap suku bunga (angka "10" pada I=300−10r besar) → kurva IS lebih landai. Contoh: sektor properti sangat peka terhadap suku bunga KPR.

Besarnya Angka Pengganda

Semakin besar MPC (mendekati 1) → angka pengganda besar → kurva IS lebih landai. Perubahan r kecil berdampak besar ke Y.

Sebaliknya, sektor kebutuhan pokok (mis. UMKM makanan) relatif tidak peka terhadap suku bunga → jika dominan, kurva IS akan lebih curam.

Titik di Luar Kurva IS: Ketidakseimbangan Pasar Barang

Bukan hanya titik pada kurva IS yang punya makna — titik di luar kurva menunjukkan pasar barang yang belum seimbang.

rYISA: Y terlalu tinggi→ excess supply (stok menumpuk)B: Y terlalu rendah→ excess demand (stok terkuras)
Perekonomian secara alami bergerak menuju kurva IS: kelebihan pasokan mendorong produksi turun, kelebihan permintaan mendorong produksi naik.
Bagian 3 dari 3
Pergeseran Kurva IS & Kaitan Kebijakan
Membedakan pergerakan sepanjang kurva dari pergeseran seluruh kurva, lalu menghubungkannya dengan kebijakan fiskal nyata di Indonesia.

Pergerakan Sepanjang Kurva vs. Pergeseran Kurva IS

Ini adalah kesalahpahaman paling umum mahasiswa baru — pahami perbedaannya dengan cermat.

Pergerakan Sepanjang Kurva
  • Dipicu oleh: perubahan suku bunga (r) saja
  • Fungsi C, I, G tetap sama
  • Contoh: BI turunkan r → geser ke titik lain pada IS yang sama
Pergeseran Seluruh Kurva
  • Dipicu oleh: perubahan komponen selain r — G, T (pajak), atau A (konsumsi/investasi otonom)
  • Untuk r yang sama, Y keseimbangan berubah
  • Contoh: pemerintah naikkan G → seluruh kurva IS bergeser ke kanan

Kebijakan Fiskal Ekspansif Menggeser IS ke Kanan

Pemerintah menaikkan belanja infrastruktur sebesar ΔG = Rp50 juta (G naik dari 250 menjadi 300). Bagaimana kurva IS berubah?

  1. Kenaikan belanja pemerintah: ΔG = 300 − 250 = 50
  2. Angka pengganda tetap sama (MPC belum berubah): 1 ÷ (1−0,75) = 4
  3. Kenaikan Y pada setiap r: ΔY = 4 × 50 = 200
  4. Persamaan IS baru: Y = 2.600 − 40r (naik 200 dari Y=2.400−40r)
  5. Pada r=10% tetap: Y baru = 2.000 + 200 = 2.200 (bukan 2.000 lagi)
Kurva IS bergeser sejajar ke kanan sebesar 200 di setiap tingkat suku bunga — ini bukan pergerakan di kurva lama, melainkan kurva yang benar-benar baru.

Faktor Lain yang Menggeser Kurva IS

Selain belanja pemerintah, beberapa faktor lain juga menggeser (bukan menggerakkan sepanjang) kurva IS:

Menggeser ke Kanan
  • Belanja pemerintah (G) naik
  • Pajak (T) turun → disposable income naik
  • Optimisme dunia usaha (animal spirits) naik → investasi otonom naik
  • Ekspor neto naik (jika ekonomi terbuka)
Menggeser ke Kiri
  • Belanja pemerintah (G) turun (mis. pengetatan anggaran)
  • Pajak (T) naik
  • Pesimisme dunia usaha → investasi otonom turun
  • Impor naik / ekspor neto turun

Kurva IS dalam Konteks Kebijakan Fiskal Indonesia

Model IS bukan sekadar teori — ia mencerminkan logika di balik keputusan fiskal nyata pemerintah Indonesia.

Contoh Penerapan
  • Belanja infrastruktur APBN (jalan tol, pelabuhan) → menggeser IS ke kanan, dirancang menaikkan Y di tingkat suku bunga berapa pun
  • Insentif pajak UMKM (PPh final turun) → menambah disposable income, menggeser IS ke kanan
  • Suku bunga acuan BI (~6% per medio 2026) memengaruhi posisi di kurva IS yang sama, bukan menggesernya
Perbedaan penting: kebijakan fiskal (Kemenkeu, APBN) menggeser kurva IS; kebijakan moneter (BI, suku bunga) menggerakkan Anda sepanjang kurva IS yang sama.

Ringkasan & Jembatan ke Pasar Uang

Yang Sudah Kita Pelajari
  • Kurva IS = seluruh kombinasi (r, Y) yang membuat pasar barang seimbang (Y=AE, atau S=I)
  • Miring ke bawah karena r ↓ → I ↑ → Y ↑ lewat efek pengganda
  • Perubahan r → bergerak sepanjang IS; perubahan G/T/investasi otonom → menggeser IS
Pertemuan Berikutnya
  • Kurva IS baru menjawab "pasar barang" — sisi "pasar uang" belum kita bahas
  • Kurva LM (Liquidity–Money) akan melengkapi model
  • Perpotongan IS & LM → keseimbangan Y & r secara serentak

Latihan Mandiri & Tugas

Kerjakan sebelum pertemuan berikutnya sebagai persiapan model IS–LM.

Instruksi Tugas
  • Diketahui: C = 100 + 0,8Y, I = 400 − 20r, G = 300 (perekonomian tertutup)
  • 1) Turunkan persamaan kurva IS (nyatakan Y sebagai fungsi r)
  • 2) Hitung Y keseimbangan pada r = 8% dan r = 5%, tunjukkan seluruh langkah seperti contoh Hitung dari Nol di pertemuan ini
  • 3) Jelaskan: apakah kurva IS ini lebih landai atau lebih curam dibanding contoh di kelas (I=300−10r)? Mengapa?
Kumpulkan lewat portal e-learning FEB UNDIP paling lambat H-1 sebelum Pertemuan 13 (kurva LM). Bawa hasil hitungan Anda ke kelas untuk didiskusikan.