‹ Daftar slidePertemuan 10: Peran Investasi terhadap Pendapatan Nasional — jenis, fungsi, dan faktor-faktor yang memengaruhi investasi dalam perekonomian
Program Studi Bisnis Digital • FEB UNDIP
Pengantar Ekonomi
Pertemuan 10 — Peran Investasi terhadap Pendapatan Nasional: Jenis, Fungsi, dan Faktor-Faktor yang Memengaruhinya
Mengapa investasi disebut "mesin ganda" perekonomian — mendorong permintaan hari ini sekaligus memperbesar kapasitas produksi esok — dan apa saja yang membuat pengusaha mau atau enggan menanam modal.
RPS MINGGU 11 • 2 × 50 MENIT
Bagian 1 dari 3
Investasi dan Perannya dalam Pendapatan Nasional
Mendudukkan investasi sebagai komponen pengeluaran agregat — sekaligus penggerak kapasitas produksi jangka panjang.
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan peran investasi terhadap pendapatan nasional, jenis-jenisnya, serta faktor-faktor yang memengaruhinya (Sub-CPMK Minggu 11). Secara rinci:
Konseptual
Mendefinisikan investasi secara ekonomi & membedakannya dari makna sehari-hari
Menjelaskan posisi investasi dalam identitas Y = C + I + G + (X−M)
Membedakan jenis investasi: pelaku, objek, dan sifat (otonom vs terinduksi)
Analitis
Menghitung efek pengganda & investasi terinduksi dari data sederhana
Menilai kelayakan investasi lewat MEC vs suku bunga acuan
Menganalisis faktor makro (suku bunga, ekspektasi, kebijakan) yang menggerakkan investasi di Indonesia
Apa Itu Investasi? Meluruskan Salah Kaprah
Makna sehari-hari (keliru untuk analisis makro)
"Investasi" = beli saham BBCA di aplikasi Ajaib
"Investasi" = beli emas Antam atau reksa dana
Fokusnya: memindahkan kepemilikan aset yang sudah ada
Makna ekonomi makro (dipakai di mata kuliah ini)
Investasi (I) = pengeluaran untuk menambah barang modal baru — pabrik, mesin, gudang, gedung, perangkat lunak
Termasuk perubahan persediaan (inventory) perusahaan
Fokusnya: menciptakan kapasitas produksi yang belum ada sebelumnya
Glosarium — investasi (I): pengeluaran sektor swasta & pemerintah untuk barang modal baru yang menambah kapasitas produksi perekonomian, berbeda dari sekadar jual-beli aset finansial yang sudah beredar.
Investasi dalam Rumus Pendapatan Nasional
Investasi (I) adalah salah satu dari empat komponen pengeluaran agregat yang membentuk PDB dari sisi pengeluaran:
Y = C + I + G + (X − M)
C — Konsumsi
~54% PDB Indonesia
I — Investasi
~29–30% PDB Indonesia
G & (X−M)
Sisanya belanja pemerintah & net ekspor
Dalam statistik BPS, komponen ini disebut PMTB (Pembentukan Modal Tetap Bruto) — kontributor kedua terbesar setelah konsumsi rumah tangga.
Peran Ganda Investasi: Jangka Pendek & Jangka Panjang
Jangka pendek — sisi permintaan
Investasi = pengeluaran yang langsung menambah permintaan agregat
Memicu efek pengganda (multiplier): satu rupiah investasi menciptakan pendapatan berlipat lewat rantai belanja
Contoh: membangun gudang logistik menyerap tenaga kerja & bahan bangunan lokal
Jangka panjang — sisi penawaran
Investasi = penambahan stok modal (capital stock) bangsa
Memperbesar kapasitas produksi & produktivitas di masa depan
Contoh: data center baru menaikkan kapasitas ekonomi digital lima tahun ke depan
Inilah sebabnya investasi disebut "mesin ganda": mendorong ekonomi hari ini, sekaligus membesarkan ekonomi esok hari.
Hitung dari Nol: Efek Pengganda Investasi
Kenaikan investasi Rp 100 miliar di sebuah kawasan industri — berapa total kenaikan pendapatan nasional yang tercipta, kalau MPC (kecenderungan konsumsi marjinal) masyarakat sekitar 0,8?
Langkah
Perhitungan
Nilai
MPC (kecenderungan konsumsi marjinal)
diberikan
0,8
MPS (kecenderungan tabungan marjinal)
1 − 0,8
0,2
Angka pengganda investasi (k)
1 ÷ 0,2
5
Kenaikan investasi awal (ΔI)
diberikan
Rp 100 miliar
Kenaikan pendapatan nasional (ΔY)
5 × Rp 100 miliar
Rp 500 miliar
Semakin besar MPC (masyarakat gemar belanja), semakin besar angka pengganda — satu rupiah investasi "berlipat ganda" jadi lima rupiah pendapatan nasional.
Geser nilai MPC pada diagram Keynesian cross dan amati bagaimana garis pengeluaran agregat bergeser serta seberapa besar pendapatan keseimbangan berlipat ganda.
Bagian 2 dari 3
Jenis-Jenis Investasi
Investasi bukan satu hal tunggal — ia dibedakan berdasarkan siapa pelakunya, apa objeknya, dan apa yang memicunya.
Jenis Investasi Berdasarkan Pelaku
Investasi Swasta
Dilakukan perusahaan & rumah tangga untuk mengejar laba
Contoh: GoTo membangun infrastruktur cloud, UMKM membeli mesin jahit baru
Paling sensitif terhadap suku bunga & ekspektasi keuntungan
Investasi Pemerintah
Dilakukan negara untuk infrastruktur publik & pelayanan dasar
Contoh: pembangunan Tol Trans-Jawa, jaringan Palapa Ring untuk internet daerah
Sering bersifat "pemantik" (crowding-in) bagi investasi swasta di sekitarnya
Kombinasi keduanya penting: investasi pemerintah membangun fondasi (jalan, listrik, internet), investasi swasta membangun nilai tambah di atasnya.
Jenis Investasi Berdasarkan Objek
Aspek
Investasi Riil (Fisik)
Investasi Finansial
Objek
Pabrik, mesin, gedung, gudang, perangkat lunak
Saham, obligasi, reksa dana, deposito
Efek ke PDB
Dihitung sebagai I dalam Y = C+I+G+(X−M)
Tidak dihitung langsung — hanya perpindahan aset
Contoh Indonesia
Pabrik baterai EV di Batang, gudang e-commerce
Beli saham BBCA lewat Ajaib/Bibit
Menambah kapasitas produksi?
Ya, langsung
Hanya jika dana dialirkan ke sektor riil
Hitung dari Nol: Investasi Otonom vs Terinduksi
Investasi otonom (I0) tidak bergantung pendapatan; investasi terinduksi naik seiring naiknya pendapatan nasional (Y), lewat koefisien investasi-pendapatan (b).
Langkah
Perhitungan
Nilai
Investasi otonom (I0)
diberikan, tak tergantung Y
Rp 50 miliar
Pendapatan nasional (Y)
diketahui
Rp 2.000 miliar
Koefisien investasi-pendapatan (b)
diberikan
0,1
Investasi terinduksi
0,1 × Rp 2.000 miliar
Rp 200 miliar
Total investasi (I = I0 + bY)
Rp 50 miliar + Rp 200 miliar
Rp 250 miliar
Investasi Langsung (FDI) vs Investasi Portofolio
Investasi Langsung (FDI)
Investor terlibat aktif mengelola/membangun bisnis
Umumnya jangka panjang, sulit ditarik cepat ("sticky")
Contoh: Alibaba mengucurkan modal ke Tokopedia, Softbank mendanai putaran awal Gojek
Investasi Portofolio
Investor hanya membeli surat berharga, tanpa kendali operasional
Jangka pendek, mudah keluar-masuk ("hot money")
Contoh: dana asing membeli obligasi pemerintah (SBN) atau saham di BEI
Investasi portofolio yang mendominasi (bukan FDI) membuat perekonomian rentan terhadap capital flight saat sentimen global memburuk.
Bagian 3 dari 3
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Investasi
Dari suku bunga acuan sampai stabilitas politik — apa yang membuat pengusaha memutuskan menanam modal atau menahan diri.
Suku Bunga & Efisiensi Modal Marjinal (MEC)
Pengusaha membandingkan MEC (Marginal Efficiency of Capital — perkiraan tingkat keuntungan proyek) dengan suku bunga acuan sebelum memutuskan investasi.
Langkah 1
Bank Indonesia menaikkan BI7DRR (suku bunga acuan) dari ~5,75% menjadi ~6,75% untuk meredam inflasi.
Langkah 2
Biaya pinjaman modal kerja bank ikut naik → proyek dengan MEC di bawah ~6,75% jadi tidak layak dibiayai utang → investasi melambat.
Investasi layak jika: MEC > Suku Bunga Acuan
Hitung dari Nol: Menilai Kelayakan Investasi
Sebuah gudang fulfillment center e-commerce membutuhkan investasi Rp 1 miliar dan diperkirakan menghasilkan Rp 1,15 miliar tahun depan. Suku bunga acuan BI7DRR saat ini ~6%. Layakkah dijalankan?
Langkah
Perhitungan
Nilai
Investasi awal
diberikan
Rp 1.000.000.000
Perkiraan hasil tahun depan
diberikan
Rp 1.150.000.000
Selisih hasil
Rp1.150jt − Rp1.000jt
Rp 150.000.000
MEC (efisiensi modal marjinal)
150jt ÷ 1.000jt × 100
15%
Keputusan
15% > suku bunga acuan 6%
LAYAK dijalankan
Faktor Lain: Ekspektasi, Kebijakan, dan Teknologi
Ekspektasi & Sentimen
Optimisme pengusaha terhadap prospek ekonomi & daya beli mendorong ekspansi; ketidakpastian (mis. tahun politik) menahan investasi.
Kebijakan Pemerintah
Insentif pajak (tax holiday), kemudahan perizinan (OSS), dan stabilitas regulasi menarik investor; birokrasi rumit mengusirnya.
Teknologi & Inflasi
Inovasi (mis. AI, cloud) membuka peluang investasi baru; inflasi tinggi menaikkan biaya bahan baku & menekan margin proyek.
Faktor-faktor ini saling terkait: kebijakan yang stabil membangun ekspektasi positif, yang pada gilirannya menurunkan persepsi risiko investasi.
Hitung dari Nol: ICOR — Investasi untuk Pertumbuhan
ICOR (Incremental Capital Output Ratio) mengukur berapa rupiah investasi dibutuhkan untuk menghasilkan tambahan satu rupiah output — makin kecil, makin efisien perekonomian.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Total investasi tahun ini (ΔK)
diberikan
Rp 600 triliun
Tambahan PDB tahun ini (ΔY)
diberikan
Rp 150 triliun
ICOR
Rp600T ÷ Rp150T
4
Interpretasi
—
Rp4 investasi → Rp1 tambahan output
Investasi dibutuhkan bila target ΔY = Rp 200 triliun
4 × Rp 200 triliun
Rp 800 triliun
Studi Kasus: Realisasi Investasi & Ekonomi Digital Indonesia
Sejak 2022, "musim dingin" pendanaan — investor lebih selektif, menuntut profitabilitas
Mengikuti logika MEC: investor bandingkan potensi return start-up vs instrumen alternatif (SBN, deposito)
Latihan Kelompok: Analisis Kelayakan Investasi
Bentuk kelompok 3–4 orang. Waktu: 15 menit diskusi, 5 menit presentasi singkat per kelompok.
Instruksi
Pilih satu ide bisnis digital (mis. platform logistik UMKM, aplikasi edukasi, layanan fintech desa)
Tentukan estimasi investasi awal & perkiraan hasil tahun pertama (boleh asumsi realistis)
Hitung MEC proyek Anda, lalu bandingkan dengan suku bunga acuan BI7DRR saat ini (~6%)
Identifikasi 2 faktor eksternal (dari Bagian 3) yang paling memengaruhi kelayakan proyek Anda
Simpulkan: layak dijalankan atau tidak, dan mengapa?
Siapkan juru bicara kelompok — presentasi maksimal 1 menit per kelompok, fokus pada angka MEC dan kesimpulan kelayakan.
Ringkasan & Pertemuan Berikutnya
Yang sudah kita pelajari
Investasi = pengeluaran barang modal baru, komponen I dalam Y = C+I+G+(X−M)
Peran ganda: mendorong permintaan agregat (jangka pendek) & kapasitas produksi (jangka panjang)
Jenis: pelaku (swasta/pemerintah), objek (riil/finansial), sifat (otonom/terinduksi), asal (FDI/portofolio)
Faktor penentu: suku bunga vs MEC, ekspektasi, kebijakan, teknologi, inflasi
Pertemuan Berikutnya
Pasar Barang & Pasar Uang
Kurva IS-LM — bagaimana investasi (I) yang baru Anda pelajari berinteraksi dengan suku bunga & kebijakan moneter untuk menentukan keseimbangan makro secara simultan.