‹ Daftar slidePertemuan 5: Teori Produksi — proses produksi, perbedaan produksi jangka pendek dan jangka panjang, analisis produksi dengan satu dan dua input
Program Studi Bisnis Digital • FEB UNDIP
Pengantar Ekonomi
Pertemuan 5 — Teori Produksi
Bagaimana bisnis mengubah bahan mentah dan tenaga kerja menjadi barang/jasa: proses produksi, perbedaan produksi jangka pendek dan jangka panjang, serta analisis produksi dengan satu dan dua input.
RPS MINGGU 5 • 2 × 50 MENIT
Bagian 1 dari 3
Proses Produksi & Produksi Jangka Pendek
Mengenal fungsi produksi, membedakan input tetap dari input variabel, lalu menghitung sendiri Produk Total, Produk Marginal, dan Produk Rata-rata.
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan proses produksi dan menganalisis keputusan produksi jangka pendek maupun jangka panjang (Sub-CPMK Minggu 5). Secara rinci:
Pemahaman Konsep
Menjelaskan fungsi produksi dan proses produksi (input → output)
Membedakan produksi jangka pendek (satu input variabel) dari jangka panjang (dua input variabel)
Wawasan Praktis
Menghitung Produk Total, Marginal, Rata-rata dan mengenali hukum hasil lebih yang semakin berkurang
Menganalisis kombinasi dua input optimal lewat isoquant & isocost
Pustaka acuan minggu ini: Pindyck & Rubinfeld, Microeconomics, Bab Produksi; Mankiw, Principles of Economics, Bab Biaya Produksi (bagian awal).
Apa Itu Proses Produksi? Dari Input Menjadi Output
Produksi adalah proses mengubah input (sumber daya) menjadi output (barang/jasa) yang punya nilai bagi konsumen.
Fungsi Produksi: Q = f(K, L) — jumlah output (Q) tertinggi yang bisa dihasilkan dari kombinasi modal (K, capital) dan tenaga kerja (L, labor) tertentu, dengan teknologi tertentu.
Contoh: UMKM Percetakan Kaos Digital
Input: mesin Direct-to-Garment (K), operator cetak (L), kain & tinta (bahan baku). Proses: desain → cetak → pengemasan. Output: kaos jadi siap kirim lewat Tokopedia/Shopee.
Fungsi Produksi = "Resep" Terbaik
Fungsi produksi mengasumsikan perusahaan memakai teknologi seefisien mungkin — bukan sembarang kombinasi input, tapi kombinasi yang menghasilkan output maksimum dari input tersebut.
Jangka Pendek: Input Tetap vs. Input Variabel
Jangka pendek (short run) adalah periode di mana minimal satu input bersifat tetap — biasanya modal (K), karena sulit/mahal diubah cepat.
Input Tetap (Fixed Input)
Jumlahnya tidak bisa diubah dalam waktu singkat
Contoh: jumlah mesin cetak, luas ruko, lisensi platform
Biaya tetap harus dibayar walau produksi nol
Input Variabel (Variable Input)
Jumlahnya bisa diubah dengan cepat sesuai kebutuhan
Contoh paling umum: jumlah tenaga kerja (L), bahan baku
Inilah "tuas" yang dianalisis di produksi jangka pendek
Di jangka pendek, perusahaan hanya bisa mengatur satu input variabel (biasanya L) sambil K tetap — inilah yang dianalisis lewat Produk Total, Marginal, dan Rata-rata di slide berikutnya.
Hitung dari Nol #1: Produk Marginal & Produk Rata-rata
UMKM percetakan kaos punya 1 mesin cetak (K tetap). Saat tenaga kerja (L) ditambah dari 3 menjadi 4 orang, produksi total (Total Product/TP) naik dari 32 menjadi 38 kaos/hari.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. TP saat L = 3 orang
Diketahui
32 kaos/hari
2. TP saat L = 4 orang
Diketahui
38 kaos/hari
3. Produk Marginal (MP) saat L = 4
(38 − 32) ÷ (4 − 3)
6 kaos/orang
4. Produk Rata-rata (AP) saat L = 4
38 ÷ 4
9,5 kaos/orang
5. AP saat L = 3 (pembanding)
32 ÷ 3
10,67 kaos/orang
MP Pekerja ke-4
6
Lebih kecil dari AP sebelumnya (10,67) — tanda hasil lebih mulai berkurang
Hukum Hasil Lebih yang Semakin Berkurang (Diminishing Returns)
Kurva Produk Total, Marginal, Rata-rata terhadap Tenaga Kerja
Hukum hasil lebih yang semakin berkurang: setelah titik tertentu, menambah satu unit input variabel (L) menghasilkan tambahan output (MP) yang makin kecil, karena input tetap (K) makin "terbagi" ke lebih banyak pekerja.
Coba Sendiri: Tambah Tenaga Kerja, Amati TP-MP-AP
Tambahkan unit tenaga kerja satu per satu dan amati bagaimana kurva TP, MP, dan AP bergerak bersamaan, termasuk titik saat MP mulai menurun.
Tiga Tahap Produksi Jangka Pendek
Pembagian Tahap Berdasarkan Perilaku MP & AP
Perusahaan rasional selalu beroperasi di Tahap II: MP masih positif (output tetap bertambah) tapi sudah menurun (mendorong efisiensi input).
Bagian 2 dari 3
Dari Jangka Pendek ke Jangka Panjang
Ketika waktu cukup panjang, semua input — termasuk modal — bisa diubah. Kita bandingkan kedua horizon waktu ini, lalu belajar konsep skala hasil (returns to scale).
Jangka Panjang: Semua Input Bersifat Variabel
Jangka panjang (long run) adalah periode waktu yang cukup lama sehingga semua input bisa diubah, termasuk modal (K) — perusahaan bebas mengatur skala usahanya.
Contoh: Start-up E-commerce Berkembang
Tahun 1: sewa gudang kecil, 3 karyawan. Setelah omzet naik, tahun 3: bangun gudang sendiri lebih besar, rekrut 30 karyawan — K dan L keduanya berubah.
Keputusan Khas Jangka Panjang
Berapa banyak mesin/gudang/cabang yang optimal?
Apakah menambah skala usaha (K & L bersamaan) menguntungkan?
Kombinasi K dan L mana yang paling hemat biaya?
Perbandingan: Produksi Jangka Pendek vs. Jangka Panjang
Aspek
Jangka Pendek
Jangka Panjang
Status input
Minimal 1 input tetap (K)
Semua input variabel (K & L)
Fokus analisis
Produk Marginal & Rata-rata dari 1 input
Skala usaha & kombinasi 2 input optimal
Fenomena kunci
Hukum hasil lebih yang semakin berkurang
Skala hasil (returns to scale)
Contoh keputusan
Tambah berapa operator dengan mesin yang ada?
Bangun pabrik baru atau tidak?
Tidak ada batas waktu pasti (bukan "3 bulan" atau "1 tahun") — jangka pendek/panjang ditentukan oleh bisa/tidaknya input berubah, beda-beda tiap industri.
Skala Hasil (Returns to Scale): Apa yang Terjadi Bila Semua Input Digandakan?
Pertanyaan jangka panjang: jika seluruh input dikalikan n, apa yang terjadi pada output?
Meningkat
> n×
Increasing Returns to Scale
Output naik lebih dari proporsional. Contoh: efisiensi spesialisasi kerja & teknologi saat skala membesar.
Tetap
= n×
Constant Returns to Scale
Output naik persis proporsional dengan kenaikan input — tidak ada efisiensi/inefisiensi tambahan.
Menurun
< n×
Decreasing Returns to Scale
Output naik kurang dari proporsional — biasanya karena birokrasi/koordinasi makin rumit saat skala membesar.
Hitung dari Nol #2: Menghitung Skala Hasil
Start-up percetakan digital awalnya pakai K = 10 mesin, L = 10 operator dan menghasilkan Q = 100 kaos/hari. Setelah ekspansi, K dan L digandakan (20 & 20), output naik jadi 220 kaos/hari.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Output awal (K=10, L=10)
Diketahui
100 kaos/hari
2. Kelipatan input digandakan
20 ÷ 10 = 10 ÷ 10
n = 2 (2× input)
3. Output baru (K=20, L=20)
Diketahui
220 kaos/hari
4. Rasio kenaikan output
220 ÷ 100
2,2×
5. Bandingkan dengan kelipatan input
2,2× > 2×
Increasing Returns to Scale
Rasio Output vs. Input
2,2×
Output naik lebih dari 2× saat input digandakan → skala hasil meningkat
Bagian 3 dari 3
Analisis Produksi dengan Dua Input
Alat analisis jangka panjang: isoquant (kombinasi input yang menghasilkan output sama) dan isocost (kombinasi input dengan biaya sama) — untuk menemukan titik produksi paling hemat.
Isoquant: Kurva Kombinasi Input dengan Output Sama
Isoquant (dari iso = sama, quantity = jumlah) adalah kurva yang menunjukkan semua kombinasi K dan L yang menghasilkan output (Q) yang sama persis.
Peta Isoquant — Semakin Jauh dari Titik Asal, Semakin Tinggi Output
Sepanjang satu kurva isoquant, output selalu sama — perusahaan bebas memilih kombinasi K & L mana pun di kurva itu untuk mencapai target output tersebut.
MRTS: Tingkat Substitusi Teknis Marginal
MRTS (Marginal Rate of Technical Substitution) = berapa banyak K yang bisa dikurangi ketika L ditambah 1 unit, tanpa mengubah output (bergerak di sepanjang isoquant yang sama).
Tahap
Situasi
Makna
1. Banyak K, sedikit L
Menambah 1 L bisa gantikan banyak K
MRTS tinggi — L masih "langka" & sangat produktif
2. Bergerak di isoquant
Tambah L terus, kurangi K sedikit-sedikit
Tetap di output (Q) yang sama
3. Sedikit K, banyak L
Menambah 1 L hanya gantikan sedikit K
MRTS rendah — K makin "langka" & berharga
MRTS = −ΔK ÷ ΔL (kemiringan isoquant) — semakin menurun sepanjang isoquant → disebut diminishing MRTS.
Isocost: Garis Kombinasi Input dengan Biaya Sama
Isocost adalah garis yang menunjukkan semua kombinasi K dan L yang menghabiskan total biaya (anggaran) yang sama persis.
C = (w × L) + (r × K) — C: total biaya, w: upah per tenaga kerja, r: biaya sewa/modal per unit K
Garis Isocost pada Bidang K-L
Titik potong sumbu K (C/r) & sumbu L (C/L) adalah jika seluruh anggaran dihabiskan untuk satu input saja. Kemiringan garis = −w/r (rasio harga input).
Kombinasi Input Optimal: Titik Singgung Isoquant & Isocost
Titik E* — Biaya Termurah untuk Mencapai Output Target
Syarat titik optimal: MRTS = w/r — kemiringan isoquant sama persis dengan kemiringan isocost (garis isocost menyinggung, bukan memotong, isoquant).
Coba Sendiri: Cari Titik Singgung Isoquant-Isocost
Geser garis isocost dan amati pada rasio harga input berapa garis itu tepat menyinggung — bukan memotong — kurva isoquant.
Latihan: Diskusi Kelompok Kecil (10 Menit)
Instruksi
Berkelompok 3–4 orang. Pilih satu bisnis digital yang Anda kenal (UMKM daring, jasa titip, warung makan yang jualan lewat GoFood/GrabFood).
Identifikasi: apa input tetap dan input variabel-nya dalam jangka pendek?
Diskusikan: kalau bisnis itu ingin berekspansi (jangka panjang), input apa saja yang perlu ditambah, dan apakah kemungkinan skala hasilnya meningkat, tetap, atau menurun? Jelaskan alasannya.
Siap-siap 1 kelompok akan diminta presentasi singkat 2 menit.
Fokuskan jawaban pada logika ekonomi (input tetap/variabel, MP, skala hasil) — bukan sekadar deskripsi bisnisnya.
Rangkuman & Persiapan Pertemuan 6
Rangkuman Hari Ini
Fungsi produksi Q = f(K,L): input maksimal jadi output dengan teknologi tertentu
Jangka pendek: 1 input tetap → hukum hasil lebih yang semakin berkurang (TP, MP, AP)
Jangka panjang: semua input variabel → skala hasil (meningkat/tetap/menurun)
Isoquant & isocost bertemu di titik optimal: MRTS = w/r
Minggu Depan (P6)
Biaya
Teori Biaya Produksi
Tugas: bawa hasil diskusi kelompok hari ini (input tetap/variabel bisnis pilihan Anda) sebagai bahan menghitung biaya produksi minggu depan.