‹ Daftar slidePertemuan 4: Konsep Elastisitas — elastisitas harga permintaan, elastisitas pendapatan, elastisitas silang, dan dampaknya bagi produsen dan konsumen
Program Studi Bisnis Digital • FEB
Pengantar Ekonomi
Pertemuan 4 — Konsep Elastisitas
Elastisitas harga permintaan, elastisitas pendapatan, elastisitas silang, dan dampaknya bagi produsen dan konsumen.
RPS MINGGU 4 • 2X50 MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menghitung dan menafsirkan elastisitas untuk mendukung keputusan bisnis. Secara rinci:
CAPAIAN 1
HARGA
Menghitung elastisitas harga permintaan dan mengklasifikasikan produk sebagai elastis, inelastis, atau unitary.
CAPAIAN 2
PENDAPATAN
Menghitung elastisitas pendapatan dan membedakan barang normal, mewah, dan inferior.
CAPAIAN 3
SILANG
Menghitung elastisitas silang dan membedakan hubungan substitusi vs. komplementer antar-produk.
CAPAIAN 4
DAMPAK
Menjelaskan bagaimana elastisitas memengaruhi strategi harga produsen dan beban pajak konsumen.
Mengapa Produsen Wajib Paham Elastisitas?
Bayangkan Anda mengelola toko online di Shopee. Dua produk berbeda, dua skenario menaikkan harga 10%:
PRODUK A: SKINCARE VIRAL
RISIKO TINGGI
Harga naik 10% → pembeli langsung pindah ke toko lain yang lebih murah. Penjualan anjlok tajam.
PRODUK B: OBAT RESEP DOKTER
RISIKO RENDAH
Harga naik 10% → pembeli tetap membeli karena tidak ada pilihan lain. Penjualan nyaris tak berubah.
Perbedaan reaksi ini bukan kebetulan — ia bisa diukur secara pasti dengan satu angka: elastisitas.
Bagian 1 dari 3
Elastisitas Harga Permintaan
Definisi, rumus, cara menghitung, klasifikasi elastis-inelastis, dan faktor yang menentukannya.
Price Elasticity of Demand
Definisi: Apa Itu Elastisitas Harga Permintaan?
Elastisitas harga permintaan (Ed) mengukur seberapa besar persentase perubahan jumlah yang diminta akibat persentase perubahan harga sebesar 1%.
Ed = %ΔQd ÷ %ΔP
%ΔQd
PERSEN PERUBAHAN JUMLAH
(Q baru − Q lama) ÷ Q lama × 100
%ΔP
PERSEN PERUBAHAN HARGA
(P baru − P lama) ÷ P lama × 100
Karena kurva permintaan miring turun, hasil Ed biasanya negatif (harga naik, jumlah turun). Untuk klasifikasi, kita pakai nilai mutlak |Ed|.
Membaca Angka Ed: Elastis vs. Inelastis
Nilai |Ed| menentukan seberapa sensitif konsumen terhadap perubahan harga:
Coba Sendiri: Geser Harga, Amati Nilai Ed
Geser slider persentase perubahan harga dan amati bagaimana nilai |Ed| berpindah dari zona inelastis ke elastis pada spektrum.
Hitung dari Nol: Elastisitas Harga Skincare Online
Toko "GlowSkin" di Shopee menaikkan harga serum wajah dari Rp150.000 menjadi Rp180.000. Penjualan turun dari 500 ke 350 botol/bulan.
LANGKAH PERHITUNGAN ELASTISITAS HARGA
Langkah
Perhitungan
Nilai
Harga awal → akhir
—
Rp150.000 → Rp180.000
%ΔP
(180.000−150.000) ÷ 150.000 × 100
20%
Jumlah awal → akhir
—
500 → 350 botol
%ΔQd
(350−500) ÷ 500 × 100
−30%
Ed
−30% ÷ 20%
−1,5
HASIL: |Ed| = 1,5
ELASTIS
Serum GlowSkin sensitif terhadap harga — banyak produk substitusi di Shopee
Empat Faktor Penentu Elastisitas Harga
FAKTOR 1
KETERSEDIAAN SUBSTITUSI
Semakin banyak barang pengganti (mi instan banyak merek), semakin elastis.
FAKTOR 2
KEBUTUHAN vs. KEINGINAN
Kebutuhan pokok (beras, obat) cenderung inelastis; barang mewah elastis.
FAKTOR 3
PROPORSI PENDAPATAN
Barang yang menyerap porsi besar pendapatan (motor, laptop) lebih elastis daripada garam.
FAKTOR 4
RENTANG WAKTU
Dalam jangka panjang, konsumen punya waktu mencari alternatif → permintaan menjadi lebih elastis.
Mengapa Ini Penting? Elastisitas & Total Revenue
Total pendapatan (total revenue, TR = P × Q) bereaksi berbeda arah terhadap kenaikan harga, tergantung elastisitasnya:
Jenis Permintaan
Harga Dinaikkan
Harga Diturunkan
ELASTIS (|Ed| > 1)
TR TURUN
TR NAIK
INELASTIS (|Ed| < 1)
TR NAIK
TR TURUN
UNITARY (|Ed| = 1)
TR tetap
TR tetap
Kesalahan umum pebisnis pemula: menaikkan harga produk elastis (seperti skincare viral) dengan harapan pendapatan naik — padahal hasilnya justru turun, karena penurunan jumlah lebih besar daripada kenaikan harga.
Bagian 2 dari 3
Elastisitas Pendapatan & Elastisitas Silang
Bagaimana permintaan bereaksi terhadap perubahan pendapatan konsumen, dan terhadap harga produk LAIN yang berhubungan.
Elastisitas Pendapatan (Income Elasticity)
Elastisitas pendapatan (Ei) mengukur persentase perubahan jumlah diminta akibat persentase perubahan pendapatan konsumen.
Ei = %ΔQd ÷ %ΔPendapatan
Ei < 0
BARANG INFERIOR
Permintaan TURUN saat pendapatan naik. Contoh: mi instan, angkot.
0 < Ei < 1
BARANG NORMAL/POKOK
Permintaan naik tapi lebih lambat dari pendapatan. Contoh: beras, sabun.
Ei > 1
BARANG MEWAH
Permintaan naik lebih cepat dari pendapatan. Contoh: smartphone premium, liburan.
Hitung dari Nol: Elastisitas Pendapatan Smartphone Premium
Rata-rata pendapatan bulanan konsumen naik dari Rp5.000.000 ke Rp6.000.000. Penjualan smartphone premium naik dari 20 ke 30 unit/bulan.
LANGKAH PERHITUNGAN ELASTISITAS PENDAPATAN
Langkah
Perhitungan
Nilai
Pendapatan awal → akhir
—
Rp5.000.000 → Rp6.000.000
%ΔPendapatan
(6jt−5jt) ÷ 5jt × 100
20%
Unit terjual awal → akhir
—
20 → 30 unit
%ΔQd
(30−20) ÷ 20 × 100
50%
Ei
50% ÷ 20%
2,5
HASIL: Ei = 2,5
BARANG MEWAH
Eᵢ > 1 — permintaan tumbuh 2,5× lebih cepat dari kenaikan pendapatan
Elastisitas Silang (Cross-Price Elasticity)
Elastisitas silang (Exy) mengukur persentase perubahan jumlah diminta produk X akibat persentase perubahan harga produk Y.
Exy = %ΔQd,x ÷ %ΔPy
Exy > 0 (POSITIF)
SUBSTITUSI
Harga Indomie naik → permintaan Mie Sedaap NAIK. Keduanya saling menggantikan.
Exy < 0 (NEGATIF)
KOMPLEMENTER
Harga gula naik → permintaan kopi bubuk TURUN. Keduanya dipakai bersama.
Hitung dari Nol: Elastisitas Silang Kopi & Gula
Harga gula pasir naik dari Rp10.000/kg menjadi Rp12.000/kg. Permintaan kopi bubuk turun dari 200 ke 180 pak/minggu.
LANGKAH PERHITUNGAN ELASTISITAS SILANG
Langkah
Perhitungan
Nilai
Harga gula awal → akhir
—
Rp10.000 → Rp12.000
%ΔPgula
(12.000−10.000) ÷ 10.000 × 100
20%
Q kopi awal → akhir
—
200 → 180 pak
%ΔQd,kopi
(180−200) ÷ 200 × 100
−10%
Exy
−10% ÷ 20%
−0,5
HASIL: Exy = −0,5
KOMPLEMENTER
Tanda NEGATIF — kopi & gula dikonsumsi bersama, bukan saling menggantikan
Bagian 3 dari 3
Dampak bagi Produsen & Konsumen
Bagaimana elastisitas menentukan strategi harga produsen, dan siapa yang benar-benar menanggung beban pajak.
Dampak bagi Produsen: Strategi Penetapan Harga
Produsen memakai elastisitas untuk memutuskan arah harga yang memaksimalkan pendapatan:
PRODUK INELASTIS → NAIKKAN HARGA
PLN & PDAM (kebutuhan tanpa substitusi)
Tol dalam kota jam sibuk
Obat paten tanpa generik
PRODUK ELASTIS → JAGA HARGA KOMPETITIF
Gojek/Grab: surge pricing dibatasi agar pelanggan tak lari ke pesaing
Marketplace: flash sale Shopee/Tokopedia menurunkan harga produk elastis untuk mendongkrak TR
Skincare, fesyen — banyak substitusi
Prinsip emas: naikkan harga pada produk inelastis, diskon/promosi pada produk elastis — keduanya sama-sama menaikkan total pendapatan.
Dampak bagi Konsumen: Siapa Menanggung Beban Pajak?
Saat pemerintah mengenakan pajak/cukai, pihak yang kurang elastis menanggung beban lebih besar — berlaku untuk konsumen MAUPUN produsen.
Inilah salah satu alasan pemerintah memilih rokok dan BBM (inelastis) sebagai objek cukai utama — penerimaan negara tetap tinggi karena konsumsi tak banyak berubah.
Studi Kasus: Menyatukan Tiga Elastisitas
Perusahaan minuman kemasan "SegarKu" ingin menaikkan harga. Data tim riset pasarnya:
Temuan Riset
Jenis Elastisitas
Kesimpulan
Harga naik 10% → penjualan turun 25%
Harga (Ed = −2,5)
ELASTIS — jangan naikkan harga
Pendapatan konsumen naik → penjualan naik proporsional lebih kecil
Pendapatan (0 < Ei < 1)
Barang normal/pokok
Harga teh kemasan pesaing naik → penjualan SegarKu ikut naik
Silang (Exy > 0)
SUBSTITUSI
Rekomendasi bagi manajemen SegarKu: jangan naikkan harga sendiri (permintaan elastis) — lebih baik pantau harga pesaing karena hubungan substitusi menguntungkan bila pesaing menaikkan harga duluan.
Latihan Kelompok: Analisis Elastisitas Produk Anda
Bentuk kelompok 3–4 orang. Pilih satu produk (nyata atau ide bisnis Anda), lalu jawab dalam 10 menit:
PERTANYAAN DISKUSI
Apakah produk Anda cenderung elastis atau inelastis? Sebutkan alasannya (rujuk 4 faktor).
Sebutkan satu produk substitusi dan satu produk komplementer.
Jika pendapatan konsumen naik 15%, apakah permintaan produk Anda naik, turun, atau tetap?
FORMAT JAWABAN
1 SLIDE/KERTAS
Tuliskan produk, klasifikasi elastisitas, dan alasannya. Dua kelompok akan diminta presentasi singkat.
Rangkuman & Persiapan Pertemuan Berikutnya
CHEAT SHEET TIGA ELASTISITAS
Jenis
Rumus
Makna Nilai
Harga (Ed)
%ΔQ÷%ΔP
|Ed|>1 elastis
Pendapatan (Ei)
%ΔQ÷%ΔI
<0 inferior, >1 mewah
Silang (Exy)
%ΔQx÷%ΔPy
>0 substitusi, <0 komplementer
TUGAS SEBELUM PERTEMUAN 5
BACA RASIO KEUANGAN
Pertemuan 5 membahas kinerja keuangan dengan rasio. Bawa laporan keuangan sederhana satu UMKM sebagai bahan diskusi.