‹ Daftar slidePertemuan 2: Permintaan dan Penawaran Barang & Jasa — konsep permintaan dan penawaran, faktor-faktor yang memengaruhinya, penentuan harga dan jumlah keseimbangan di pasar
Program Studi Bisnis Digital • FEB UNDIP
Pengantar Ekonomi
Pertemuan 2 — Permintaan dan Penawaran Barang & Jasa
Konsep permintaan dan penawaran, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta bagaimana harga dan jumlah keseimbangan terbentuk di pasar.
RPS MINGGU 2 • 2 × 50 MENIT
Apa yang Akan Anda Kuasai Hari Ini?
Empat sasaran belajar pertemuan ini, sejalan dengan Sub-CPMK minggu 2:
Sasaran 1
D & S
Memahami konsep dasar
Menjelaskan definisi permintaan (demand) dan penawaran (supply), serta hukum yang mengaturnya.
Sasaran 2
Δ
Mengenali faktor penggeser
Membedakan pergerakan sepanjang kurva vs pergeseran kurva akibat faktor non-harga.
Sasaran 3
E
Menemukan keseimbangan
Menghitung harga keseimbangan (equilibrium price) dan jumlah keseimbangan dari persamaan D dan S.
Sasaran 4
⇆
Menganalisis dampak kebijakan
Menjelaskan efek surplus, kekurangan (shortage), dan intervensi harga (harga atap/dasar) terhadap pasar.
Mengapa Harga Cabai Bisa Melonjak 3 Kali Lipat?
Setiap menjelang Lebaran, harga cabai rawit di pasar tradisional Indonesia bisa naik dari sekitar Rp 40.000/kg menjadi Rp 100.000/kg lebih dalam hitungan minggu.
Fenomena ini bukan kebetulan atau "kenakalan pedagang" semata — ia bisa dijelaskan secara sistematis dengan kerangka permintaan dan penawaran yang akan kita pelajari hari ini: permintaan melonjak (banyak orang masak besar untuk Lebaran) sementara pasokan terbatas (musim, cuaca, distribusi).
Setelah pertemuan ini, Anda akan mampu menganalisis fenomena harga apa pun di sekitar Anda — tiket pesawat, sewa kos, harga tiket konser — dengan kerangka berpikir yang sama.
Bagian 1 dari 3
Permintaan (Demand)
Apa yang membuat konsumen bersedia dan mampu membeli suatu barang, dan bagaimana kita menggambarkannya dalam kurva permintaan.
Definisi dan Hukum Permintaan
Definisi
Permintaan (demand) adalah jumlah barang/jasa yang ingin dan mampu dibeli konsumen pada berbagai tingkat harga, dalam periode waktu tertentu.
Dua syarat wajib: keinginan (willingness) DAN kemampuan membayar (ability to pay). Ingin tanpa uang bukan permintaan — itu baru "angan-angan".
Hukum Permintaan
Harga ↑ ⇒ Jumlah diminta ↓ Harga ↓ ⇒ Jumlah diminta ↑
Hubungan negatif (berbanding terbalik) antara harga dan jumlah yang diminta, dengan asumsi ceteris paribus — faktor lain dianggap tetap.
Menggambar Kurva Permintaan
Kurva permintaan (D) miring ke bawah (negatif) dari kiri-atas ke kanan-bawah — mencerminkan hukum permintaan.
Saat harga naik dari P1 ke P2, jumlah yang diminta turun dari Q1 ke Q2 — ini disebut pergerakan sepanjang kurva (movement along the curve), bukan pergeseran kurva.
Faktor-Faktor Penggeser Kurva Permintaan
Selain harga barang itu sendiri, lima faktor berikut membuat seluruh kurva permintaan bergeser (bukan cuma bergerak sepanjang kurva):
Pendapatan
Rp
Pendapatan naik → permintaan barang normal naik (mis. paket data internet, kopi kekinian).
Harga Barang Terkait
↔
Substitusi (teh vs kopi): harga teh naik → permintaan kopi naik. Komplementer (Grab vs BBM): harga BBM naik → permintaan ojol turun.
Selera & Tren
★
Tren skincare Korea, food influencer TikTok → permintaan produk terkait melonjak tanpa harga berubah.
Ekspektasi Masa Depan
↗
Ekspektasi harga naik bulan depan (mis. isu kenaikan harga BBM subsidi) → konsumen borong sekarang.
Jumlah Populasi/Pembeli
👥
Semakin banyak mahasiswa baru di sekitar kampus → permintaan kos & warmindo di area itu naik.
Pergerakan vs Pergeseran Kurva — Jangan Tertukar!
Pergerakan: harga barang itu sendiri yang berubah → tetap di kurva D yang sama. Pergeseran: faktor NON-harga berubah (pendapatan, selera, dsb.) → kurva D pindah seluruhnya ke D1 (kanan = permintaan naik) atau kiri (permintaan turun).
Bagian 2 dari 3
Penawaran (Supply)
Sekarang giliran sisi produsen/penjual: apa yang membuat mereka bersedia dan mampu menjual, dan faktor apa yang menggeser kurva penawaran.
Definisi dan Hukum Penawaran
Definisi
Penawaran (supply) adalah jumlah barang/jasa yang ingin dan mampu dijual produsen pada berbagai tingkat harga, dalam periode waktu tertentu.
Produsen menjual untuk mendapat keuntungan (profit) — semakin tinggi harga jual, semakin menarik untuk memproduksi lebih banyak.
Hukum Penawaran
Harga ↑ ⇒ Jumlah ditawarkan ↑ Harga ↓ ⇒ Jumlah ditawarkan ↓
Hubungan positif (searah) antara harga dan jumlah yang ditawarkan — kebalikan dari hukum permintaan.
Menggambar Kurva Penawaran
Kurva penawaran (S) miring ke atas (positif) dari kiri-bawah ke kanan-atas — mencerminkan hukum penawaran.
Saat harga naik dari P1 ke P2, jumlah yang ditawarkan juga naik dari Q1 ke Q2 — produsen terdorong berproduksi lebih banyak karena margin keuntungan lebih menarik.
Faktor-Faktor Penggeser Kurva Penawaran
Lima faktor berikut membuat seluruh kurva penawaran bergeser:
Biaya Produksi
↑/↓
Harga bahan baku/upah naik → biaya produksi naik → penawaran turun (kurva S bergeser kiri).
Teknologi
⚙
Mesin lebih efisien/otomatisasi → biaya per unit turun → penawaran naik (kurva S bergeser kanan).
Harga Input
💰
Harga BBM & listrik untuk operasional pabrik naik → biaya naik → penawaran turun.
Jumlah Produsen
🏭
Makin banyak UMKM baru masuk pasar thrift shop online → total penawaran pasar naik.
Ekspektasi & Kebijakan
📜
Ekspektasi harga turun bulan depan → produsen menahan stok sekarang; pajak/subsidi pemerintah juga menggeser S.
Bagian 3 dari 3
Keseimbangan Pasar (Market Equilibrium)
Menyatukan kurva permintaan dan penawaran untuk menemukan harga dan jumlah keseimbangan, lalu menganalisis apa yang terjadi bila pasar terganggu.
Titik Temu: Keseimbangan Pasar
Keseimbangan: Qd = Qs → menghasilkan P* dan Q*
Titik E adalah titik keseimbangan (equilibrium) — perpotongan kurva D dan S, di mana jumlah yang diminta konsumen sama persis dengan jumlah yang ditawarkan produsen.
Coba Sendiri: Temukan Titik Keseimbangan Pasar
Ubah parameter kurva permintaan dan penawaran, lalu amati bagaimana titik potong E, P*, dan Q* bergerak mengikuti perubahan itu.
Hitung dari Nol #1: Mencari Harga & Jumlah Keseimbangan
Diketahui fungsi permintaan Qd = 100 − 2P dan fungsi penawaran Qs = −20 + 4P (P dalam ribuan rupiah per unit, Q dalam unit).
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Syarat keseimbangan
Qd = Qs
100 − 2P = −20 + 4P
2. Kumpulkan suku P
100 + 20 = 4P + 2P
120 = 6P
3. Selesaikan P*
120 ÷ 6
P* = 20
4. Substitusi ke Qd
100 − (2 × 20)
Qd = 60
5. Verifikasi ke Qs
−20 + (4 × 20)
Qs = 60 ✓
Harga Keseimbangan
P* = 20
Rp 20.000 per unit
Jumlah Keseimbangan
Q* = 60
60 unit terjual
Hitung dari Nol #2: Dampak Harga di Luar Keseimbangan
Menggunakan fungsi yang sama, hitung apa yang terjadi jika pemerintah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) sebesar P = 15 (di bawah P* = 20).
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Hitung Qd pada P=15
100 − (2 × 15)
Qd = 70
2. Hitung Qs pada P=15
−20 + (4 × 15)
Qs = 40
3. Bandingkan Qd vs Qs
Qd (70) > Qs (40)
Selisih = 30
4. Simpulkan kondisi pasar
Permintaan > Penawaran
Kekurangan (shortage)
Kesimpulan
Shortage 30 unit
HET di bawah P* menyebabkan kekurangan pasokan (shortage) — ini menjelaskan fenomena kelangkaan minyak goreng saat HET diberlakukan di Indonesia tahun 2022. Sebaliknya, harga dasar (floor price) DI ATAS P* menyebabkan surplus/kelebihan pasokan.
Intervensi Pemerintah: Harga Atap vs Harga Dasar
Harga Atap (Price Ceiling)
Batas harga maksimum, ditetapkan di bawah P* untuk melindungi konsumen.
Efek: Qd > Qs → shortage (kekurangan).
Contoh: HET minyak goreng, sewa rumah bersubsidi.
Harga Dasar (Price Floor)
Batas harga minimum, ditetapkan di atas P* untuk melindungi produsen.
Efek: Qs > Qd → surplus (kelebihan).
Contoh: Harga pembelian pemerintah (HPP) gabah petani, upah minimum (UMR/UMP).
Baik harga atap maupun harga dasar mengganggu mekanisme pasar alami — pemerintah menerimanya sebagai trade-off demi tujuan sosial (melindungi konsumen miskin atau petani kecil), meski menimbulkan distorsi pasar.
Bagaimana Pergeseran D atau S Mengubah Keseimbangan?
Skenario
Kurva Bergeser
Dampak P* & Q*
Pendapatan konsumen naik
D bergeser kanan
P* naik, Q* naik
Tren produk turun (mis. selera berubah)
D bergeser kiri
P* turun, Q* turun
Biaya bahan baku naik
S bergeser kiri
P* naik, Q* turun
Teknologi produksi membaik
S bergeser kanan
P* turun, Q* naik
Pola cepat menghafal: kalau D dan S bergeser searah (kanan-kanan atau kiri-kiri) → arah Q* pasti searah tapi arah P* tak pasti. Kalau berlawanan arah → arah P* pasti searah pergeseran D, tapi arah Q* tak pasti (perlu info besaran pergeseran).
Coba Sendiri: Geser Kurva D dan S Sekaligus
Geser kurva permintaan dan penawaran secara terpisah atau bersamaan, lalu amati arah pergerakan P* dan Q* pada setiap skenario.
Latihan Kelas: Analisis Kasus Nyata
Kasus: Saat pandemi COVID-19 2020, harga hand sanitizer melonjak drastis dalam waktu singkat, kemudian turun kembali setelah beberapa bulan meski permintaan tetap tinggi.
Instruksi (diskusi kelompok, 10 menit):
Pertanyaan 1
Faktor apa yang menyebabkan lonjakan harga awal? Gambarkan pergeseran kurva mana yang terjadi (D atau S, arah mana)?
Pertanyaan 2
Mengapa harga bisa turun kembali meski permintaan tetap tinggi? Kurva mana yang bergeser untuk menjelaskan ini?
Tunjuk juru bicara tiap kelompok untuk presentasi 1-2 menit; gunakan kerangka D-S dan istilah "pergeseran kurva" dalam jawaban Anda.
Rangkuman & Persiapan Minggu Depan
Cheat Sheet Hari Ini
Permintaan: hubungan negatif harga-jumlah (hukum permintaan).
Penawaran: hubungan positif harga-jumlah (hukum penawaran).
Pergerakan (harga berubah) vs pergeseran (faktor lain berubah).
Keseimbangan: Qd = Qs → P* & Q*.
Harga atap → shortage; harga dasar → surplus.
Minggu Depan
P3
Elastisitas Permintaan & Penawaran
Bawa kalkulator. Kita akan mengukur SEBERAPA SENSITIF jumlah diminta/ditawarkan terhadap perubahan harga — lanjutan langsung dari materi hari ini.
Tugas: Cari 1 contoh berita (5 tahun terakhir) tentang perubahan harga barang/jasa di Indonesia, lalu jelaskan dengan kerangka D-S dalam 1 paragraf. Kumpulkan sebelum pertemuan berikutnya.