stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-11
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 11: Pasar Faktor Produksi: permintaan tenaga kerja, penentuan upah, pasar modal
PRODI MANAJEMEN · PENGANTAR EKONOMI MIKRO

Pasar Faktor Produksi

Permintaan Tenaga Kerja, Penentuan Upah, dan Pasar Modal

Kalau pasar barang menjawab "berapa harga sepatu?", pasar faktor produksi menjawab "berapa gaji Anda?" dan "berapa bunga pinjaman modal usaha?"

RPS minggu 11 · 2x50 menit

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

SUB-CPMK 11
3 Pasar
Tenaga kerja · Modal · Sumber daya alam (fokus TK & modal)
Mahasiswa mampu menjelaskan bagaimana harga faktor produksi (upah, tingkat bunga) ditentukan oleh interaksi permintaan dan penawaran di pasar faktor.
KEMAMPUAN AKHIR
Hitung & Analisis
MRP, upah ekuilibrium, keputusan investasi modal
Mahasiswa mampu menghitung produk marjinal pendapatan tenaga kerja (MRPL) dan menentukan jumlah tenaga kerja optimal yang dipekerjakan perusahaan.
Materi ini adalah fondasi mikro dari keputusan SDM dan investasi yang nanti Anda pakai lagi di mata kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia dan Manajemen Keuangan.

Mengapa Ini Penting bagi Anda?

Pikirkan tiga pertanyaan yang akan Anda hadapi langsung setelah lulus:

PERTANYAAN 1

Kenapa gaji fresh graduate akuntansi di BCA lebih tinggi dari gaji admin toko kelontong?

PERTANYAAN 2

Kenapa UMKM batik Pekalongan sulit dapat kredit murah dibanding perusahaan besar seperti Astra?

PERTANYAAN 3

Kenapa perusahaan otomatisasi (robot) di pabrik meski upah buruh naik?

Jawaban ketiganya sama: nilai yang dihasilkan faktor produksi (produktivitas marjinal) dan interaksi permintaan-penawaran di pasarnya.
BAGIAN 1 DARI 3
Permintaan Tenaga Kerja
Mengapa perusahaan mau membayar Anda, dan berapa banyak karyawan yang mereka pekerjakan?

Pasar Faktor Produksi: Peran Dibalik

Ingat pasar barang (pertemuan 2): rumah tangga membeli, perusahaan menjual. Di pasar faktor produksi, perannya terbalik.

RUMAH TANGGAPemilik tenaga kerja& modal (tabungan)= PENAWARANPERUSAHAANButuh tenaga kerja& modal untuk produksi= PERMINTAANTenaga kerja / modal →← Upah / bunga (Rp)
Contoh: Anda (rumah tangga) menawarkan jasa tenaga kerja ke PT Sido Muncul (perusahaan) yang meminta tenaga kerja untuk produksi jamu.

Permintaan Turunan (Derived Demand)

Perusahaan tidak menginginkan tenaga kerja demi tenaga kerja itu sendiri — mereka menginginkannya karena tenaga kerja menghasilkan barang yang laku dijual.

Permintaan Faktor Produksi ← Diturunkan dari ← Permintaan Output
CONTOH 1

Permintaan tukang jahit konveksi naik saat permintaan seragam sekolah menjelang tahun ajaran baru naik.

CONTOH 2

Permintaan kurir Gojek/Grab naik saat volume belanja daring Tokopedia/Shopee naik.

Produk Marjinal Pendapatan (MRPL)

Berapa tambahan pendapatan yang dihasilkan perusahaan dari mempekerjakan satu pekerja tambahan? Inilah dasar kurva permintaan tenaga kerja.

MRPL = MPL × MR
MPL (glos)
ΔOutput
Marginal Product of Labor
Tambahan unit output dari 1 pekerja tambahan (konsep dari pertemuan 5: hukum hasil berkurang).
MR (glos)
Rp/unit
Marginal Revenue
Tambahan pendapatan dari menjual 1 unit output tambahan. Di pasar persaingan sempurna, MR = harga jual (P).
MPL akan MENURUN seiring tenaga kerja bertambah (hukum hasil berkurang, pertemuan 5) — ini sebabnya kurva MRPL melandai ke bawah.

Hitung dari Nol: MRPL Usaha Konveksi

UD Jaya Konveksi (Semarang) menjual seragam sekolah dengan harga Rp 80.000/potong (pasar persaingan sempurna, jadi MR = P). Pekerja ke-5 menambah 6 potong/hari.

LangkahPerhitunganNilai
1. Tentukan MPL pekerja ke-5Diketahui dari data produksi6 potong/hari
2. Tentukan MR (harga jual, persaingan sempurna)MR = PRp 80.000/potong
3. Hitung MRPL6 × Rp 80.000Rp 480.000/hari
MRPL PEKERJA KE-5
Rp 480.000
per hari — nilai tambah yang dihasilkan pekerja ini bagi UD Jaya Konveksi

Aturan Keputusan: Berapa Pekerja yang Optimal?

Perusahaan menambah tenaga kerja selama tambahan pendapatan (MRPL) ≥ tambahan biaya (upah, W).

Mempekerjakan hingga: MRPL = W
Pekerja ke-MPL (potong)MRPL (Rp)Upah pasar (Rp)Keputusan
39720.000450.000Pekerjakan (untung)
48640.000450.000Pekerjakan (untung)
56480.000450.000Pekerjakan (untung tipis)
65400.000450.000JANGAN — rugi Rp 50.000
Titik optimal: pekerja ke-5, di mana MRPL masih ≥ upah pasar Rp 450.000. Pekerja ke-6 tidak layak dipekerjakan.

Coba Sendiri: Geser Upah Pasar, Cari Jumlah Pekerja Optimal

Geser tingkat upah pasar dan amati berapa pekerja yang optimal dipekerjakan pada titik MRPL = W.

Kurva Permintaan Tenaga Kerja

Kurva MRPL ITULAH kurva permintaan tenaga kerja perusahaan — melandai ke bawah karena hukum hasil berkurang.

Upah (Rp)Jumlah TKDL= MRPLW*L*
Faktor penggeser kurva DL: (1) perubahan permintaan output, (2) perubahan produktivitas (teknologi, pelatihan), (3) harga faktor produksi lain (substitusi mesin-tenaga kerja).
BAGIAN 2 DARI 3
Penawaran Tenaga Kerja & Penentuan Upah
Bagaimana pilihan Anda antara bekerja dan bersantai membentuk kurva penawaran, lalu bertemu dengan permintaan menghasilkan upah pasar?

Penawaran Tenaga Kerja: Trade-off Kerja vs Waktu Luang

Setiap individu punya waktu terbatas (24 jam/hari) yang harus dibagi antara bekerja (dapat upah) dan waktu luang/leisure (istirahat, kuliah, keluarga).

UPAH NAIK

Efek substitusi: waktu luang jadi "lebih mahal" (opportunity cost naik) → orang bekerja lebih banyak jam.

UPAH SANGAT TINGGI

Efek pendapatan: sudah cukup kaya, memilih lebih banyak waktu luang → jam kerja bisa turun (backward-bending).

Contoh: seorang konsultan senior dengan tarif Rp 2 juta/jam mungkin memilih kerja lebih SEDIKIT jam dibanding freelancer pemula bertarif Rp 50.000/jam — karena pendapatannya sudah cukup.

Kurva Penawaran Tenaga Kerja "Membelok Balik"

Upah (Rp)Jam kerjaEfek substitusidominanEfek pendapatan dominan
Bagian menanjak = "normal" (mayoritas mahasiswa & pekerja Indonesia berada di sini). Bagian membelok = hanya terjadi pada upah sangat tinggi.

Keseimbangan Pasar Tenaga Kerja

Sama seperti pasar barang: upah keseimbangan (W*) terjadi di titik permintaan (DL) bertemu penawaran (SL).

Upah (Rp)Jumlah TKSLDLW*L*
Contoh nyata: gaji software engineer di Gojek/Tokopedia tinggi karena DL tinggi (produktivitas & nilai output besar) sementara SL terbatas (jumlah talenta digital masih sedikit di Indonesia).

Mengapa Upah Berbeda Antarpekerjaan?

Meski sama-sama "bekerja 8 jam sehari", upah bisa sangat berbeda karena perbedaan kurva DL dan SL:

FaktorContoh Peningkat UpahContoh Penurun Upah
Human capital (glos: keahlian & pendidikan)Aktuaris bersertifikat (langka, SL rendah)Pekerjaan tanpa syarat keahlian khusus
Kompensasi risikoPekerja tambang lepas pantai (risiko tinggi)Pekerjaan kantor rendah risiko
Lokasi geografisJakarta/Kalimantan (biaya hidup, langka SDM)Kota kecil (biaya hidup rendah)
Regulasi & serikatUMR/UMK ditetapkan PemdaSektor informal tanpa perlindungan

Kebijakan Upah Minimum: Analisis Sederhana

Pemerintah menetapkan upah minimum (floor) di atas upah keseimbangan pasar — mirip harga dasar (price floor) di pertemuan 13.

SLDLUMKSurplus TK (pengangguran)
Efek: jumlah orang yang MAU bekerja (titik kanan) > jumlah yang perusahaan MAU pekerjakan (titik kiri) → surplus tenaga kerja / pengangguran di sektor formal.
BAGIAN 3 DARI 3
Pasar Modal & Tingkat Bunga
Bagaimana perusahaan memutuskan meminjam modal untuk investasi, dan bagaimana tingkat bunga ditentukan?

Pasar Modal: Permintaan & Penawaran Dana Investasi

PERMINTAAN MODAL
Perusahaan
Meminjam dana untuk membeli mesin, membangun pabrik, ekspansi usaha — selama return proyek > biaya modal (bunga).
PENAWARAN MODAL
Rumah Tangga
Menabung/berinvestasi (deposito, obligasi, saham) untuk mendapat imbal hasil — menunda konsumsi sekarang demi kelak.
Tingkat bunga (r) = "harga" meminjam dana — ditentukan di titik DK = SK

Keputusan Investasi Modal: Kaitan dengan Nilai Waktu Uang

Ingat konsep nilai waktu uang (pertemuan 6-7)? Perusahaan berinvestasi modal HANYA jika nilai sekarang (present value) dari hasil investasi > biaya investasi.

Investasi layak jika: Tingkat Pengembalian Proyek > Tingkat Bunga (r)
Contoh: PT Fastfood Indonesia (KFC) mempertimbangkan membeli mesin penggorengan otomatis Rp 200 juta yang diperkirakan menghasilkan tambahan laba Rp 50 juta/tahun. Jika tingkat bunga bank ~9%, apakah layak? Kita akan hitung selanjutnya.

Hitung dari Nol: Kelayakan Investasi Mesin KFC

Mesin penggorengan otomatis Rp 200 juta, tambahan laba Rp 50 juta/tahun, tingkat bunga bank ~9% (proksi GWM/BI acuan kredit).

LangkahPerhitunganNilai
1. Hitung tingkat pengembalian tahunan investasiRp 50 juta ÷ Rp 200 juta × 10025%
2. Bandingkan dengan biaya modal (bunga bank)25% vs 9%25% > 9%
3. Selisih (margin keuntungan investasi)25% − 9%16 poin persen
KEPUTUSAN
LAYAK
Tingkat pengembalian 25% jauh melampaui biaya modal ~9% — investasi mesin ini menguntungkan secara ekonomi

Sensitivitas: Bagaimana jika Tingkat Bunga Berubah?

Keputusan investasi sangat sensitif terhadap tingkat bunga (r) — ini alasan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan untuk "mendinginkan" investasi saat inflasi tinggi.

Skenario Suku BungaReturn ProyekSelisihKeputusan
Rendah (~5%)25%+20 poinSangat layak, banyak proyek diambil
Moderat (~9%, kondisi acuan)25%+16 poinLayak
Tinggi (~15%, krisis)25%+10 poinMasih layak, tapi makin sedikit proyek lolos
Sangat tinggi (~25%)25%0 poinTitik impas — investasi baru mulai berhenti
Inilah mekanisme transmisi kebijakan moneter: BI menaikkan suku bunga acuan → bunga kredit naik → lebih sedikit proyek investasi yang layak → investasi & permintaan agregat melambat.

Sintesis: Kesamaan Logika Pasar Faktor Produksi

ElemenPasar Tenaga KerjaPasar Modal
Yang "dijual"Jam kerjaDana investasi
Penjual (penawaran)Rumah tangga / individuRumah tangga (penabung)
Pembeli (permintaan)PerusahaanPerusahaan
"Harga" keseimbanganUpah (W)Tingkat bunga (r)
Aturan keputusan pembeliMRPL = WReturn proyek > r
Prinsip universal ekonomi mikro: SEMUA pasar — barang, tenaga kerja, modal — tunduk pada logika yang sama: permintaan bertemu penawaran menentukan harga & kuantitas keseimbangan.

Latihan Kelas: Diskusikan dengan Teman Sebangku

SOAL A

Toko roti "Roti Kita" di Semarang menjual roti Rp 15.000/buah (persaingan sempurna). Pekerja baru menambah 20 buah/hari. Berapa MRPL pekerja tersebut? Jika upah pasar Rp 350.000/hari, layakkah dipekerjakan?

SOAL B

Sebuah UMKM mempertimbangkan pinjaman Rp 100 juta untuk mesin baru yang menghasilkan tambahan laba Rp 8 juta/tahun. Jika bunga bank ~12%, apakah investasi ini layak? Tunjukkan perhitungannya.

Waktu diskusi: 5 menit. Siapkan jawaban untuk dibahas bersama — gunakan kerangka MRPL = W dan Return > r yang baru kita pelajari.

Kunci Jawaban Latihan (Ringkas)

SOAL A — MRPL
Rp 300.000
20 buah × Rp 15.000 = Rp 300.000/hari. Karena MRPL (Rp 300.000) < upah pasar (Rp 350.000), pekerja ini TIDAK layak dipekerjakan — perusahaan akan rugi Rp 50.000/hari.
SOAL B — Kelayakan Investasi
8% < 12%
Return = Rp 8 juta ÷ Rp 100 juta = 8%/tahun. Karena return (8%) < bunga bank (~12%), investasi ini TIDAK layak — biaya modal lebih besar dari hasil yang diperoleh.

Jebakan Umum yang Perlu Anda Hindari

Miskonsepsi 1: "Upah tinggi berarti eksploitasi rendah upah lainnya" — SALAH. Perbedaan upah mencerminkan perbedaan MRPL (produktivitas & nilai output), bukan otomatis ketidakadilan.
Miskonsepsi 2: "Semakin banyak pekerja, semakin untung perusahaan" — SALAH. Berlaku hukum hasil berkurang; melewati titik MRPL = W justru merugikan.
Miskonsepsi 3: "Bunga rendah selalu baik bagi ekonomi" — TIDAK SEDERHANA. Bunga terlalu rendah bisa memicu investasi berlebihan & inflasi; bunga adalah alat penyeimbang, bukan angka yang "makin rendah makin baik".

Rangkuman: Cheat Sheet Pasar Faktor Produksi

KonsepRumus/AturanMakna
MRPLMPL × MRNilai tambah dari 1 pekerja tambahan
Titik optimal TKMRPL = WJumlah pekerja yang memaksimalkan laba
Keseimbangan upahDL = SLUpah & jumlah TK pasar
Kelayakan investasi modalReturn proyek > rLayak dibiayai atau tidak
Upah minimum > W*Price floorSurplus TK / pengangguran formal

Kaitan dengan Mata Kuliah Lain di Prodi Manajemen

MSDM

Perencanaan kebutuhan tenaga kerja & kompensasi berbasis MRPL.

MANAJEMEN KEUANGAN

Capital budgeting (pertemuan 12-13) menggunakan aturan Return > r yang sama persis.

EKONOMI MAKRO

Kebijakan moneter BI mempengaruhi r, yang mempengaruhi investasi agregat.

Ekonomi Mikro bukan matkul "berdiri sendiri" — ia adalah fondasi logika untuk hampir semua matkul inti Manajemen yang akan Anda tempuh.

Penutup: Persiapan Pertemuan Berikutnya

MINGGU DEPAN (PERTEMUAN 12)

Eksternalitas & Barang Publik — mengapa pasar bebas gagal menangani polusi, dan siapa yang menyediakan jalan raya & lampu jalan?

TUGAS MANDIRI
2 Soal
Kerjakan & kumpulkan sebelum pertemuan 12
1) Hitung MRPL untuk kasus usaha pilihan Anda sendiri (wawancara singkat pemilik UMKM). 2) Cari 1 berita terkini tentang kenaikan/penurunan suku bunga acuan BI dan kaitkan dengan dampaknya pada keputusan investasi perusahaan.