stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-10
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 10: Pasar Oligopoli: interdependensi strategis, model Cournot dan Bertrand (pengantar), kartel
RPS minggu 10 · 2x50 menit

Pasar Oligopoli

Interdependensi Strategis, Model Cournot & Bertrand (Pengantar), Kartel

Pengantar Ekonomi Mikro · Program Studi Manajemen · FEB UNDIP

Bagian 1 dari 3
Interdependensi Strategis dalam Oligopoli
Mengapa keputusan satu perusahaan selalu memperhitungkan reaksi pesaingnya

Apa Itu Oligopoli?

Struktur pasar dengan sedikit penjual besar yang saling menyadari keberadaan satu sama lain.

Ciri Utama
  • Jumlah perusahaan sedikit (biasanya 2-10 pemain besar)
  • Hambatan masuk (barrier to entry) tinggi — modal, skala, regulasi
  • Produk bisa homogen (semen) atau terdiferensiasi (mobil)
  • Interdependensi mutual: keputusan A memengaruhi B, dan sebaliknya
Posisi Spektrum
2–10
jumlah pemain dominan lazim
Bandingkan: PS = ratusan/ribuan penjual identik, Monopoli = 1 penjual. Oligopoli ada di antaranya — sedikit tapi cukup besar untuk saling memengaruhi harga pasar.

Oligopoli di Sekitar Kita: Contoh Indonesia

Telekomunikasi Seluler
  • Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, XL Axiata
  • Tiga pemain menguasai >90% pelanggan seluler nasional
Industri Semen
  • Semen Indonesia Group (SIG), Indocement, Holcim Indonesia
  • Produk relatif homogen → persaingan harga ketat
Penerbangan Domestik
  • Garuda Indonesia, Lion Air Group, AirAsia Indonesia
  • Kapasitas kursi = keputusan kuantitas ala Cournot

Perbankan nasional (BCA, BRI, Mandiri, BNI) juga sering dianalisis dengan lensa oligopoli untuk suku bunga kredit.

Interdependensi Strategis: Beda dengan Struktur Lain

Persaingan Sempurnaprice taker, tanpa interdependensiOligopolisaling menyadari & bereaksi(fokus hari ini)Monopolistikbanyak penjual, diferensiasiMonopoli1 penjual, tanpa reaksi pesaingbanyak penjual1 penjual
Interdependensi strategis berarti setiap keputusan (harga/kuantitas) rasional hanya bila memperhitungkan reaksi yang diharapkan dari pesaing — inilah yang membedakan oligopoli dari keempat struktur lain pada spektrum di atas.

Klasifikasi Oligopoli

Berdasarkan Produk
  • Homogen (murni): semen, baja, BBM — sulit dibedakan konsumen
  • Terdiferensiasi: mobil, rokok, sepatu olahraga — ada merek & fitur pembeda
Berdasarkan Perilaku
  • Non-kolusif: bersaing independen (Cournot, Bertrand — bahasan hari ini)
  • Kolusif: bersepakat menetapkan harga/kuantitas bersama — kartel

Hari ini kita bahas dua model non-kolusif klasik (Cournot & Bertrand), lalu menutup dengan kartel sebagai bentuk kolusif yang diawasi ketat oleh regulator.

Bagian 2 dari 3
Model Cournot: Persaingan Kuantitas
Ketika perusahaan memilih berapa banyak akan diproduksi, bukan berapa harga

Asumsi Model Cournot

Setup Model
  • Dua perusahaan (duopoli) atau lebih, produk homogen
  • Masing-masing memilih kuantitas (q) secara simultan
  • Harga pasar ditentukan permintaan total: P = f(q1 + q2)
  • Setiap perusahaan menganggap kuantitas pesaing tetap saat memutuskan kuantitasnya sendiri
Variabel Keputusan
Q
kuantitas produksi
Cocok untuk industri dengan komitmen kapasitas di muka: kursi pesawat, produksi semen per bulan, slot produksi pabrik mobil.
Fungsi reaksi (reaction function): kuantitas optimal perusahaan i adalah fungsi dari dugaan kuantitas perusahaan j. Titik keseimbangan Cournot terjadi saat kedua fungsi reaksi berpotongan — tak ada pihak yang ingin mengubah kuantitasnya lagi.

Kurva Reaksi dan Titik Keseimbangan Cournot

q1q2reaksi Firm 2 (q2 thd q1)reaksi Firm 1 (q1 thd q2)Ekuilibrium Cournot(q1* , q2*) — keduanya optimal serentak

Perpotongan kedua kurva reaksi = keadaan di mana setiap perusahaan memproduksi kuantitas terbaiknya mengingat kuantitas pesaing sudah tetap — tidak ada insentif menyimpang sepihak.

Coba Sendiri: Geser Kurva Reaksi, Cari Titik Ekuilibrium

Geser parameter biaya/permintaan tiap perusahaan dan amati bagaimana kurva reaksi bergeser serta titik ekuilibrium Cournot berubah.

Hitung dari Nol: Ekuilibrium Cournot Duopoli

Permintaan pasar: P = 100 − Q, dengan Q = q1 + q2. Biaya marjinal kedua perusahaan sama: MC = 10.

LangkahPerhitunganNilai
1. Fungsi reaksi Firm 1 (maksimumkan π1 = (90−q1−q2)q1)q1 = (90 − q2) / 2reaction fn.
2. Terapkan simetri (q1 = q2 = q), substitusiq = (90 − q) / 2 → 3q = 90q = 30
3. Total kuantitas pasarQ = q1 + q2 = 30 + 30Q = 60
4. Harga keseimbanganP = 100 − 60P = 40
5. Profit tiap perusahaan(P − MC) × qi = (40−10) × 30900
Hasil Ekuilibrium Cournot
P=40 · Q=60
profit tiap perusahaan = 900

Cournot vs Monopoli vs Persaingan Sempurna

Persaingan Sempurna
Q=90
P=10 (=MC) · profit = 0
Cournot Duopoli
Q=60
P=40 · profit tiap firm = 900
Monopoli
Q=45
P=55 · profit total = 2.025
Pola konsisten: makin sedikit & makin terkoordinasi penjual → kuantitas pasar makin rendah, harga makin tinggi. Cournot duopoli berada tepat di antara dua ekstrem — inilah bukti formal market power oligopoli.
Bagian 3 dari 3
Model Bertrand & Kartel
Ketika perusahaan bersaing lewat harga, dan ketika mereka memilih bersepakat

Asumsi Model Bertrand

Setup Model
  • Perusahaan memilih harga (bukan kuantitas) secara simultan
  • Produk homogen — konsumen selalu membeli dari penjual termurah
  • Kapasitas produksi dianggap tidak terbatas (bisa memenuhi seluruh permintaan)
Variabel Keputusan
P
harga jual
Cocok untuk minimarket sejenis (Alfamart vs Indomaret) atau SPBU berdekatan — konsumen gampang pindah ke harga termurah.

Walkthrough: Mengapa Terjadi "Bertrand Paradox"?

Kasus: dua minimarket sejenis menjual air mineral kemasan identik, biaya marjinal sama-sama Rp 3.000/botol.

Langkah 1 — Titik awal

Kedua toko sama-sama pasang harga Rp 4.000. Karena harga sama, konsumen terbagi rata di antara keduanya.

Langkah 2 — Insentif memotong harga

Toko A berpikir: "kalau saya turunkan jadi Rp 3.900, SEMUA pembeli beralih ke saya" — karena produk identik, potongan sekecil apa pun merebut seluruh pasar.

Langkah 3 — Reaksi balasan

Toko B tidak mau kehilangan seluruh pelanggan, sehingga balas memotong ke Rp 3.800. Siklus saling potong ini berulang.

Langkah 4 — Titik henti

Perang harga berhenti hanya ketika harga = biaya marjinal (Rp 3.000) — di bawah itu keduanya rugi, sehingga tak ada gunanya memotong lagi.

Bertrand paradox: hanya dengan DUA perusahaan saja (bukan ratusan seperti persaingan sempurna), harga bisa langsung turun sampai P = MC dan profit ekonomi menjadi nol — kontras tajam dengan hasil Cournot yang tetap punya profit positif.

Cournot vs Bertrand: Perbandingan

Model Cournot (Kuantitas)
  • Variabel keputusan: kuantitas produksi
  • Cocok industri dengan komitmen kapasitas di muka
  • Hasil: harga > MC, profit positif untuk semua pemain
  • Contoh: penerbangan, produksi semen, chip semikonduktor
Model Bertrand (Harga)
  • Variabel keputusan: harga jual
  • Cocok industri dengan kapasitas fleksibel & produk mirip
  • Hasil (produk homogen): harga = MC, profit nol (paradox)
  • Contoh: minimarket sejenis, SPBU berdekatan, e-commerce
Pilihan model bergantung pada variabel strategis yang benar-benar dikendalikan perusahaan di industri tersebut — kuantitas/kapasitas, atau harga.

Kartel: Ketika Pesaing Bersepakat

Kartel adalah kesepakatan (eksplisit atau diam-diam) antar perusahaan dalam satu industri untuk menetapkan harga, membagi pasar, atau membatasi kuantitas bersama — seolah-olah mereka menjadi satu monopoli.

Contoh Global
  • OPEC — kartel produsen minyak dunia, mengatur kuota produksi anggota
  • Kartel vitamin internasional (kasus klasik hukum persaingan usaha 1990-an)
Kasus Indonesia
  • KPPU pernah menjatuhkan denda pada dugaan kartel industri tertentu (mis. penetapan harga bersama)
  • Kartel juga muncul di sektor pangan & distribusi (mis. dugaan pengaturan harga oleh distributor besar)

Hitung dari Nol: Insentif Curang dalam Kartel

Dua perusahaan sepakat membentuk kartel — membagi rata output monopoli (P=100−Q, MC=10, Q monopoli=45).

LangkahPerhitunganNilai
1. Output kartel per firm (separuh Q monopoli 45)45 / 222,5
2. Harga & profit bila keduanya patuhP=100−45=55; profit=(55−10)×22,51.012,5
3. Firm A curang: best response, asumsi Firm B tetap 22,5qA = (90 − 22,5) / 233,75
4. Total kuantitas baru & harga baruQ=22,5+33,75=56,25; P=100−56,25P=43,75
5. Profit Firm A yang curang(43,75−10) × 33,751.139,06
Insentif Menyimpang
1.139 > 1.013
curang menguntungkan firm secara sepihak — kartel rentan runtuh

Mengapa Kartel Sulit Bertahan: Dilema Tahanan

Kedua perusahaan menghadapi struktur insentif seperti "dilema tahanan" (prisoner's dilemma) dari teori permainan.

Keduanya Patuh
Firm A: 1.012,5 · Firm B: 1.012,5 — profit gabungan tertinggi, tapi rawan digoda menyimpang
A Curang, B Patuh
Firm A: 1.139,06 · Firm B: turun tajam — A menang sendiri
A Patuh, B Curang
Firm A: turun tajam · Firm B: 1.139,06 — B menang sendiri
Keduanya Curang
Firm A & B kembali ke profit Cournot (900 & 900) — lebih rendah dari kartel patuh
Tanpa mekanisme penegakan (sanksi internal, pengawasan, kontrak mengikat), rasionalitas individu menarik kedua pihak ke sel "keduanya curang" — kartel runtuh menjadi persaingan biasa.

Regulasi Anti-Kartel di Indonesia

Payung Hukum
  • UU No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat
  • KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) sebagai lembaga pengawas & penegak
  • Kartel eksplisit maupun tacit collusion (kesepakatan diam-diam) sama-sama dilarang
Konsekuensi bagi Pelaku
  • Denda administratif oleh KPPU (dapat mencapai miliaran rupiah)
  • Ganti rugi perdata & potensi pidana bagi kasus berat
  • Reputasi perusahaan tercoreng di mata investor & konsumen

Ringkasan & Latihan Mandiri

Ringkasan Pertemuan 10
  • Oligopoli = sedikit penjual besar, interdependensi strategis
  • Cournot: persaingan kuantitas → profit positif di ekuilibrium
  • Bertrand: persaingan harga, produk homogen → profit nol (paradox)
  • Kartel: kolusi menaikkan profit bersama, tapi rapuh (insentif curang) & ilegal di Indonesia (UU No. 5/1999)
Latihan Mandiri
  • Ulangi perhitungan Cournot dengan MC=20 (bukan 10) — berapa Q, P, profit baru?
  • Identifikasi 1 industri oligopoli lain di Indonesia & jelaskan apakah lebih cocok dianalisis dengan Cournot atau Bertrand
  • Cari 1 berita kasus KPPU (5 tahun terakhir) & ringkas dugaan pelanggarannya

Pertemuan berikutnya: Pasar Faktor Produksi — bagaimana perusahaan oligopoli/persaingan sempurna menentukan permintaan tenaga kerja dan modal.