‹ Daftar slidePertemuan 8: Pasar Monopoli: karakteristik, penentuan harga-output, kerugian bobot mati (deadweight loss)
Prodi Manajemen · FEB Undip
Pengantar Ekonomi Mikro
Pasar Monopoli: Karakteristik, Penentuan Harga-Output, dan Kerugian Bobot Mati
Pertemuan 8 — ketika hanya ada SATU penjual di pasar: bagaimana ia menentukan harga, dan kenapa masyarakat dirugikan?
RPS minggu 8 · 2x50 menit
Bagian 1 dari 4
Apa itu Pasar Monopoli?
Karakteristik struktural yang membedakannya dari persaingan sempurna, dan mengapa monopoli bisa bertahan.
Definisi dan Ciri Utama Monopoli
Monopoli adalah struktur pasar di mana hanya ada satu penjual yang menawarkan produk tanpa substitusi dekat (close substitute), sehingga penjual tunggal ini punya kendali penuh atas harga pasar.
Ciri Struktural
Satu penjual, banyak pembeli
Produk unik, tanpa substitusi dekat
Hambatan masuk (barriers to entry) sangat tinggi
Penjual adalah price maker (penentu harga), bukan price taker
Contoh di Indonesia
PLN — distribusi listrik rumah tangga
PDAM — air bersih di banyak kota
KAI — kereta api antarkota (era tertentu)
Perusahaan pemegang paten obat baru
Mengapa Monopoli Bisa Bertahan? Empat Sumber Hambatan Masuk
Sumber Daya Kunci
1
Perusahaan menguasai satu-satunya sumber input penting, misalnya tambang bahan baku tunggal.
Monopoli Pemerintah
2
Negara memberi hak eksklusif, misalnya lisensi PLN untuk distribusi listrik nasional.
Hak Paten & Hak Cipta
3
Perusahaan farmasi memegang paten (hak eksklusif produksi) atas obat baru selama periode tertentu.
Monopoli Alami
4
Natural monopoly: biaya rata-rata terus turun seiring skala membesar, sehingga satu perusahaan besar lebih efisien daripada banyak perusahaan kecil.
Perbedaan Kunci: Kurva Permintaan yang Dihadapi
Pada persaingan sempurna, kurva permintaan yang dihadapi satu perusahaan horizontal (menerima harga pasar). Pada monopoli, kurva permintaan yang dihadapi perusahaan = kurva permintaan pasar itu sendiri, miring ke bawah.
Karena kurva permintaan monopoli miring ke bawah, menjual lebih banyak unit berarti harus menurunkan harga — ini konsekuensi krusial yang membentuk perilaku penetapan harganya.
Mengapa Marginal Revenue (MR) Monopoli Selalu di Bawah Harga (P)?
Marginal Revenue (MR) = tambahan penerimaan dari menjual satu unit tambahan. Karena menjual satu unit lebih banyak memaksa perusahaan menurunkan harga untuk SEMUA unit (bukan cuma unit tambahan), maka MR < P pada monopoli.
MR = P + Q × (ΔP / ΔQ), dengan ΔP/ΔQ < 0 ⇒ MR < P
Ilustrasi Angka Sederhana
Kuantitas (Q)
Harga (P)
Total Revenue (TR = P×Q)
Marginal Revenue (MR)
1
Rp 100.000
Rp 100.000
—
2
Rp 90.000
Rp 180.000
Rp 80.000
3
Rp 80.000
Rp 240.000
Rp 60.000
Bagian 2 dari 4
Penentuan Harga & Output Optimal
Bagaimana monopoli memilih titik produksi yang memaksimalkan laba, menggunakan kaidah MR = MC.
Kaidah Maksimalisasi Laba: MR = MC
Sama seperti semua struktur pasar, monopoli memaksimalkan laba pada titik di mana Marginal Revenue (MR) = Marginal Cost (MC) — biaya untuk memproduksi satu unit tambahan. Bedanya, harga jual (P) ditentukan dari kurva permintaan pada kuantitas tersebut, dan P > MR = MC.
Hitung dari Nol #1: Menentukan Q dan P Optimal Monopoli
Kasus: Permintaan pasar P = 100 − Q (Q dalam ribuan unit, P dalam ribu rupiah). Biaya marjinal konstan MC = 20.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Turunkan TR untuk cari MR (aturan: slope MR = 2 × slope D)
TR = P×Q = (100−Q)Q = 100Q − Q² ⇒ MR = 100 − 2Q
MR = 100 − 2Q
2. Terapkan syarat MR = MC
100 − 2Q = 20
—
3. Selesaikan untuk Q*
2Q = 100 − 20 = 80 ⇒ Q = 80 / 2
Q* = 40 (ribu unit)
4. Substitusi Q* ke kurva permintaan untuk cari P*
P = 100 − 40
P* = 60 (ribu rupiah)
Hasil Akhir
Q*=40, P*=60
Markup di atas MC = 60 − 20 = 40 ribu rupiah per unit
Menghitung Laba Total Monopoli
Melanjutkan kasus sebelumnya, misalkan biaya rata-rata (Average Total Cost, ATC) pada Q* = 40 adalah Rp 35 ribu per unit.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Hitung Total Revenue (TR)
TR = P* × Q* = 60 × 40
TR = Rp 2.400 ribu
2. Hitung Total Cost (TC)
TC = ATC × Q* = 35 × 40
TC = Rp 1.400 ribu
3. Hitung Laba (π) = TR − TC
2.400 − 1.400
π = Rp 1.000 ribu
4. Laba per unit = P* − ATC
60 − 35
Rp 25 ribu/unit
Laba Ekonomi Monopoli
Rp 1 Juta
(dalam satuan ribuan × ribu unit) — laba positif bisa BERTAHAN jangka panjang karena barrier to entry
Bagian 3 dari 4
Kerugian Bobot Mati (Deadweight Loss)
Mengapa monopoli menyebabkan masyarakat kehilangan surplus yang tidak dinikmati siapa pun.
Mengingat Kembali: Surplus Konsumen dan Surplus Produsen
Surplus Konsumen (CS)
Selisih antara harga maksimum yang bersedia dibayar konsumen dan harga yang benar-benar dibayar. Area di bawah kurva permintaan, di atas harga pasar.
Surplus Produsen (PS)
Selisih antara harga yang diterima penjual dan biaya marjinal produksinya. Area di atas kurva MC, di bawah harga pasar.
Total kesejahteraan masyarakat (total surplus) = CS + PS. Pada persaingan sempurna, total surplus ini maksimum — itulah tolok ukur efisiensi kita.
Deadweight Loss: Surplus yang Hilang, Bukan Berpindah
Deadweight Loss (DWL) = kerugian kesejahteraan masyarakat karena monopoli memproduksi lebih sedikit dari kuantitas efisien (Q kompetitif), pada harga yang lebih tinggi.
Segitiga abu-abu ini adalah transaksi yang SEHARUSNYA terjadi (konsumen mau membeli, biaya produksi lebih rendah dari nilai yang mereka dapat) tapi TIDAK terjadi karena monopoli membatasi output.
Coba Sendiri: Geser Output Monopoli, Amati DWL
Geser kuantitas output monopoli menuju kuantitas kompetitif dan amati bagaimana segitiga deadweight loss mengecil.
Hitung dari Nol #2: Menghitung Besaran Deadweight Loss
Lanjutan kasus: P = 100 − Q, MC = 20. Monopoli: Q*=40, P*=60. Bandingkan dengan hasil kompetitif (P = MC).
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Cari Q kompetitif (syarat P = MC)
100 − Q = 20 ⇒ Q = 100 − 20
Q kompetitif = 80
2. Selisih kuantitas yang "hilang"
80 − 40
ΔQ = 40 (ribu unit)
3. Tinggi segitiga DWL = P* − MC
60 − 20
Tinggi = 40 (ribu rupiah)
4. Luas DWL = ½ × alas × tinggi
½ × 40 × 40
DWL = Rp 800 ribu
Kerugian Bobot Mati
Rp 800 Ribu
Setara ~33% dari total surplus yang bisa dicapai bila pasar ini kompetitif
Ringkasan Perbandingan: Monopoli vs Persaingan Sempurna
Aspek
Persaingan Sempurna
Monopoli
Harga (P)
P = MC (lebih rendah)
P > MC (lebih tinggi)
Kuantitas (Q)
Q lebih besar (80 pada kasus kita)
Q lebih kecil (40 pada kasus kita)
Laba jangka panjang
Nol (normal profit)
Bisa positif & bertahan
Efisiensi alokasi
Efisien (total surplus maksimum)
Tidak efisien (ada DWL)
Kesimpulan kunci: monopoli mentransfer sebagian surplus konsumen menjadi laba produsen, DAN menciptakan kerugian bersih (DWL) yang tidak dinikmati siapa pun.
Diskriminasi Harga: Strategi Monopoli Menyerap Lebih Banyak Surplus
Diskriminasi harga = menjual produk yang sama pada harga berbeda ke kelompok konsumen berbeda, berdasarkan kesediaan membayar mereka.
Contoh Nyata di Indonesia
Tiket kereta api: harga beda kelas eksekutif vs ekonomi
Tarif tol: golongan kendaraan berbeda
Diskon mahasiswa untuk tiket bioskop/transportasi
Harga promo aplikasi ojek online jam sepi vs jam sibuk
Efek terhadap DWL
Diskriminasi harga sempurna (harga persis sesuai kesediaan bayar tiap individu) justru bisa menghilangkan DWL — karena monopoli akan tetap berproduksi sampai Q kompetitif, hanya saja SELURUH surplus jatuh ke produsen, bukan konsumen.
Bagian 4 dari 4
Regulasi & Latihan
Bagaimana pemerintah merespons monopoli, lalu Anda mempraktikkan sendiri perhitungannya.
Respons Kebijakan: Bagaimana Pemerintah Mengurangi Kerugian Monopoli?
Regulasi Harga
1
Pemerintah menetapkan harga maksimum (price ceiling) mendekati MC, seperti tarif dasar listrik PLN yang diatur pemerintah.
Hukum Antimonopoli
2
KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) mengawasi praktik monopoli & persaingan tidak sehat berdasarkan UU No. 5/1999.
Kepemilikan Publik
3
Untuk monopoli alami, negara memilih memiliki & mengoperasikan sendiri (BUMN), misalnya PLN dan PDAM.
Latihan Kelas: Terapkan Sendiri
Soal Latihan
Sebuah perusahaan monopoli air minum kemasan menghadapi kurva permintaan P = 80 − 2Q (P dalam ribu rupiah, Q dalam ribuan galon). Biaya marjinal konstan MC = 10.
Tentukan fungsi MR, lalu hitung Q* dan P* optimal monopoli.
Hitung Q kompetitif (saat P = MC).
Hitung besar deadweight loss (DWL) akibat monopoli ini.
Kerjakan berpasangan selama 8 menit. Gunakan pola perhitungan yang sama seperti dua "Hitung dari Nol" sebelumnya — kita bahas bersama setelahnya.
Rangkuman & Persiapan Minggu Depan
Cheat Sheet Pasar Monopoli
Satu penjual, price maker, barrier to entry tinggi
MR < P karena kurva permintaan menurun
Laba maksimum: MR = MC, harga dibaca dari kurva D
P > MC ⇒ output lebih rendah dari kompetitif ⇒ DWL muncul
Diskriminasi harga bisa kurangi DWL, tapi tak merata
Minggu Depan
Pertemuan 9
Topik: Persaingan Monopolistik — struktur pasar "campuran" antara persaingan sempurna dan monopoli, dengan diferensiasi produk. Bawa kalkulator, baca ulang rumus MR=MC.