‹ Daftar slidePertemuan 5: Teori Produksi: fungsi produksi, produk marjinal, hukum hasil yang semakin berkurang
RPS minggu 5 · 2x50 menit
Teori Produksi: Fungsi Produksi, Produk Marjinal, Hukum Hasil yang Semakin Berkurang
Pengantar Ekonomi Mikro — S1 Manajemen FEB UNDIP
Peta Pertemuan Hari Ini
Jam ke-1 (50 menit)
Fungsi produksi: input tetap vs variabel
Produk total, produk marjinal, produk rata-rata
Hukum hasil yang semakin berkurang
Jam ke-2 (50 menit)
Isoquant & MRTS (produksi jangka panjang)
Skala hasil (returns to scale)
Studi kasus UMKM & latihan kelompok
Posisi dalam alur 14 pertemuan: pertemuan 5 adalah sisi PENAWARAN pertama — logikanya paralel dengan perilaku konsumen (P4), sebelum kita masuk ke biaya produksi (P6) dan struktur pasar (P7-P10).
Bagian 1
Fungsi Produksi: Dari Input ke Output
Diskusi kelas: kalau usaha konveksi kaos rumahan menambah satu penjahit lagi tanpa menambah mesin jahit, apakah output pasti naik sebanding?
Fungsi Produksi: Definisi & Faktor Produksi
Fungsi produksi (production function) adalah hubungan teknis antara jumlah input yang dipakai dan jumlah output maksimum yang bisa dihasilkan, dengan teknologi tertentu.
Q = f(K, L)
Input Tetap (Fixed)
Jumlahnya tidak berubah dalam jangka pendek
Contoh: jumlah mesin jahit, luas kios, oven roti
Biasa disimbolkan modal (K, capital)
Input Variabel
Mudah diubah jumlahnya dalam jangka pendek
Contoh: jumlah penjahit, jam kerja, bahan baku
Biasa disimbolkan tenaga kerja (L, labor)
Produk Total, Produk Marjinal, Produk Rata-rata
Tiga ukuran output yang saling terkait, masing-masing menjawab pertanyaan berbeda tentang kontribusi tenaga kerja.
Total Product (TP)
Total output dari SELURUH pekerja yang dipakai
"Berapa banyak kaos jadi hari ini?"
Marginal Product (MP)
Tambahan output dari SATU pekerja tambahan
MP = ΔTP ÷ ΔL
Average Product (AP)
Rata-rata output PER pekerja
AP = TP ÷ L
Hitung dari Nol: Produk Marjinal Usaha Konveksi Kaos
Sebuah usaha konveksi kaos di Semarang memakai 3 mesin jahit tetap, lalu menambah penjahit satu per satu. Data output harian (kaos/hari) berikut ilustratif.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. TP saat L=1 penjahit
Diberikan (output harian)
8 kaos
2. TP saat L=2 penjahit
Diberikan (output harian)
20 kaos
3. MP penjahit ke-2
TP(L=2) - TP(L=1) = 20 - 8
12 kaos
4. TP saat L=3 penjahit
Diberikan (output harian)
30 kaos
5. MP penjahit ke-3
TP(L=3) - TP(L=2) = 30 - 20
10 kaos
Kesimpulan Sementara
12 → 10
MP penjahit ke-3 lebih kecil dari MP penjahit ke-2 — mesin jahit tetap 3 unit mulai membatasi tambahan hasil dari pekerja baru
Kurva Produk Total & Hukum Hasil yang Semakin Berkurang
Law of Diminishing Marginal Returns: saat SATU input ditambah terus-menerus sementara input lain tetap, tambahan output dari unit input berikutnya akhirnya semakin kecil.
Perhatikan: batang TP terus naik, tapi jarak kenaikan antar-batang (yaitu MP) semakin menyempit sejak L2 — inilah hukum hasil yang semakin berkurang.
Hitung dari Nol: Produk Rata-rata & Titik Temu MP=AP
Melanjutkan data usaha konveksi kaos yang sama, sekarang kita hitung produk rata-rata (AP) di beberapa titik dan bandingkan dengan MP.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. AP saat L=2
TP ÷ L = 20 ÷ 2
10 kaos/pekerja
2. AP saat L=3
TP ÷ L = 30 ÷ 3
10 kaos/pekerja
3. TP saat L=4 (diberikan)
Output harian
36 kaos
4. AP saat L=4
TP ÷ L = 36 ÷ 4
9 kaos/pekerja
5. Bandingkan MP(L=3) vs AP(L=3)
MP=10 (dari slide sebelumnya) vs AP=10
MP = AP
Interpretasi
MP = AP = 10
Tepat di L=3, MP memotong AP di titik AP maksimum — begitu MP jatuh di bawah AP, AP mulai ikut menurun (L=4: AP=9)
Tiga Tahap Produksi
Tahap I
AP masih naik, MP > AP
Input tetap RELATIF berlebih — belum rasional berhenti di sini
Tahap II (rasional)
MP & AP sama-sama menurun, tapi MP > 0
Zona produksi yang RASIONAL bagi perusahaan
Tahap III
MP negatif — TP justru menurun
Pekerja "terlalu banyak" untuk kapasitas tetap yang ada
Bagian 2
Produksi Jangka Panjang: Isoquant & Skala Hasil
Diskusi kelas: kalau perusahaan boleh mengubah SEMUA input sekaligus (bukan cuma tenaga kerja), apa alat bantu yang tepat untuk menggambarkan pilihan kombinasi input?
Isoquant: Definisi & Kemiripan dengan Kurva Indiferen
Isoquant (dari "iso" = sama, "quant" = kuantitas) menghubungkan seluruh kombinasi modal (K) dan tenaga kerja (L) yang menghasilkan tingkat OUTPUT yang sama.
Di titik A, perusahaan pakai banyak mesin (K) sedikit pekerja (L); di titik B sebaliknya — tapi OUTPUT totalnya SAMA (Pindyck & Rubinfeld).
Isoquant vs Kurva Indiferen: Perbandingan
Dua alat bantu ini punya bentuk matematis mirip, tapi mengukur hal yang secara fundamental berbeda.
Kurva Indiferen (Pertemuan 4)
Sumbu: dua barang KONSUMSI (X, Y)
Yang sama sepanjang kurva: UTILITAS (subjektif, tak terukur pasti)
Pelakunya: konsumen
Isoquant (Pertemuan 5)
Sumbu: dua INPUT produksi (K, L)
Yang sama sepanjang kurva: OUTPUT (objektif, terukur dalam unit)
Pelakunya: produsen/perusahaan
Sifat isoquant hampir identik dengan kurva indiferen: miring negatif, cembung ke origin, tidak berpotongan, dan makin jauh dari origin = output makin tinggi.
MRTS: Trade-off Antar Input yang Berubah Sepanjang Isoquant
Marginal Rate of Technical Substitution (MRTS) = seberapa banyak modal (K) rela dikorbankan untuk mendapat 1 unit tenaga kerja (L) tambahan, tetap pada output sama.
MRTS = -ΔK / ΔL = MPL / MPK
Kasus A: K berlimpah, L langka
Perusahaan punya banyak mesin jahit, sedikit penjahit
Rela korbankan BANYAK mesin demi 1 penjahit → MRTS tinggi
Kasus B: L berlimpah, K langka
Perusahaan sudah banyak penjahit, sedikit mesin
Hanya rela korbankan SEDIKIT mesin demi 1 penjahit → MRTS rendah
Coba Sendiri: Geser Titik, Amati Perubahan MRTS
Geser titik kombinasi input sepanjang isoquant dan garis isocost, lalu amati bagaimana MRTS berubah dan di mana biaya minimum tercapai.
Skala Hasil (Returns to Scale)
Returns to scale menjawab: kalau SEMUA input dilipatgandakan bersamaan, apa yang terjadi pada output?
Meningkat (Increasing)
Input naik 2x → output naik LEBIH dari 2x
Mis. spesialisasi kerja makin efisien saat pabrik membesar
Tetap (Constant)
Input naik 2x → output naik TEPAT 2x
Mis. usaha jahit rumahan yang mudah direplikasi apa adanya
Menurun (Decreasing)
Input naik 2x → output naik KURANG dari 2x
Mis. koordinasi makin sulit saat organisasi terlalu besar
Jangan tertukar: hukum hasil berkurang (jangka pendek, 1 input berubah) ≠ skala hasil menurun (jangka panjang, SEMUA input berubah bersamaan).
Bagian 3
Aplikasi Nyata & Miskonsepsi Umum
Diskusi kelas: pernahkah Anda mendengar orang bilang "produksinya sudah pasti menurun kalau pekerja ditambah" — benarkah generalisasi ini selalu berlaku?
Studi Kasus: UMKM Konveksi Kaos Menghadapi Pesanan Lebaran
Konteks (ilustrasi): Usaha konveksi kaos di Semarang biasanya berjalan dengan 3 penjahit dan 3 mesin jahit, tapi menjelang Lebaran pesanan borongan dari reseller Tokopedia melonjak tajam.
Opsi Jangka Pendek: Tambah Shift Lembur
Mesin jahit tetap 3 unit, jam kerja penjahit ditambah
MP mulai menurun kalau mesin dipakai bergiliran terus-menerus
Opsi Jangka Panjang: Sewa Mesin Tambahan
Modal (K) ikut naik sebanding kenaikan penjahit (L)
Bergerak ke isoquant lebih tinggi tanpa terjebak hukum hasil berkurang
Tiga Miskonsepsi Umum tentang Hukum Hasil Berkurang
Miskonsepsi 1
"MP menurun berarti TP juga menurun"
Salah — di Tahap II, TP masih NAIK, hanya kenaikannya melambat
Miskonsepsi 2
"Hukum ini berlaku selamanya, semua jangka waktu"
Salah — hanya berlaku jangka PENDEK (minimal 1 input tetap)
Miskonsepsi 3
"Sama dengan skala hasil menurun"
Salah — beda konsep, beda jangka waktu (lihat slide sebelumnya)
Latihan Kelompok: Susun Tabel Produksi Anda Sendiri
Kerjakan berkelompok (3-4 orang), waktu 10 menit, lalu satu kelompok mempresentasikan hasilnya.
Instruksi: Pilih satu usaha kecil yang familiar bagi kelompok Anda (mis. warung mi ayam, laundry kiloan, jasa cuci motor). (1) Tentukan satu input tetap (mis. jumlah kompor/mesin cuci) dan satu input variabel (jumlah pekerja); (2) buat tabel TP untuk L=1 sampai L=5 secara masuk akal; (3) hitung MP dan AP tiap baris; (4) tentukan di L berapa MP mulai menurun, dan di L berapa MP=AP.
Dari Produk Fisik ke Biaya Produksi: Menuju Pertemuan 6
Produk marjinal (MP) dan biaya produksi ternyata dua sisi mata uang yang sama — hanya dilihat dari sudut fisik vs uang.
Yang Sudah Kita Bahas (P5)
MP tinggi → tambahan pekerja sangat produktif SECARA FISIK
Diukur dalam UNIT output (kaos, roti, dsb.)
Yang Akan Kita Bahas (P6)
MP tinggi → biaya marjinal (MC) per unit RENDAH
Diukur dalam RUPIAH per unit tambahan output
Intuisi kunci: saat hukum hasil berkurang mulai berlaku (MP menurun), biaya marjinal produksi justru mulai NAIK — inilah jembatan matematis antara pertemuan 5 dan 6.
Ringkasan Pertemuan 5
Konsep Kunci
Fungsi produksi: Q=f(K,L), input tetap vs variabel
TP, MP, AP — dan hukum hasil yang semakin berkurang
Isoquant & MRTS: versi produsen dari kurva indiferen & MRS
Skala hasil (jangka panjang) ≠ hukum hasil berkurang (jangka pendek)
Menuju Pertemuan 6
MP fisik → biaya marjinal (MC) dalam rupiah
Biaya tetap, biaya variabel, biaya total
Topik: biaya produksi jangka pendek & jangka panjang
Kerangka input-output-margin hari ini adalah dasar seluruh sisi penawaran mata kuliah ini — kuasai betul sebelum masuk biaya produksi dan struktur pasar.