‹ Daftar slidePertemuan 4: Perilaku Konsumen: utilitas, kurva indiferen, garis anggaran, keseimbangan konsumen
RPS minggu 4 · 2x50 menit
Perilaku Konsumen: Utilitas, Kurva Indiferen, Garis Anggaran, Keseimbangan Konsumen
Pengantar Ekonomi Mikro — S1 Manajemen FEB UNDIP
Peta Pertemuan Hari Ini
Jam ke-1 (50 menit)
Konsep utilitas: total vs marginal
Hukum utilitas marginal yang semakin menurun
Kurva indiferen: definisi & sifat-sifatnya
Jam ke-2 (50 menit)
Marginal Rate of Substitution (MRS)
Garis anggaran & perubahannya
Keseimbangan konsumen (titik optimal)
Posisi dalam alur 14 pertemuan: pertemuan 4 adalah fondasi sisi permintaan mikro sebelum kita berpindah ke sisi penawaran — teori produksi (P5) dan biaya produksi (P6).
Bagian 1
Utilitas: Mengukur Kepuasan Konsumen
Diskusi kelas: ketika Anda membeli gelas es teh kedua di kantin setelah gelas pertama, apakah kepuasan tambahannya sama besar dengan gelas pertama?
Utilitas Total vs Utilitas Marginal
Utilitas (utility) adalah ukuran kepuasan yang diperoleh konsumen dari mengonsumsi barang/jasa — bukan angka absolut, melainkan alat bantu untuk membandingkan pilihan.
Total Utility (TU)
Total kepuasan dari SELURUH unit yang dikonsumsi
Selalu bertambah selama konsumsi masih memuaskan
Contoh: total kepuasan dari 3 gelas es teh sekaligus
Marginal Utility (MU)
Tambahan kepuasan dari SATU unit tambahan
MU = perubahan TU ÷ perubahan jumlah unit
Contoh: kepuasan TAMBAHAN dari gelas es teh ke-2 saja
Coba Sendiri: Tambah Unit, Amati TU dan MU
Tambahkan unit konsumsi satu per satu dan amati bagaimana kurva Total Utility melandai sementara Marginal Utility terus menurun.
Hukum Utilitas Marginal yang Semakin Menurun
Law of Diminishing Marginal Utility: semakin banyak unit sejenis dikonsumsi dalam periode sama, tambahan kepuasan dari unit berikutnya semakin kecil.
Perhatikan: batang TU terus naik, tapi jarak kenaikan antar-batang (yaitu MU) semakin menyempit — inilah yang disebut diminishing marginal utility.
Hitung dari Nol: Utilitas Marginal Porsi Mi Ayam
Data survei ilustratif seorang mahasiswa yang mengonsumsi mi ayam secara berurutan di kantin kampus dalam satu waktu makan.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Total utilitas porsi ke-1
Diberikan (baseline kepuasan)
20 util
2. Total utilitas porsi ke-2
Diberikan (kumulatif)
34 util
3. Utilitas marginal porsi ke-2
34 - 20
14 util
4. Total utilitas porsi ke-3
Diberikan (kumulatif)
42 util
5. Utilitas marginal porsi ke-3
42 - 34
8 util
Kesimpulan
14 → 8
Utilitas marginal turun dari porsi ke-2 ke porsi ke-3 — mengonfirmasi hukum utilitas marginal menurun berlaku pada kasus ini
Asumsi Dasar Preferensi Konsumen
Teori perilaku konsumen berdiri di atas tiga asumsi tentang bagaimana manusia rasional menyusun preferensi.
Kelengkapan (Completeness)
Konsumen selalu bisa membandingkan dua paket barang
Tidak ada situasi "tidak tahu mana yang lebih disukai"
Transitivitas
Jika A > B dan B > C, maka A > C
Preferensi konsisten, tidak berputar-putar
Non-Satiation
"Lebih banyak selalu lebih baik" (more is better)
Konsumen belum pernah benar-benar kenyang secara ekonomi
Bagian 2
Kurva Indiferen dan Trade-off Antar Barang
Diskusi kelas: sebutkan dua kombinasi barang berbeda yang menurut Anda memberikan tingkat kepuasan yang SAMA PERSIS.
Kurva Indiferen: Definisi
Kurva indiferen (indifference curve) menghubungkan seluruh kombinasi dua barang yang memberikan tingkat utilitas TOTAL yang sama bagi konsumen.
Di titik A, konsumen punya sedikit jajan tapi banyak pulsa; di titik B, sebaliknya — namun kepuasan totalnya SAMA (Pindyck & Rubinfeld).
Empat Sifat Kurva Indiferen
1. Miring Negatif (Downward Sloping)
Menambah X harus dikompensasi mengurangi Y
Konsekuensi dari asumsi non-satiation
2. Cembung ke Titik Origin (Convex)
Konsumen makin enggan menukar barang yang sudah langka
Mencerminkan diminishing MRS
3. Tidak Pernah Berpotongan
Perpotongan berarti kontradiksi preferensi (langgar transitivitas)
4. Semakin Jauh dari Origin = Semakin Tinggi Utilitas
Kurva U2 di kanan-atas U1 selalu lebih disukai
Memahami MRS: Trade-off yang Berubah Sepanjang Kurva
Marginal Rate of Substitution (MRS) = seberapa banyak barang Y rela dikorbankan konsumen untuk mendapat 1 unit tambahan barang X, tetap pada tingkat utilitas sama.
Kasus A: Y berlimpah, X langka
Konsumen punya banyak paket pulsa, sedikit jajan
Satu porsi jajan tambahan terasa sangat berharga
Rela korbankan BANYAK pulsa demi 1 porsi jajan → MRS tinggi
Kasus B: X berlimpah, Y langka
Konsumen sudah banyak jajan, sedikit pulsa
Satu porsi jajan tambahan terasa kurang berharga
Hanya rela korbankan SEDIKIT pulsa demi 1 porsi jajan → MRS rendah
Hitung dari Nol: Menghitung MRS Antar Dua Titik
Dua titik pada kurva indiferen yang sama, menggambarkan kombinasi porsi jajan (X) dan paket pulsa (Y) seorang mahasiswa.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Titik A: (X=2, Y=10)
Diberikan pada kurva indiferen
X=2, Y=10
2. Titik B: (X=4, Y=6)
Diberikan pada kurva indiferen
X=4, Y=6
3. Perubahan Y (ΔY)
Y2 - Y1 = 6 - 10
-4 (turun 4)
4. Perubahan X (ΔX)
X2 - X1 = 4 - 2
2
5. MRS (nilai absolut)
|ΔY| ÷ |ΔX| = 4 ÷ 2
2
Interpretasi
MRS = 2
Di sekitar titik A ke B, konsumen rela melepas 2 paket pulsa demi mendapat 1 porsi jajan tambahan, dengan kepuasan tetap sama
Bagian 3
Garis Anggaran dan Keseimbangan Konsumen
Diskusi kelas: preferensi saja tidak cukup untuk memutuskan — apa yang membatasi Anda mewujudkan kombinasi barang yang paling Anda inginkan?
Garis Anggaran: Persamaan dan Kemiringan
Garis anggaran (budget line) menunjukkan seluruh kombinasi X dan Y yang bisa dibeli dengan menghabiskan SELURUH pendapatan M pada harga Px dan Py.
Px · X + Py · Y = M
Kemiringan garis anggaran = -Px/Py, yaitu berapa unit Y yang harus dikorbankan pasar (BUKAN preferensi) untuk mendapat 1 unit X tambahan.
Hitung dari Nol: Menyusun Garis Anggaran Mahasiswa
Anggaran bulanan seorang mahasiswa untuk dua pos: jajan kantin (X) dan paket pulsa data (Y).
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Anggaran total (M)
Diberikan per bulan
Rp 600.000
2. Harga jajan (Px)
Diberikan per porsi
Rp 15.000
3. Harga pulsa (Py)
Diberikan per paket
Rp 50.000
4. Titik potong sumbu X (M/Px)
600.000 ÷ 15.000
40 porsi
5. Titik potong sumbu Y (M/Py)
600.000 ÷ 50.000
12 paket
Kemiringan Garis Anggaran
-0,3
-Px/Py = -15.000/50.000 → setiap tambah 1 porsi jajan, harus lepas 0,3 paket pulsa
Perubahan Garis Anggaran: Harga vs Pendapatan
Dua jenis perubahan eksternal menggeser garis anggaran dengan cara yang berbeda secara geometris.
Walkthrough 1: Harga X Naik
Titik potong sumbu Y (M/Py) TETAP, karena Py tidak berubah
Titik potong sumbu X (M/Px) BERGESER masuk, karena Px naik
Garis anggaran berputar ke dalam pada sumbu X — kemiringan makin curam
Walkthrough 2: Pendapatan (M) Naik
Kedua titik potong (M/Px dan M/Py) BERGESER keluar bersamaan
Kemiringan (-Px/Py) TIDAK berubah, karena harga tetap
Garis anggaran bergeser sejajar menjauhi origin
Keseimbangan Konsumen: Titik Optimal
Konsumen memaksimalkan utilitas pada titik di mana garis anggaran BERSINGGUNGAN (tangent) dengan kurva indiferen tertinggi yang bisa dijangkau.
Geser garis anggaran dan kurva indiferen, lalu temukan titik singgung yang memaksimalkan utilitas.
Studi Kasus: Alokasi Uang Saku Mahasiswa Indonesia
Konteks (ilustrasi): Seorang mahasiswa FEB UNDIP mengalokasikan uang saku bulanan antara jajan kantin dan top-up dompet digital (GoPay/OVO) untuk transportasi ojek online.
Sebelum: Harga Ojek Online Naik
Garis anggaran berputar ke dalam pada sumbu transportasi
Titik keseimbangan lama (E1) tidak lagi terjangkau
Sesudah: Konsumen Menyesuaikan
MRS mahasiswa dibandingkan ulang dengan rasio harga baru
Titik keseimbangan baru (E2): lebih banyak jalan kaki/jajan, lebih sedikit naik ojek online
Latihan Kelompok: Hitung Keseimbangan Konsumen Anda
Kerjakan berkelompok (3-4 orang), waktu 10 menit, lalu satu kelompok mempresentasikan hasilnya.
Instruksi: Anggap uang saku bulanan Rp 800.000 dialokasikan untuk dua barang pilihan kelompok Anda sendiri (mis. jajan & pulsa, atau buku & transportasi). (1) Tentukan harga masing-masing barang secara realistis; (2) hitung titik potong sumbu X dan Y garis anggaran; (3) hitung kemiringan garis anggaran (-Px/Py); (4) diskusikan: pada kombinasi apa MRS kelompok Anda kira-kira sama dengan kemiringan tersebut?