stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-02
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 2: Permintaan dan Penawaran: hukum permintaan-penawaran, pergeseran kurva, keseimbangan pasar
Prodi Manajemen · FEB UNDIP

Pengantar Ekonomi Mikro

Permintaan dan Penawaran: Hukum, Pergeseran Kurva, dan Keseimbangan Pasar

Bagaimana harga terbentuk di pasar — dari harga cabai di Pasar Johar sampai harga saham di BEI.

RPS minggu 2 · 2x50 menit

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Sub-CPMK 1
Hukum
Permintaan & Penawaran
Menjelaskan hubungan harga dengan jumlah diminta dan jumlah ditawarkan, serta faktor penentu (determinan) di baliknya.
Sub-CPMK 2
Pergeseran
Kurva vs Pergerakan Sepanjang Kurva
Membedakan perubahan harga (bergerak sepanjang kurva) dari perubahan determinan lain (kurva bergeser).
Sub-CPMK 3
Ekuilibrium
Keseimbangan Pasar
Menghitung harga dan kuantitas keseimbangan dari fungsi permintaan dan penawaran secara aljabar.
Sub-CPMK 4
Surplus/Shortage
Ketidakseimbangan Sementara
Menganalisis apa yang terjadi saat harga berada di atas atau di bawah harga keseimbangan.
Bagian 1 dari 4
Hukum Permintaan
Mengapa orang membeli lebih sedikit saat harga naik?

Apa itu Permintaan (Demand)?

Permintaan adalah jumlah barang/jasa yang ingin dan mampu dibeli konsumen pada berbagai tingkat harga, dalam periode waktu tertentu.

Bukan sekadar "keinginan" (want). Anda mungkin ingin punya iPhone terbaru, tapi kalau tidak mampu membayar Rp 20 juta, itu bukan permintaan efektif — hanya keinginan.
Qd = f(P, faktor lain)

Qd = kuantitas diminta · P = harga barang tersebut · "faktor lain" = pendapatan, selera, harga barang terkait, dsb.

Hukum Permintaan: Hubungan Terbalik

Kurva Permintaan
PQDP1 tinggiQ1 kecilP2 rendahQ2 besar

Semakin tinggi harga (P), semakin sedikit kuantitas diminta (Q) — ceteris paribus (faktor lain dianggap tetap). Kurva melandai dari kiri-atas ke kanan-bawah.

Mengapa Hubungannya Terbalik?

Efek Substitusi
Alih Beli
Saat harga ayam naik, konsumen beralih ke tahu/tempe yang relatif lebih murah sebagai pengganti.
Efek Pendapatan
Daya Beli
Saat harga naik, daya beli riil konsumen turun (uang yang sama membeli lebih sedikit barang).
Kedua efek ini bekerja bersamaan dan menjelaskan mengapa kurva permintaan hampir selalu melandai negatif (downward sloping).

Determinan Permintaan (Penggeser Kurva)

FaktorContohEfek pada Permintaan
Pendapatan konsumenKenaikan UMP Jawa TengahNaik (barang normal)
Harga barang substitusiHarga ayam naik → permintaan tahu naikNaik
Harga barang komplementerHarga bensin naik → permintaan motor turunTurun
Selera/trenTren kopi kekinian ala Kopi KenanganNaik
Ekspektasi harga masa depanRumor kenaikan harga BBMNaik (beli sekarang)
Jumlah pembeli/populasiMigrasi penduduk ke SemarangNaik

Pergerakan vs Pergeseran Kurva Permintaan

Perubahan Harga (P)

Bergerak SEPANJANG kurva D yang sama. Disebut perubahan jumlah diminta (change in quantity demanded).

Perubahan Determinan Lain

Kurva D bergeser ke kanan (naik) atau kiri (turun). Disebut perubahan permintaan (change in demand).

D1D2 (geser kanan)0
Bagian 2 dari 4
Hukum Penawaran
Sekarang giliran sisi penjual — mengapa produsen mau menjual lebih banyak saat harga naik?

Apa itu Penawaran (Supply)?

Penawaran adalah jumlah barang/jasa yang bersedia dan mampu dijual produsen pada berbagai tingkat harga, dalam periode waktu tertentu.

Qs = f(P, faktor lain)
Hukum penawaran: hubungan searah (positif) antara harga dan kuantitas ditawarkan — makin tinggi harga, makin besar insentif produsen untuk menjual lebih banyak.

Kurva Penawaran: Melandai Naik

Kurva Penawaran
PQS

Semakin tinggi harga (P), semakin besar kuantitas yang ditawarkan (Q) — ceteris paribus. Kurva melandai dari kiri-bawah ke kanan-atas.

Determinan Penawaran (Penggeser Kurva)

FaktorContohEfek pada Penawaran
Biaya input/produksiHarga pupuk atau BBM naikTurun
Teknologi produksiMesin jahit otomatis di industri garmenNaik
Harga barang lain yang bisa diproduksiPetani beralih dari padi ke jagungTurun (untuk padi)
Ekspektasi harga masa depanPrediksi harga naik bulan depanTurun (tahan stok dulu)
Jumlah produsen/pesaingUMKM kopi baru bermunculanNaik
Kebijakan pemerintah (pajak/subsidi)Subsidi pupuk, pajak rokokNaik / Turun
Bagian 3 dari 4
Keseimbangan Pasar
Mempertemukan pembeli dan penjual pada satu titik harga dan kuantitas

Titik Keseimbangan Pasar (Equilibrium)

Kurva Permintaan & Penawaran Bertemu
PQDSP*Q*E

Titik E = perpotongan kurva D dan S. Pada harga keseimbangan P*, kuantitas yang diminta = kuantitas yang ditawarkan (Q*) — tidak ada kelebihan maupun kekurangan.

Coba Sendiri: Geser Kurva D dan S, Amati Titik E

Geser determinan permintaan/penawaran dan lihat bagaimana titik keseimbangan P* dan Q* berpindah.

Hitung dari Nol: Mencari Titik Keseimbangan

Diketahui fungsi permintaan Qd = 100 − 2P dan fungsi penawaran Qs = −20 + 4P (Q dalam ribuan unit, P dalam ribuan rupiah). Carilah P* dan Q*.

LangkahPerhitunganNilai
1. Syarat keseimbanganQd = Qs
2. Samakan kedua fungsi100 − 2P = −20 + 4P
3. Pindahkan suku P100 + 20 = 4P + 2P120 = 6P
4. Selesaikan P*120 ÷ 6P* = 20
5. Substitusi ke QdQd = 100 − (2 × 20)Qd = 60
6. Verifikasi ke QsQs = −20 + (4 × 20)Qs = 60 ✓
Hasil Keseimbangan
P* = 20, Q* = 60
Harga Rp 20.000/unit, kuantitas 60.000 unit

Hitung dari Nol: Dampak Pergeseran Permintaan

Dari soal sebelumnya (P*=20, Q*=60), pendapatan konsumen naik sehingga permintaan baru menjadi Qd' = 130 − 2P (penawaran tetap Qs = −20 + 4P). Berapa keseimbangan baru?

LangkahPerhitunganNilai
1. Syarat baruQd' = Qs
2. Samakan fungsi130 − 2P = −20 + 4P
3. Pindahkan suku P130 + 20 = 4P + 2P150 = 6P
4. Selesaikan P*'150 ÷ 6P*' = 25
5. Substitusi ke Qd'130 − (2 × 25)Q*' = 80
Kesimpulan
P naik 20→25, Q naik 60→80
Permintaan naik → harga DAN kuantitas keseimbangan sama-sama naik

Empat Skenario Pergeseran Kurva

SkenarioEfek pada P*Efek pada Q*
Permintaan naik (D geser kanan)NaikNaik
Permintaan turun (D geser kiri)TurunTurun
Penawaran naik (S geser kanan)TurunNaik
Penawaran turun (S geser kiri)NaikTurun
Kunci menghafal: kalau D dan S bergerak SEARAH (naik-naik atau turun-turun), efeknya pada P* dan Q* SEARAH pula; kalau berlawanan, gunakan grafik.

Kasus Gabungan: D dan S Bergeser Bersamaan

Contoh: Bulan Ramadan

Permintaan kurma naik (tradisi berbuka puasa) sekaligus penawaran turun (pasokan impor terbatas).

Efek pasti: harga naik tajam. Efek pada kuantitas: tidak pasti (tergantung besar pergeseran relatif).

Contoh: Panen Raya Padi

Penawaran beras naik (musim panen) sementara permintaan relatif tetap.

Efek pasti: harga turun (sering jadi keluhan petani), kuantitas transaksi naik.

Bagian 4 dari 4
Ketidakseimbangan & Intervensi Harga
Apa yang terjadi kalau harga dipaksa berbeda dari titik keseimbangan?

Surplus dan Shortage (Kekurangan)

Harga di ATAS P*
Surplus
Qs > Qd. Kelebihan penawaran (barang menumpuk). Contoh: harga tiket konser dipatok terlalu tinggi, banyak kursi kosong.
Harga di BAWAH P*
Shortage
Qd > Qs. Kekurangan/kelangkaan barang (antrean panjang). Contoh: harga minyak goreng ditetapkan rendah → rak toko kosong.

Intervensi Pemerintah: Harga Dasar dan Harga Tertinggi

KebijakanPosisi vs P*Konsekuensi
Harga Dasar (Floor Price)Di ATAS P*Surplus permanen — contoh: harga pembelian gabah pemerintah (HPP) untuk lindungi petani
Harga Tertinggi (Ceiling Price)Di BAWAH P*Shortage permanen — contoh: Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng untuk lindungi konsumen
Kebijakan harga yang menyimpang dari P* selalu punya trade-off: melindungi satu pihak (petani/konsumen) tapi menciptakan ketidakseimbangan struktural di sisi lain.

Latihan Kelas: Diskusikan dengan Teman Sebangku

Kasus: Pemerintah kota Semarang menetapkan tarif maksimum ojek online Rp 8.000 untuk jarak dekat, padahal tarif keseimbangan pasar sebenarnya Rp 12.000.

Pertanyaan diskusi (5 menit, lalu 2 kelompok presentasi):

Pertanyaan 1
Apakah ini kebijakan harga dasar atau harga tertinggi? Apa dampaknya pada jumlah driver yang mau narik?
Pertanyaan 2
Siapa yang dirugikan dan siapa yang diuntungkan dari kebijakan ini dalam jangka pendek vs jangka panjang?

Rangkuman: Cheat Sheet Permintaan-Penawaran

KonsepDefinisi SingkatArah Kurva
Hukum PermintaanP naik → Qd turun (ceteris paribus)Melandai turun (negatif)
Hukum PenawaranP naik → Qs naik (ceteris paribus)Melandai naik (positif)
Keseimbangan (E)Qd = Qs pada P* dan Q*Titik potong D & S
Pergerakan sepanjang kurvaDisebabkan perubahan harga barang itu sendiriTetap di kurva yang sama
Pergeseran kurvaDisebabkan determinan lain (pendapatan, selera, biaya, dst.)Kurva pindah posisi

Cek Pemahaman Mandiri

Q: Harga kopi arabika naik karena gagal panen di Toraja. Apakah ini pergerakan sepanjang kurva penawaran kopi, atau pergeseran kurva penawaran kopi?
A: Pergeseran kurva penawaran ke KIRI — gagal panen adalah faktor biaya/produksi (determinan), bukan perubahan harga itu sendiri.
Q: Jika Qd = 200 − 3P dan Qs = 20 + 5P, berapa harga keseimbangan P*?
A: 200−3P = 20+5P → 180 = 8P → P* = 22,5

Tugas & Persiapan Minggu Depan

Tugas Individu

Cari 1 berita (koran/online) tentang perubahan harga suatu barang di Indonesia dalam 3 bulan terakhir. Identifikasi: apakah itu pergerakan atau pergeseran kurva? Determinan apa yang berperan? Tulis maksimal 1 halaman.

Minggu Depan (P3)
Elastisitas
Harga, Silang, dan Pendapatan
Kita akan mengukur SEBERAPA BESAR respons kuantitas terhadap perubahan harga/pendapatan — lanjutan langsung dari kurva hari ini.