‹ Daftar slidePertemuan 1: Pengantar Ilmu Ekonomi dan Masalah Ekonomi: kelangkaan, pilihan, biaya peluang
RPS minggu 1 · 2x50 menit
Pengantar Ilmu Ekonomi dan Masalah Ekonomi
Kelangkaan, Pilihan, dan Biaya Peluang — Pengantar Ekonomi Mikro, Manajemen FEB UNDIP
Titik berangkat seluruh ilmu ekonomi: sumber daya terbatas, kebutuhan tak terbatas, dan konsekuensi setiap pilihan yang kita ambil.
Peta Pertemuan Hari Ini
Jam ke-1 (50 menit)
Apa itu ilmu ekonomi & mengapa penting bagi manajer
Kebutuhan tak terbatas vs sumber daya terbatas
Kelangkaan (scarcity) sebagai akar semua persoalan ekonomi
Jam ke-2 (50 menit)
Pilihan (choice) & biaya peluang (opportunity cost)
Kurva kemungkinan produksi (PPF) & trade-off
Sistem ekonomi & cara berpikir seorang ekonom
Posisi dalam alur 14 pertemuan: pertemuan ini adalah fondasi sebelum kita masuk ke permintaan-penawaran (P2), elastisitas (P3), dan seterusnya hingga peran pemerintah dalam pasar (P13-14).
Apa Itu Ilmu Ekonomi?
Ilmu ekonomi (economics) adalah studi tentang bagaimana individu, perusahaan, dan masyarakat mengalokasikan sumber daya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan & keinginan yang tidak terbatas.
Ekonomi Mikro
Skala Kecil
Perilaku pengambilan keputusan pelaku individual: rumah tangga, perusahaan (misalnya Indomaret menetapkan harga), dan pasar tunggal.
Ekonomi Makro
Skala Agregat
Perilaku perekonomian secara keseluruhan: inflasi nasional, pertumbuhan PDB Indonesia, tingkat pengangguran — dibahas di mata kuliah lanjutan.
Mata kuliah ini fokus pada ekonomi mikro: bagaimana konsumen dan produsen individual mengambil keputusan — fondasi untuk memahami strategi bisnis dan pemasaran.
Kebutuhan (Needs) vs Keinginan (Wants)
Kebutuhan
Hal yang wajib dipenuhi untuk bertahan hidup layak
Contoh: makan nasi & lauk, tempat tinggal, pakaian dasar
Relatif terbatas jumlahnya per orang
Keinginan
Hal yang membuat hidup lebih nyaman, bukan wajib
Contoh: makan di restoran, iPhone terbaru, liburan ke Bali
Secara praktis tidak terbatas — selalu ada keinginan berikutnya
Inti masalah ekonomi bukan pada kebutuhan saja, tetapi pada kenyataan bahwa keinginan manusia terus bertambah sementara sumber daya untuk memenuhinya tetap terbatas.
Kelangkaan (Scarcity): Akar Semua Persoalan Ekonomi
Kelangkaan adalah kondisi ketika sumber daya yang tersedia tidak cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan & keinginan manusia yang tidak terbatas.
Kelangkaan = Sumber Daya Terbatas < Kebutuhan + Keinginan Tak Terbatas
Kelangkaan bukan berarti "miskin". Bahkan orang terkaya sekalipun menghadapi kelangkaan — misalnya kelangkaan waktu, yang tidak bisa dibeli lebih dari 24 jam sehari.
Karena kelangkaan tidak bisa dihindari, setiap masyarakat — dari negara maju sampai negara berkembang seperti Indonesia — harus membuat pilihan tentang cara terbaik menggunakan sumber dayanya.
Sumber Daya yang Langka: Empat Faktor Produksi
Sumber daya alam: lahan sawah, gas alam, hasil tambang — jumlahnya tetap atau terbarukan lambat
Tenaga kerja: jumlah & keahlian pekerja, misalnya tenaga IT terampil yang langka di banyak UMKM digital
Modal: mesin pabrik, gedung, dan dana investasi (bukan sekadar uang tunai)
Kewirausahaan: kemampuan menggabungkan tiga faktor di atas menjadi usaha yang bernilai, seperti pendiri Tokopedia menggabungkan modal, tenaga kerja, dan teknologi
Bagian 2 dari 3
Pilihan & Biaya Peluang
Diskusi kelas: Ketika Anda memilih kuliah di FEB UNDIP hari ini alih-alih bekerja penuh waktu, apa sebenarnya yang Anda korbankan?
Pilihan (Choice): Konsekuensi Tak Terelakkan dari Kelangkaan
Karena sumber daya terbatas, setiap pelaku ekonomi — individu, perusahaan, maupun pemerintah — harus terus-menerus memilih di antara alternatif yang ada.
Individu
Mahasiswa
Memilih kuliah manajemen di FEB UNDIP dibanding langsung bekerja penuh waktu.
Perusahaan
UMKM
Memilih memakai modal terbatas untuk beli mesin baru atau menambah stok bahan baku.
Pemerintah
APBN
Memilih anggaran negara untuk subsidi BBM atau pembangunan jalan tol Semarang–Demak.
Setiap kali kita memilih satu alternatif, kita otomatis melepaskan alternatif lain yang tidak dipilih. Nilai dari alternatif terbaik yang dilepaskan inilah yang disebut biaya peluang.
Biaya Peluang (Opportunity Cost)
Biaya Peluang = Nilai dari Alternatif Terbaik yang Dikorbankan
Biaya peluang bukan hanya biaya uang yang dikeluarkan (biaya eksplisit), tetapi juga nilai kesempatan yang hilang (biaya implisit) karena tidak memilih alternatif tersebut.
Contoh 1 — Penjual di Tokopedia
Ibu Sri berjualan kerajinan di Tokopedia setiap sore
Biaya peluangnya: waktu yang bisa dipakai kerja lembur sebagai penjahit
Contoh 2 — Investor di BEI
Pak Budi menaruh dana di deposito bank
Biaya peluangnya: potensi imbal hasil saham BBCA di Bursa Efek Indonesia yang tidak diambil
Hitung dari Nol: Biaya Peluang Kuliah vs Bekerja
Seorang lulusan SMA di Semarang mempertimbangkan kuliah S1 Manajemen selama satu tahun dibanding langsung bekerja sebagai staf pemasaran di sebuah UMKM.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Gaji staf pemasaran jika bekerja (Rp 4.000.000/bulan x 12)
Gaji yang hilang (implisit) + biaya kuliah (eksplisit)
Hitung dari Nol: Biaya Peluang Keputusan Investasi
Seorang investor memiliki dana Rp 100.000.000 dan harus memilih antara deposito bank (aman) atau saham BBCA di Bursa Efek Indonesia.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Imbal hasil jika di deposito (bunga ~4%/tahun)
100.000.000 x 4%
Rp 4.000.000
2. Estimasi imbal hasil jika di saham BBCA (~12%/tahun)
100.000.000 x 12%
Rp 12.000.000
3. Biaya peluang memilih deposito dibanding saham
12.000.000 - 4.000.000
Rp 8.000.000
Biaya Peluang Keputusan
Rp 8 juta/tahun
Selisih imbal hasil saham BBCA yang tidak diambil, dikorbankan demi keamanan deposito
Angka imbal hasil saham bersifat estimasi (~) — dalam praktik, saham juga membawa risiko fluktuasi harga yang tidak dimiliki deposito.
Kurva Kemungkinan Produksi (Production Possibility Frontier)
PPF menggambarkan seluruh kombinasi maksimum dua barang yang bisa diproduksi suatu perekonomian dengan sumber daya & teknologi yang tetap.
Titik A ada di atas kurva (efisien, semua sumber daya terpakai), titik B di dalam kurva (ada sumber daya menganggur/tidak efisien), titik C di luar kurva (mustahil dicapai tanpa tambahan sumber daya atau teknologi baru).
PPF: Efisiensi, Trade-Off, dan Pertumbuhan Ekonomi
Tahap
Yang Terjadi
Makna Ekonomi
1. Bergerak sepanjang kurva (dari titik A ke titik lain di kurva yang sama)
Tambah produksi tekstil, kurangi produksi pangan
Ini adalah biaya peluang — trade-off antar barang dengan sumber daya tetap
2. Seluruh kurva bergeser ke luar (dari kurva lama ke kurva baru yang lebih besar)
Kapasitas produksi total bertambah
Ini adalah pertumbuhan ekonomi — dipicu tambahan sumber daya, investasi, atau teknologi baru
Contoh nyata: ketika UMKM tekstil di Jawa Tengah mengadopsi mesin tenun otomatis, PPF-nya bergeser ke luar — mampu produksi lebih banyak kain tanpa mengorbankan produksi lainnya.
Bagian 3 dari 3
Sistem Ekonomi & Cara Berpikir Ekonom
Diskusi kelas: Mengapa Indonesia disebut menganut sistem ekonomi campuran, bukan sistem pasar murni atau komando murni?
Tiga Pertanyaan Dasar Setiap Perekonomian
Apa
Barang Apa?
Barang & jasa apa yang diproduksi dengan sumber daya terbatas — misalnya lebih banyak beras atau lebih banyak jagung?
Bagaimana
Cara Produksi?
Menggunakan tenaga kerja intensif atau mesin otomatis, seperti perdebatan otomasi di pabrik garmen Indonesia.
Untuk Siapa
Distribusi?
Siapa yang menikmati hasil produksi — via harga pasar, subsidi pemerintah, atau kombinasi keduanya.
Setiap sistem ekonomi — pasar, komando, atau campuran — pada dasarnya adalah cara berbeda untuk menjawab tiga pertanyaan ini.
Tiga Jenis Sistem Ekonomi
Sistem
Ciri Utama
Contoh Ilustratif
Pasar (market economy)
Harga & keputusan ditentukan mekanisme permintaan-penawaran, minim campur tangan pemerintah
Amerika Serikat (relatif dominan pasar)
Komando (command economy)
Pemerintah pusat menentukan apa, bagaimana, dan untuk siapa barang diproduksi
Korea Utara
Campuran (mixed economy)
Kombinasi mekanisme pasar dengan regulasi & subsidi pemerintah
Indonesia — pasar bebas berjalan berdampingan dengan BUMN, subsidi BBM, dan regulasi harga
Indonesia menganut sistem campuran: usaha swasta seperti Tokopedia & UMKM bebas bersaing di pasar, sementara pemerintah tetap mengatur harga BBM bersubsidi & menyediakan layanan publik lewat BUMN.
Cara Berpikir Ekonom: Model, Asumsi, dan Ceteris Paribus
Model & Asumsi
Ekonom menyederhanakan realitas lewat model & asumsi agar bisa dianalisis
Ceteris paribus (bhs. Latin) = "hal-hal lain dianggap tetap"
Contoh: "jika harga BBM naik, ceteris paribus, permintaan mobil pribadi turun" — mengabaikan faktor lain untuk sementara
Ekonomi Positif vs Normatif
Positif: pernyataan fakta & sebab-akibat, bisa diuji — "kenaikan PPN menaikkan harga jual"
Memahami biaya peluang & PPF membantu menentukan harga jual produk UMKM yang menutup biaya sekaligus kompetitif.
Alokasi Anggaran
Budgeting
Setiap rupiah anggaran pemasaran yang dialokasikan ke satu kanal adalah biaya peluang dari kanal lain yang tidak dipilih.
Keputusan Investasi
Investasi
Manajer keuangan membandingkan proyek A vs B dengan logika biaya peluang yang identik dengan contoh saham BBCA tadi.
Seluruh mata kuliah manajemen — pemasaran, keuangan, operasi — pada akarnya memakai cara berpikir ekonomi mikro: kelangkaan sumber daya memaksa keputusan trade-off yang optimal.
Latihan: Hitung Biaya Peluang Pribadi Anda
Tugas individu, dikumpulkan sebelum pertemuan berikutnya (maksimal 1 halaman).
Instruksi
Pilih satu keputusan nyata yang pernah/akan Anda ambil (mis. kuliah vs kerja, menabung vs investasi, membeli barang A vs B)
Identifikasi alternatif terbaik yang Anda korbankan
Hitung biaya peluang eksplisit (uang) & implisit (waktu/kesempatan) sesuai format tabel "Hitung dari Nol" di slide 10-11
Tuliskan kesimpulan: apakah pilihan Anda tetap rasional setelah menghitung biaya peluangnya?
Kumpulkan via portal LMS sebelum pertemuan 2 dimulai. Format bebas asal memuat tabel perhitungan & kesimpulan.
Rangkuman & Persiapan Pertemuan Berikutnya
Yang Sudah Kita Pelajari
Ilmu ekonomi = alokasi sumber daya terbatas untuk kebutuhan tak terbatas
Kelangkaan memaksa pilihan; pilihan selalu punya biaya peluang
PPF menggambarkan trade-off & pertumbuhan ekonomi
Sistem ekonomi (pasar/komando/campuran) menjawab 3 pertanyaan dasar
Pertemuan 2: Permintaan & Penawaran
Hukum permintaan & penawaran
Keseimbangan pasar (equilibrium)
Pergeseran kurva vs pergerakan sepanjang kurva
Referensi utama: Pindyck & Rubinfeld, Microeconomics; Mankiw, Principles of Economics — bab pengantar & masalah ekonomi.