‹ Daftar slidePertemuan 14: Keseimbangan Pasar Uang: Kurva LM & IS-LM
Program Studi Manajemen • FEB UNDIP
Pengantar Ekonomi Makro
Pertemuan 14 — Keseimbangan Pasar Uang: Kurva LM & IS-LM
Bagaimana suku bunga dan pendapatan nasional ditentukan secara simultan oleh pasar uang dan pasar barang — fondasi analisis kebijakan moneter dan fiskal.
RPS MINGGU 15 • SUB-CPMK 13 • DURASI 2 × 50 MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda mampu menganalisis keseimbangan di pasar uang (Sub-CPMK 13). Secara rinci:
CAPAIAN 1 — DERIVASI LM
Md = Ms
Menurunkan kurva LM dari kondisi keseimbangan pasar uang secara aljabar menggunakan angka konkret.
CAPAIAN 2 — GESER LM
Ms, P
Menjelaskan slope positif LM dan faktor penggesernya: jumlah uang beredar (Ms) dan tingkat harga (P).
CAPAIAN 3 — IS-LM
Y*, r*
Menyelesaikan sistem IS-LM simultan untuk memperoleh pendapatan nasional dan suku bunga keseimbangan.
CAPAIAN 4 — KEBIJAKAN
Fiskal & Moneter
Menganalisis crowding out, transmisi moneter, dan liquidity trap dalam kerangka IS-LM.
BI Rate Naik — Apa yang Terjadi pada Ekonomi?
Bank Indonesia menaikkan BI Rate dari 3,50% (Agustus 2022) ke 6,00% (Oktober 2023) — kenaikan 250 bps (basis points) dalam 14 bulan.
PASAR UANG
r ↑
BI Rate naik → r naik → memegang uang lebih mahal → permintaan uang (Md) turun → uang mengalir ke aset berbunga. Kurva LM bergeser.
PASAR BARANG
Y ↓
r naik → investasi perusahaan (I) turun → permintaan agregat melemah → pertumbuhan GDP melambat. Efek lewat kurva IS.
IS-LM adalah model yang menjelaskan kedua efek ini secara bersamaan. Hari ini kita bangun kerangkanya dari bawah.
Blok 1 dari 4
Keseimbangan Pasar Uang & Derivasi Kurva LM
Dari Md = Ms ke kurva di ruang (Y, r) — memahami mengapa pasar uang menghasilkan slope positif.
Md = Ms ⇒ Kurva LM
Permintaan Uang (Md): Dua Motif Utama
Mengapa orang mau memegang uang tunai, bukan semua ditaruh di saham atau obligasi?
MOTIF TRANSAKSI
k · Y
Uang dibutuhkan untuk membeli barang & jasa sehari-hari. Makin tinggi pendapatan (Y), makin besar transaksi, makin besar Md (k = kepekaan Md terhadap Y; k > 0).
MOTIF SPEKULASI
−h · r
Uang sebagai alternatif aset berbunga. Makin tinggi suku bunga (r), makin mahal memegang uang (biaya peluang), makin kecil Md (h = kepekaan Md terhadap r; h > 0).
Md = k·Y − h·r
Md naik jika Y naik (searah); Md turun jika r naik (berlawanan). Hubungan ganda inilah yang melahirkan slope positif LM.
Penawaran Uang (Ms) dan Keseimbangan Pasar Uang
Ms (money supply — jumlah uang beredar) adalah variabel kebijakan — ditentukan oleh Bank Indonesia, bukan oleh r atau Y.
MEKANISME PENYESUAIAN
r di atas r*: Md < Ms → orang beli obligasi → harga obligasi naik → r turun ke r*
r di bawah r*: Md > Ms → orang jual obligasi → harga obligasi turun → r naik ke r*
Keseimbangan: k·Y − h·r = M/P
Dari Keseimbangan Pasar Uang ke Kurva LM
Kurva LM adalah himpunan semua (Y, r) yang memenuhi syarat Md = Ms.
LANGKAH DERIVASI ALJABAR
Langkah
Persamaan
Mulai dari kondisi keseimbangan
k·Y − h·r = M/P
Isolasi r
h·r = k·Y − M/P
Bagi dengan h → bentuk r = f(Y)
r = (k/h)·Y − (1/h)·(M/P)
Alternatif: isolasi Y → bentuk Y = f(r)
Y = (M/P)/k + (h/k)·r
Slope LM = k/h > 0 (positif, karena k > 0 dan h > 0). Makin besar k atau makin kecil h → LM makin curam. Intercept bergeser jika M/P berubah (pergeseran kurva LM).
Hitung dari Nol — HDN-1: Derivasi Persamaan LM
Diketahui: M/P = 500 • k = 0,5 • h = 10. Turunkan persamaan LM (r sebagai fungsi Y).
Langkah
Perhitungan
Nilai
Persamaan keseimbangan
Md = Ms → k·Y − h·r = M/P
0,5Y − 10r = 500
Isolasi h·r
10r = 0,5Y − 500
—
Bagi dengan h = 10
r = (0,5/10)·Y − 500/10
r = 0,05Y − 50
Bentuk Y = f(r)
Y = r/0,05 + 500/0,05
Y = 20r + 1.000
Verifikasi (Y = 1.000)
r = 0,05(1.000) − 50 = 50 − 50
r = 0 ✓
Verifikasi (Y = 1.200)
r = 0,05(1.200) − 50 = 60 − 50
r = 10 ✓
LM: r = 0,05Y − 50 atau setara Y = 20r + 1.000. Slope = 0,05 (positif). Ketika Y naik 200, r naik 10.
Coba Sendiri: Geser Y, Bangun Kurva LM dari Pasar Uang
Geser pendapatan Y dan lihat permintaan uang bergeser mencari keseimbangan baru dengan penawaran uang, sekaligus amati zona liquidity trap.
Intuisi Slope Positif LM: Rantai Sebab-Akibat
Slope positif LM bukan hafalan — ada logika ekonomi yang ketat di baliknya.
1Y naik → pendapatan lebih tinggi → kebutuhan transaksi meningkat → masyarakat ingin pegang lebih banyak uang.
2Md naik → pada Ms yang tetap → kelebihan permintaan uang → orang menjual obligasi (mis. SBN) untuk dapat uang tunai.
3Harga obligasi turun → banyak yang jual → r naik sampai Md kembali = Ms (keseimbangan baru).
Y ↑ → Md ↑ → r ↑ (Ms tetap). Y dan r bergerak searah → LM slope positif. Kontras: IS: Y ↑ → S ↑ → r ↓ (slope negatif).
Blok 2 dari 4
Persamaan LM Aljabar & Pergeseran Kurva LM
Apa yang menggeser LM? Kebijakan moneter, tingkat harga, dan ekspektasi — serta implikasinya pada keseimbangan.
Persamaan LM: Tiga Bentuk yang Setara
Persamaan yang sama bisa dinyatakan dalam tiga cara — pilih sesuai konteks soal.
Bentuk
Persamaan
Digunakan untuk
Keseimbangan pasar
k·Y − h·r = M/P
Titik tolak derivasi
LM → r = f(Y)
r = (k/h)·Y − (M/P)/h
Grafik LM di ruang r-Y
LM → Y = f(r)
Y = (M/P)/k + (h/k)·r
Substitusi ke IS untuk cari Y*
KOMPONEN KUNCI
Slope di r = f(Y): k/h — makin besar k atau makin kecil h → LM makin curam
Intercept: bergeser jika M/P berubah — inilah yang terjadi saat kebijakan moneter dijalankan
Penggeser LM: Ms (kebijakan moneter BI), P (tingkat harga umum), ekspektasi inflasi
Faktor Penggeser Kurva LM
LM bergeser ketika M/P berubah — bukan saat r atau Y berubah (itu pergerakan di sepanjang LM).
LM GESER KE KANAN (ekspansif)
M/P ↑
Ms naik (BI longgarkan moneter, beli SBN di pasar) → M/P naik
P turun (deflasi) → M/P naik → efek sama
Dampak: Y naik, r turun (pada IS tetap)
LM GESER KE KIRI (kontraktif)
M/P ↓
Ms turun (BI ketatkan moneter, jual SBN) → M/P turun
P naik (inflasi) → M/P turun → efek sama
Dampak: Y turun, r naik (pada IS tetap)
Inflasi yang tidak dikontrol secara otomatis menggeser LM ke kiri — pendapatan nasional riil turun meskipun tidak ada perubahan kebijakan moneter nominal.
Studi Kasus: Siklus BI Rate 2022–2024
BI Rate naik agresif 2022–2023 untuk kendalikan inflasi, lalu mulai turun 2024 untuk stimulasi. Terjemahkan ke pergeseran LM.
Periode
BI Rate
Arah LM
Logika
Jan 2022
3,50%
LM baseline
Pasca-COVID, moneter longgar
Ags 2022 – Okt 2023
3,50% → 6,00%
LM ← geser kiri
BI ketatkan moneter; M/P turun
Sep 2024
6,00% → 5,75%
LM mulai geser kanan
BI mulai longgarkan; M/P naik
Setiap kali BI menaikkan BI Rate, secara analitis LM bergeser ke kiri → r naik, Y cenderung turun. Pengetatan untuk tekan inflasi, dengan biaya melambatkan pertumbuhan.
Blok 3 dari 4
IS-LM: Keseimbangan Simultan & Kebijakan
Menyatukan dua pasar — pasar barang (IS) dan pasar uang (LM) — untuk menentukan Y* dan r* secara bersamaan.
IS: Y = a − b·r • LM: Y = (M/P)/k + (h/k)·r → selesaikan simultan
Model IS-LM: Satu Titik Keseimbangan Simultan
IS dan LM berpotongan tepat di satu titik: (Y*, r*) — keseimbangan yang mengosongkan kedua pasar sekaligus.
TIGA WILAYAH DI SEKITAR TITIK E
Kiri IS: kelebihan tabungan → tekanan r turun
Kanan LM: kelebihan Md → tekanan r naik
Tepat di E: kedua pasar seimbang → stabil
Hanya satu kombinasi (Y*, r*) yang stabil. Setiap kebijakan yang menggeser IS atau LM akan memindahkan titik E ke posisi baru.
Hitung dari Nol — HDN-2: Keseimbangan IS-LM
Diketahui: IS: Y = 1.200 − 100r • LM: Y = 800 + 50r. Cari Y* dan r*.
Langkah
Perhitungan
Hasil
Set IS = LM
1.200 − 100r = 800 + 50r
—
Kumpulkan suku r
1.200 − 800 = 50r + 100r
400 = 150r
Selesaikan r*
r* = 400 / 150 = 8/3
r* ≈ 2,67%
Substitusi ke IS
Y* = 1.200 − 100 × (8/3) = 1.200 − 266,67
—
Hasil Y*
Y* = 2.800/3
Y* ≈ 933,33
Verifikasi via LM
Y* = 800 + 50 × (8/3) = 800 + 133,33
933,33 ✓
Y* ≈ 933,33 • r* ≈ 2,67%. Kedua pasar seimbang. Prosedur: set IS = LM → selesaikan r* → substitusi balik → verifikasi.
Coba Sendiri: Geser IS atau LM, Amati Titik E Berpindah
Geser kurva IS lewat kebijakan fiskal atau kurva LM lewat kebijakan moneter, lalu amati titik keseimbangan (Y*, r*) baru dan efek crowding out.
Kebijakan Fiskal dalam IS-LM: Crowding Out
Stimulus fiskal (G naik atau T turun) menggeser IS ke kanan — tetapi crowding out membatasi kenaikan Y.
RANTAI TRANSMISI FISKAL
G naik → AD naik → IS → IS' (geser kanan)
E' baru: Y naik, r juga naik
r naik → investasi swasta (I) turun → crowding out
Kenaikan Y bersih < multiplikator penuh
Crowding out = investasi swasta terdesak oleh kenaikan r. Semakin curam LM (h kecil), semakin besar crowding out.
Kebijakan Moneter dalam IS-LM: Transmisi ke Y
Ekspansi moneter (Ms naik) menggeser LM ke kanan — Y naik dan r turun secara simultan.
RANTAI TRANSMISI KEBIJAKAN MONETER (OPT = OPERASI PASAR TERBUKA)
BI beli SBN→Ms naik→M/P naik→LM geser kanan→Y ↑, r ↓→I naik
IS LANDAI (b besar)
Investasi sensitif ke r → transmisi moneter kuat → Y naik banyak.
IS CURAM (b kecil)
Investasi tidak sensitif ke r → transmisi lemah → Y naik sedikit.
Fiskal: r naik, Y naik. Moneter: r turun, Y naik. Arah r adalah cara cepat membedakan kebijakan di diagram.
Hitung dari Nol — HDN-2B: Dampak Ekspansi Moneter
Dari HDN-2: IS: Y = 1.200 − 100r; LM lama: Y = 800 + 50r → Y* ≈ 933,33; r* ≈ 2,67%. Kini Ms naik sehingga LM baru: Y = 900 + 50r.
Langkah
Perhitungan
Hasil
Set IS = LM baru
1.200 − 100r = 900 + 50r
—
Kumpulkan suku r
1.200 − 900 = 50r + 100r
300 = 150r
Selesaikan r* baru
r* = 300 / 150
r* = 2,00%
Substitusi ke IS
Y* = 1.200 − 100 × 2 = 1.200 − 200
Y* = 1.000
Verifikasi via LM baru
Y* = 900 + 50 × 2 = 900 + 100
1.000 ✓
Perubahan
ΔY = 1.000 − 933,33 • Δr = 2,00 − 2,67
ΔY ≈ +66,67 • Δr ≈ −0,67 poin
Ekspansi moneter: Y naik ≈ 66,67 (dari 933,33 ke 1.000) dan r turun ≈ 0,67 poin (dari 2,67% ke 2,00%). LM geser kanan → keseimbangan lebih baik untuk output.
Liquidity Trap: Batas Bawah Nol Suku Bunga (ZLB)
Kondisi ekstrem: suku bunga mendekati nol, permintaan uang sangat elastis terhadap r — kebijakan moneter konvensional kehilangan daya.
LOGIKA LIQUIDITY TRAP
r ≈ 0 → publik harapkan r naik → lebih baik pegang uang tunai daripada beli obligasi yang pasti turun harganya
LM menjadi horizontal di level r rendah
Tambah Ms tidak menurunkan r lebih jauh → moneter lumpuh
Fiskal (geser IS) efektif: Y naik tanpa crowding out karena r tidak naik
Contoh historis: Jepang 1990-an–2000-an; Zona Euro pasca-2008. Instrumen non-konvensional: QE (quantitative easing).
Klasik vs Keynesian: Kemiringan IS & LM
Dua pandangan tentang sensitivitas investasi dan permintaan uang menghasilkan prediksi kebijakan yang berbeda.
PANDANGAN KEYNESIAN
IS landai (b besar — investasi sensitif ke r)
LM curam (h kecil — Md kurang sensitif ke r)
Moneter efektif (perubahan r berdampak besar pada I → Y)
Fiskal kurang efektif (crowding out besar karena LM curam)
Liquidity trap = fiskal lebih tepat
PANDANGAN KLASIK / MONETARIS
IS curam (b kecil — investasi tidak sensitif ke r)
LM vertikal (h ≈ 0 — teori kuantitas uang MV = PY)
Moneter powerful (jangka pendek)
Fiskal tidak efektif: crowding out 100% (jangka panjang)
Dalam praktik (BI + Kemenkeu): bauran kebijakan (policy mix) dikalibrasi sesuai kondisi aktual — moneter saat transmisi lancar, fiskal saat transmisi lemah.
Anchor Indonesia: BI, The Fed, dan Capital Flow
Keputusan Federal Reserve (The Fed, bank sentral AS) secara langsung mempengaruhi kurva LM Indonesia melalui dua saluran.
SALURAN CAPITAL FLOW
The Fed naikkan Fed Funds Rate → imbal hasil aset USD naik → modal asing keluar dari Indonesia (capital outflow) → rupiah melemah → impor mahal → inflasi naik → P naik → M/P turun → LM Indonesia geser kiri.
RESPONS BI
BI terpaksa ikut naikkan BI Rate untuk pertahankan stabilitas kurs dan cegah capital outflow lebih besar. BI Rate naik → pengetatan kondisi keuangan domestik → risiko perlambatan pertumbuhan Y.
Bank Sentral
Suku Bunga Awal
Puncak
Periode
The Fed (AS)
0,25%
5,50%
Mar 2022 – Jul 2023
Bank Indonesia
3,50%
6,00%
Ags 2022 – Okt 2023
Peta Konsep: Bagaimana IS-LM Terhubung
Model IS-LM adalah fondasi analisis jangka pendek. Diperluas ke model AS-AD (Aggregate Supply – Aggregate Demand) untuk analisis dengan harga fleksibel.
Cheat Sheet — IS-LM dalam Satu Tabel
Aspek
IS (Pasar Barang)
LM (Pasar Uang)
Kondisi keseimbangan
I = S (atau Y = AD)
Md = Ms
Persamaan
Y = a − b·r
r = (k/h)·Y − (M/P)/h
Slope (di ruang Y-r)
Negatif
Positif
Penggeser ke kanan
G↑, T↓ → geser IS kanan
Ms↑, P↓ → geser LM kanan
Kebijakan fiskal ekspansif
IS geser kanan → Y↑, r↑ (crowding out)
LM tetap
Kebijakan moneter ekspansif
IS tetap
LM geser kanan → Y↑, r↓
Liquidity trap
IS efektif (r tidak naik)
LM horizontal → moneter lumpuh
Cara cepat membedakan: Fiskal ekspansif → r naik. Moneter ekspansif → r turun. Kedua kebijakan ekspansif → Y naik.
Latihan & Diskusi Kelas
LATIHAN 1 — DERIVASI LM
HDN-Latihan
Diketahui: M/P = 600; k = 0,4; h = 8. Turunkan persamaan LM dalam bentuk r = f(Y). Berapa nilai r ketika Y = 1.000? (Petunjuk: ikuti prosedur HDN-1.)
LATIHAN 2 — KEBIJAKAN IS-LM
IS-LM + G↑
IS: Y = 1.500 − 80r • LM: Y = 1.000 + 40r. (a) Cari Y* dan r*. (b) G naik: IS baru Y = 1.600 − 80r. Hitung Y* dan r* baru. (c) Apakah ada crowding out? Mengapa?
Kerjakan 10 menit. Untuk soal 2, gambar IS-LM terlebih dahulu sebelum berhitung — ini membantu verifikasi arah perubahan Y dan r.
Ringkasan Akhir & Persiapan UAS
YANG SUDAH ANDA KUASAI HARI INI
Derivasi kurva LM dari Md = Ms
Slope positif LM: Y↑ → Md↑ → r↑
Keseimbangan IS-LM: Y* ≈ 933,33; r* ≈ 2,67%
Ekspansi moneter: Y naik +66,67; r turun −0,67 poin
Kaitkan konteks: BI Rate 2022–2024, Fed spillover, capital flow
IS-LM adalah 'mesin utama' analisis kebijakan makroekonomi jangka pendek. Model ini akan terus Anda gunakan di Ekonomi Makro lanjutan dan Analisis Kebijakan Publik.