‹ Daftar slidePertemuan 12: Keseimbangan Pasar Barang: Kurva IS
Program Studi Manajemen • FEB • Pengantar Ekonomi Makro
Pengantar Ekonomi Makro
Pertemuan 12 — Keseimbangan Pasar Barang: Kurva IS
Bagaimana suku bunga dan pengeluaran pemerintah menentukan output nasional — derivasi kurva IS (Investment = Saving — kondisi keseimbangan pasar barang di berbagai kombinasi suku bunga dan output) dan implikasi kebijakan fiskal.
RPS MINGGU 13 • SUB-CPMK 11 • DURASI 2 × 50 MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menganalisis keseimbangan di pasar barang (Sub-CPMK 11). Secara rinci:
CAPAIAN 1 — DERIVASI IS
DERIVASI
Menurunkan persamaan IS dari Y = C + I + G secara aljabar langkah per langkah hingga diperoleh hubungan r dan Y.
CAPAIAN 2 — SLOPE IS
SLOPE
Menjelaskan mengapa kurva IS berslope negatif menggunakan logika ekonomi, bukan sekadar rumus.
CAPAIAN 3 — PERGESER IS
PERGESER
Menghitung dan menggambar pergeseran IS akibat perubahan G (belanja pemerintah) atau T (pajak).
CAPAIAN 4 — CROWDING OUT
CROWDING OUT
Crowding out: mekanisme di mana peningkatan pengeluaran pemerintah menekan investasi swasta melalui kenaikan suku bunga. Dihubungkan ke konteks Indonesia.
Pertanyaan Pembuka: Apa Hubungan BI Rate dengan Pabrik Baru?
FAKTA BI RATE
6,25%
Bank Indonesia menetapkan BI Rate (suku bunga kebijakan Bank Indonesia — acuan suku bunga pasar uang jangka pendek) sebagai suku bunga acuan. Sejak pertengahan 2023, BI Rate dijaga di kisaran 5,75–6,25% untuk mengendalikan inflasi. (Verifikasi terkini: bi.go.id)
DAMPAK KE INVESTASI
BATAL?
Perusahaan yang berencana bangun pabrik atau beli mesin akan meminjam ke bank. Jika bunga kredit naik 2%, apakah proyek masih layak? Banyak yang batal atau ditunda.
Ini bukan soal pasar uang saja — ini menghubungkan keputusan keuangan dengan produksi riil (PDB). Itulah yang kurva IS analisis. Transmisi (proses menjalarnya perubahan suku bunga ke sektor riil melalui kredit perbankan) adalah mekanisme kuncinya.
Bagian 1 dari 4
Fondasi: Keseimbangan Pasar Barang
Apa syarat agar perekonomian berada dalam keseimbangan di pasar barang? Injeksi = kebocoran — dan dari mana investasi masuk ke dalam persamaan.
InjeksiKebocoranPasar Barang
Keseimbangan Pasar Barang: Syarat Dasar
Perekonomian seimbang di pasar barang ketika pengeluaran yang direncanakan (planned expenditure — jumlah yang ingin dibelanjakan agen ekonomi, berbeda dari pembelian aktual yang termasuk perubahan inventori tak direncanakan) sama dengan output yang diproduksi.
Y = C + I + G Keynesian Cross — output = permintaan agregat
I + G = S + T Injeksi (I,G) = Kebocoran (S,T)
Y = output/pendapatan nasional (PDB) | C = konsumsi rumah tangga | I = investasi yang direncanakan | G = pengeluaran pemerintah | S = tabungan | T = pajak neto
Dua persamaan ini ekuivalen — bisa dibuktikan dengan substitusi. IS menggunakan keduanya, tergantung buku teks. Injeksi = arus I dan G masuk ke aliran pendapatan; kebocoran = S dan T keluar dari konsumsi.
Fungsi Investasi: I = I₀ − b·r
Investasi bukanlah angka tetap. Semakin tinggi suku bunga (r), semakin mahal biaya meminjam → investasi turun.
I = I₀ − b·r
I₀ = investasi otonom (autonomous investment — bagian yang tidak bergantung pada r) |
b = sensitivitas investasi terhadap suku bunga (b > 0) |
r = suku bunga riil
Ilustrasi (I₀ = 300, b = 25):
r (%)
I = 300 − 25r
2
250
4
200
6
150
8
100
Semakin besar b, semakin curam respons investasi terhadap suku bunga → IS makin landai (dibahas Slide 23).
Model Keseimbangan Pasar Barang — Komponen Lengkap
Sebelum menurunkan IS, tetapkan setiap komponen secara eksplisit.
I = I₀ − b·r Turun saat suku bunga naik (lihat Slide 6). Komponen kritis yang memasukkan suku bunga ke dalam persamaan.
PENGELUARAN PEMERINTAH (G)
G = G̅ Eksogen (ditetapkan pemerintah via APBN, tidak tergantung Y atau r dalam model dasar).
PAJAK (T)
T = T̅ Eksogen (ditetapkan legislatif bersama pemerintah). T adalah pajak neto.
Substitusi C, I, G ke Y = C + I + G → manipulasi aljabar → persamaan IS (kurva r vs Y). Kita kerjakan di Slide 9.
Bagian 2 dari 4
Derivasi Kurva IS dari Nol
Aljabar langkah-per-langkah: dari Y = C + I + G hingga persamaan r sebagai fungsi Y. Dua worked example numerik lengkap.
Y = C + I + G → … → r = f(Y)
DerivasiNumerikGrafik IS
Hitung dari Nol — HDN-1: Derivasi Kurva IS
Diketahui: C = 200 + 0,75(Y−T); I = 300 − 25r; G = 100; T = 100. Turunkan persamaan IS.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Syarat keseimbangan
Y = C + I + G
—
2. Substitusi C
Y = 200 + 0,75(Y−T) + I + G
—
3. Masukkan T=100
Y = 200 + 0,75(Y−100) + I + G
Y = 200 + 0,75Y − 75 + I + G
4. Substitusi I dan G
Y = 200 + 0,75Y − 75 + (300−25r) + 100
—
5. Gabungkan konstanta
200 − 75 + 300 + 100 = 525
Y = 525 + 0,75Y − 25r
6. Pindahkan 0,75Y ke kiri
Y − 0,75Y = 525 − 25r
0,25Y = 525 − 25r
7. Bagi kedua sisi ÷ 0,25
Y = 525/0,25 − (25/0,25)r
Y = 2100 − 100r
8. Bentuk r = f(Y)
r = (2100 − Y)/100
r = 21 − 0,01Y
Persamaan IS: Y = 2100 − 100r atau r = 21 − 0,01Y. Konstanta 525 = 200−75+300+100. MPS (Marginal Propensity to Save = 1−MPC = 0,25) muncul di penyebut: koefisien r = b/MPS = 25/0,25 = 100.
Hitung dari Nol — HDN-2: Y Keseimbangan pada Dua Suku Bunga
Gunakan persamaan IS: Y = 2100 − 100r. Hitung Y saat r = 4% dan r = 8%.
Langkah
r = 4%
r = 8%
Persamaan IS
Y = 2100 − 100 × 4
Y = 2100 − 100 × 8
Kalikan
100 × 4 = 400
100 × 8 = 800
Kurangi dari 2100
2100 − 400 = 1700
2100 − 800 = 1300
Titik di grafik IS
(Y = 1700, r = 4%)
(Y = 1300, r = 8%)
Ketika r naik dari 4% ke 8% (naik 4 poin %), Y turun dari 1700 ke 1300 (turun 400 unit). Dua titik ini cukup untuk menggambar kurva IS.
Verifikasi slope: ΔY/Δr = −400/4 = −100 ✓ (konsisten dengan koefisien r di persamaan IS).
Kurva IS di Bidang r−Y
Setiap titik pada kurva IS adalah kombinasi (Y, r) yang menjaga pasar barang dalam keseimbangan.
DI ATAS IS (r tinggi)
Investasi rendah → kelebihan tabungan → pasar barang kelebihan pasokan (excess supply) → produksi turun → kembali ke IS.
DI BAWAH IS (r rendah)
Investasi tinggi → kekurangan pasokan (excess demand) → produksi naik → kembali ke IS.
Coba Sendiri: Geser Suku Bunga, Bangun Kurva IS
Geser suku bunga r dan amati investasi berubah, lalu lihat titik keseimbangan Y baru terplot langsung membentuk kurva IS.
Mengapa Kurva IS Berslope Negatif?
Bukan sekadar rumus — ada intuisi ekonomi yang kuat di baliknya.
INTUISI EKONOMI (3 LANGKAH)
1 r naik → biaya pinjaman naik
2 Investasi (I) turun
3 Lewat multiplier (kelipatan pengganda = 1/(1−MPC)), Y turun lebih besar
Jadi: r ↑ ⇒ Y ↓ (hubungan negatif)
BUKTI ALJABAR
Dari Y = 2100 − 100r: koefisien r = −100 < 0 → slope dY/dr = −100.
dY/dr = −b × multiplier = −25 × 4 = −100
Makin besar |koefisien|, makin landai IS (Y sangat responsif terhadap r).
Parameter
Efek pada Slope IS
b besar (investasi sangat responsif)
IS lebih landai (flat)
b kecil (investasi kurang responsif)
IS lebih curam (steep)
MPC besar (multiplier besar)
IS lebih landai
MPC kecil (multiplier kecil)
IS lebih curam
Bagian 3 dari 4
Faktor Pergeser Kurva IS
Apa yang membuat IS bergeser ke kanan atau ke kiri? G, T, ekspor — dan berapa besarnya pergeseran itu?
G (Pengeluaran Pemerintah)T (Pajak)EksporMultiplier
Apa yang Menggeser Kurva IS?
Segala perubahan pada pengeluaran otonom (bukan respons terhadap Y atau r) menggeser IS.
G NAIK (↑G)
Pengeluaran pemerintah naik → permintaan agregat naik → IS bergeser kanan (output lebih tinggi pada r yang sama). Kebijakan fiskal ekspansif (peningkatan G untuk mendorong output).
T NAIK (↑T)
Pajak naik → pendapatan disposabel turun → konsumsi turun → IS bergeser kiri. Kebijakan fiskal kontraktif (menaikkan T untuk mendinginkan perekonomian).
EKSPOR NAIK (↑X)
Permintaan eksternal naik → produksi domestik naik → IS bergeser kanan. Relevan untuk Indonesia (depresiasi rupiah, kenaikan harga komoditas).
Aturan arah: faktor yang menambah permintaan agregat → IS bergeser kanan. Faktor yang mengurangi permintaan agregat → IS bergeser kiri. Pengeluaran otonom = bagian pengeluaran yang tidak tergantung Y atau r.
Seberapa Jauh IS Bergeser? Multiplier Fiskal
Pergeseran IS bukan satu-satu dengan ΔG. Ada efek berlipat (multiplier — kelipatan pengganda, seberapa besar perubahan pengeluaran otonom berdampak pada output) karena setiap pengeluaran menghasilkan pendapatan yang sebagian dikonsumsi ulang.
ΔYIS = −ΔT × MPC/(1−MPC) MPC=0,75 → tax mult. = 0,75/0,25 = 3 IS bergeser kiri 3 × ΔT
Multiplier G (4) > Multiplier T (3) secara nilai absolut. Mengapa? Setiap rupiah G langsung masuk ke permintaan; setiap rupiah T pertama-tama dikurangi dari pendapatan, sebagian ditabung, baru sebagian dikonsumsi.
Hitung dari Nol — HDN-3: G Naik 100→150, Hitung IS Baru
G naik dari 100 ke 150 (ΔG = +50). Hitung persamaan IS baru, tentukan pergeseran, dan gambarkan.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Data baru
C=200+0,75(Y−100); I=300−25r; G=150; T=100
—
2. Y = C + I + G
Y = 200+0,75(Y−100)+(300−25r)+150
—
3. Gabungkan konstanta
200−75+300+150 = 575
Y = 575+0,75Y−25r
4. Kumpulkan Y di kiri
0,25Y = 575 − 25r
—
5. Bagi ÷ 0,25
Y = 575/0,25 − (25/0,25)r
Y = 2300 − 100r
6. r = 4%
Y = 2300 − 100×4 = 2300−400
Y = 1900
7. r = 8%
Y = 2300 − 100×8 = 2300−800
Y = 1500
r
Y (IS lama)
Y (IS baru)
Pergeseran
4%
1700
1900
+200
8%
1300
1500
+200
IS bergeser kanan 200 unit. Verifikasi: ΔG × multiplier = 50 × 4 = 200 ✓
Pajak (T) Naik → IS Bergeser Kiri
Ketika pemerintah menaikkan pajak (ΔT > 0), pendapatan disposabel turun → konsumsi turun → IS bergeser kiri.
Pergeseran IS karena ΔT = −(MPC / (1−MPC)) × ΔT = −tax multiplier × ΔT
Contoh: T naik dari 100 ke 150 (ΔT = +50) → tax multiplier = 0,75/0,25 = 3 → Pergeseran = −3 × 50 = −150 unit (IS bergeser kiri 150)
Kebijakan
Arah
Besar Pergeseran IS
↑G sebesar 50
Kanan
+200 unit (50 × 4)
↑T sebesar 50
Kiri
−150 unit (50 × 3)
Balanced budget multiplier (teorema Haavelmo): ΔG = ΔT = 50 → pergeseran IS neto = 200−150 = +50 = ΔG. Bahkan anggaran berimbang pun masih ekspansif.
Bagian 4 dari 4
Kebijakan Fiskal dan Crowding Out
IS bergeser kanan — bagus, output naik. Tapi apakah ada biaya? Bagaimana jika suku bunga ikut naik dan menekan investasi swasta?
FiskalCrowding OutIS-LM Preview
Transmisi Kebijakan Fiskal Ekspansif — 5 Langkah
Ketika G naik (APBN ekspansif), ikuti alur sebab-akibat berikut:
1
↑G — Pemerintah tambah pengeluaran (infrastruktur, subsidi, program sosial via APBN)
2
↑Permintaan Agregat — Y = C + I + G naik; ada kelebihan permintaan pada r awal
3
Produksi naik (× multiplier) — Perusahaan merespons; pendapatan naik, konsumsi naik lagi (efek berantai)
4
IS bergeser kanan — Pada setiap r, Y keseimbangan lebih tinggi
5
Outcome: Y ↑ — Besarnya tergantung apakah r ikut naik atau tidak — lihat Slide 20!
Langkah 4 hanya menunjukkan pergeseran IS. Outcome akhir Y dan r bergantung pada pasar uang (kurva LM) — preview Pertemuan 13!
Crowding Out: Ketika G Naik tapi Investasi Tertekan
Jika kenaikan G dibiayai dengan menerbitkan SBN → imbal hasil SBN naik → suku bunga naik → investasi swasta turun (crowding out parsial).
Mengapa harga SBN turun → yield naik? Bayangkan obligasi membayar kupon tetap Rp 10/tahun. Jika harga belinya Rp 100, yield = 10%. Jika pemerintah banjiri pasar dengan SBN baru sehingga harga jatuh ke Rp 80, yield pembeli baru = 10/80 = 12,5%. Kupon tetap + harga turun → yield naik otomatis. Imbal hasil SBN/yield (Surat Berharga Negara — tingkat pengembalian yang diminta investor atas obligasi pemerintah Indonesia) = acuan suku bunga.
TANPA CROWDING OUT (r tetap)
ΔY = 200
ΔG = 50, multiplier = 4 → ΔY = 200. Seluruh pergeseran IS terealisasi.
DENGAN CROWDING OUT (r naik)
ΔY < 200
ΔG = 50, r naik, ΔI < 0 → ΔY < 200. Pergeseran IS terealisasi hanya sebagian.
Crowding out parsial: output tetap naik, hanya tidak sebesar yang dijanjikan multiplier IS. Seberapa besar crowding out bergantung pada slope LM — Pertemuan 13.
Studi Kasus: APBN Ekspansif Indonesia dan Suku Bunga
Defisit APBN dibiayai SBN — lalu apa yang terjadi pada BI Rate, imbal hasil obligasi, dan investasi swasta?
DATA APBN (DJPPR Kemenkeu)
DJPPR (Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko — unit Kemenkeu yang mengelola penerbitan SBN). Defisit APBN Indonesia dijaga maksimum 3% PDB (UU Keuangan Negara). Dalam masa stimulus pandemi (2020–2021), defisit sempat melampaui itu dengan landasan hukum darurat. Penerbitan SBN meningkat signifikan. Verifikasi: djppr.kemenkeu.go.id
DATA BI & BKPM/InvestIndonesia
BKPM/InvestIndonesia (Badan Koordinasi Penanaman Modal — lembaga yang mencatat realisasi investasi Indonesia). BI Rate dinaikkan untuk mengendalikan inflasi dan nilai tukar. Realisasi investasi menunjukkan fluktuasi yang berkorelasi dengan siklus suku bunga. Verifikasi: bi.go.id & bkpm.go.id
Mekanisme IS-nya sama: ↑SBN → ↑yield → ↑biaya kredit → tekanan ke ↓I swasta. Hubungan nyata lebih kompleks (investor asing, nilai tukar, harga komoditas), tapi logika dasar IS tetap berlaku.
Preview IS-LM: Dua Pasar, Satu Keseimbangan
Kurva IS saja belum menentukan r dan Y secara unik. Kita butuh satu persamaan lagi dari pasar uang — itulah kurva LM (Liquidity preference = Money supply).
KURVA IS (hari ini)
Menggambarkan keseimbangan pasar barang untuk berbagai (r, Y). Slope negatif. Bergeser akibat kebijakan fiskal (G, T).
KURVA LM (Pertemuan 13)
Menggambarkan keseimbangan pasar uang untuk berbagai (r, Y). Slope positif. Bergeser akibat kebijakan moneter (jumlah uang beredar M).
Titik potong IS dan LM = keseimbangan umum (general equilibrium — kondisi di mana pasar barang dan pasar uang seimbang secara simultan) jangka pendek (r*, Y*).
Pendalaman: IS Curam vs IS Landai — Apa Bedanya?
Parameter b (sensitivitas investasi) dan MPC menentukan slope IS, dan ini punya implikasi kebijakan yang signifikan.
IS CURAM (b kecil atau MPC kecil)
Investasi tidak terlalu responsif terhadap suku bunga → perubahan r kecil dampaknya pada Y → IS hampir vertikal.
Implikasi: kebijakan moneter kurang efektif; kebijakan fiskal relatif lebih kuat.
IS LANDAI (b besar atau MPC besar)
Investasi sangat responsif terhadap suku bunga → perubahan r kecil berdampak besar pada Y → IS hampir horizontal.
Implikasi: kebijakan moneter sangat efektif; tapi crowding out juga lebih besar.
Bank Indonesia turunkan BI Rate → r ↓ → gerakan sepanjang IS → Y ↑
Tidak langsung melalui kredit perbankan. Lag 6–18 bulan.
Batas: zero lower bound (batas nol suku bunga), kepercayaan kredit.
Dikendalikan Bank Indonesia (OJK untuk stabilitas keuangan).
Dalam praktik Indonesia, bauran kebijakan (policy mix — kombinasi koordinasi kebijakan fiskal dan moneter) antara Kemenkeu dan Bank Indonesia adalah kunci. Koordinasi via Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK: Kemenkeu, BI, OJK, LPS).
Cheat Sheet — Semua yang Perlu Anda Ingat tentang Kurva IS
Rumus Inti
Komponen
Rumus / Konsep
Syarat keseimbangan
Y = C + I + G (atau I+G = S+T)
Fungsi konsumsi
C = C₀ + MPC(Y−T)
Fungsi investasi
I = I₀ − b·r
Multiplier pengeluaran
1/(1−MPC) = 1/MPS
Tax multiplier
MPC/(1−MPC)
Persamaan IS (contoh)
Y = 2100 − 100r; r = 21 − 0,01Y
Slope IS
dY/dr = −b × multiplier (< 0)
Pergeser IS
Perubahan
Arah IS
Besar Pergeseran
↑G (ΔG)
Kanan
ΔG × 4
↑T (ΔT)
Kiri
ΔT × 3
↑Ekspor
Kanan
ΔX × multiplier
↑I₀ (optimisme)
Kanan
ΔI₀ × multiplier
IS = locus (Y, r) (himpunan semua titik yang memenuhi keseimbangan pasar barang). Gerakan sepanjang IS = r berubah. Pergeseran IS = komponen otonom berubah.
Persiapan Pertemuan Berikutnya
Hari ini Anda telah menurunkan dan menganalisis kurva IS. Berikutnya: Kurva LM — Keseimbangan Pasar Uang.
YANG HARUS DIKUASAI SEKARANG
Dapat menurunkan persamaan IS dari nol
Menjelaskan slope IS negatif secara ekonomi (bukan sekadar rumus)
Menghitung pergeseran IS akibat ΔG dan ΔT
Menjelaskan mekanisme crowding out parsial
PERSIAPAN PERTEMUAN 13 (KURVA LM)
Baca Mankiw bab LM Curve / Money Market
Pertanyaan pemandu: “Mengapa permintaan uang turun ketika suku bunga naik? Dan mengapa LM berslope positif?”
Tinjau kembali jumlah uang beredar (M) dan persamaan Fisher (hubungan suku bunga nominal, riil, dan inflasi yang diharapkan)
Tugas kecil: Dengan parameter yang sama (C₀=200, MPC=0,75, T=100, I₀=300, b=25), turunkan sendiri IS baru jika G turun dari 100 ke 80. Berapa besar IS bergeser? Ke arah mana? Bawa jawaban ke Pertemuan 13.