‹ Daftar slidePertemuan 5: Teori Produksi (Fungsi Produksi, TP/MP/AP, Isoquant–Isocost)
FEB UNDIP · Pengantar Ekonomi Makro
Teori Produksi
Pertemuan 5 · Fungsi Produksi, TP/MP/AP, Isoquant–Isocost
Bagaimana perusahaan mengubah input (tenaga kerja & modal) menjadi output — dan berapa banyak input yang seharusnya dipakai.
RPS Minggu 5 · Sub-CPMK 5 · 2 × 50 menit
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda mampu menganalisis teori produksi (Sub-CPMK 5) — dari satu input sampai dua input.
Capaian 1 — Fungsi
Q=f(L,K)
Menulis fungsi produksi dan membedakan jangka pendek (≥1 input tetap) dari jangka panjang (semua input variabel).
Capaian 2 — TP/MP/AP
MP↓
Menghitung dan menggambar produksi total, marjinal, rata-rata; menemukan titik diminishing marginal returns.
Capaian 3 — Tiga Tahap
II
Membagi produksi jadi Tahap I/II/III dan menjelaskan mengapa produsen rasional selalu berproduksi di Tahap II.
Capaian 4 — Dua Input
MRTS
Isoquant–MRTS–isocost → menemukan kombinasi least-cost dan mengklasifikasikan returns to scale.
Dari Konsumen ke Produsen: Sisi Lain Pasar
Bayangkan Anda pemilik warung kopi. Anda punya satu gerai (modal tetap). Pertanyaan harian Anda: berapa barista yang harus saya pekerjakan?
1 Barista
😓
Antrian panjang, mesin espresso menganggur separuh waktu. Input tetap tak termanfaatkan.
3 Barista
🚀
Alur lancar — satu meracik, satu kasir, satu bersih-bersih. Output melonjak. Pembagian kerja optimal.
8 Barista
😵
Dapur sempit, saling sikut. Tambahan barista justru memperlambat. Terlalu banyak pekerja, satu mesin.
Ada titik optimal jumlah input. Sebelum titik itu, menambah pekerja sangat menguntungkan; sesudahnya, tambahan pekerja memberi makin sedikit — bahkan bisa merugikan. Itulah diminishing returns — inti Teori Produksi hari ini.
Bagian 1 dari 5
Fungsi Produksi & Jangka Waktu
Apa yang menghubungkan input dengan output, dan mengapa "jangka pendek" versus "jangka panjang" bukan soal kalender melainkan soal input mana yang masih bisa diubah.
Q = f(L, K)Jangka PendekJangka Panjang
Fungsi Produksi: Q = f(L, K)
Fungsi produksi adalah hubungan teknis yang menunjukkan output maksimum (Q) yang bisa dihasilkan dari setiap kombinasi input, dengan teknologi tertentu.
Q = f(L, K)
Input
L = tenaga kerja (labor) — jumlah pekerja/jam kerja
K = modal (capital) — mesin, gedung, peralatan
Kadang juga tanah & bahan baku
Proses
Teknologi mengubah input → output
Resep produksi yang diasumsikan efisien secara teknis
Tidak ada input yang terbuang
Output
Q = jumlah barang/jasa, diukur dalam unit fisik
Cangkir kopi, ton baja, unit konveksi
Selalu output maksimum yang mungkin
Kata kunci: maksimum. Fungsi produksi mengasumsikan efisiensi teknis — tanpa pemborosan. Contoh populer: Cobb-Douglas Q = L0,5 · K0,5 (pangkat = kontribusi tiap input).
Jangka Pendek vs Jangka Panjang
Pembedaannya bukan soal lamanya waktu, melainkan soal apakah ada input tetap.
Jangka Pendek (short run)
Minimal satu input tetap — biasanya modal K
Notasi: K = K̄ (garis atas = tetap/terkunci)
Hanya input variabel (biasanya L) yang bisa diubah
Di sinilah diminishing returns muncul
Contoh: gerai warung kopi tetap, ubah jumlah barista
Jangka Panjang (long run)
Semua input variabel — tidak ada yang terkunci tetap
Boleh bangun pabrik baru, beli mesin, rekrut massal
Di sinilah returns to scale dibahas
Bukan soal "berapa bulan" — tergantung industri
Contoh: boleh buka cabang baru, beli mesin tambahan
Maskapai bisa butuh tahunan untuk "jangka panjang" (pesawat mahal & lama dipesan). Tukang bakso bisa "jangka panjang" dalam hitungan hari (gerobak murah). Yang menentukan: ada/tidaknya input tetap.
Bagian 2 dari 5
Produksi Satu Input: TP, MP, AP
Kita kunci modal, lalu tambah tenaga kerja satu per satu. Tiga ukuran — total, marjinal, rata-rata — akan bercerita kapan tambahan pekerja mulai memberi makin sedikit.
TPMPAPDiminishing Returns
Tiga Ukuran Produksi: TP, MP, AP
Dengan modal tetap (K̄) dan tenaga kerja L yang berubah, kita ukur output dari tiga sudut.
TP (Total Product) = Q = f(L, K̄) — total output dari L pekerja MP (Marginal Product) = ΔTP / ΔL — tambahan output dari satu pekerja terakhir AP (Average Product) = TP / L — output per pekerja rata-rata
Hubungan kunci MP–AP (akan kita buktikan dengan angka): · Ketika MP > AP → AP naik
· Ketika MP < AP → AP turun
· Ketika MP = AP → AP maksimum Analogi: nilai ujian terakhir vs rata-rata kelas — kalau di atas rata-rata, rata-rata naik; kalau di bawah, rata-rata turun.
Hitung dari Nol #1 — Skedul Produksi Warung Kopi
Modal tetap (1 gerai). Tambah barista (L) satu per satu. TP = output (gelas/jam). Hitung MP = ΔTP/ΔL dan AP = TP/L.
L (barista)
TP (gelas/jam)
MP = ΔTP/ΔL
AP = TP/L
Catatan
0
0
—
—
1
2
2
2,00
2
9
7
4,50
3
24
15
8,00
4
40
16 ← MP maks
10,00
Diminishing returns mulai setelah ini
5
55
15
11,00 ← AP maks
MP memotong AP di sini
6
65
10
10,83
7
69
4
9,86
TP maks
8
68
−1 ← MP negatif
8,50
TP turun — Tahap III
Tiga titik balik: MP maks di L=4 (diminishing returns mulai) · AP maks di L=5 (MP memotong AP) · TP maks di L=7 (MP→0, lalu negatif di L=8).
Membaca Kurvanya
Plot tabel tadi jadi dua panel bertumpuk (sumbu-X sama: L). Tiga aturan geometris muncul.
3 Aturan Geometris: (1) MP = kemiringan TP. (2) TP maks ⇒ MP = 0. (3) AP maks ⇒ MP = AP (titik potong kedua kurva).
Hukum Hasil Marjinal yang Menurun
Pernyataan hukum: "Jika satu input ditambah terus-menerus sementara input lain tetap, maka mulai dari titik tertentu, tambahan output (MP) dari setiap unit input tambahan akan menurun."
Syarat
≥1
input tetap
Ini adalah fenomena jangka pendek — ada modal yang terkunci tetap.
Kapan Mulai
L=5
MP turun dari 16
Setelah L=4 (MP maks=16), MP turun: 15→10→4→−1. TP masih naik hingga L=7.
Mengapa
K̄
modal rebutan
Input variabel makin banyak "berebut" modal tetap yang terbatas — terlalu banyak barista, satu mesin.
Yang menurun adalah MP (tambahan output), bukan TP. TP masih naik selama MP > 0 (sampai L=7). Hukum ini bukan tentang teknologi buruk — bahkan teknologi terbaik tunduk padanya karena input tetap selalu langka.
Bagian 3 dari 5
Tiga Tahap Produksi
Kurva TP, MP, AP membagi wilayah produksi jadi tiga tahap. Hanya satu tahap yang masuk akal bagi produsen rasional.
Tahap ITahap IITahap III
Tiga Tahap Produksi
Batas tahap ditentukan oleh dua titik kritis: AP maksimum (L=5) dan MP = 0 / TP maksimum (L=7).
Tahap I
Tahap II ✓
Tahap III
Rentang L
0 → 5 (AP maks)
5 → 7 (MP = 0)
> 7
AP
naik
turun
turun
MP
> AP, lalu = AP
positif tapi < AP
negatif
TP
naik (cepat)
naik (melambat)
turun
Ciri
input tetap "kurang termanfaatkan"
wilayah rasional
input variabel berlebih
Batas Tahap I–II = AP maksimum (L=5). Batas Tahap II–III = TP maksimum / MP = 0 (L=7). Di luar skedul kita: batas sama persis berlaku untuk setiap skedul produksi.
Coba Sendiri: Ubah Jumlah Pekerja, Amati TP/MP/AP
Tambah jumlah input variabel dan lihat tiga kurva bergerak bersama, lengkap dengan tanda batas tiga tahap produksi.
Kenapa Selalu Tahap II?
Tolak Tahap I
AP masih naik
Setiap tambahan input variabel menaikkan produktivitas rata-rata
Berhenti di sini berarti meninggalkan keuntungan di meja
Input tetap belum dipakai optimal — rugi
Tolak Tahap III
MP negatif
Tambahan input justru menurunkan TP
Tidak ada produsen waras membayar pekerja yang membuat output berkurang
Murugikan secara ekonomis & finansial
Pilih Tahap II
MP positif tapi menurun, AP menurun
Di sinilah trade-off ekonomi sesungguhnya berlangsung
Titik paling untung tergantung harga input vs harga output
Dibahas di Pertemuan 6: biaya & laba
Ringkas: Tahap I = "kurang pekerja", Tahap III = "kelebihan pekerja", Tahap II = "tepat sasaran". Titik paling optimal dalam Tahap II baru bisa ditemukan setelah harga masuk hitungan.
Bagian 4 dari 5
Dua Input: Isoquant & Isocost
Naik ke jangka panjang: kedua input — tenaga kerja DAN modal — kini bisa diubah. Pertanyaannya berubah jadi: kombinasi input mana yang termurah untuk satu tingkat output?
IsoquantMRTSIsocostLeast-Cost
Isoquant: Peta Tingkat Output
Isoquant = kurva yang menghubungkan semua kombinasi (L, K) yang menghasilkan output Q yang sama. ("iso" = sama, "quant" = kuantitas.)
Ciri Isoquant
Miring turun: kurang K harus diganti lebih L untuk Q tetap
Cembung ke origin: makin sedikit modal sisa, makin mahal menggantikannya
Tidak berpotongan: satu titik tidak bisa di dua tingkat output sekaligus
Makin jauh dari origin = output makin tinggi
Analog produsen dari kurva indiferens konsumen (Pertemuan 3). Bedanya: isoquant berlabel angka output yang kardinal dan terukur (Q=12, Q=20…), bukan sekadar "lebih disukai".
MRTS — Marginal Rate of Technical Substitution
MRTS = berapa banyak modal (K) yang bisa dikurangi bila tenaga kerja (L) ditambah satu unit, dengan output tetap.
MRTS = −ΔK / ΔL = MPL / MPK
Kenapa = MPL/MPK? Sepanjang isoquant, output tak berubah: tambahan output dari L (=MPL·ΔL) harus persis menutup hilangnya output dari K (=MPK·ΔK). Maka MPL·ΔL = MPK·|ΔK| ⇒ |ΔK/ΔL| = MPL/MPK.
MRTS Menurun — Isoquant Q=12 (L·K=144), fungsi Q=√(L·K):
Hitung dari Nol #2 — MRTS di Sepanjang Isoquant Q = 12
Fungsi Q = √(L·K). Untuk Q = 12 ⇒ L·K = 144. Pilih lima titik di isoquant ini, hitung MRTS busur −ΔK/ΔL.
Titik
L
K
L·K
Cek Q=√(L·K)
MRTS busur ke titik berikutnya
A
4
36
144
√144 = 12 ✓
−(24−36)/(6−4) = 6,00
B
6
24
144
12 ✓
−(16−24)/(9−6) = 2,67
C
9
16
144
12 ✓
−(12−16)/(12−9) = 1,33
D
12
12
144
12 ✓
−(9−12)/(16−12) = 0,75
E
16
9
144
12 ✓
—
Semua titik beri Q = √144 = 12 (output identik — memang satu isoquant). MRTS turun: 6,00 → 2,67 → 1,33 → 0,75 ⇒ diminishing MRTS ⇒ isoquant cembung terbukti.
Isocost: Garis Anggaran Produsen
Isocost = garis yang menghubungkan semua kombinasi (L, K) dengan total biaya yang sama. Analog garis anggaran konsumen (Pertemuan 3).
C = w·L + r·K
Bentuk & Titik Potong
Garis lurus di ruang L–K
Tulis ulang: K = C/r − (w/r)·L
Titik potong K-axis: C/r (kalau L=0, beli semua modal)
Titik potong L-axis: C/w (kalau K=0, beli semua tenaga kerja)
Kemiringan & Pergeseran
Kemiringan = −w/r (rasio harga input, negatif)
Makin mahal L relatif terhadap K → garis makin curam
Geser menjauh dari origin = anggaran lebih besar
Garis sejajar = rasio harga w/r tetap sama
Notasi: w = upah per unit tenaga kerja (wage); r = sewa modal per unit modal (rental rate). Kemiringan −w/r mencerminkan harga relatif kedua input di pasar.
Keseimbangan Produsen (Least-Cost)
Kombinasi input termurah untuk sebuah output ada di titik isocost menyinggung (tangen) isoquant.
MRTS = MPL / MPK = w / r ⟺ MPL / w = MPK / r
Tafsir 1 — Kemiringan
Di titik singgung, kemiringan isoquant (MRTS) = kemiringan isocost (w/r). Tidak ada kombinasi lebih murah untuk output itu — bergerak ke mana pun di isoquant pasti naik ke isocost lebih mahal.
Tafsir 2 — Bang for the Buck
MPL/w = MPK/r ⇒ tambahan output per rupiah dari tiap input sama. Kalau belum sama, geser anggaran ke input yang lebih "untung per rupiah" hingga keduanya seimbang.
Dua tujuan, satu titik: (a) output maks untuk biaya tertentu, atau (b) biaya min untuk output tertentu — keduanya bertemu di titik singgung yang sama.
Hitung dari Nol #3 — Kombinasi Input Termurah
UMKM konveksi. Q = √(L·K). Upah w = Rp 20.000/jam-orang, sewa mesin r = Rp 40.000/jam-mesin, anggaran C = Rp 800.000. Cari L*, K* yang least-cost.
Langkah
Perhitungan
Hasil
1. Syarat MRTS = w/r
MRTS = K/L (dari Q=√LK) = 20.000/40.000
K = 0,5 · L
2. Substitusi ke isocost
800.000 = 20.000·L + 40.000·(0,5L) = 40.000·L
40.000·L = 800.000
3. Hitung L*
800.000 / 40.000
L* = 20 jam-orang
4. Hitung K*
0,5 × 20
K* = 10 jam-mesin
5. Cek biaya
20.000·20 + 40.000·10 = 400.000 + 400.000
Rp 800.000 ✓
6. Output Q*
Q = √(20 × 10) = √200
Q* ≈ 14,14 unit
Cek tangensi: MPL/MPK = K/L = 10/20 = 0,5 = w/r = 20.000/40.000. ✓ Titik (L=20, K=10) memang least-cost.
Coba Sendiri: Temukan Kombinasi Input Termurah
Geser garis isocost pada peta isoquant dan cari titik singgung di mana MRTS sama persis dengan rasio harga input.
Bagian 5 dari 5
Returns to Scale & Sintesis
Pertanyaan terakhir jangka panjang: kalau semua input dilipatgandakan, output naik berapa kali? Dan jangan tertukar dengan diminishing returns.
IRS — IncreasingCRS — ConstantDRS — Decreasing
Returns to Scale (Skala Hasil)
Lipatgandakan semua input dengan faktor t (mis. t=2). Bagaimana output berubah? Untuk Cobb-Douglas Q = La·Kb: jumlahkan pangkat.
Increasing (IRS)
>2×
output naik lebih dari t kali
Sebab: spesialisasi, efisiensi skala besar. Cobb-Douglas: a + b > 1. Contoh: Q=L0,6K0,6.
Constant (CRS)
=2×
output naik persis t kali
Replikasi sempurna — bangun pabrik kedua identik. Cobb-Douglas: a + b = 1. Contoh: Q=L0,5K0,5.
Decreasing (DRS)
<2×
output naik kurang dari t kali
Koordinasi/birokrasi makin rumit. Cobb-Douglas: a + b < 1. Contoh: Q=L0,3K0,4.
Mulai dari (L, K) = (10, 10), lalu gandakan ke (20, 20). Bandingkan rasio output. Pola: rasio output = 2(a+b).
Fungsi
a+b
Q(10,10)
Q(20,20)
Rasio Q
2(a+b)
Jenis
Q = L0,5·K0,5
1,0
10,00
20,00
2,00×
21,0=2,00
CRS
Q = L0,6·K0,6
1,2
15,85
36,41
2,30×
21,2=2,30
IRS
Q = L0,3·K0,4
0,7
5,01
8,14
1,62×
20,7=1,62
DRS
Rasio output persis 2(a+b) di ketiga kasus. Cukup lihat jumlah pangkat pada fungsi Cobb-Douglas untuk langsung tahu jenis skala hasilnya — tanpa perlu menghitung ulang.
Jangan Tertukar! Dua Konsep yang Berbeda Total
Diminishing (Marginal) Returns
Konteks: Jangka pendek
Satu input ditambah, lainnya tetap
Yang turun: MP (tambahan output dari pekerja terakhir)
Penyebab: input variabel berebut input tetap
Contoh: barista ke-5 dst. (Slide 9–11)
Decreasing Returns to Scale (DRS)
Konteks: Jangka panjang
Semua input dinaikkan proporsional
Yang turun: rasio kenaikan output vs input
Penyebab: koordinasi perusahaan raksasa makin rumit
Contoh: Q=L0,3K0,4, rasio output=1,62× (Slide 24)
Beda dimensi total: satu soal satu input di jangka pendek, satu lagi soal semua input di jangka panjang. Nama mirip — fenomena beda. Ini jebakan ujian klasik!
Rangkuman Pertemuan 5 — Cheat Sheet
Konsep
Rumus / Aturan
Inti
Fungsi produksi
Q = f(L, K)
input → output maksimum (efisien)
Jangka pendek vs panjang
≥1 input tetap vs semua variabel
bukan soal kalender — soal kebebasan input
MP, AP
MP = ΔTP/ΔL · AP = TP/L
MP > AP → AP naik; MP = AP → AP maks
Diminishing returns
MP ↓ mulai titik tertentu
jangka pendek, 1 input variabel
Tiga tahap
batas: AP maks & TP maks (MP=0)
produsen rasional di Tahap II
MRTS
MRTS = MPL/MPK = −ΔK/ΔL
kemiringan isoquant; diminishing MRTS → cembung
Isocost
C = wL + rK; slope −w/r
garis biaya-sama (analog garis anggaran)
Least-cost
MRTS = w/r
titik singgung isoquant–isocost
Returns to scale
Cobb-Douglas: a+b ⋛ 1
IRS / CRS / DRS (jangka panjang)
Tiga angka penting dari latihan: AP maks di L=5 · MP=0 di L=7 · least-cost di (L=20, K=10) · uji skala lewat a+b.
Latihan Kilat & Jembatan ke Pertemuan 6
Latihan Kilat — Kerjakan Sekarang
1 Dari skedul Slide 9, di L berapa diminishing returns mulai?
2 Jika w = Rp 30.000 dan r = Rp 30.000, Q = √(LK) — berapa rasio K/L pada titik least-cost?
3 Q = L0,8K0,5 — skala hasilnya jenis apa?
Kunci: (1) setelah L=4 · (2) K/L = 1 → K = L · (3) a+b=1,3 → IRS
Jembatan ke P6 — Teori Biaya Produksi
Hari ini: input fisik (L, K).
Pertemuan 6: kalikan dengan harga (w, r) → lahir kurva biaya (FC, VC, TC, MC, AC).
MC = bayangan rupiah dari MP. AC = bayangan dari AP.
Kuasai TP/MP/AP sekarang — biaya minggu depan terasa seperti melanjutkan teman lama.
Pesan bawa pulang: Produksi yang efisien bukan "sebanyak-banyaknya output", melainkan output yang tepat dengan kombinasi input termurah — titik di mana MRTS = w/r.