stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-04
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 4: Konsep Elastisitas (Harga, Pendapatan, Silang, dan Penawaran)
Program Studi Bisnis Digital · FEB UNDIP · Pengantar Ekonomi Makro

Konsep Elastisitas

Pertemuan 4 · Harga, Pendapatan, Silang & Penawaran

Mengukur seberapa peka permintaan dan penawaran terhadap perubahan harga, pendapatan, dan harga barang lain — lalu memakainya untuk keputusan harga yang tepat.

RPS Minggu 4 · Sub-CPMK4 · 2 × 50 Menit

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menganalisis konsep elastisitas (Sub-CPMK4). Secara rinci:

Capaian 1 — Hitung Ed
1
Elastisitas Harga Permintaan
Menghitung elastisitas harga permintaan dengan rumus persentase & titik-tengah secara tepat.
Capaian 2 — Klasifikasi
2
Elastis / Inelastis / Uniter
Menggolongkan barang elastis / inelastis / uniter dari nilai |Ed| yang dihitung.
Capaian 3 — Penerimaan Total
3
Hubungan Ed dengan TR
Menjelaskan hubungan Ed dengan penerimaan total dan memprediksi arah perubahan TR saat harga berubah.
Capaian 4 — Ey & Exy
4
Pendapatan & Silang
Menghitung & menafsirkan elastisitas pendapatan & silang — membedakan normal/inferior, substitusi/komplementer.

"Kalau Saya Naikkan Harga Kopi, Untung atau Buntung?"

Bayangkan Anda pemilik Kedai Senja. Biaya bahan naik, dan Anda tergoda menaikkan harga secangkir kopi. Tapi — berapa pelanggan yang akan kabur?

Dilema
Naik?
Margin vs Volume
Naikkan harga → margin per cangkir naik, tetapi jumlah cangkir terjual bisa turun. Untung total bisa naik atau malah turun.
Jawaban
Ukur!
Elastisitas sebagai kompas
Yang menentukan adalah seberapa peka pelanggan terhadap harga — itulah elastisitas. Hitung dulu, baru putuskan.
Hari ini kita ubah tebakan menjadi hitungan: berbekal angka penjualan, Anda akan tahu sebelum menaikkan harga apakah pendapatan Anda akan naik atau turun.
Bagian 1 dari 4
Apa & Mengapa Elastisitas
Pengertian elastisitas, dua rumus elastisitas harga permintaan (persentase & titik-tengah), serta mengapa nilainya negatif tetapi dibaca sebagai nilai mutlak.

Elastisitas — Ukuran Kepekaan dalam Persentase

Definisi
%ΔQ / %ΔX
Tanpa Satuan
Elastisitas = persen perubahan kuantitas dibagi persen perubahan faktor penyebab (harga, pendapatan, atau harga barang lain). Ukuran ini tanpa satuan.
Kenapa Persen, Bukan Satuan?
≠ Slope
Lintas-barang Bisa Dibandingkan
Memakai persen membuat elastisitas bisa dibandingkan antarbarang — kopi (per cangkir) vs bensin (per liter) — meski satuan & harganya beda jauh.
Karena tanpa satuan, elastisitas bukan kemiringan (slope) kurva. Dua kurva dengan slope sama bisa punya elastisitas berbeda di titik berbeda. Jangan samakan elastisitas dengan kemiringan.
Inelastis (curam)Kuantitas berubah sedikitElastis (landai)Kuantitas berubah banyakHarga (P)Kuantitas (Q)

Rumus 1 — Elastisitas Harga Permintaan (Metode Persentase)

Ed = (%ΔQ) / (%ΔP)
%ΔQ = (Q₂ − Q₁) / Q₁ × 100%
%ΔP = (P₂ − P₁) / P₁ × 100%

Baca: "kalau harga naik 1%, kuantitas yang diminta berubah berapa persen?"

Basis pembagi = titik awal (Q₁ dan P₁). Mudah & cepat, tapi punya kelemahan: hasilnya beda kalau arahnya dibalik (naik vs turun). Itu sebabnya ada rumus kedua.

Rumus 2 — Metode Titik-Tengah (Midpoint)

Ed = [(Q₂ − Q₁) / ((Q₁+Q₂)/2)] / [(P₂ − P₁) / ((P₁+P₂)/2)]

Sama-sama Ed, tetapi pembaginya rata-rata dua titik, bukan titik awal.

Masalah yang Dipecahkan
Metode persentase memberi dua angka berbeda untuk arah naik vs turun. Titik-tengah memberi satu angka konsisten untuk segmen yang sama.
Kapan Dipakai
Saat perubahan harga cukup besar atau saat soal meminta hasil yang tidak bergantung arah. Buku teks standar Mankiw memakai ini.

Tanda Negatif Itu Wajar — Baca Nilai Mutlaknya

Kenapa Negatif?
Ed < 0
Hukum Permintaan
Hukum permintaan: harga naik → kuantitas turun. Maka %ΔQ dan %ΔP berlawanan tanda, sehingga Ed permintaan hampir selalu negatif.
Kenapa Pakai |Ed|?
|Ed|
Nilai Mutlak untuk Klasifikasi
Untuk klasifikasi (elastis/inelastis) kita hanya peduli pada besarnya, bukan tandanya. Karena itu kita pakai nilai mutlak |Ed|.
Konvensi: kalau soal menulis "Ed = 2", maksudnya |Ed| = 2 (tandanya dipahami negatif). Elastisitas penawaran justru positif (harga naik → penawaran naik).
Bagian 2 dari 4
Menghitung & Mengklasifikasikan
Kita kerjakan dari nol: hitung Ed Kedai Senja dengan dua metode, kenali lima kelas elastisitas, lalu klasifikasikan barang nyata.

Hitung dari Nol — HDN-1: Ed Kedai Senja (Persentase)

Data: harga kopi naik Rp 20.000 → Rp 24.000; penjualan turun 100 → 60 cangkir/hari. Hitung Ed.

LangkahPerhitunganNilai
%ΔQ(60 − 100) / 100 × 100%−40%
%ΔP(24.000 − 20.000) / 20.000 × 100%+20%
Ed−40% ÷ 20%−2,0
|Ed|Nilai mutlak dari −2,02,0
|Ed| = 2,0 → ELASTIS. Setiap kenaikan harga 1% memangkas kuantitas 2%. Pelanggan Kedai Senja sangat peka terhadap harga — menaikkan harga berisiko. (Dampak ke TR-nya kita buktikan di HDN-4.)

Hitung dari Nol — HDN-2: Kasus Sama, Metode Titik-Tengah

Pakai data Kedai Senja yang sama, tetapi pembaginya rata-rata kedua titik.

LangkahPerhitunganNilai
%ΔQ (titik-tengah)(60 − 100) / ((100+60)/2) × 100% = −40/80−50%
%ΔP (titik-tengah)(24.000 − 20.000) / ((20.000+24.000)/2) × 100% = 4.000/22.000+18,18%
Ed−50% ÷ 18,18%≈ −2,75
|Ed|Nilai mutlak dari −2,75≈ 2,75
Angkanya beda dari metode persentase (2,0 vs 2,75) karena pembagi berbeda — tetapi kelasnya sama: ELASTIS. Pelajaran: pilih satu metode dan konsisten; sebutkan metode yang dipakai.

Lima Kelas Elastisitas Harga Permintaan

|Ed|KelasArtiContoh Khas
= 0Inelastis SempurnaKuantitas tak berubah apa pun harganyaObat penyelamat nyawa (insulin)
< 1InelastisKuantitas berubah lebih kecil dari hargaGaram, beras, BBM
= 1UniterKuantitas berubah sebanding hargaKasus batas (teoretis)
> 1ElastisKuantitas berubah lebih besar dari hargaTiket konser, merek tertentu
= ∞Elastis SempurnaSedikit harga naik → kuantitas jadi nolProduk identik persaingan sempurna
Kurva: inelastis = curam (hampir tegak); elastis = landai (hampir datar). Inelastis sempurna = garis tegak; elastis sempurna = garis datar.

Hitung dari Nol — HDN-3: Dua Barang Kontras

BarangData%ΔQ%ΔP|Ed|Kelas
Garam dapurP Rp 5.000→Rp 6.000; Q 100→98 bungkus−2%+20%0,10Inelastis
Tiket konser premiumP Rp 500.000→Rp 600.000; Q 1.000→600 tiket−40%+20%2,00Elastis
Garam |Ed| 0,10 — naik harga 20% hanya memangkas 2% pembelian (kebutuhan, tak ada pengganti, porsi kecil pengeluaran). Tiket konser |Ed| 2,0 — kemewahan, banyak hiburan pengganti, peka harga.
Bagian 3 dari 4
Determinan & Penerimaan Total
Empat faktor yang menentukan elastis-tidaknya sebuah barang, lalu kaidah praktis hubungan elastisitas dengan penerimaan total — jawaban atas dilema Kedai Senja.

Empat Penentu Besar-Kecilnya Elastisitas

DeterminanLebih ELASTIS bila…Contoh
Ketersediaan substitusiBanyak barang pengganti tersediaMerek mi instan tertentu (banyak merek lain)
Kebutuhan vs kemewahanBarang bersifat kemewahanLiburan ke luar negeri (vs beras)
Definisi pasarPasar didefinisikan sempit"Kopi merek X" lebih elastis daripada "kopi"
Horizon waktuRentang waktu lebih panjangBBM: jangka pendek inelastis, jangka panjang lebih elastis
Aturan jempol: makin mudah konsumen berpaling ke pengganti, makin elastis. Kebutuhan pokok tanpa pengganti → inelastis; kemewahan dengan banyak alternatif → elastis.

Elastisitas Menentukan Arah Penerimaan Total

TR = P × Q. Saat harga berubah, P dan Q bergerak berlawanan. Siapa yang menang? Elastisitas yang menentukan.

Jenis PermintaanHarga NAIKHarga TURUN
Inelastis (|Ed| < 1)TR NAIKTR turun
Uniter (|Ed| = 1)TR tetapTR tetap
Elastis (|Ed| > 1)TR TURUNTR NAIK
Intuisi: kalau inelastis, kuantitas turun sedikit saat harga naik → efek harga menang → TR naik. Kalau elastis, kuantitas anjlok → efek kuantitas menang → TR turun.

Hitung dari Nol — HDN-4: Penerimaan Total Kedai Senja

Buktikan kaidah dengan angka. Bandingkan kasus elastis (Kedai Senja) dan kasus inelastis (warung sembako).

KasusTR Awal (P×Q)TR Baru (P×Q)ΔTRSesuai Kaidah?
Kedai Senja
elastis, |Ed|=2,0
Rp 20.000 × 100 =
Rp 2.000.000
Rp 24.000 × 60 =
Rp 1.440.000
−Rp 560.000 (TURUN)Ya ✓ elastis + harga naik → TR turun
Sembako
inelastis, |Ed|=0,4
Rp 10.000 × 200 =
Rp 2.000.000
Rp 12.000 × 184 =
Rp 2.208.000
+Rp 208.000 (NAIK)Ya ✓ inelastis + harga naik → TR naik
Kedai Senja rugi Rp 560.000/hari kalau menaikkan harga — karena permintaannya elastis. Warung sembako untung Rp 208.000 — karena inelastis. Jawaban dilema pembuka: untuk Kedai Senja, buntung.

Coba Sendiri: Geser Harga, Amati Dampaknya ke TR

Geser harga pada kurva elastis dan inelastis secara berdampingan, lalu bandingkan bagaimana total revenue bergerak berlawanan arah.

Elastisitas di Kebijakan Indonesia

Cukai Rokok (Inelastis)
Ed ≈ rendah
Adiktif, pengganti terbatas
Rokok cenderung inelastis. Karena itu cukai efektif menambah penerimaan negara — kuantitas hanya turun sedikit saat harga naik, sambil mengendalikan konsumsi.
BBM & Tarif Dasar (Inelastis JK-Pendek)
JK-panjang ↑
Berubah seiring waktu
Permintaan BBM inelastis jangka pendek → kenaikan harga sedikit menurunkan konsumsi. Jangka panjang lebih elastis. Itu sebabnya isu subsidi/penyesuaian harga BBM sangat sensitif sosial.
Pelajaran kebijakan: barang inelastis adalah objek pajak/cukai yang menguntungkan penerimaan, tetapi membebani konsumen yang sulit berpaling. (Arah elastisitas ini bersifat kualitatif/ilustratif berdasarkan teori; angka empiris bervariasi antarstudi.)
Bagian 4 dari 4
Pendapatan, Silang & Penawaran
Tiga elastisitas pelengkap: elastisitas pendapatan (normal vs inferior), elastisitas silang (substitusi vs komplementer), dan elastisitas penawaran (peran waktu).

Elastisitas Pendapatan (Ey) — Barang Normal vs Inferior

Ey = (%ΔQ permintaan) / (%ΔPendapatan)
Nilai EyJenis BarangArti
Ey > 1Normal mewahPendapatan naik → permintaan naik lebih cepat
0 < Ey < 1Normal kebutuhanPendapatan naik → permintaan naik lebih lambat
Ey < 0InferiorPendapatan naik → permintaan turun
Tanda Ey membedakan normal (positif) dari inferior (negatif). Besarnya membedakan kebutuhan (0–1) dari kemewahan (>1).

Hitung dari Nol — HDN-5: Normal-Mewah vs Inferior

Pendapatan keluarga naik Rp 4.000.000 → Rp 5.000.000 (+25%). Lihat dua barang.

BarangQ awal → baru%ΔQ%ΔIEyJenis
Daging premium10 → 14 kg+40%+25%+1,6Normal mewah (Ey > 1)
Mi instan30 → 24 bungkus−20%+25%−0,8Inferior (Ey < 0)
Daging premium Ey = +1,6: barang mewah — permintaan naik lebih cepat dari pendapatan. Mi instan Ey = −0,8: barang inferior — saat lebih kaya, keluarga mengurangi mi instan. Tanda Ey langsung membedakan keduanya.

Elastisitas Silang (Exy) — Substitusi vs Komplementer

Exy = (%ΔQ barang X) / (%ΔP barang Y)
Nilai ExyHubunganArti
Exy > 0 (positif)SubstitusiHarga Y naik → permintaan X naik (orang beralih ke X)
Exy < 0 (negatif)KomplementerHarga Y naik → permintaan X turun (dipakai bersama)
Exy ≈ 0Tak terkaitPerubahan harga Y tak memengaruhi X
Tanda Exy = inti maknanya. Positif → saling menggantikan (kopi & teh). Negatif → saling melengkapi (mobil & BBM, kopi & gula).

Hitung dari Nol — HDN-6: Substitusi vs Komplementer

PasanganPerubahan Harga Y%ΔQx%ΔPyExyHubungan
Kopi (X) – Teh (Y)Harga teh Rp 8.000 → Rp 10.000+10%+25%+0,4Substitusi (positif)
Mobil (X) – BBM (Y)Harga BBM Rp 10.000 → Rp 12.000−10%+20%−0,5Komplementer (negatif)
Kopi–Teh Exy = +0,4: positif → substitusi (teh mahal, orang pindah ke kopi). Mobil–BBM Exy = −0,5: negatif → komplementer (BBM mahal, orang kurangi beli mobil). Tanda menentukan jenis hubungan.

Elastisitas Penawaran (Es) — Sisi Produsen

Es = (%ΔQ ditawarkan) / (%ΔP) — biasanya positif
Penentu Utama = Waktu
Waktu
Pendek vs Panjang
Jangka sangat pendek → penawaran sering inelastis (kapasitas tetap). Jangka panjang → lebih elastis (bisa bangun pabrik, tanam ulang).
Contoh
Es=+1,5
P +20% → Qs +30%
Hasil panen pertanian inelastis jangka pendek (sudah ditanam). Manufaktur dengan kapasitas longgar lebih elastis (gampang tambah produksi).
Beda dari permintaan: Es positif karena produsen menambah jumlah saat harga naik. Determinan kunci adalah fleksibilitas produksi & waktu, bukan substitusi konsumsi.

Empat Elastisitas dalam Satu Layar

ElastisitasRumusYang DibacaPemakaian
Harga permintaan (Ed)%ΔQ / %ΔP|Ed|: elastis/inelastis/uniterKeputusan harga, prediksi TR
Pendapatan (Ey)%ΔQ / %ΔPendapatanTanda: normal(+)/inferior(−)Strategi produk saat ekonomi tumbuh
Silang (Exy)%ΔQx / %ΔPyTanda: substitusi(+)/komplementer(−)Analisis pesaing & paket produk
Penawaran (Es)%ΔQs / %ΔPBesar + peran waktuRespons produsen, kebijakan
Satu logika, empat penerapan: persen perubahan kuantitas dibagi persen perubahan penyebabnya. Yang berbeda hanya penyebabnya (harga sendiri, pendapatan, harga lain) dan apa yang dibaca (besar vs tanda).

Giliran Anda: Latihan & Diskusi

Latihan 1 — Hitung Ed

Harga teh celup naik Rp 4.000 → Rp 5.000; penjualan turun 1.000 → 750 dus. Hitung Ed (metode persentase) dan tentukan kelasnya.

Petunjuk: %ΔQ = ? / %ΔP = ? / Ed = ? / Kelas = ?

Jawaban: |Ed| = 1,0 → Uniter.
Latihan 2 — Ey & Exy

(a) Pendapatan +10%, konsumsi tas branded +15% → Ey = ? Jenis barang?

(b) Harga gula merah +20%, permintaan gula pasir +8% → Exy = ? Hubungan?

Jawaban: (a) Ey = 1,5 → Normal mewah. (b) Exy = +0,4 → Substitusi.
Pertanyaan diskusi: Mengapa pemerintah mengenakan cukai tinggi pada rokok (inelastis) tetapi tidak pada barang elastis? Apa konsekuensinya bagi penerimaan negara dan kesejahteraan konsumen?

Penutup & Jembatan ke Pertemuan 5

Yang Sudah Anda Kuasai Hari Ini
4 Alat
Keluarga Elastisitas
  • Menghitung Ed (persentase & titik-tengah)
  • Mengklasifikasikan elastis/inelastis/uniter
  • Menghubungkan Ed dengan penerimaan total
  • Menghitung & menafsirkan Ey, Exy, dan Es
Pertemuan 5 — Berikutnya
P5
Teori Produksi (Sub-CPMK5)
  • Proses produksi & input-output
  • Produksi jangka pendek vs panjang
  • Produk total, marjinal, rata-rata
  • Hukum hasil yang semakin berkurang
Benang merah: hari ini kita ukur kepekaan permintaan & penawaran. Pertemuan 5 menukik ke sisi produsen — bagaimana input diubah menjadi output, fondasi kurva penawaran yang elastisitasnya baru saja kita pelajari.