Mengukur seberapa peka permintaan dan penawaran terhadap perubahan harga, pendapatan, dan harga barang lain — lalu memakainya untuk keputusan harga yang tepat.
RPS Minggu 4 · Sub-CPMK4 · 2 × 50 Menit
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menganalisis konsep elastisitas (Sub-CPMK4). Secara rinci:
Capaian 1 — Hitung Ed
1
Elastisitas Harga Permintaan
Menghitung elastisitas harga permintaan dengan rumus persentase & titik-tengah secara tepat.
Capaian 2 — Klasifikasi
2
Elastis / Inelastis / Uniter
Menggolongkan barang elastis / inelastis / uniter dari nilai |Ed| yang dihitung.
Capaian 3 — Penerimaan Total
3
Hubungan Ed dengan TR
Menjelaskan hubungan Ed dengan penerimaan total dan memprediksi arah perubahan TR saat harga berubah.
"Kalau Saya Naikkan Harga Kopi, Untung atau Buntung?"
Bayangkan Anda pemilik Kedai Senja. Biaya bahan naik, dan Anda tergoda menaikkan harga secangkir kopi. Tapi — berapa pelanggan yang akan kabur?
Dilema
Naik?
Margin vs Volume
Naikkan harga → margin per cangkir naik, tetapi jumlah cangkir terjual bisa turun. Untung total bisa naik atau malah turun.
Jawaban
Ukur!
Elastisitas sebagai kompas
Yang menentukan adalah seberapa peka pelanggan terhadap harga — itulah elastisitas. Hitung dulu, baru putuskan.
Hari ini kita ubah tebakan menjadi hitungan: berbekal angka penjualan, Anda akan tahu sebelum menaikkan harga apakah pendapatan Anda akan naik atau turun.
Bagian 1 dari 4
Apa & Mengapa Elastisitas
Pengertian elastisitas, dua rumus elastisitas harga permintaan (persentase & titik-tengah), serta mengapa nilainya negatif tetapi dibaca sebagai nilai mutlak.
Elastisitas — Ukuran Kepekaan dalam Persentase
Definisi
%ΔQ / %ΔX
Tanpa Satuan
Elastisitas = persen perubahan kuantitas dibagi persen perubahan faktor penyebab (harga, pendapatan, atau harga barang lain). Ukuran ini tanpa satuan.
Kenapa Persen, Bukan Satuan?
≠ Slope
Lintas-barang Bisa Dibandingkan
Memakai persen membuat elastisitas bisa dibandingkan antarbarang — kopi (per cangkir) vs bensin (per liter) — meski satuan & harganya beda jauh.
Karena tanpa satuan, elastisitas bukan kemiringan (slope) kurva. Dua kurva dengan slope sama bisa punya elastisitas berbeda di titik berbeda. Jangan samakan elastisitas dengan kemiringan.
Rumus 1 — Elastisitas Harga Permintaan (Metode Persentase)
Ed = (%ΔQ) / (%ΔP)
%ΔQ = (Q₂ − Q₁) / Q₁ × 100%
%ΔP = (P₂ − P₁) / P₁ × 100%
Baca: "kalau harga naik 1%, kuantitas yang diminta berubah berapa persen?"
Basis pembagi = titik awal (Q₁ dan P₁). Mudah & cepat, tapi punya kelemahan: hasilnya beda kalau arahnya dibalik (naik vs turun). Itu sebabnya ada rumus kedua.
Kita kerjakan dari nol: hitung Ed Kedai Senja dengan dua metode, kenali lima kelas elastisitas, lalu klasifikasikan barang nyata.
Hitung dari Nol — HDN-1: Ed Kedai Senja (Persentase)
Data: harga kopi naik Rp 20.000 → Rp 24.000; penjualan turun 100 → 60 cangkir/hari. Hitung Ed.
Langkah
Perhitungan
Nilai
%ΔQ
(60 − 100) / 100 × 100%
−40%
%ΔP
(24.000 − 20.000) / 20.000 × 100%
+20%
Ed
−40% ÷ 20%
−2,0
|Ed|
Nilai mutlak dari −2,0
2,0
|Ed| = 2,0 → ELASTIS. Setiap kenaikan harga 1% memangkas kuantitas 2%. Pelanggan Kedai Senja sangat peka terhadap harga — menaikkan harga berisiko. (Dampak ke TR-nya kita buktikan di HDN-4.)
Hitung dari Nol — HDN-2: Kasus Sama, Metode Titik-Tengah
Pakai data Kedai Senja yang sama, tetapi pembaginya rata-rata kedua titik.
Angkanya beda dari metode persentase (2,0 vs 2,75) karena pembagi berbeda — tetapi kelasnya sama: ELASTIS. Pelajaran: pilih satu metode dan konsisten; sebutkan metode yang dipakai.
Garam |Ed| 0,10 — naik harga 20% hanya memangkas 2% pembelian (kebutuhan, tak ada pengganti, porsi kecil pengeluaran). Tiket konser |Ed| 2,0 — kemewahan, banyak hiburan pengganti, peka harga.
Bagian 3 dari 4
Determinan & Penerimaan Total
Empat faktor yang menentukan elastis-tidaknya sebuah barang, lalu kaidah praktis hubungan elastisitas dengan penerimaan total — jawaban atas dilema Kedai Senja.
Empat Penentu Besar-Kecilnya Elastisitas
Determinan
Lebih ELASTIS bila…
Contoh
Ketersediaan substitusi
Banyak barang pengganti tersedia
Merek mi instan tertentu (banyak merek lain)
Kebutuhan vs kemewahan
Barang bersifat kemewahan
Liburan ke luar negeri (vs beras)
Definisi pasar
Pasar didefinisikan sempit
"Kopi merek X" lebih elastis daripada "kopi"
Horizon waktu
Rentang waktu lebih panjang
BBM: jangka pendek inelastis, jangka panjang lebih elastis
Aturan jempol: makin mudah konsumen berpaling ke pengganti, makin elastis. Kebutuhan pokok tanpa pengganti → inelastis; kemewahan dengan banyak alternatif → elastis.
Elastisitas Menentukan Arah Penerimaan Total
TR = P × Q. Saat harga berubah, P dan Q bergerak berlawanan. Siapa yang menang? Elastisitas yang menentukan.
Jenis Permintaan
Harga NAIK
Harga TURUN
Inelastis (|Ed| < 1)
TR NAIK
TR turun
Uniter (|Ed| = 1)
TR tetap
TR tetap
Elastis (|Ed| > 1)
TR TURUN
TR NAIK
Intuisi: kalau inelastis, kuantitas turun sedikit saat harga naik → efek harga menang → TR naik. Kalau elastis, kuantitas anjlok → efek kuantitas menang → TR turun.
Hitung dari Nol — HDN-4: Penerimaan Total Kedai Senja
Buktikan kaidah dengan angka. Bandingkan kasus elastis (Kedai Senja) dan kasus inelastis (warung sembako).
Kasus
TR Awal (P×Q)
TR Baru (P×Q)
ΔTR
Sesuai Kaidah?
Kedai Senja elastis, |Ed|=2,0
Rp 20.000 × 100 = Rp 2.000.000
Rp 24.000 × 60 = Rp 1.440.000
−Rp 560.000 (TURUN)
Ya ✓ elastis + harga naik → TR turun
Sembako inelastis, |Ed|=0,4
Rp 10.000 × 200 = Rp 2.000.000
Rp 12.000 × 184 = Rp 2.208.000
+Rp 208.000 (NAIK)
Ya ✓ inelastis + harga naik → TR naik
Kedai Senja rugi Rp 560.000/hari kalau menaikkan harga — karena permintaannya elastis. Warung sembako untung Rp 208.000 — karena inelastis. Jawaban dilema pembuka: untuk Kedai Senja, buntung.
Coba Sendiri: Geser Harga, Amati Dampaknya ke TR
Geser harga pada kurva elastis dan inelastis secara berdampingan, lalu bandingkan bagaimana total revenue bergerak berlawanan arah.
Elastisitas di Kebijakan Indonesia
Cukai Rokok (Inelastis)
Ed ≈ rendah
Adiktif, pengganti terbatas
Rokok cenderung inelastis. Karena itu cukai efektif menambah penerimaan negara — kuantitas hanya turun sedikit saat harga naik, sambil mengendalikan konsumsi.
BBM & Tarif Dasar (Inelastis JK-Pendek)
JK-panjang ↑
Berubah seiring waktu
Permintaan BBM inelastis jangka pendek → kenaikan harga sedikit menurunkan konsumsi. Jangka panjang lebih elastis. Itu sebabnya isu subsidi/penyesuaian harga BBM sangat sensitif sosial.
Pelajaran kebijakan: barang inelastis adalah objek pajak/cukai yang menguntungkan penerimaan, tetapi membebani konsumen yang sulit berpaling. (Arah elastisitas ini bersifat kualitatif/ilustratif berdasarkan teori; angka empiris bervariasi antarstudi.)
Bagian 4 dari 4
Pendapatan, Silang & Penawaran
Tiga elastisitas pelengkap: elastisitas pendapatan (normal vs inferior), elastisitas silang (substitusi vs komplementer), dan elastisitas penawaran (peran waktu).
Elastisitas Pendapatan (Ey) — Barang Normal vs Inferior
Ey = (%ΔQ permintaan) / (%ΔPendapatan)
Nilai Ey
Jenis Barang
Arti
Ey > 1
Normal mewah
Pendapatan naik → permintaan naik lebih cepat
0 < Ey < 1
Normal kebutuhan
Pendapatan naik → permintaan naik lebih lambat
Ey < 0
Inferior
Pendapatan naik → permintaan turun
Tanda Ey membedakan normal (positif) dari inferior (negatif). Besarnya membedakan kebutuhan (0–1) dari kemewahan (>1).
Hitung dari Nol — HDN-5: Normal-Mewah vs Inferior
Pendapatan keluarga naik Rp 4.000.000 → Rp 5.000.000 (+25%). Lihat dua barang.
Barang
Q awal → baru
%ΔQ
%ΔI
Ey
Jenis
Daging premium
10 → 14 kg
+40%
+25%
+1,6
Normal mewah (Ey > 1)
Mi instan
30 → 24 bungkus
−20%
+25%
−0,8
Inferior (Ey < 0)
Daging premium Ey = +1,6: barang mewah — permintaan naik lebih cepat dari pendapatan. Mi instan Ey = −0,8: barang inferior — saat lebih kaya, keluarga mengurangi mi instan. Tanda Ey langsung membedakan keduanya.
Elastisitas Silang (Exy) — Substitusi vs Komplementer
Exy = (%ΔQ barang X) / (%ΔP barang Y)
Nilai Exy
Hubungan
Arti
Exy > 0 (positif)
Substitusi
Harga Y naik → permintaan X naik (orang beralih ke X)
Exy < 0 (negatif)
Komplementer
Harga Y naik → permintaan X turun (dipakai bersama)
Exy ≈ 0
Tak terkait
Perubahan harga Y tak memengaruhi X
Tanda Exy = inti maknanya. Positif → saling menggantikan (kopi & teh). Negatif → saling melengkapi (mobil & BBM, kopi & gula).
Hitung dari Nol — HDN-6: Substitusi vs Komplementer
Pasangan
Perubahan Harga Y
%ΔQx
%ΔPy
Exy
Hubungan
Kopi (X) – Teh (Y)
Harga teh Rp 8.000 → Rp 10.000
+10%
+25%
+0,4
Substitusi (positif)
Mobil (X) – BBM (Y)
Harga BBM Rp 10.000 → Rp 12.000
−10%
+20%
−0,5
Komplementer (negatif)
Kopi–Teh Exy = +0,4: positif → substitusi (teh mahal, orang pindah ke kopi). Mobil–BBM Exy = −0,5: negatif → komplementer (BBM mahal, orang kurangi beli mobil). Tanda menentukan jenis hubungan.
Elastisitas Penawaran (Es) — Sisi Produsen
Es = (%ΔQ ditawarkan) / (%ΔP) — biasanya positif
Penentu Utama = Waktu
Waktu
Pendek vs Panjang
Jangka sangat pendek → penawaran sering inelastis (kapasitas tetap). Jangka panjang → lebih elastis (bisa bangun pabrik, tanam ulang).
Contoh
Es=+1,5
P +20% → Qs +30%
Hasil panen pertanian inelastis jangka pendek (sudah ditanam). Manufaktur dengan kapasitas longgar lebih elastis (gampang tambah produksi).
Beda dari permintaan: Es positif karena produsen menambah jumlah saat harga naik. Determinan kunci adalah fleksibilitas produksi & waktu, bukan substitusi konsumsi.
Empat Elastisitas dalam Satu Layar
Elastisitas
Rumus
Yang Dibaca
Pemakaian
Harga permintaan (Ed)
%ΔQ / %ΔP
|Ed|: elastis/inelastis/uniter
Keputusan harga, prediksi TR
Pendapatan (Ey)
%ΔQ / %ΔPendapatan
Tanda: normal(+)/inferior(−)
Strategi produk saat ekonomi tumbuh
Silang (Exy)
%ΔQx / %ΔPy
Tanda: substitusi(+)/komplementer(−)
Analisis pesaing & paket produk
Penawaran (Es)
%ΔQs / %ΔP
Besar + peran waktu
Respons produsen, kebijakan
Satu logika, empat penerapan: persen perubahan kuantitas dibagi persen perubahan penyebabnya. Yang berbeda hanya penyebabnya (harga sendiri, pendapatan, harga lain) dan apa yang dibaca (besar vs tanda).
Giliran Anda: Latihan & Diskusi
Latihan 1 — Hitung Ed
Harga teh celup naik Rp 4.000 → Rp 5.000; penjualan turun 1.000 → 750 dus. Hitung Ed (metode persentase) dan tentukan kelasnya.
Petunjuk: %ΔQ = ? / %ΔP = ? / Ed = ? / Kelas = ?
Jawaban: |Ed| = 1,0 → Uniter.
Latihan 2 — Ey & Exy
(a) Pendapatan +10%, konsumsi tas branded +15% → Ey = ? Jenis barang?
(b) Harga gula merah +20%, permintaan gula pasir +8% → Exy = ? Hubungan?
Jawaban: (a) Ey = 1,5 → Normal mewah. (b) Exy = +0,4 → Substitusi.
Pertanyaan diskusi: Mengapa pemerintah mengenakan cukai tinggi pada rokok (inelastis) tetapi tidak pada barang elastis? Apa konsekuensinya bagi penerimaan negara dan kesejahteraan konsumen?
Penutup & Jembatan ke Pertemuan 5
Yang Sudah Anda Kuasai Hari Ini
4 Alat
Keluarga Elastisitas
Menghitung Ed (persentase & titik-tengah)
Mengklasifikasikan elastis/inelastis/uniter
Menghubungkan Ed dengan penerimaan total
Menghitung & menafsirkan Ey, Exy, dan Es
Pertemuan 5 — Berikutnya
P5
Teori Produksi (Sub-CPMK5)
Proses produksi & input-output
Produksi jangka pendek vs panjang
Produk total, marjinal, rata-rata
Hukum hasil yang semakin berkurang
Benang merah: hari ini kita ukur kepekaan permintaan & penawaran. Pertemuan 5 menukik ke sisi produsen — bagaimana input diubah menjadi output, fondasi kurva penawaran yang elastisitasnya baru saja kita pelajari.