stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-02
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 2: Permintaan dan Penawaran Barang dan Jasa
Program Studi Bisnis Digital · FEB UNDIP · Pengantar Ekonomi Makro

Permintaan & Penawaran
Barang dan Jasa

Pertemuan 2 · Mekanisme Pasar

Bagaimana harga di pasar terbentuk — dan mengapa ia naik-turun: kurva permintaan, kurva penawaran, dan titik di mana keduanya bertemu.

RPS Minggu 2 · Sub-CPMK 2 · 3 × 50 Menit

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menganalisis permintaan dan penawaran barang dan jasa (Sub-CPMK 2). Secara rinci:

Capaian 1 — Konsep
D
Hukum Permintaan & Penawaran
Menjelaskan hukum permintaan & penawaran dan arah hubungan harga–jumlah dengan benar.
Capaian 2 — Penggeser
S
Faktor Non-Harga
Menganalisis faktor-faktor non-harga yang menggeser kurva D dan S untuk minimal tiga faktor tiap sisi.
Capaian 3 — Keseimbangan
E
Harga & Jumlah Keseimbangan
Menghitung harga & jumlah keseimbangan secara grafis dan aljabar tanpa kesalahan aritmetika.
Capaian 4 — Surplus/Shortage
±
Kelebihan & Kekurangan
Mengenali surplus dan kekurangan pasokan serta arah penyesuaian harga untuk harga di atas dan di bawah keseimbangan.

Mengapa Harga Cabai Bisa Meledak Saat Musim Hujan?

Setiap menjelang hari besar atau saat panen gagal, harga cabai di pasar bisa melonjak berkali lipat. Apa yang sebenarnya terjadi?

Sisi Pasokan
↓ S
Penawaran Turun
Hujan & gagal panen → cabai yang masuk pasar berkurang. Pada harga lama, barang tak cukup → pembeli berebut.
Sisi Permintaan
→ D
Permintaan Tetap / Naik
Kebutuhan dapur tetap, bahkan naik jelang lebaran. Banyak pembeli mengejar sedikit barang → harga terdorong naik.
Harga bukan ditentukan oleh satu pihak. Ia adalah titik temu antara apa yang ingin dibeli dan apa yang bisa dijual. Hari ini kita bedah mekanismenya.
Bagian 1 dari 4
Permintaan
(Demand)
Hukum permintaan, kurva yang menurun, dan beda penting antara bergerak sepanjang kurva versus menggeser seluruh kurva.
Hukum Pergerakan Pergeseran

Hukum Permintaan: Harga Naik → Jumlah Diminta Turun

Bila hal lain dianggap tetap (ceteris paribus), semakin tinggi harga, semakin sedikit jumlah yang ingin dibeli. Kurva permintaan menurun dari kiri-atas ke kanan-bawah.

Efek Pendapatan
Rp↓
Daya Beli Turun
Harga naik → daya beli riil turun → konsumen mampu membeli lebih sedikit unit barang yang sama.
Efek Substitusi
Beralih ke Pengganti
Harga naik → konsumen beralih ke barang pengganti yang lebih murah, mengurangi permintaan barang ini.
DPQP tinggi, Q kecilP rendah, Q besar
Hukum permintaan menjelaskan kemiringan kurva (kenapa menurun). Faktor lain menjelaskan letak kurva (di mana ia berada).

Bergerak Sepanjang Kurva vs Menggeser Kurva

Pembedaan paling sering salah. Bedakan dengan tegas: apa pemicunya — harga barang itu sendiri, atau faktor lain?

Pergerakan (Harga ↕)
Titik Bergerak
Hanya harga barang itu yang berubah → titik bergeser di sepanjang kurva yang sama.
Istilah: perubahan jumlah yang diminta.
DPQgerak sepanjang kurva
Pergeseran (Faktor Lain)
Kurva Bergeser
Faktor non-harga berubah (pendapatan, selera, harga barang lain) → seluruh kurva bergeser kiri/kanan.
Istilah: perubahan permintaan.
D₁D₂PQgeser seluruh kurva
Kalimat "harga naik, permintaan turun" itu keliru. Yang benar: "harga naik, jumlah yang diminta turun" — kurva tidak bergeser.

Coba Sendiri: Geser Kurva vs Gerak Sepanjang Kurva

Klik untuk mengubah harga (titik bergerak) lalu klik untuk mengubah faktor non-harga (kurva bergeser) — bandingkan efeknya di grafik.

Apa yang Menggeser Kurva Permintaan?

Enam faktor non-harga yang memindahkan seluruh kurva D ke kiri atau ke kanan:

FaktorContoh IndonesiaArah Geser Permintaan
Pendapatan (barang normal)Gaji naik → beli lebih banyak daging sapiGeser Kanan → (naik)
Pendapatan (barang inferior)Gaji naik → kurangi mi instan murahGeser Kiri ← (turun)
Harga barang substitusiHarga teh naik → beli lebih banyak kopiGeser Kanan →
Harga barang komplementerHarga bensin naik → beli lebih sedikit mobilGeser Kiri ←
Selera & trenTren kopi kekinian — demand naikGeser Kanan →
Ekspektasi & jumlah pembeliDiramal harga naik → borong sekarangGeser Kanan →
Ingat: faktor-faktor ini menggeser seluruh kurva, bukan menggerakkan titik. Harga barang itu sendiri tidak ada di daftar ini.
Bagian 2 dari 4
Penawaran
(Supply)
Cerminan sisi penjual: hukum penawaran, kurva yang menaik, dan faktor-faktor yang menggesernya.

Hukum Penawaran: Harga Naik → Jumlah Ditawarkan Naik

Bila hal lain dianggap tetap, semakin tinggi harga, semakin banyak jumlah yang ingin dijual produsen. Kurva penawaran menaik dari kiri-bawah ke kanan-atas.

Insentif Laba
Rp↑
Laba per Unit Naik
Harga jual lebih tinggi → tiap unit lebih menguntungkan → produsen terdorong menambah produksi.
Produsen Baru Masuk
+P
Pemain Baru Ikut Menjual
Harga tinggi → usaha jadi menarik → pemain baru ikut menjual → total pasokan bertambah.
SPQP rendah, Q kecilP tinggi, Q besar
Sama seperti permintaan, hukum penawaran menjelaskan kemiringan kurva (kenapa menaik), bukan letaknya.

Apa yang Menggeser Kurva Penawaran?

Lima faktor non-harga yang memindahkan seluruh kurva S ke kiri atau ke kanan:

FaktorContoh IndonesiaArah Geser Penawaran
Biaya inputHarga pupuk/BBM naik → biaya produksi membengkakGeser Kiri ← (turun)
TeknologiMesin panen lebih efisien → biaya per unit turunGeser Kanan → (naik)
Cuaca / bencana (pertanian)Gagal panen, banjir → produksi anjlokGeser Kiri ←
Pajak & subsidiSubsidi pupuk → biaya turun → penawaran naikGeser Kanan →
Ekspektasi & jumlah penjualBanyak petani baru masuk menanam cabaiGeser Kanan →
Sekali lagi: harga barang itu sendiri bukan penggeser. Harga menggerakkan titik di sepanjang kurva penawaran, bukan menggeser seluruh kurva.
Bagian 3 dari 4
Keseimbangan Pasar
Saat dua kurva bertemu: harga dan jumlah keseimbangan — kita baca secara grafis, lalu hitung secara aljabar.
Keseimbangan: Qd = Qs

Keseimbangan Pasar = Titik Potong D dan S

Di harga keseimbangan, jumlah yang ingin dibeli tepat sama dengan jumlah yang ingin dijual. Pasar 'beres': tak ada kelebihan, tak ada kekurangan.

DSEPQP*Q*SurplusKekurangan
Di Atas P* ↑
Surplus
Qs > Qd → barang menumpuk → penjual turunkan harga menuju P*.
Di Bawah P* ↓
Shortage
Qd > Qs → barang ludes, antrean → harga naik menuju P*.
Harga keseimbangan bukan ditetapkan siapa pun — ia adalah hasil 'tarik-ulur' otomatis sampai kedua sisi cocok.

Membaca Keseimbangan dari Tabel (Skedul)

Sebelum aljabar, lihat keseimbangan lewat tabel. Contoh pasar beras lokal — harga dalam ribu Rp/kg, jumlah dalam ton.

Harga (ribu Rp/kg)Jumlah Diminta Qd (ton)Jumlah Ditawarkan Qs (ton)Kondisi
614080Kekurangan 60 ton
7130100Kekurangan 30 ton
8120120★ Keseimbangan
9110140Surplus 30 ton
10100160Surplus 60 ton
Keseimbangan = baris di mana Qd = Qs. Di sini: harga Rp 8.000/kg, jumlah 120 ton. Kurva: Qd = 200 − 10P · Qs = −40 + 20P.

Keseimbangan secara Aljabar: Samakan Qd = Qs

Kalau kurva diberikan dalam persamaan, mencari keseimbangan cukup tiga langkah.

Qd = Qs → cari P* → substitusi → dapat Q*
Persamaan Kurva (Pasar Beras)

Permintaan: Qd = 200 − 10P

Penawaran: Qs = −40 + 20P

P dalam ribu Rp/kg · Q dalam ton. Koefisien P di permintaan negatif (hukum permintaan) dan di penawaran positif (hukum penawaran).

Tiga Langkah Standar

1 Samakan Qd = Qs

2 Selesaikan → temukan P*

3 Substitusi P* → temukan Q*

P di sini dalam ribu Rp/kg. Pastikan satuan konsisten sebelum dan sesudah berhitung. Selalu cek silang lewat persamaan kedua!

Hitung dari Nol — HDN-1: Keseimbangan Pasar Beras

Permintaan Qd = 200 − 10P, Penawaran Qs = −40 + 20P (P dalam ribu Rp/kg, Q dalam ton). Cari harga & jumlah keseimbangan.

LangkahPerhitunganNilai
1 Samakan Qd = Qs200 − 10P = −40 + 20P
2 Kumpulkan P200 + 40 = 20P + 10P → 240 = 30P
3 Selesaikan P*240 ÷ 30P* = 8 (Rp 8.000/kg)
4 Substitusi ke Qd200 − 10(8) = 200 − 80Q* = 120 ton
5 Cek lewat Qs−40 + 20(8) = −40 + 160120 ton ✓ (cocok)
Keseimbangan: harga Rp 8.000/kg, jumlah 120 ton. Angka ini cocok persis dengan baris keseimbangan di tabel skedul Slide 13 — grafik, tabel, dan aljabar menunjuk angka yang sama.

Saat Harga Salah: Surplus & Kekurangan

Apa yang terjadi kalau harga tidak di titik keseimbangan? Pasar bereaksi otomatis mendorongnya kembali.

Harga di Atas P* ↑ → Surplus
Qs > Qd
Barang Menumpuk
Jumlah ditawarkan melebihi yang diminta → penjual turunkan harga agar barang laku → harga melorot menuju P*.
Harga di Bawah P* ↓ → Kekurangan
Qd > Qs
Barang Ludes, Antrean
Jumlah diminta melebihi yang ditawarkan → pembeli berebut → harga naik menuju P*.
Surplus = sinyal harga kemahalan; kekurangan = sinyal harga kemurahan. Keduanya bersifat sementara — pasar 'menyembuhkan diri' secara otomatis.

Hitung dari Nol — HDN-2: Besarnya Surplus & Kekurangan

Pakai kurva yang sama (Qd = 200 − 10P; Qs = −40 + 20P; keseimbangan P*=8). Hitung selisihnya pada dua harga 'salah'.

SkenarioQd = 200 − 10PQs = −40 + 20PSelisihKondisi
Harga Rp 10.000 (di atas P*=8)200 − 10(10) = 100−40 + 20(10) = 160Qs − Qd = 60Surplus 60 ton
Harga Rp 6.000 (di bawah P*=8)200 − 10(6) = 140−40 + 20(6) = 80Qd − Qs = 60Kekurangan 60 ton
Pada Rp 10.000 ada surplus 60 ton → harga akan turun. Pada Rp 6.000 ada kekurangan 60 ton → harga akan naik. Keduanya menggiring harga balik ke Rp 8.000.
Bagian 4 dari 4
Guncangan Pasar
& Kesejahteraan
Ketika kurva bergeser, keseimbangan ikut pindah. Plus: mengukur 'keuntungan' pembeli & penjual lewat surplus konsumen dan produsen.

Hitung dari Nol — HDN-3: Pendapatan Naik, Keseimbangan Bergeser

Pendapatan masyarakat naik → permintaan beras (barang normal) bergeser kanan sebesar +60 di tiap harga.
Permintaan baru: Qd’ = 260 − 10P. Penawaran tetap: Qs = −40 + 20P.

LangkahPerhitunganNilai
1 Samakan Qd’ = Qs260 − 10P = −40 + 20P
2 Kumpulkan P260 + 40 = 30P → 300 = 30P
3 P* baru300 ÷ 30P* = 10 (Rp 10.000/kg)
4 Q* baru260 − 10(10) = 260 − 100Q* = 160 ton
5 Cek Qs−40 + 20(10) = −40 + 200160 ton ✓
Keseimbangan lama: Rp 8.000/kg, 120 ton → baru: Rp 10.000/kg, 160 ton. Permintaan naik → harga & jumlah keduanya naik (pola D searah).

Studi Kasus Indonesia: Lonjakan Cabai & Harga Eceran Tertinggi

Guncangan — Pasokan Turun
S ←
Gagal Panen
Gagal panen → kurva penawaran bergeser kiri → pada harga lama terjadi kekurangan → harga melonjak. (Penawaran turun → harga naik, jumlah turun.)
Kebijakan — HET (Plafon Harga)
HET
Price Ceiling
Pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi di bawah keseimbangan agar harga "terjangkau" masyarakat.
Plafon harga di bawah keseimbangan justru menciptakan kekurangan: di harga plafon, Qd > Qs. Contoh: HET Rp 5.000/kg pada kurva HDN-1 → Qd = 200 − 50 = 150; Qs = −40 + 100 = 60 → kekurangan 90 ton. Dapat muncul antrean & pasar gelap.

Hitung dari Nol — HDN-4: Surplus Konsumen & Produsen

Pakai kurva HDN-1 (keseimbangan P*=8, Q*=120). Ukur 'keuntungan' pembeli & penjual sebagai luas segitiga. Harga = ribu Rp/kg, jumlah = ton.

DSP=20P*=8P=2Q*=120SKSPPQ
LangkahPerhitunganNilai
Harga choke (Qd=0)200 − 10P = 0 → P = 2020 ribu/kg
Harga minimum (Qs=0)−40 + 20P = 0 → P = 22 ribu/kg
Surplus Konsumen (SK)½ × (20 − 8) × 120720 juta Rp
Surplus Produsen (SP)½ × (8 − 2) × 120360 juta Rp
Surplus Total720 + 3601.080 juta Rp

Empat Jebakan Klasik (Hindari di Ujian!)

Jebakan 1 — Geser vs Gerak
Salah: "Harga naik, permintaan turun."
Benar: "Harga naik, jumlah yang diminta turun." — kurva tidak bergeser.
Jebakan 2 — Arah Penyesuaian
Terbalik! Surplus menekan harga turun; kekurangan mendorong harga naik. Bukan sebaliknya.
Jebakan 3 — Tanda Koefisien
±
Koefisien P di permintaan harus negatif; di penawaran harus positif. Lupa tanda = salah sejak langkah pertama.
Jebakan 4 — Satuan
Rp?
Mencampur ribu Rp vs Rp penuh, atau kg vs ton. Pastikan satuan konsisten dari awal sampai akhir hitungan.
Menamai jebakan = setengah jalan menghindarinya. Cek keempatnya seperti daftar centang sebelum menyerahkan jawaban.

Cheat Sheet — Penggeser Kurva & Akibatnya

PerubahanKurva yang BergeserArahAkibat ke P*Akibat ke Q*
Pendapatan naik (barang normal)PermintaanKanan →↑ Naik↑ Naik
Selera meningkatPermintaanKanan →↑ Naik↑ Naik
Harga substitusi naikPermintaanKanan →↑ Naik↑ Naik
Biaya input naikPenawaranKiri ←↑ Naik↓ Turun
Teknologi membaikPenawaranKanan →↓ Turun↑ Naik
Gagal panen / bencanaPenawaranKiri ←↑ Naik↓ Turun
Pola kunci: D bergeser → P* & Q* searah. S bergeser → P* & Q* berlawanan arah.

Peta Konsep: Dari Dua Kurva ke Keseimbangan

PermintaanMiring turun (D)Penggeser: pendapatan,selera, harga barang lainPenawaranMiring naik (S)Penggeser: biaya, teknologi,cuaca, pajak/subsidiKeseimbanganQd = Qs → P*, Q*Grafis · Tabel · AljabarPenyimpanganP > P* → SurplusP < P* → ShortagePasar menyesuaikan diriGuncanganKurva bergeser →keseimbangan baruD atau S bergeserKesejahteraanSurplus Konsumen + Surplus Produsen = Surplus TotalLuas segitiga di atas/bawah garis harga keseimbangan
Enam kotak ini adalah keseluruhan pertemuan hari ini — dan fondasi untuk semua topik pasar berikutnya.

Giliran Anda — Diskusi & Latihan Kelas

Latihan 1 — Keseimbangan
Qd = 120 − 3P dan Qs = −30 + 2P
Hitung harga & jumlah keseimbangan.
Petunjuk: samakan Qd = Qs → selesaikan P* → substitusi Q*. Jangan lupa cek silang!
Latihan 2 — Guncangan Penawaran
Dari HDN-1, penawaran bergeser kiri: Qs’ = −70 + 20P (biaya pupuk naik). Permintaan tetap Qd = 200 − 10P.
Cari keseimbangan baru & jelaskan arah perubahan P* dan Q*.
Apakah pola "S bergeser → P* & Q* berlawanan" terbukti?
Kerjakan 7 menit. Gambar grafiknya dulu, tentukan kurva mana yang bergeser, jaga konsistensi satuan. Lalu kita bahas bersama — kunci: L1: P*=Rp 30.000; L2: P*=9 (Rp 9.000/kg), Q*=110 ton.

Persiapan Pertemuan 3 — Teori Konsumsi

Hari ini Anda belajar menganalisis permintaan & penawaran. Pertemuan depan kita masuk ke dalam kepala konsumen: teori konsumsi & perilaku konsumen.

Pertemuan 3 — Teori Konsumsi
  • Mengapa kurva permintaan miring turun dari dalam
  • Pendekatan utilitas kardinal (angka mutlak kepuasan)
  • Pendekatan ordinal (kurva indiferensi & garis anggaran)
  • Perilaku konsumen memaksimalkan kepuasan dengan anggaran terbatas
Tugas Mandiri — Latih Malam Ini
  • Ulangi HDN-1 s/d HDN-4 dengan angka Anda sendiri sampai langkahnya otomatis
  • Cari satu berita harga komoditas (cabai, telur, minyak goreng) dan jelaskan kenaikan/penurunannya menggunakan bahasa pergeseran kurva D–S
Kuasai 'tata bahasa pasar' ini malam ini. Sampai jumpa di Pertemuan 3 — Teori Konsumsi.