‹ Daftar slidePertemuan 14: Teknologi Informasi dalam Bisnis dan E-commerce
Program Studi Manajemen
Pengantar Bisnis
Pertemuan 14 — Teknologi Informasi dalam Bisnis dan E-commerce
Mempelajari bagaimana Teknologi Informasi dan E-Commerce mengubah lanskap bisnis modern, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperluas jangkauan pasar secara global.
RPS MINGGU 14 • DURASI 2 × 50 MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu memahami dan menganalisis peran vital teknologi digital di era bisnis modern.
CAPAIAN 1
PERAN UTAMA TI
Memahami peran penting Teknologi Informasi dalam operasional, pengambilan keputusan, dan keunggulan kompetitif.
CAPAIAN 2
MODEL E-COMMERCE
Mengklasifikasikan jenis-jenis E-Commerce (B2B, B2C, C2C) dan dampaknya terhadap pasar tradisional.
CAPAIAN 3
STUDI KASUS MODERN
Menganalisis strategi digital nyata dari perusahaan seperti Indomaret, Tokopedia, serta transformasi UMKM.
CAPAIAN 4
TANTANGAN DIGITAL
Mengidentifikasi hambatan keamanan siber, adaptasi budaya, dan kesenjangan SDM dalam transformasi digital.
Hook: Bagaimana Anda Belanja Hari Ini?
Coba ingat kembali cara berbelanja 10 tahun lalu dibandingkan hari ini. Perubahannya sangat drastis!
DULU: KONVENSIONAL
FISIK & TERBATAS
Harus datang ke toko fisik, terikat jam operasional, pilihan produk terbatas stok gudang lokal, dan promosi lewat brosur/spanduk.
SEKARANG: DIGITAL
TANPA BATAS WAKTU & RUANG
Belanja 24/7 via smartphone, rekomendasi pintar berbasis AI, dan barang sampai di hari yang sama (Same-Day Delivery).
Perubahan ini tidak terjadi dengan sendirinya. Teknologi Informasi adalah mesin penggerak di balik transformasi perilaku konsumen dan model bisnis.
Bagian 1 dari 4
Fondasi Teknologi Informasi Bisnis
Bagaimana sistem digital mengubah cara perusahaan bekerja, berkolaborasi, dan mengambil keputusan.
OtomatisasiDataEfisiensi
Dari Kertas ke Cloud: Evolusi Bisnis
Teknologi menghapus pekerjaan repetitif dan meminimalkan kesalahan manusia (*human error*).
PERBANDINGAN OPERASIONAL BISNIS
Aspek
Tradisional
Modern (Berbasis TI)
Pencatatan
Buku besar manual, nota kertas
Software Akuntansi (Cloud), ERP
Inventaris
Cek gudang berkala, rentan selisih
Barcode scanner, Update Real-time otomatis
Pemasaran
Iklan media cetak, jangkauan lokal
Digital Ads, Media Sosial, Jangkauan Global
Komunikasi
Tatap muka, telepon kabel, pos
Email, Zoom, Slack, Chatbot 24/7
Bisnis modern beroperasi di atas infrastruktur digital yang memungkinkan mereka bergerak lebih cepat dan beradaptasi secara agile.
4 Pilar Peran TI dalam Bisnis Modern
PILAR 1
Efisiensi Operasional
Otomatisasi proses bisnis: mulai dari manajemen rantai pasok (Supply Chain), kasir digital (POS), hingga laporan keuangan otomatis. Mengurangi biaya tenaga kerja.
PILAR 2
Jangkauan Pasar Global
Website dan platform e-commerce memungkinkan perusahaan melayani pelanggan dari seluruh dunia tanpa harus membuka toko fisik.
PILAR 3
Analisis Keputusan (Data)
Big Data membantu manajer melihat tren, memahami perilaku konsumen, dan memprediksi permintaan barang dengan sangat presisi.
PILAR 4
Pengalaman Pelanggan
Personalisasi layanan, Chatbot AI yang merespons keluhan seketika, dan loyalitas digital membuat pelanggan merasa diistimewakan.
Komponen Utama Sistem Informasi Bisnis
Sistem Informasi bukan sekadar komputer, melainkan perpaduan 5 elemen vital:
5 ELEMEN SISTEM INFORMASI
Hardware (Perangkat Keras): Server fisik, komputer, mesin kasir, smartphone kasir.
Data: Informasi mentah berupa angka penjualan, demografi pelanggan, stok barang.
Jaringan (Network): Internet, Cloud Computing, jaringan intranet perusahaan.
People (Manusia): Karyawan, analis data, manajer IT, hingga pelanggan sebagai pengguna akhir.
Tanpa "People" yang terlatih, hardware dan software semahal apa pun tidak akan berdampak pada performa bisnis.
Bagian 2 dari 4
Revolusi E-Commerce
Ketika transaksi jual-beli berpindah ke ruang digital: Model bisnis, skala, dan dampaknya.
B2CB2BC2C
Apa itu E-Commerce?
Electronic Commerce (E-Commerce) adalah proses pembelian, penjualan, atau pertukaran produk, jasa, dan informasi melalui jaringan komputer (internet).
KARAKTERISTIK E-COMMERCE
Ubiquity: Tersedia di mana saja, kapan saja.
Global Reach: Melampaui batas negara/budaya.
Interactivity: Komunikasi dua arah (ulasan, rating).
Richness: Konten kaya (video, gambar 360, deskripsi teks).
MANFAAT UTAMA
Mengikis Biaya Overhead
Menghilangkan kebutuhan sewa toko mahal, menekan biaya inventaris mati, dan memotong rantai perantara (distributor) sehingga harga bisa lebih kompetitif.
3 Model Utama Bisnis E-Commerce
B2C
Business to Consumer
Perusahaan menjual langsung ke konsumen akhir.
Contoh: Amazon, Zara.com, Netflix, Spotify.
B2B
Business to Business
Transaksi antar perusahaan. Volume besar, jangka panjang.
Contoh: Alibaba.com (grosir), Indotrading.
C2C
Consumer to Consumer
Konsumen menjual ke sesama konsumen melalui platform perantara.
Contoh: Shopee, Tokopedia, OLX.
Ada juga model tambahan seperti O2O (Online-to-Offline): menarik pelanggan dari internet ke toko fisik, seperti GoFood/GrabFood.
Studi Kasus 1: Indomaret (Omni-Channel)
Indomaret sukses menggabungkan jaringan ribuan toko fisik dengan layanan digital (*Omni-Channel*).
STRATEGI DIGITAL
Aspek
Implementasi Teknologi
Aplikasi
KlikIndomaret & I-Saku untuk pemesanan & loyalty.
Data
Google Cloud menganalisis jutaan data struk belanja.
Ekspansi
Google Maps API untuk menentukan titik strategis toko baru.
HASIL TRANSFORMASI
Lonjakan Penjualan Digital
Peningkatan penjualan online sangat signifikan. Toko fisik kini juga berfungsi ganda sebagai gudang mini (*micro-fulfillment center*) yang melayani pesanan online di sekitar area tersebut.
Studi Kasus 2: Tokopedia (Logistik & AI)
Tantangan e-commerce di Indonesia adalah geografi kepulauan. TI menjadi solusi efisiensi logistik.
OPTIMASI RUTE & PREDIKSI
Machine Learning & Maps
Tokopedia memanfaatkan AI untuk memprediksi produk apa yang akan laku di kota tertentu. Mereka juga menggunakan Google Maps Platform untuk menghitung rute kurir tercepat (Same-Day Delivery).
DAMPAK TEKNOLOGI PADA TOKOPEDIA
Waktu pengiriman rata-rata berkurang hingga 30%.
Efisiensi biaya logistik meningkat tajam.
Kepuasan pelanggan naik berkat sistem pelacakan (tracking) yang akurat.
Bagian 3 dari 4
Teknologi Modern di Garis Depan
Tren inovasi yang saat ini mendefinisikan batas-batas bisnis modern.
Big DataAI & MLOCR
Data adalah "Minyak Baru"
Perusahaan kini berlomba mengumpulkan dan menganalisis data pelanggan (Big Data Analytics).
PERSONALISASI
"Anda Mungkin Menyukai..."
Platform memantau apa yang Anda klik, berapa lama Anda melihat produk, dan apa yang masuk keranjang. Ini menghasilkan rekomendasi produk hiper-personal.
MANFAAT BIG DATA BAGI BISNIS
Pricing Dinamis: Harga tiket pesawat atau ojek online berubah sesuai permintaan (surge pricing).
Manajemen Stok: Menyiapkan payung lebih banyak di gudang saat cuaca diprediksi hujan.
Deteksi Penipuan (Fraud): Menandai transaksi kartu kredit yang mencurigakan secara instan.
Coba Sendiri: Jelajahi 3V Big Data (Volume, Velocity, Variety)
Geser tiap dimensi Volume, Velocity, dan Variety, lalu lihat bagaimana kompleksitas pengelolaan data sebuah bisnis berubah.
Kecerdasan Buatan (AI) & Machine Learning
Komputer tidak lagi hanya menjalankan perintah, tapi belajar dari pola.
CUSTOMER SERVICE
Chatbot 24/7
Bot AI menangani 80% keluhan umum pelanggan, merespons dalam detik, siang dan malam, tanpa kelelahan.
VISUAL SEARCH
Pencarian Gambar
Konsumen memfoto sepatu di jalan, mengunggah ke e-commerce, dan AI mencarikan produk yang bentuknya mirip.
TEKNOLOGI OCR
Ekstraksi Teks (e-KYC)
OCR (Optical Character Recognition) membaca KTP dalam 1 detik untuk verifikasi identitas (buka rekening/akun) tanpa input manual.
Cloud Computing (Komputasi Awan)
Perusahaan modern tidak lagi membangun ruang server raksasa sendiri, melainkan menyewanya di internet.
KEUNGGULAN CLOUD (AWS, GOOGLE CLOUD, AZURE)
Karakteristik
Penjelasan Praktis
Skalabilitas
Kapasitas bisa dinaikkan instan. Contoh: Tokopedia saat Flash Sale Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas).
Biaya Variabel
Perusahaan hanya membayar seberapa banyak server yang mereka gunakan (Pay-as-you-go).
Aksesibilitas
Data perusahaan dapat diakses karyawan dari mana saja (Work From Anywhere).
Cloud menurunkan hambatan masuk (barrier to entry). Startup kini bisa memiliki teknologi level korporasi dengan modal awal yang minim.
Coba Sendiri: Bandingkan TCO Cloud vs Server On-Premise
Ubah skala kebutuhan server dan lama pemakaian, lalu lihat titik potong biaya total kepemilikan antara sewa cloud dan bangun server sendiri.
Studi Kasus 3: UMKM Naik Kelas via Digital
Bukan hanya raksasa, Teknologi Informasi juga merevolusi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
TRANSFORMASI UMKM
Pemasaran: Beralih dari brosur kertas ke Facebook/Instagram Ads dengan target audiens presisi (usia, lokasi, minat).
Toko Online: Menggunakan platform gratis (Shopee/Tokopedia) atau CMS Open Source (WordPress/WooCommerce).
Pembayaran: Adopsi QRIS (QR Code) menggantikan mesin EDC yang mahal.
DAMPAK TERHADAP UMKM
Jangkauan Nasional
Pengrajin sepatu lokal di Cibaduyut atau pembuat keripik di Malang kini rutin mengirim barang ke Sumatera atau Papua berkat e-commerce dan logistik murah.
Bagian 4 dari 4
Sisi Gelap & Tantangan
Transformasi digital membawa risiko nyata yang dapat menghancurkan bisnis dalam semalam jika diabaikan.
CybersecurityGap SDMKultur
Tantangan dan Risiko Digitalisasi
TANTANGAN 1
Keamanan Data & Siber
Risiko kebocoran data pelanggan (data breach), peretasan (hacking), atau serangan ransomware. Hilangnya kepercayaan publik berakibat fatal bagi reputasi.
TANTANGAN 2
Kesenjangan SDM
Teknologi maju sangat cepat, namun ketersediaan talenta digital (Programmer, Data Scientist) seringkali tidak mencukupi, membuat perusahaan kesulitan beradaptasi.
TANTANGAN 3
Adaptasi Budaya
Karyawan lama cenderung resisten terhadap perubahan ("Biasanya pakai kertas juga bisa"). Adopsi alat digital sering gagal karena kurangnya manajemen perubahan budaya.
Kesimpulan
TI Adalah Kunci Bertahan Hidup
TI Bukan Sekadar Alat: Teknologi kini menjadi jantung strategi kompetitif. Bisnis yang lambat adopsi digital akan tertinggal.
E-commerce Mengubah Aturan Main: Transparansi harga, efisiensi logistik, dan skala global menciptakan model persaingan baru yang tidak terikat batas geografis.
Data-Driven: Keputusan bisnis tidak lagi berbasis insting semata, melainkan dari olahan data (*insight*) yang akurat.
Tantangan Nyata: Kesuksesan digitalisasi bukan hanya soal beli software mahal, tapi tentang mengamankan sistem (cybersecurity) dan melatih SDM.
"In the modern business world, every company is an IT company."