‹ Daftar slidePertemuan 12: Sistem Keuangan dan Lembaga Keuangan
Program Studi • Pengantar Bisnis
Sistem & Lembaga Keuangan
Pertemuan 12 — Mengelola Aliran Dana Ekonomi
Mengenal darah dari sebuah perekonomian: Uang, bagaimana sistem keuangan mendistribusikannya, serta lembaga-lembaga yang menjaganya.
RPS MINGGU 12 • DURASI 2 × 50 MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu memahami arsitektur sistem keuangan di Indonesia. Secara rinci:
CAPAIAN 1 — UANG
FUNGSI & PERAN UANG
Mampu menjelaskan apa itu uang, fungsi utamanya, dan mengapa uang penting sebagai medium transaksi.
CAPAIAN 2 — OTORITAS
PERAN BI, OJK, & LPS
Membedakan tugas Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan LPS dalam sistem keuangan.
CAPAIAN 3 — LEMBAGA
BANK vs NON-BANK
Mengkategorikan Lembaga Keuangan (bank umum, BPR, asuransi, multifinance) dan perannya.
CAPAIAN 4 — STUDI KASUS
DINAMIKA MODERN
Menganalisis kasus riil seperti penutupan bank, regulasi fintech/pinjol, dan ketahanan sektor keuangan.
Bayangkan Hidup Tanpa Sistem Keuangan
Apa yang terjadi jika Anda butuh modal Rp 100 juta untuk bisnis, tapi tidak ada bank?
SKENARIO A: SISTEM BARTER / DIRECT
Cari Sendiri
Mencari orang yang punya uang menganggur
Anda harus ketuk pintu tetangga satu per satu. Biaya transaksi tinggi, ketidakcocokan waktu dan jumlah sangat besar.
SKENARIO B: ADA LEMBAGA KEUANGAN
Intermediasi
Melalui Bank / Pasar Modal
Masyarakat menabung di bank. Bank mengumpulkan dan menyalurkannya ke Anda. Efisien, cepat, dan risiko dikelola oleh profesional.
Lembaga keuangan bertindak sebagai perantara keuangan (financial intermediary) yang mempertemukan pihak kelebihan dana dengan pihak yang kekurangan dana.
Bagian 1 dari 3
Uang dan Fungsinya
Alat tukar yang memutar roda perekonomian.
Alat TukarSatuan HitungPenyimpan Nilai
Uang: Nyawa dari Perekonomian
Uang adalah segala sesuatu yang secara umum diterima masyarakat sebagai alat pembayaran barang, jasa, dan pelunasan utang.
EVOLUSI UANG
Barter: Barang ditukar barang (sulit mencari double coincidence of wants).
Uang Komoditas: Menggunakan barang bernilai intrinsik (emas, perak, garam).
Uang Kartal (Fiat Money): Uang kertas & koin yang nilainya dijamin oleh pemerintah (tidak ada nilai intrinsik).
Uang Giral: Saldo rekening di bank yang dapat ditransfer (giro, deposito).
Uang Digital/Elektronik: e-Wallet, CBDC, yang saat ini mendominasi transaksi modern.
Uang fiat (seperti Rupiah) bernilai karena kepercayaan (trust) masyarakat dan dukungan hukum negara.
Tiga Fungsi Utama Uang
1. MEDIUM TUKAR
Medium of Exchange
Mengatasi masalah barter. Anda bekerja dibayar uang, uang dipakai beli makan. Semua diterima secara universal.
2. SATUAN HITUNG
Unit of Account
Memberikan harga pada barang. Laptop = Rp 10 juta, HP = Rp 5 juta. Mudah membandingkan nilai relatif antar barang.
3. PENYIMPAN NILAI
Store of Value
Uang dapat disimpan sekarang dan digunakan untuk belanja di masa depan (meskipun ada risiko tergerus inflasi).
Sifat-Sifat Uang yang Ideal
Tidak semua benda bisa dijadikan uang. Agar berfungsi baik, ia harus memiliki karakteristik:
Karakteristik
Penjelasan
Acceptability (Diterima Umum)
Masyarakat percaya dan mau menerimanya.
Divisibility (Dapat Dibagi)
Bisa dipecah jadi nilai kecil tanpa mengurangi nilainya.
Portability (Mudah Dibawa)
Praktis dibawa untuk transaksi sehari-hari.
Durability (Tahan Lama)
Tidak mudah rusak atau membusuk (seperti daun).
Scarcity (Jumlah Terbatas)
Tidak mudah dipalsukan atau didapat secara berlebihan.
Bagian 2 dari 3
Arsitektur Sistem Keuangan
Siapa yang mengatur, mengawasi, dan menjalankan?
Otoritas KeuanganBank UmumNon-Bank
Bagaimana Sistem Keuangan Bekerja?
Inti dari sistem keuangan adalah memindahkan dana dari pihak yang surplus ke pihak defisit.
PROSES INTERMEDIASI KEUANGAN
Sistem keuangan yang efisien menurunkan biaya pinjaman, mendorong investasi bisnis, dan menciptakan pertumbuhan ekonomi.
Tiga Pilar Pengatur dan Pengawas (RI)
BANK INDONESIA (BI)
Otoritas Moneter
Fokus pada kestabilan Nilai Rupiah (inflasi & kurs), mencetak uang, dan kelancaran sistem pembayaran makro.
OTORITAS JASA KEUANGAN (OJK)
Pengawas Mikro
Mengawasi kesehatan Bank, Pasar Modal, Asuransi, dan Fintech/Pinjol. Fokus melindungi konsumen jasa keuangan.
LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN (LPS)
Penjamin Dana
Menjamin simpanan nasabah di bank (hingga Rp 2 Miliar) agar masyarakat tidak panik saat bank mengalami kebangkrutan.
Coba Sendiri: Telusuri Peta Kewenangan Regulator Keuangan RI
Klik tiap lembaga (BI, OJK, LPS, KSSK) untuk melihat kewenangan spesifiknya dan bagaimana keempatnya saling terhubung dalam jaring pengaman sistem keuangan.
Lembaga Keuangan Perbankan
Bank adalah lembaga intermediasi utama yang diperbolehkan menarik dana masyarakat secara langsung dalam bentuk simpanan.
BANK UMUM (Konvensional & Syariah)
Memberikan seluruh jasa perbankan.
Ikut dalam lalu lintas pembayaran (kliring, transfer antar negara, giro).
Contoh: BCA, Mandiri, BRI, BNI.
Skala besar, jaringan luas, modal inti sangat besar.
BANK PEREKONOMIAN RAKYAT (BPR)
Fokus pada usaha mikro, kecil, dan masyarakat daerah.
TIDAK diizinkan menerbitkan Giro, kartu kredit, atau ikut kliring.
Fokus menghimpun Deposito dan Tabungan.
Ruang lingkup terbatas secara geografis.
Lembaga Keuangan Non-Bank (LKNB)
Berbeda dengan bank, LKNB tidak menarik tabungan langsung dari masyarakat. Mereka menghimpun dana melalui premi, investasi, atau kontrak.
Jenis Lembaga
Fungsi Utama
Contoh
Asuransi
Mengalihkan dan menanggung risiko kerugian finansial dari nasabah.
Prudential, Allianz, BPJS.
Dana Pensiun
Menghimpun iuran masa kerja untuk dibayarkan saat karyawan pensiun.
Taspen, Jamsostek, DPLK.
Perusahaan Pembiayaan (Leasing)
Memberikan fasilitas pinjaman/kredit pembelian barang (kendaraan, alat berat).
Adira Finance, BFI Finance.
Modal Ventura
Pembiayaan penyertaan modal ke perusahaan rintisan (startup).
East Ventures, Alpha JWC.
Pasar Keuangan: Uang vs Modal
Sistem keuangan juga terdiri dari instrumen pasar terbuka (market-based).
PASAR UANG (MONEY MARKET)
Jangka Pendek (< 1 Tahun)
Fokus untuk menjaga likuiditas / cash flow jangka pendek.
Risiko relatif rendah.
Contoh: Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Commercial Paper, Deposito Antar Bank.
PASAR MODAL (CAPITAL MARKET)
Jangka Panjang (> 1 Tahun)
Fokus pendanaan ekspansi aset jangka panjang perusahaan/negara.
Risiko lebih tinggi, return lebih besar.
Contoh: Saham, Obligasi (Surat Utang), Reksadana di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Apakah Bank bisa bangkrut? Tentu saja. Otoritas bertugas menertibkan lembaga bermasalah.
FAKTA DATA: JAN-APRIL 2026
OJK telah mencabut izin usaha 7 BPR/BPRS bermasalah.
Tiga di antaranya telah resmi dilikuidasi dan ditutup.
Penyebab utama: Tata kelola buruk (fraud pengurus) & rasio kecukupan modal di bawah ketentuan.
Total simpanan layak bayar mencapai Rp 1,53 triliun.
PERAN LPS
Perlindungan Dana
Karena dijamin LPS, uang nasabah aman dan dibayarkan (maks Rp2 M). Ini menjaga trust publik agar tidak terjadi kepanikan (bank run) merembet ke bank sehat.
Pelajaran: Ketegasan OJK mencabut bank bobrok justru memperkuat kesehatan industri perbankan secara keseluruhan.